Asuransi Pendidikan

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%

Asuransi Pendidikan Terbaik di Indonesia

Asuransi pendidikan anak adalah produk asuransi jiwa yang dengan manfaat uang pertanggungan pendidikan anak jika orangtuanya meninggal dunia. Selain asuransi, cocok juga sebagai instrumen menabung dana pendidikan.

Ada banyak produk asuransi pendidikan anak yang ada di pasaran. Untuk membantu Anda dalam memilih, Lifepal menyajikan daftar asuransi pendidikan terbaik di Indonesia. Simak ulasannya berikut ini!

AXA Mandiri – Mandiri Sejahtera Cerdas

  • Premi mulai Rp200 ribu per bulan
  • Masa pertanggungan: 25 tahun dikurang usia anak
  • Masa pertanggungan sampai tertanggung usia 70 tahun (orangtua)
  • Santunan meninggal dunia
  • Santunan cacat tetap total
  • Manfaat investasi dana pendidikan

Manulife Education Protector

  • Premi mulai Rp417 ribu per bulan
  • Usia masuk tertanggung (orangtua): 18-50 tahun
  • Usia masuk tertanggung (anak): 30 hari – 10 tahun
  • Usia pemegang polis: minimal 18 tahun
  • Masa pembayaran premi 5 atau 10 tahun
  • Santunan meninggal dunia sebesar nilai polis ditambah 100 persen target dana pendidikan
  • Manfaat investasi dana pendidikan sampai 170 persen UP
  • Manfaat akhir polis 100 persen target dana pendidikan + nilai polis

Prudential PRULink Edu Protection

  • Premi mulai Rp500 ribu per bulan
  • Perlindungan jiwa untuk orangtua dan anak
  • Masa pertanggungan: sampai usia 18-25 tahun (anak).
  • Usia masuk anak: 1-15 tahun
  • Santunan meninggal dunia, penyakit kritis, dan cacat tetap total
  • Manfaat bulanan maks. Rp30 juta sampai anak berusia 18 atau 25 tahun
  • Kenaikan manfaat bulanan 15% per 3 tahun
  • Manfaat investasi

Asuransi Pendidikan Allianz

  • Premi mulai Rp300 ribu per bulan
  • Usia masuk anak: 6-18 tahun
  • Santunan meninggal dunia
  • Manfaat tabungan pendidikan anak

BNI Life Solusi Pintar

  • Menjamin semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
  • Usia masuk tertanggung (orangtua): 20-55 tahun
  • Usia masuk tertanggung (anak): 0-9 tahun
  • Masa pertanggungan: maks sampai orangtua berusia 65 tahun
  • Santunan meninggal dunia 100 persen UP
  • Manfaat tabungan pendidikan bertahap
  • Perluasan manfaat kecelakaan diri dan asuransi kesehatan

BRI Life BRINGIN Danasiswa Syariah

  • Masa pertanggungan: 5-20 tahun
  • Usia masuk tertanggung (orangtua): 17-55 tahun
  • Santunan meninggal dunia Rp15 juta ditambah nilai investasi.
  • Manfaat pembebasan premi
  • Manfaat investasi pendidikan

Manfaat Asuransi Pendidikan

Salah satu manfaat asuransi ini adalah untuk memastikan anak melanjutkan sekolahnya selepas kepergian orangtua.

Jenis Asuransi Pendidikan

Jenis yang ada di Indonesia di antaranya:

  • Asuransi dwiguna
  • Unit link
  • Asuransi syariah

Simulasi Asuransi Pendidikan

Simulasi asuransi adalah rincian tentang mekanisme asuransi, mulai dari jumlah premi, kapan asuransi bisa dicairkan, dan uang pertanggungan yang akan diterima.

Premi Asuransi Pendidikan

Besaran premi asuransi berbeda-beda, tergantung profil nasabah dan jenis asuransi yang dipilih. Secara umum, premi asuransi akan disesuaikan pada uang pertanggungan, usia, jenis kelamin, riwayat penyakit calon nasabah. 

Lifepal menyediakan asuransi pendidikan dengan premi yang terjangkau, mulai dari Rp200 ribuan saja per bulan. Cari tahu di sini!

🎓 Menanggung TK Hingga Kuliah Mulai Rp200 Ribu/Bulan!
+62

Klaim Asuransi Pendidikan

Ahli waris bisa mengajukan klaim jika tertanggung meninggal dunia. Namun, apabila tidak ada klaim, nasabah tetap akan mendapatkan pencairan dana tabungan pendidikan anak.

Pelajari Asuransi Pendidikan Lebih Dalam

Untuk memahami lebih lanjut tentang produk ini, pahami dulu pengertian asuransi pendidikan.

Pertanyaan Seputar Asuransi Pendidikan

Berdasarkan laporan Kompas, rata-rata kenaikan inflasi biaya pendidikan di Indonesia setiap tahunnya mencapai 15 persen. Melalui perhitungan tersebut, diperkirakan biaya pendidikan kuliah di perguruan tinggi pada tahun 2028 bisa mencapai Rp30-120 juta! Padahal, rata-rata kenaikan gaji per tahun hanya 7 persen saja.

biaya-pendidikan

Mari pikirkan bersama, apakah tabungan kita akan cukup untuk mencapai angka tersebut? Angka tadi baru untuk perguruan tinggi, belum lagi biaya sekolah. Untuk itulah asuransi penting.

Berikut beberapa manfaat lain menyiapkan dana pendidikan dengan asuransi:

1. Menjamin biaya pendidikan anak

2. Antisipasi risiko orangtua meninggal dunia

3. Investasi masa depan

4. Mengejar laju inflasi

Mekanismenya sederhana saja. Kita sebagai pemegang polis/tertanggung/orang tua memiliki kewajiban membayarkan premi kepada perusahaan asuransi dengan nominal tertentu.

Sementara itu, kewajiban perusahaan adalah memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia sesuai dengan perjanjian polis. Setelah cair, uang tersebut digunakan untuk membayar biaya sekolah anak.

Idealnya saat anak Anda baru lahir. Sehingga, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai masa ia sekolah juga lebih panjang dan dana yang terkumpul bisa lebih besar.

Jika memiliki anak berusia 0 sampai dengan 15 tahun, maka Anda perlu terproteksi asuransi jenis pendidikan. Produk ini penting untuk memastikan masa depan pendidikannya.

Perbedaan asuransi dengan tabungan pendidikan adalah pada fitur yang ditawarkan. Tabel berikut menjelaskan secara singkat perbedaan antara keduanya.

PembedaDwigunaUnit LinkTabungan Pendidikan
Santunan kematianBesarBesarKecil
RisikoRendahTinggiRendah
Biaya-biayaBesarBesarKecil
DurasiJangka panjangJangka panjangJangka pendek
Besar tabungan pendidikanSedangTergantung hasil investasiKecil

Tabungan pendidikan hanya memotong sebagian kecil uang untuk biaya administrasi. Namun, bunganya hanya 3-6 persen saja.  Sementara pada asuransi jiwa unit link, kita mendapat peluang untuk menginvestasikan uang tersebut. 

Tabungan pendidikan juga memiliki manfaat asuransi jiwa, namun relatif kecil. Jika orangtua meninggal, asuransi ini akan melunasi tabungan pendidikan hingga selesai. Tidak ada uang pertanggungan seperti dalam proteksi pendidikan.

Sebenarnya, tidak ada produk yang lebih baik atau lebih buruk. Kita hanya perlu mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan. Apabila hendak menabung dalam jangka pendek, kami sarankan memilih tabungan pendidikan saja. Sementara itu, kalau anak kita masih berusia 1-5 tahun dan ingin menabung dalam jangka panjang, proteksi dari asuransi bisa menjadi pilihan.

Ada dua, yaitu dwiguna (endowment), dan unit link. Endowment menawarkan perlindungan jiwa dengan manfaat pengembalian pasti, sementara unit link menawarkan perlindungan jiwa berbalut investasi.

Biaya preminya beragam, mulai dari Rp200 ribu per bulan hingga jutaan. Tentunya disesuaikan dengan uang pertanggungan, inflasi, dan bunga investasi (kalau ada). Untuk lebih jelasnya, silakan baca Tabel Komparasi.

Jika asuransi dijalankan sesuai dengan prinsip syariah, maka hukumnya halal sesuai yang difatwakan oleh para ulama MUI. Sehingga tertanggung bisa memilih asuransi jiwa syariah selain asuransi jiwa konvensional.

Hal tersebut bersumber dari fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah, yang berkesimpulan bahwa asuransi merupakan upaya saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang dalam bentuk aset bersama dengan tujuan memberikan pengembalian kepada salah satu anggota yang mengalami risiko tertentu yang dijalankan sesuai dengan akad dan prinsip syariat.

Bisa dicairkan, tetapi biasanya secara bertahap sesuai dengan usia atau jenjang pendidikan anak Anda. Sebab, kembali lagi ke tujuan produk ini adalah untuk merencanakan biaya pendidikan anak.

Uang pertanggungan bisa dicairkan setelah melewati lima tahun, atau setelah anak memasuki jenjang pendidikan.

Asuransi pendidikan dapat berfungsi secara maksimal apabila berbentuk asuransi jiwa dwiguna atau endowment. Pasalnya, tidak ada investasi dalam produk ini seperti pada unit link. Sehingga, risiko kerugian investasi pun menjadi tidak ada. Namun memang potensi pertambahan nilai produk dwiguna tidak sebesar unit link.

Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan