Asuransi Proyek

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%

Rekomendasi Asuransi Proyek Terbaik 2021

Asuransi proyek / konstruksi merupakan bagian dari produk asuransi umum (kerugian) yang memberikan penggantian jika terjadi kerugian pada pemilik proyek, kontraktor, tenaga kerja, aset atau mesin dalam proyek, hingga tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga dalam masa pembangunan (proyek).

Simak rekomendasi Lifepal untuk asuransi proyek terbaik 2021 yang memberikan jaminan lebih dan premi kompetitif!

Asuransi ACA

Asuransi konstruksi ACA masuk kategori produk Asuransi Rekayasa. Pertanggungan atau jaminan yang diberikan polis Asuransi Konstruksi ACA yaitu EAR dan CAR.

Adira Insurance

Polis dari Adira Insurance adalah Asuransi Alat Berat atau yang masuk kelompok EAR. Jaminan ganti ruginya pun cukup banyak termasuk kebakaran, tabrakan, pencurian, dan kejadian yang dipengaruhi cuaca. Polis ini bisa diperluas jaminannya seperti kerusuhan, kecelakaan diri, dan ganti rugi pihak ketiga yang dirugikan.

Asuransi Chubb

Perusahaan asuransi yang telah beroperasi di 54 negara ini menawarkan produk asuransi konstruksi cukup banyak. Beberapa di antaranya All Risk dan Asuransi Kargo. Untuk informasi produk lain dari Chubb, hanya perlu isi form untuk mendapatkan konsultasi gratis.

Asuransi MSIG

Pada perusahaan ini, asuransi konstruksi digolongkan sebagai asuransi teknik yang terdiri atas 3 polis yaitu CAR, EAR, dan Kerusakan Mesin. Kalau bukan pebisnis tetapi sudah terlanjur jatuh cinta dengan brand MSIG, kita bisa pilih beberapa polis lain di Lifepal termasuk asuransi mobil, asuransi mobil khusus perempuan, serta asuransi perjalanan.

Asuransi Sinar Mas

Asuransi umum dari Sinarmas Group ini memang cukup lengkap dalam menyediakan produk, termasuk asuransi konstruksi. Berdasarkan situs resminya, Sinar Mas punya polis EAR, CAR, hingga Surety Bond. Produk lain dari Sinar Mas yang bisa didapatkan di Lifepal antara lain asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan asuransi perjalanan.

Apakah Penting Memiliki Asuransi Proyek?

Asuransi konstruksi atau proyek bisa meminimalisasi kasus korupsi karena dalam asuransi ini terdapat persyaratan ketat yang harus dipenuhi sebelum pengajuan asuransi disetujui. Salah satunya adalah proyek yang dijaminkan harus real. Itu sebabnya terdapat pengecekan ke lapangan oleh tim dari perusahaan asuransi.

Tentunya langkah perusahaan asuransi tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko nasabah yang membuat proyek fiktif lalu melakukan klaim. Namun, imbasnya cukup positif untuk mengurangi adanya proyek fiktif yang dilakukan berjamaah seperti di BUMN.

Dengan manfaat yang cukup luas, produk ini sangat dibutuhkan dalam pembangunan gedung atau infrastruktur lain.

Misalnya harga mata bor penghancur batu merek Volvo yang dijual di situs e-commerce mencapai Rp275 juta (sudah termasuk diskon). Belum harga excavator yang dibanderol lebih dari Rp1,5 miliar. Jika mengalami kerusakan, tentu akan sangat merugikan pemilik proyek. 

Contoh lain, sejak semester kedua 2019, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki kasus 14 proyek fiktif di lingkup perusahaan pelat merah (BUMN). KPK mengendus dugaan korupsi antara Jasa Marga dan Waskita Karya untuk sejumlah proyek infrastruktur di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Selain Asuransi Proyek, pertimbangkan juga untuk mendaftarkan karyawan dalam asuransi jiwa atau kesehatan. Jika terjadi kecelakaan kerja, asuransi dapat memberikan solusi finansial yang tepat!
πŸ§‘πŸΌβ€πŸ’Ό Polis fleksibel dapat disesuaikan kebutuhan perusahaan!
+62

Jenis Asuransi Proyek

Jenis asuransi proyek terdiri atas jaminan penawaran, jaminan pelaksanaan, jaminan pembayaran uang muka, jaminan pemeliharaan, garansi bank, dan custom bond. Perusahaan asuransi umumnya menawarkan jenis polis contractor all risk (CAR), erection all risk (EAR), kerusakan mesin, dan surety bond.

Biaya Asuransi Proyek

Biaya asuransi proyek dipengaruhi beberapa faktor seperti persentase premi, jenis proyek, lokasi proyek, kontraktor pelaksana, pemilik, kondisi lingkungan proyek, peluang terjadi musibah, jangka waktu penyelesaian proyek, hingga peralatan atau mesin yang akan dipasang.

Pelajari Asuransi Proyek Lebih Dalam

Cari tahu jenis asuransi proyek yang sesuai kebutuhan! Dengan demikian, calon nasabah bisa menentukan produk asuransi yang tepat beserta premi asuransinya sesuai dengan budget proyek.

Pertanyaan Seputar Asuransi Proyek

Asuransi proyek merupakan salah satu bagian dari asuransi umum. Adapun manfaat yang diberikan adalah solusi finansial jika terjadi kerugian atau kecelakaan kerja yang dapat menghambat kelangsungan suatu proyek.

Istilah konsorsium dalam KBBI Kemendikbud dijelaskan sebagai himpunan beberapa pengusaha yang mengadakan usaha bersama atau kongsi. Secara sederhana, konsorsium polis konstruksi adalah kumpulan beberapa perusahaan asuransi umum yang menjaminkan kerugian suatu mega proyek.

Contoh nyata dari konsorsium ini adalah Konsorsium Penjaminan Proyek (KPP) dan Konsorsium Jaminan Surety Bond (KJSB). Masing-masing konsorsium ini dibentuk pada 2015 untuk menjaminkan proyek infrastruktur pemerintah atau proyek-proyek besar milik Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam menjaminkan proyek tersebut, terbentuk konsorsium yang terdiri atas perusahaan asuransi pelat merah (BUMN) dan swasta.

Beberapa fungsi dan manfaat produk asuransi ini antara lain mitigasi risiko bisnis, menjamin pengiriman mesin, menjamin kondisi mesin selama proyek, menjamin keselamatan pekerja dan pihak ketiga yang mungkin dirugikan atas proyek tersebut, hingga meminimalkan kerugian finansial.

Asuransi konstruksi tentunya sangat bermanfaat bagi bisnis properti hingga infrastruktur. Sebut saja salah satunya adalah memitigasi risiko bisnis yang dijaminkan dalam asuransi konstruksi dan surety bond.

Selain itu juga memberikan kepastian atas keselamatan pekerja. Dengan begitu, pebisnis tidak perlu mengeluarkan uang atas risiko yang mungkin terjadi pada pekerja. Asuransi ini juga memberikan penggantian kerugian finansial untuk berbagai risiko lain seperti tanggung jawab hukum pihak ketiga (TPL) yang mungkin disebabkan kelalaian pekerja atau bencana alam hingga kerusakan mesin, pencurian, dan kerugian lainnya selama masa pembangunan.

Pertanggungan asuransi jenis ini terdiri atas berbagai ganti rugi bagi pemilik proyek. Adapun manfaat paling umum dari produk asuransi umum ini adalah kerusakan material, luka fisik, kerusakan properti, jaminan biaya hukum jika terjadi tuntutan, jaminan ganti rugi akibat kelalaian pekerja, serta pencurian mesin atau perlengkapan/peralatan proyek.

Asuransi pekerja proyek dan konstruksi bukanlah produk asuransi yang berbeda karena jenis ini bagian dari produk asuransi tersebut. Asuransi pekerja proyek bisa dijelaskan sebagai polis yang memberikan proteksi kepada pekerjnya. Dalam hal ini, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga asuransi construction all risk menjadi contohnya.

Sementara, asuransi proyek adalah asuransi yang memberikan jaminan ganti rugi atas kerusakan, kerugian, atau wanprestasi pihak lain. Dengan kata lain, asuransi proyek memberikan jaminan atas bangunan atau infrastruktur yang sedang dibangun serta perjanjian antara dua pihak yaitu kontraktor dan pemilik proyek.

Faktor yang memengaruhi persentase premi asuransi ini adalah jenis proyek, lokasi proyek, kontraktor pelaksana, pemilik, kondisi lingkungan proyek, peluang terjadi musibah, jangka waktu penyelesaian proyek, hingga peralatan atau mesin yang akan dipasang. Selain itu persentase juga berbeda antara CAR, EAR, atau Surety Bond.

Rumus sederhana untuk menghitung premi yaitu:

Premi = jumlah uang pertanggungan x suku (%) premi per jangka waktu penyelesaian proyek

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan cara klaim asuransi proyek. Apabila tertanggung mengalami kejadian yang menimbulkan klaim, maka tertanggung harus melapor terlebih dahulu dengan waktu maksimal sesuai kesepakatan. Tertanggung juga wajib membantu surveyor menyelidiki taksiran dan penyebab kerugian. Untuk penggantian TPL, tertanggung harus menunggu perusahaan asuransi menyetujui ganti rugi.

Perusahaan asuransi umum (kerugian) di Indonesia yang telah berizin memiliki hak untuk menawarkan asuransi konstruksi. Namun, tidak semua asuransi umum di Tanah Air memiliki produk tersebut. Beberapa asuransi umum yang menawarkan produk ini yaitu ACA, Adira Insurance, Chubb, Sinar Mas, dan masih banyak lagi.

Jamsostek yang kini bernama BPJS Ketenagakerjaan memiliki asuransi sejenis khusus pekerja. Berdasarkan situs resmi BPJS Ketenagakerjaan, setiap jasa konstruksi yang mempekerjakan pekerja harian lepas, borongan, dan perjanjian kerja waktu tertentu wajib mendaftarkan pekerjanya mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK). Adapun proyek yang dimaksud adalah proyek APBD, proyek dana internasional, proyek APBN, hingga proyek swasta.

  • Aktuaris: Pihak profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Loss adjuster: Pihak ketiga yang bekerja mewakili perusahaan asuransi yang tidak memiliki perwakilan untuk melakukan survei di daerah proyek tertanggung.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi tetapi polis asuransi masih berlaku.
  • Masa tunggu: Periode setelah polis diterbitkan tetapi benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Premi asuransi: Premi asuransi adalah jumlah uang yang harus disetorkan
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara Tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.
Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan