FLASHSALE
Diskon 25%*

Asuransi Proyek

  • Diskon Terbaik
  • 500+ Pilihan
  • Bantuan Klaim
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.

Rekomendasi Asuransi Proyek Terbaik 2021

Asuransi proyek (konstruksi) adalah asuransi yang memberikan penggantian finansial jika terjadi kerugian pada pemilik proyek, kontraktor, tenaga kerja, aset atau mesin dalam proyek, hingga tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga selama masa pembangunan.

Beriku ini daftar asuransi proyek terbaik 2021:

*Syarat dan Ketentuan Berlaku

Apakah Penting Memiliki Asuransi Proyek?

Jawabannya sangatlah penting, sebab biaya kerugian proyek tidaklah sedikit. Misal saja, selama masa pembangunan, alat berat yang digunakan mengalami kerusakan. Tanpa proteksi asuransi, pemilik proyek harus mengeluarkan ekstra dana untuk biaya perbaikan atau penggantian alat berat.

Selain itu, asuransi proyek juga dapat meminimalkan risiko terjadinya korupsi karena selama pembangunan berlangsung. Ini dikarenakan terdapat persyaratan ketat yang harus dipenuhi calon nasabah sebelum pengajuan asuransinya disetujui. Salah satunya adalah proyek yang dijaminkan harus nyata alias real. Itu sebabnya, terdapat pengecekan ke lapangan oleh tim dari perusahaan asuransi.

Jenis Asuransi Proyek

Jenis asuransi proyek secara umum terdiri atas asuransi all risk dan Polis Standar Asuransi Proyek Konstruksi Indonesia (PSAPKI). Namun, ada juga jenis asuransi proyek yang hanya memberikan jaminan ganti rugi untuk masa tertentu.

Berikut ini ulasan lengkap jenis asuransi proyek yang ada di Indonesia beserta manfaatnya!

1. Jaminan Penawaran

Jaminan yang diterbitkan perusahaan asuransi untuk menjamin pemilik proyek bahwa kontraktor sebagai pemegang jaminan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam pelelangan/tender.

Jika kontraktor pemenang lelang tidak menyanggupi, maka kerugian yang dialami pemilik proyek akan dibayar perusahaan asuransi. Nilai pembayaran dihitung berdasarkan selisih penawaran terendah kontraktor yang tidak menyanggupi dengan tawaran terendah kontraktor baru.

Ada dua risiko yang ditanggung secara umum, yaitu:

  • Kontraktor pemenang mengundurkan diri
  • Kontraktor pemenang tidak dapat menyerahkan jaminan pelaksanaan setelah keluarnya surat perintah kerja (SPK)

Fungsi asuransi jaminan penawaran yang paling utama adalah sebagai syarat pelelangan suatu proyek agar peserta tender dapat bersungguh-sungguh untuk mendapatkan proyek tersebut. Serta memberikan kepastian ganti rugi jika sewaktu-waktu pemegang tender (kontraktor) tidak dapat menyanggupi proyek tersebut.

2. Jaminan Pelaksanaan

Jenis asuransi proyek kedua adalah asuransi jaminan pelaksanaan. Jenis asuransi proyek yang diterbitkan perusahaan asuransi untuk menjamin pemilik proyek dapat menyelesaikan pekerjaan yang diberikan sesuai perjanjian dalam kontrak pekerjaan. Besarnya nilai jaminan (penal sum) pelaksanaan yang dibayarkan ketika kontraktor tidak menyelesaikan proyek adalah 5-10 persen dari nilai proyek.

Fungsi utama asuransi ini adakah syarat penandatanganan kontrak kerja bagi pemenang tender. Jika kontraktor pemenang tender tidak melaksanakan kewajiban sesuai kontrak, maka perusahaan asuransi membayarkan ganti rugi kepada pemilik proyek dengan mencairkan asuransi atau jaminan pelaksanaan tersebut.

3. Jaminan Pembayaran Uang Muka

Polis asuransi ini juga disebut advance payment bond yaitu jaminan kepada pemilik proyek bahwa kontraktor akan mengembalikan uang muka yang telah dibayar sesuai ketentuan yang dijanjikan dalam kontrak untuk memperlancar pembiayaan proyek. Jika pekerjaan tidak selesai atau gagal, maka perusahaan asuransi akan membayar pemilik proyek.

Besarnya nilai ganti rugi pada polis ini akan disesuaikan dengan persentase tertentu. Namun biasanya, nilai uang muka (DP) yang ditetapkan sebesar 20 persen dari nilai proyek. Fungsi utama polis ini adalah memperlancar pembiayaan proyek yang dikerjakan. Jika kontraktor gagal melaksanakan proyek, maka perusahaan asuransi akan membayar pemilik proyek sebesar sisa uang muka yang belum dilunasi.

4. Jaminan Pemeliharaan

Jaminan pemeliharaan (maintenance bond) adalah jaminan bagi pemilik proyek bahwa kontraktor sanggup memperbaiki kerusakan pekerjaan setelah menyelesaikan proyek sesuai dengan perjanjian kontrak. Besarnya nilai jaminan dihitung berdasarkan persentase tertentu dari nilai kontrak, yaitu 5 persen saat kontraktor menyelesaikan 100 persen proyek tersebut.

5. Garansi Bank

Jaminan ini adalah pemberian janji tertulis bank kepada pemilik proyek untuk jangka waktu tertentu, jumlah tertentu, dan keperluan tertentu bahwa bank akan membayar kewajiban kontraktor jika melakukan wanprestasi. Dalam proses penerbitannya, kontraktor menghubungi perusahaan asuransi dengan melengkapi dokumen standar proyek dan data kontraktor sesuai aturan surety bond.

6. Customs Bond

Polis ini adalah jaminan yang diberikan kepada pemerintah atas kelalaian/ketidakmampuan pengusaha mengekspor barang/produk/hasil industri tertentu setelah mendapatkan pembebasan bea masuk, bea masuk tambahan, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang/bahan baku yang diimpor untuk produksi.

Jika dalam jangka waktu tertentu pengusaha yang bersangkutan lalai/tidak mengekspor, maka customs bond tersebut bisa dicairkan pemerintah. Fungsi produk ini adalah menjamin pemerintah yang telah memberikan keringanan (mengurangi penerimaan pendapatan) kepada pengusahaan.

Polis Asuransi Proyek yang Umum Ditawarkan Perusahaan

Berikut ini polis-polis asuransi proyek yang bisa dibeli melalui perusahaan asuransi umum, agen, atau broker.

Selain jenis asuransi proyek yang disebutkan di atas, situs Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memberikan penjelasan mengenai Polis Standar Asuransi Proyek Konstruksi Indonesia (PSAPKI).

PSAPKI adalah jenis asuransi proyek standar yang memberikan jaminan ganti rugi atas bangunan/infrastruktur proyek, mesin-mesin, hingga tenaga kerja dalam proyek dari risiko yang tercantum dalam polis seperti kebakaran, bencana alam, dan lainnya.

Biaya Asuransi Proyek

Biaya asuransi proyek adalah premi asuransi proyek dan nilai pertanggungan yang diberikan perusahaan asuransi ketika terjadi kerugian. Perhitungan biaya asuransi proyek di setiap perusahaan pada dasarnya sama.

Namun, premi asuransi proyek bisa berbeda karena beberapa hal. Berikut ini beberapa faktor yang memengaruhi premi asuransi proyek dan nilai klaim yang diperoleh:

  1. Wet risks yaitu kategori proyek berisiko tinggi seperti pembangunan jembatan, pembangunan pelabuhan, dermaga, bendungan, irigasi dan pekerjaan sejenisnya.
  2. Civil works yaitu kategori proyek yang tidak terlalu berisiko seperti bandara dan gedung. Preminya berkisar 0,25 persen (tergantung underwriting dan informasi lain).
  3. Project design akan menampilkan rincian setiap lantai gedung, unit, dan lainnya.
  4. Pihak-pihak yang terlibat dalam proyek seperti developer, konsultan, dan kontraktor turut memengaruhi premi.
  5. Time schedule juga memengaruhi biaya premi asuransi proyek yang berarti jangka waktu asuransi.
  6. Bill of quantity (BQ) akan diminta pihak underwriter, yaitu rincian jumlah penggunaan tiap barang dalam proyek.
  7. Lokasi proyek turut memengaruhi karena jika di tempat keramaian, maka risiko kecelakaan akan lebih tinggi.
  8. Jumlah tim manajemen proyek dan pekerja, termasuk rincian upah.

Rumus sederhana untuk menghitung premi biaya asuransi proyek, yaitu:

Premi = jumlah uang pertanggungan x suku (%) premi per jangka waktu penyelesaian proyek

Contoh Perhitungan Biaya Asuransi Proyek

Salah satu komponen harga pertanggungan dalam polis CAR adalah Contract Work yang pada umumnya ditetapkan berdasarkan Estimated Total Contract Value (ETCV). Sesuai namanya, ETCV adalah estimasi kenaikan atau penurunan harga pertanggungan dalam periode polis.

Jika terjadi kenaikan, maka harus diinformasikan kepada perusahaan asuransi untuk menghindari under-insurance ketika klaim. Begitu pun jika pada akhir periode konstruksi nilai akhir kontrak (final TCV) lebih tinggi dari estimasi, maka kedua pihak harus menghitung kembali untuk tambahan premi.

Dalam biaya asuransi proyek, premi asuransi CAR/EAR dihitung berdasarkan nilai final TCV, walaupun premi awal dihitung dari harga estimasi proyek. Pada akhir periode polis, dilakukan adjustment dan sering terjadi kenaikan premi yang cukup besar.

Berikut ini contoh perhitungan premi yang mengalami kenaikan harga pertanggungan (TSI):

  • Periode polis 01 Jan 2021 s/d 31 Des 2021 (365 hari) plus 365 hari masa pemeliharaan
  • TSI US$1 juta (ETCV)
  • Rate 0,1%
  • Premi US$1.000

Dalam masa pembangunan, terjadi kenaikan lingkup pekerjaan dan harga material pada 1 November 2021 sebesar US$100 ribu. Artinya, nilai pertanggungan (TSI) menjadi US$1,1 juta (Final TCV).

Dari contoh di atas, maka perhitungan premi tambahan menjadi:

US$1.100.000 – US$1.000.000 x 0,1% = US$100

Jadi, total premi yang harus dibayar di akhir masa periode asuransi adalah US$1.000 = US$100 = US$1.100.-

Bagaimana Memilih Asuransi Terbaik untuk Proyek?

Begitu banyak perusahaan asuransi umum yang hadir di Indonesia dan menawarkan produk asuransi ini, sehingga membuat bingung para pebisnis. Apalagi, jika harus membandingkan satu per satu keunggulan masing-masing polis. Itu sebabnya, Lifepal hadir sebagai jembatan antara perusahaan asuransi dan calon nasabah.

Melalui situs Lifepal, kita bisa dengan mudah membandingkan produk yang sama dari perusahaan asuransi berbeda. Atau, bisa juga mendapatkan konsultasi gratis hingga polis asuransi sesuai kebutuhan dan bujet hanya dengan mengisi formulir di atas.

Tips dari Lifepal untuk memilih asuransi konstruksi terbaik ada beberapa. Simak penjelasan berikut:

Pertanyaan Seputar Asuransi Proyek

Berikut pertanyaan yang sering diajukan calon nasabah maupun nasabah terkait asuransi proyek.

Chat Bantuan