Klaim Asuransi Karyawan

Klaim asuransi karyawan bergantung pada jenis asuransi yang diambil. Kemudian, masing-masing jenis asuransi tersebut memiliki prosedur dan dokumen yang berbeda-beda.

Jenis Klaim Asuransi Karyawan

Klaim asuransi karyawan sama dengan asuransi lain pada umumnya, terdiri atas reimbursement, cashless, santunan tunai, dan santunan pensiun. Tergantung pada jenis asuransi yang diambil. Berikut penjelasannya.

1. Reimbursement

Reimbursement adalah metode penggantian yang mengharuskan peserta asuransi membayarkan tagihan perawatan kesehatannya. Kemudian, peserta asuransi mengirimkan dokumen klaim ke pihak perusahaan asuransi. Selanjutnya, perusahaan asuransi akan mengganti biaya tersebut. 

2. Cashless

Cashless adalah metode penggantian biaya asuransi kesehatan karyawan dengan menggunakan kartu saja. Untuk mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit atau klinik, biasanya peserta dapat menggesekkan kartu (swipe card) atau cukup menunjukkan kartu (show card).

3. Santunan tunai

Metode penggantian berupa uang santunan kepada ahli waris atau keluarga peserta asuransi yang meninggal dunia karena kecelakaan atau sakit. Santunan tunai juga diberikan kepada peserta yang mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan.

4. Santunan pensiun

Santunan pensiun adalah uang pertanggungan atau santunan bagi para pensiunan atau karyawan yang sudah tidak bekerja lagi di suatu perusahaan. Biasanya, uang pensiun bisa diambil setiap bulan atau secara sekaligus, sesuai plafon yang ditetapkan.

Bagaimana Cara Klaim Asuransi Karyawan?

Cara klaim asuransi karyawan bergantung pada polis asuransi yang diambil oleh perusahaan. Oleh karena itu, tanyakan secara jelas kepada broker asuransi terkait. 

Cara mudah lainnya, bisa memilih broker asuransi yang memberikan layanan klaim online seperti Lifepal.

Layanan klaim online premi sesuai anggaran perusahaan!
+62

Berikut cara klaim asuransi karyawan secara umum yang diterapkan oleh perusahaan asuransi yang dapat menjadi acuan Anda.

1. Klaim Asuransi Karyawan Reimbursement

Adapun prosedur klaim asuransi karyawan dengan metode reimbursement bisa mengikuti prosedur berikut.

  1. Peserta mendatangi rumah sakit atau klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis, baik rawat inap, rawat jalan, atau perawatan medis lain.
  2. Peserta membayar seluruh biaya administrasi dan biaya perawatan medis.
  3. Peserta melengkapi seluruh dokumen yang dapat diambil setelah pembayaran di rumah sakit. Dokumen berguna untuk proses klaim, adapun kelengkapan dokumen akan disebutkan di bawah.
  4. Peserta melakukan klaim sebelum melewati masa kadaluarsa kepada pihak perusahaan melalui HRD.
  5. Pihak perusahaan akan melanjutkan klaim ke pihak asuransi. Selanjutnya, asuransi akan memproses dokumen klaim dan apabila disetujui, dana akan ditransfer langsung ke rekening karyawan.

Berikut syarat kelengkapan dokumen secara umum untuk klaim reimbursement asuransi karyawan:

  • Formulir Pengajuan Klaim asli(diisi oleh peserta asuransi)
  • Resume medis(diisi oleh dokter yang merawat, ditandatangani, dan distempel rumah sakit) 
  • Fotokopi hasil pemeriksaan laboratorium, radiologi, atau pemeriksaan diagnostik lainnya. 
  • Kuitansi asli disertai dengan rincian biaya perawatan dan fotokopi resep obat
  • Fotokopi Paspor (jika berobat/meninggal di luar negeri)
  • Fotokopi identitas diri peserta asuransi.
  • Surat kuasa permintaan data medis
  • Fotokopi SIM dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Kepolisian (jika terjadi kecelakaan).

2. Klaim Asuransi Karyawan Cashless

Adapun prosedur klaim asuransi karyawan metode cashless cukup dengan menunjukkan kartu (show card) atau menggesekkan kartu asuransi pada mesin EDC (swipe card).

Berikut prosedur asuransi karyawan cashless secara umum:

  1. Peserta menunjukkan atau menggesek kartu asuransi serta menunjukkan kartu identitas diri pada petugas pendaftaran di rumah sakit.
  2. Mesin EDC akan mencetak Letter of Authorization (LoA). Dari situ, peserta asuransi akan mendapatkan konfirmasi mengenai klaim cashless disetujui atau ditolak.
  3. Apabila sudah disetujui, peserta bisa melanjutkan perawatan medis di rumah sakit.
  4. Provider rumah sakit akan mengirimkan detail klaim ke pihak asuransi. Selanjutnya, asuransi mengeluarkan surat pernyataan klaim disetujui dan detail klaim yang perlu dibayar oleh peserta (apabila ada ekses).
  5. Peserta boleh pulang.

3. Santunan tunai

Khusus untuk metode penggantian berupa santunan tunai secara umum, Anda perlu menyiapkan dokumen berikut saat melakukan klaim asuransi. Biasanya santunan tunai berupa uang pertanggungan sebagai manfaat asuransi jiwa, asuransi kecelakaan diri, dan dana pensiun.

  • Polis asuransi asli.
  • Fotokopi semua hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi jika meninggal karena sakit.
  • Fotokopi KTP ahli waris yang sah.
  • Surat keterangan kematian dari dokter/rumah sakit yang menjelaskan penyebab kematian peserta asuransi.
  • Surat keterangan kematian dari pemerintah setempat bisa diurus di catatan sipil secara gratis dengan membawa KTP peserta asuransi.
  • Surat keterangan kepolisian (BAP) apabila kematian peserta asuransi disebabkan karena kecelakaan lalu lintas. 

Setelah berkas-bekas lengkap, ahli waris dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengurus klaim asuransi jiwa:

  1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menginformasikan kepada perusahaan asuransi bahwa peserta asuransi telah meninggal dunia tidak lebih dari tujuh hari sejak kejadian. Pada saat yang sama, ahli waris harus menyiapkan dokumen dan persyaratan klaim asuransi jiwa terutama nomor polis asuransi, surat kematian pihak berwenang, dan informasi lain yang dibutuhkan.
  2. Perusahan asuransi akan mengirimkan formulir klaim asuransi jiwa yang harus dilengkapi oleh ahli waris. Formulir harus diisi dengan lengkap dan segera dikembalikan kepada perusahaan asuransi beserta dengan syarat-syarat dokumen yang diminta.
  3. Setelah berkas diterima oleh perusahaan asuransi, data tersebut akan diverifikasi untuk menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan perjanjian, sebab kematian, dan bukti-bukti lain yang dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Jika kematian sesuai dengan polis asuransi dalam arti sudah memenuhi semua persyaratan klaim tanpa ada rekayasa dan tidak melanggar ketentuan hukum, barulah perusahaan asuransi akan menghitung kewajiban yang harus diberikan kepada penerima manfaat, dalam hal ini adalah ahli waris sah peserta asuransi.
  5. Setelah perhitungan dan proses administrasi selesai, perusahaan asuransi akan mencairkan uang pertanggungan sesuai dengan perjanjian di dalam polis asuransi. Perusahaan asuransi akan memberikan penjelasan tentang skema pembayaran uang pertanggungan serta nomor rekening ahli waris. Proses verifikasi akan memakan waktu yang cukup lama untuk menghindari kesalahan yang tidak diharapkan.
 

Pengecualian Klaim

Ahli waris harus memahami bahwa klaim asuransi jiwa karyawan akan secara otomatis ditolak oleh perusahaan asuransi dengan alasan-alasan berikut ini:

  • Tindakan bunuh diri baik dalam kondisi sadar maupun tidak sadar.
  • Data-data yang diserahkan terindikasi tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi.
  • peserta asuransi dihukum mati akibat vonis pengadilan, meninggal dunia karena melakukan tindakan kriminal atau melawan hukum baik berperan secara langsung maupun tidak langsung.
  • peserta asuransi meninggal dunia karena tindak kejahatan yang dilakukan oleh ahli waris dengan tujuan mendapatkan uang pertanggungan asuransinya.
  • Hal-hal tersebut akan mengakibatkan klaim asuransi jiwa ditolak oleh perusahaan asuransi jiwa meskipun peserta asuransi rajin membayarkan preminya.

Berapa Premi Asuransi Karyawan?

Ternyata klaim asuransi karyawan cukup praktis, bukan? Sekarang mari cari tahu berapa premi yang harus disetor untuk mendapatkan asuransi bagi karyawan.
Penulis Lifepal Teman Andalanmu untuk Keuangan dan Asuransi Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan