Asuransi Perusahaan

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Cicilan 0%Hemat 25%
 
 
 

Asuransi perusahaan adalah nama lain dari asuransi kumpulan atau employee benefit. Asuransi perusahaan adalah jenis asuransi yang menanggung risiko jika karyawan sakit, meninggal dunia, mengalami kecelakaan, hingga jaminan apabila karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan manfaat tabungan investasi untuk jaminan hari tua atau saat karyawan pensiun.

Dengan menggunakan asuransi perusahaan, karyawan akan mendapatkan jaminan dari risiko yang kemungkinan terjadi. Misalnya, sakit sehingga membutuhkan biaya rawat jalan maupun rawat inap. Kemudian, asuransi perusahaan juga biasanya memberikan jaminan perlindungan terhadap risiko penyakit kritis, biaya penggantian persalinan, hingga pemeriksaan gigi tahunan, dan penggantian kacamata.

Proteksi kesehatan tersebut ditambah lagi dengan proteksi berupa asuransi jiwa yang memberikan jaminan kepada ahli waris jika karyawan meninggal dunia serta perlindungan terhadap karyawan jika mengalami kecelakaan kerja.

Sedangkan manfaat lain yang bisa didapatkan dari asuransi perusahaan adalah manfaat jaminan jika terjadi PHK. Perusahaan tidak perlu lagi menyediakan uang pesangon karena sudah dijamin oleh perusahaan asuransi jika keuangan perusahaan sedang kurang baik dan terpaksa harus melakukan efisiensi yang berdampak terjadinya PHK karyawan.

Selain beberapa perlindungan atau proteksi yang diberikan, asuransi perusahaan juga menawarkan manfaat program tabungan atau jaminan hari tua saat karyawan pensiun sehingga memberikan rasa aman bagi karyawan jika sudah berhenti dari perusahaan tanpa ada rasa khawatir kehilangan pendapatan. 

Untuk mendapatkan berbagai proteksi dan manfaat tersebut, perusahaan harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan asuransi seperti jumlah minimal karyawan, program yang diinginkan, serta pembayaran premi atau kontribusi dari perusahaan.

Premi yang dibayarkan oleh perusahaan bergantung pada jenis produk asuransi serta seberapa besar manfaat dan jaminan perluasan yang diinginkan bagi karyawannya. Perusahaan dapat memilih berbagai jenis produk yang ditawarkan disesuaikan dengan anggaran dan kemampuan finansial perusahaan. 

Mengapa asuransi perusahaan dibutuhkan? Karena manfaat asuransi perusahaan akan sangat membantu mengalihkan risiko kerugian finansial apabila karyawan mengalami risiko yang tidak diharapkan. 

Berikut fungsi dan manfaat asuransi perusahaan secara umum yang bisa menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan atau bisnis yang mempekerjakan karyawan:

  • Perusahaan / Bisnis dapat mengurangi risiko kerugian finansial karena jika terjadi risiko terhadap karyawan, perusahaan wajib memenuhinya seperti risiko jika terjadi PHK, kecelakaan kerja, hingga risiko lain yang menjadi kewajiban perusahaan sesuai dengan UU Tenaga Kerja. 
  • Keuangan perusahaan tidak cukup untuk menjamin risiko yang terjadi pada karyawan. Berbagai risiko yang terjadi pada karyawan tidak bisa diprediksi oleh perusahaan. Hal ini terkait dengan anggaran yang dimiliki perusahaan. Sehingga dengan adanya asuransi perusahaan, anggaran dana yang dimiliki perusahaan tidak terganggu ketika terjadi risiko pada karyawan. Dengan adanya asuransi perusahaan, bisnis tetap bisa berjalan, karyawan pun tetap bisa mendapatkan haknya saat terjadi risiko yang tidak diharapkan.
  • Premi asuransi perusahaan sangat terjangkau. Premi asuransi perusahaan jauh lebih murah dibandingkan dengan asuransi individu maupun asuransi keluarga. Asuransi perusahaan merupakan asuransi kelompok sehingga premi yang dibayarkan oleh perusahaan bisa lebih murah karena prinsipnya tidak berbeda dengan prinsip gotong royong. Semakin banyak karyawan yang diberikan proteksi atau perlindungan semakin ringan premi yang harus dibayarkan. 
  • Tidak merepotkan keluarga maupun mengganggu keuangan karyawan. Jika terjadi risiko pada karyawan, ada dua pihak yang diuntungkan. Pertama adalah perusahaan karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Kedua adalah keluarga karyawan. Sebabnya keluarga karyawan tidak lagi direpotkan dengan beban biaya yang besar baik untuk pengobatan maupun menjamin keluarga karyawan saat karyawan meninggal dunia berupa santunan kematian, kecelakaan, hingga jaminan PHK.
  • Membantu karyawan fokus pada pekerjaannya. Asuransi perusahaan memberikan rasa aman kepada karyawan sehingga mampu meningkatkan produktivitas kerjanya yang berpengaruh terhadap performa dan bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Dengan begitu perusahaan pun dapat meningkatkan keuntungan sehingga timbal baliknya bisa memberikan imbal jasa lebih kepada karyawannya. 

Setelah memerhatikan fungsi dan manfaat asuransi perusahaan yang disebutkan di atas, kini ada baiknya perhatikan jenis produk asuransi perusahaan terbaik dan berbagai prosedurnya.

Seperti halnya produk asuransi lain, terdapat beberapa jenis produk asuransi perusahaan. Adapun jenis produk asuransi perusahaan terbagi berdasarkan kriteria tertentu yang akan dijabarkan sebagai berikut:

1. Asuransi Kesehatan Kumpulan

Asuransi kesehatan kumpulan untuk perusahaan adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan berupa rawat inap, rawat jalan, melahirkan, dan kacamata. Proteksi yang diberikan dapat digunakan untuk pencegahan, pengobatan, perawatan, kontrol, hingga rawat jalan setelah dilakukan pengobatan atau pembedahan.

2. Asuransi Jiwa Kumpulan

Asuransi jiwa kumpulan adalah jenis asuransi perusahaan yang memberikan proteksi terhadap nilai hidup karyawan. Sehingga dengan adanya proteksi tersebut, keluarga karyawan tetap dapat melanjutkan hidup sesuai dengan standarnya pada saat karyawan meninggal dunia baik itu karena sakit, kecelakaan atau bukan karena kecelakaan.

3. Asuransi Kecelakaan Kerja Kumpulan

Asuransi kecelakaan kerja kumpulan adalah jenis asuransi perusahaan yang memberikan perlindungan selama 24 jam terhadap karyawan. Karyawan akan mendapatkan proteksi terhadap risiko kecelakaan baik saat di lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja seperti saat berangkat atau pulang dari tempat kerja.  

4. Dana Pensiun

Dana Pensiun adalah salah satu program yang ditawarkan dalam asuransi perusahaan. Program ini memberikan jaminan bagi karyawan berupa nilai tunai pada saat karyawan pensiun atau berhenti dari perusahaan karena faktor usia. Umumnya karyawan pensiun pada usia di atas 57 sampai dengan 60 tahun tergantung aturan dan kebijakan perusahaan masing-masing.

Pada saat itulah karyawan akan mendapatkan manfaat nilai tunai saat pensiun atau berhenti bekerja. Jika tertanggung meninggal dunia sebelum memasuki masa pensiun, maka dana pensiun tersebut tetap akan diberikan kepada ahli waris. Nilai pertanggungan yang diberikan sesuai dengan ketentuan asuransi perusahaan yang dimiliki. 

5. Jaminan Pesangon saat Terjadi PHK

Jaminan pesangon adalah salah satu program yang ditawarkan dalam asuransi perusahaan. Jaminan pesangon ini memberikan perlindungan bagi perusahaan sebagai pemberi upah maupun pekerja/karyawan sebagai penerima upah.

Jaminan pesangon diberikan ketika perusahaan mengalami masalah keuangan sehingga harus melakukan efisiensi yang berakibat karyawan terkena PHK. Dalam kondisi demikian, perusahaan tidak perlu lagi menyiapkan dana pesangon karena risiko tersebut sudah ditanggung oleh produk asuransi perusahaan berupa jaminan pesangon saat terjadi PHK.

Di sisi lain, karyawan pun tidak digantung atau terlunta-lunta setelah di-PHK atau dirumahkan oleh perusahaan sehingga karyawan mendapatkan jaminan selagi mencari pekerjaan baru atau dapat menggunakan pesangonnya sebagai modal usaha.

Program ini sudah sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003 yang memberikan jaminan bagi karyawan mendapatkan imbalan kerja. Jika karyawan meninggal dunia sebelum terjadi risiko PHK,maka dana akan tetap diberikan kepada ahli waris sesuai dengan ketentuan.

1. Asuransi Kesehatan Kumpulan

Asuransi kesehatan kumpulan untuk perusahaan memberikan pertanggungan berupa rawat inap, rawat jalan, pemeriksaan kehamilan normal atau dengan kelainan, perawatan gigi serta pembedahan. 

2. Asuransi Jiwa Kumpulan

Asuransi jiwa kumpulan memberikan manfaat berupa uang pertanggungan jika tertanggung atau karyawan meninggal dunia. Uang pertanggungan akan diberikan jika karyawan meninggal dunia karena sakit, kecelakaan maupun sebab lainya sesuai dengan kebijakan dan ketentuan polis yang dipilih.

3. Asuransi Kecelakaan Kerja Kumpulan

Asuransi kecelakaan kerja kumpulan adalah asuransi yang memberikan manfaat penggantian biaya pengobatan dan kecelakaan maupun santunan kematian atau pun mengakibatkan cacat tetap total atau sebagian yang terjadi akibat kecelakaan di lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja bagi karyawan atau pekerja sebuah perusahaan.

4. Dana Pensiun

Dana Pensiun kumpulan dikenal juga dengan program Asuransi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). DPLK adalah program hari tua bagi karyawan yang memberikan dua manfaat berupa nilai tunai pada saat pensiun sekaligus proteksi jiwa. Manfaat yang didapatkan berupa uang pertanggungan jika meninggal dunia dan manfaat tunai jika peserta masih hidup saat memasuki masa pensiun dengan jumlah sesuai dengan program yang diikuti oleh perusahaan.

5. Jaminan Pesangon saat Terjadi PHK

Manfaat jaminan pesangon saat terkena PHK adalah uang pesangon sesuai dengan ketentuan mengikuti peraturan tentang perhitungan pesangon dalam pasal 156 ayat 2 Undang-Undang No 12 tahun 2002 dengan besaran uang pesangon antara sebulan upah hingga 9 bulan upah sesuai dengan masa kerja karyawan.

Metode penggantian biaya asuransi adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim Anda. Nah, dalam asuransi perusahaan, penggantian disesuaikan dengan produk dan polis yang dimiliki oleh karyawan.

1. Penggantian Biaya Asuransi Kesehatan Kumpulan

Penggantian biaya asuransi kesehatan kumpulan pada umumnya hanya ada dua yaitu metode cashless dan reimbursement. Metode cashless dengan menggunakan kartu asuransi. Tertanggung tinggal melakukan pengobatan atau pemeriksaan di klinik atau rumah sakit rekanan dengan menunjukkan kartu asuransi yang dimiliki. Pembayaran dilakukan secara non tunai.

Sementara pembayaran reimbursement, peserta harus menanggung terlebih dahulu pembayaran kesehatan kemudian mengajukan penggantian pembayaran dengan menunjukkan nota pembayaran dari rumah sakit. Baru kemudian perusahaan asuransi akan mengganti biayanya.

2. Penggantian Biaya Asuransi Jiwa Kumpulan

Jika tertanggung meninggal dunia, maka ada tiga cara penggantian biaya yang akan dibayarkan oleh perusahan asuransi, simak penjelasan berikut ini:

Sebagai contoh seorang tertanggung memiliki nilai uang pertanggungan sebesar Rp100 juta. Berikut metode penggantian yang akan diperoleh nasabah/ahli waris:

  • Pembayaran sekaligus (lump sum). Pada saat klaim, ahli waris tertanggung akan mendapatkan bayaran Rp100 juta sekaligus.
  • Pembayaran bulanan. Pada saat klaim, ahli waris akan mendapatkan Rp100 juta dalam jangka waktu 100 bulan ke depan. Artinya setiap bulan ahli waris akan mendapatkan Rp1 juta, sebagai ilustrasi. Periode pembayaran bisa berbeda antar perusahan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam polis asuransi.
  • Pembayaran gabungan atau campuran antara pembayaran sekaligus dan bulanan. Pada saat klaim, ahli waris akan mendapatkan 50 persen dari uang pertanggungan sebesar Rp50 juta sekaligus. Sisanya akan dibayarkan oleh perusahaan sebesar Rp50 juta untuk 50 bulan ke depan atau periode dan nilai yang sudah disepakati dalam polis asuransi. 

3. Penggantian Biaya Kecelakaan Kumpulan

Penggantian biaya perawatan jika terjadi kecelakaan mengikuti polis yang dipilih, yaitu metode cashless atau reimbursement. Pada dasarnya metode penggantian asuransi kecelakaan kumpulan hampir sama dengan asuransi kesehatan. Yaitu menggunakan kartu secara nontunai, atau tanpa kartu secara tunai yang kemudian diberikan penggantian.

Tetapi, apabila tertanggung mengalami kecelakaan yang menimbulkan kematian atau cacat total tetap atau sebagian, maka penggantian dapat diberikan secara lumpsum (sekaligus) sesuai dengan uang pertanggungan yang dijanjikan dalam polis asuransi.

4. Penggantian Biaya Dana Pensiun

Penggantian dana pensiun pun dilakukan secara sekaligus pada saat masa pertanggungan berakhir atau pada saat karyawan memasuki masa pensiun. Namun, bila tertanggung meninggal dunia, maka uang pertanggungan akan diberikan sekaligus kepada ahli warisnya.

5. Penggantian Biaya Pesangon

Penggantian biaya pesangon pun diberikan secara sekaligus sesuai dengan ketentuan dalam polis asuransi. Umumnya penggantian disesuaikan dengan masa kerja dan upah yang didapatkan oleh pekerja mengikuti ketentuan polis asuransi.

Oleh karena itu, sebelum memilih asuransi perusahaan, calon tertanggung dalam hal ini adalah perusahaan yang mempekerjakan karyawan harus mengetahui benar produk dan pertanggungan yang diberikan kepada karyawan sesuai dengan manfaat yang diharapkan. Tentunya disesuaikan dengan kebijakan dan kemampuan finansial perusahaan.

Adapun proses klaim asuransi perusahaan bisa dilakukan dengan prosedur berikut.

1. Asuransi Kesehatan Kumpulan

Berikut ini adalah langkah-langkah melakukan klaim di klinik atau di rumah sakit bagi peserta asuransi kesehatan kumpulan dengan dua metode sesuai dengan ketentuan dalam polis asuransi.

a. Reimbursement

Peserta mengirimkan dokumen klaim → Datang langsung ke kantor perusahaan asuransi/kurir/Lifepal → Perusahaan asuransi mengecek dokumen dan analisis → Pembayaran klaim → Selesai.

Khusus untuk prosedur klaim asuransi kesehatan reimbursement, beberapa dokumen yang perlu Anda siapkan, antara lain:

  • Polis asli
  • Mengunduh dan mengisi formulir klaim
  • Bukti general check-up
  • Surat keterangan dokter
  • Hasil laboratorium dan/atau radiologi
  • Kuitansi rumah sakit asli
  • Surat keterangan polisi apabila dirawat karena kecelakaan

b. Cashless

Peserta asuransi membawa kartu saat di rumah sakit/klinik → Gesek kartu → Rumah sakit mengkonfirmasi ke pihak perusahaan asuransi → Peserta asuransi mendapatkan pelayanan medis.

2. Asuransi Jiwa Kumpulan

Pada prinsipnya klaim asuransi perusahaan dapat dilakukan jika tertanggung mengalami risiko yang sudah ditanggung dalam polis seperti sakit, kecelakaan ataupun meninggal dunia. Dalam kondisi mengalami kecelakaan atau sakit hingga meninggal dunia, maka yang akan mengurus klaim adalah ahli waris yang sah.

Namun, jika tertanggung mengalami kecelakaan sehingga mengakibatkan kecacatan tetap atau total yang membuat tidak bisa bekerja kembali, bisa diurus sendiri oleh tertanggung atau diwakilkan oleh ahli waris dengan menyertakan surat kuasa bermaterai.

Lalu, jika pada saat masa pertanggungan berakhir, tertanggung masih hidup, artinya bisa mengajukan klaim manfaat lain seperti dana pensiun.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus disiapkan oleh ahli waris jika ingin mengurus klaim asuransi dengan menyiapkan beberapa berkas dokumen berikut ini.

  • Polis asuransi asli.
  • Fotokopi semua hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi jika meninggal karena sakit.
  • Fotokopi KTP ahli waris yang sah.
  • Surat keterangan kematian dari dokter/rumah sakit yang menjelaskan penyebab kematian tertanggung.
  • Surat keterangan kematian dari pemerintah setempat bisa diurus di catatan sipil secara gratis dengan membawa KTP tertanggung.
  • Surat keterangan kepolisian (BAP) apabila kematian tertanggung disebabkan karena kecelakaan lalu lintas. 

Setelah berkas-bekas lengkap, ahli waris dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengurus klaim asuransi jiwa:

  • Hal pertama yang harus dilakukan adalah menginformasikan kepada perusahaan asuransi bahwa tertanggung telah meninggal dunia tidak lebih dari 7 hari sejak kejadian (setiap perusahaan asuransi bisa berbeda dalam menentukan batas laporan kematian). Pada saat yang sama, ahli waris harus menyiapkan dokumen dan persyaratan klaim asuransi karena kematian terutama nomor polis asuransi, surat kematian pihak berwenang, dan informasi lain yang dibutuhkan.
  • Perusahan asuransi akan mengirimkan formulir klaim asuransi yang harus dilengkapi oleh ahli waris. Formulir harus diisi dengan lengkap dan segera dikembalikan kepada perusahaan asuransi jiwa beserta dengan syarat-syarat dokumen yang diminta.
  • Setelah berkas diterima oleh perusahaan asuransi, data tersebut akan diverifikasi untuk menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan perjanjian, sebab kematian, dan bukti-bukti lain yang dapat dipertanggung jawabkan.
  • Jika kematian sesuai dengan polis asuransi dalam arti sudah memenuhi semua persyaratan klaim tanpa ada rekayasa dan tidak melanggar ketentuan hukum, barulah perusahaan asuransi akan menghitung kewajiban yang harus diberikan kepada penerima manfaat, dalam hal ini adalah ahli waris sah tertanggung sesuai dengan metode pembayaran yang sudah disepakati dalam polis asuransi..
  • Setelah perhitungan dan proses administrasi selesai, perusahaan asuransi akan mencairkan uang pertanggungan sesuai dengan perjanjian di dalam polis asuransi sesuai dengan ketentuan. Perusahaan asuransi akan memberikan penjelasan tentang skema pembayaran uang pertanggungan serta nomor rekening ahli waris. Proses verifikasi akan memakan waktu yang cukup lama untuk menghindari kesalahan yang tidak diharapkan. 
  • Ahli waris harus memahami bahwa klaim asuransi akan secara otomatis ditolak oleh perusahaan asuransi dengan alasan-alasan berikut ini:
  • Tindakan bunuh diri baik dalam kondisi sadar maupun tidak sadar.
  • Data-data yang diserahkan terindikasi tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi.
  • Tertanggung dihukum mati akibat vonis pengadilan, meninggal dunia karena melakukan tindakan kriminal atau melawan hukum baik berperan secara langsung maupun tidak langsung.
  • Tertanggung meninggal dunia karena tindak kejahatan yang dilakukan oleh ahli waris dengan tujuan mendapatkan uang pertanggungan asuransinya.
  • Hal-hal tersebut akan mengakibatkan klaim asuransi jiwa ditolak oleh perusahaan asuransi jiwa meskipun tertanggung rajin membayarkan preminya.  

3. Asuransi Kecelakaan

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan cara klaim asuransi kecelakaan dari masing-masing perusahaan asuransi. Berikut ini beberapa syarat umum yang wajib dilampirkan jika Anda ingin melakukan klaim atas risiko kecelakaan.

  • Fotokopi polis asuransi kecelakaan.
  • Formulir klaim asuransi kecelakaan.
  • Fotokopi kartu identitas (KTP/KK/SIM).
  • Surat keterangan meninggal dunia dari instansi pemerintah yang berwenang (dari kelurahan atau kecamatan).
  • Surat keterangan dokter dari rumah sakit yang menegaskan bahwa tertanggung.
  • Surat kronologis kecelakaan (disertai dengan foto) dan berita acara dari kepolisian.
  • Kwitansi asli atau fotokopi kwitansi pembayaran rumah sakit yang sudah dilegalisasi oleh pihak Rumah Sakit.
  • Fotokopi surat pembayaran premi.

Anda perlu mengetahui bahwa pengajuan klaim tidak boleh melebihi batas waktu maksimal klaim agar klaim asuransi diterima, diproses, dan pertanggungan diberikan sesuai perjanjian. Rata-rata perusahaan asuransi menetapkan waktu maksimal klaim antara 45 hingga 90 hari setelah kejadian.

Setelah melengkapi dokumen, Anda bisa menghubungi perusahaan asuransi terkait untuk segera memproses klaim yang diajukan.

4. Dana Pensiun dan Pesangon

Setiap perusahaan pasti memiliki beberapa ketentuan khusus ketika tertanggung ingin mengajukan klaim dana pensiun maupun dana pesangonnya. Namun, secara umum peserta dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Klaim dana pensiun atau pesangon dapat diajukan jika peserta sudah resmi berhenti bekerja baik karena keinginan sendiri maupun karena diberhentikan oleh perusahaan tempat bekerja disertai dengan surat keterangan resmi dari HRD perusahaan.
  • Klaim dana pensiun umumnya dapat diajukan ketika peserta memasuki usia 55 tahun ke atas.
  • Klaim dana pensiun juga dapat diajukan jika peserta meninggal dunia atau mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan cacat total tetap atau sebagian dari keterangan resmi dokter.
  • Mengisi formulir dan menandatangani surat permohonan.
  • Melampirkan identitas resmi.
  • Menyerahkan dokumen dan permohonan ke HRD langsung atau ke perusahaan asuransi yang menyediakan program DPLK.
  • Jika peserta meninggal dunia, maka harus menyertakan dokumen tambahan berupa KTP ahli waris, surat waris, fotokopi kartu keluarga, dan surat keterangan kematian.

Perhitungan premi asuransi perusahaan mengacu pada beberapa faktor berikut.

1. Jumlah Karyawan

Jumlah karyawan akan sangat memengaruhi harga premi yang ditawarkan. Makin banyak jumlah karyawannya makin rendah premi yang harus dibayarkan oleh perusahaan.

2. Usia masing-masing peserta asuransi

Usia sangat berpengaruh terhadap premi yang dibayarkan. Hal ini berkaitan dengan produk asuransi jiwa kumpulan serta dana pensiun. Seperti halnya produk asuransi jiwa dan dana pensiun, makin muda usianya, makin murah premi yang harus dibayarkan oleh perusahaan.

3. Plan yang dipiilh

Asuransi kesehatan memiliki plan, jaminan perlindungan dan perluasan yang berbeda-beda. Hal tersebut akan mempengaruhi juga harga premi yang harus dibayarkan. Makin luas dan makin lengkap perlindungannya, semakin tinggi juga harga premi yang harus dibayarkan. 

4. Manfaat investasi atau nilai tunai yang dipilih

Bunga investasi hanya berlaku bagi asuransi perusahaan yang berkaitan dengan unit link. Misalnya dana pensiun yang diinvestasikan atau bernilai tabungan. Makin tinggi bunga investasi yang dijadikan patokan, makin tinggi pula harga premi  yang harus dibayarkan.

Pembayaran premi asuransi perusahaan dapat dilakukan melalui saluran berikut ini. Tergantung pada perusahaan Asuransi yang dipilih. Pilih yang paling aman bagi perusahaan Anda.

  • Transfer bank
  • Melalui rekanan perusahaan asuransi
  • Autodebet rekening atau kartu kredit

Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi perusahaan tergantung pada kesepakatan yang tertera di polis. Berikut beberapa pilihannya:

  • Pembayaran premi tunggal, yaitu peserta asuransi perusahaan hanya perlu membayarkan premi sekali saja untuk rentang waktu pertanggungan tertentu.
  • Pembayaran premi berkala (top-up berkala), yaitu peserta asuransi perusahaan membayarkan premi secara berkala. Ada yang bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, hingga tahunan.

Dasar hukum asuransi perusahaan mengacu pada beberapa landasan hukum berikut ini:

  • Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.
  • KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) Pasal 1320 dan Pasal 1774.
  • KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang) Bab 9.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 1999. 

Memiliki asuransi perusahaan menghadirkan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan produk asuransi perusahaan..

Kelebihan memiliki asuransi perusahaan

  • Premi asuransi lebih terjangkau sehingga perusahaan bisa lebih berhemat untuk tetap memberikan perlindungan kepada para karyawannya.
  • Benefit yang diberikan asuransi perusahaan tak hanya menjamin proteksi dasar, melainkan diberikan opsi perluasan jaminan dan beberapa bonus perlindungan tanpa adanya biaya tambahan. Hal tersebut biasanya berupa kompensasi dari jumlah karyawan yang diasuransikan.
  • Asuransi perusahaan memberikan kepastian keuangan terhadap neraca keuangan serta jaminan kepada karyawan di masa tua ataupun pada saat terjadi efisiensi keuangan perusahaan. 
  • Asuransi perusahaan pada umumnya memberikan perlindungan terhadap keluarga karyawan sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.
  • Karyawan jadi lebih fokus melakukan pekerjaan karena sudah terlindungi dari berbagai risiko yang mungkin dihadapi seperti risiko kesehatan, kecelakaan hingga kematian.

Kekurangan memiliki asuransi perusahaan

  • Asuransi perusahaan tidak bisa dibeli secara terpisah sehingga ada batas minimal jumlah karyawan yang bisa diikutsertakan dengan manfaat yang lebih optimal.
  • Beberapa produk asuransi karyawan masih ada yang menerapkan sistem klaim manual sehingga sedikit menyulitkan karena harus mendapatkan persetujuan langsung dari HRD perusahaan saat melakukan klaim.
  • Untuk produk tertentu memberikan batasan klaim sehingga jika ada kelebihan biaya atau excess, maka perusahaan akan menagihkannya kepada karyawan.  

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi perusahaan:

  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Premi asuransi: Premi asuransi adalah jumlah uang yang harus disetorkan 
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi tetapi polis asuransi masih berlaku. 
  • Masa tunggu: Periode setelah polis diterbitkan namun benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Uang Pertanggungan: Jumlah uang yang akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi jika tertanggung mengalami risiko yang dijamin sesuai dengan yang tertuang dalam polis asuransi.
  • Ahli Waris: Orang yang ditunjuk dan tercantum dalam polis asuransi yang akan menerima uang pertanggungan jika tertanggung atau pemegang polis meninggal dunia.
  • Minor: Pemegang polis yang masih dibawah umur, biasanya berusia di bawah 21 tahun dan belum menikah.