Ciri Asuransi untuk Lansia: Pahami Jenis dan Proteksinya!

asuransi kesehatan untuk lansia murah

Asuransi untuk lansia adalah produk asuransi jiwa dan kesehatan yang ditujukan bagi para lanjut usia (lansia) atau warga senior.

Sayangnya, gak semua produk asuransi kesehatan bisa dipakai lansia. Rata-rata asuransi kesehatan kasih batasan umur hingga usia maksimal 50 tahun.

Bagaimana bagi mereka yang umurnya di atas itu? Apakah harus menanggung sendiri biaya kesehatan?

Gak usah panik, masih ada kok perusahaan asuransi yang kasih perhatian bagi “golongan warga senior” tersebut. Sebelum jatuhkan pilihan, setidaknya pikirkan tiga pertimbangan ini dulu agar bisa mendapatkan asuransi kesehatan untuk lansia yang sesuai kebutuhan.

Lalu, apakah ciri asuransi untuk lansia yang bagus hanya memberikan jaminan kesehatan?

Yuk, simak ulasan lengkap terkait ciri asuransi untuk lansia yang tepat plus informasi lain seputar asuransi untuk lansia!

Jenis asuransi untuk lansia

Dalam kategori asuransi untuk lansia, terdapat beberapa jenis asuransi. Nah, semua jenis yang ada pada asuransi untuk lansia, termasuk asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi penyakit kritis, bisa dimiliki oleh kaum lansia.

Apa saja? Berikut ulasannya!

  1. Asuransi jiwa: Produk asuransi yang memberikan santunan meninggal dunia kepada ahli waris yang ditinggalkan.
  2. Asuransi kesehatan: Produk asuransi yang memberikan jaminan atas biaya pembedahan dan rawat inap di rumah sakit.
  3. Asuransi penyakit kritis: Produk asuransi kesehatan yang dikhususkan pada jaminan atas biaya perawatan dan pembedahan penyakit kritis.

Sekadar informasi, harga premi dari masing-masing produk asuransi tersebut bertambah mahal seiring pertambahan usia. Sementara itu, jaminan yang diberikan jauh lebih sedikit ketimbang usia muda.

Itu sebabnya, kamu perlu memiliki asuransi sedini mungkin agar tidak terbebani premi mahal untuk mendapatkan jaminan maksimal!

Ciri asuransi untuk lansia sesuai kebutuhan

Lalu seperti apa ciri asuransi untuk lansia yang sesuai kebutuhan? Apakah harus memiliki proteksi maksimal meski premi mahal sebagai ciri asuransi untuk lansia yang tepat?

Gak demikian, lho!

Kamu yang tertarik memberikan proteksi pada orangtua atau kakek-nenekmu, bisa simak ciri asuransi untuk lansia berikut ini.

1. Batas usia masuk dan pertanggungan

Coba lihat syarat dan ketentuan asuransi kesehatan, pasti mencantumkan batas maksimal usia masuk yang rata-rata sampai 50 tahun. Pas tanggal lahir di KTP menyebutkan usia lewat 50, ya maaf gak bisa ikutan asuransi itu.

Kebetulan tiga produk asuransi yang disebut di atas batas usianya di atas 50 tahun. Tapi jangan girang dulu. Cek juga sampai batas usia berapa pertanggungannya.

Nama Produk Asuransi Maks Usia Masuk Maks Usia Pertanggungan
AXA Maestro Elite Care 80 99
Allianz Allisya Care 60 70
AXA Smart Health Executive 60 70

Seperti AXA Mandiri Kesehatan Prima dan Allianz Allisya Care yang usia masuknya maksimal 60 tahun. Asyiknya, AXA Maestro Elite Care masih mau terima peserta yang usianya sampai 80 tahun!

Jangan girang dulu.  Dilihat dari sisi ini, yang paling lama AXA Maestro Elite Care yang sampai 99 tahun. Sedangkan produk asuransi sisanya mentok di usia 70 tahun.

2. Batas tahunan dan limit item perawatan

Orang lansia itu butuh biaya kesehatan yang besar. Selain rentan sakit, biasanya penyakit orang lansia kompleks banget. Ginjal kena, hati sudah kena, ditambah positif diabetes lagi. Pokoknya macam-macam lah sakitnya.

Tingginya risiko kesehatan bagi lansia ini mesti di-cover asuransi yang sesuai. Jadinya, penting mencermati besaran limit tahunan dan limit per item perawatan biaya kesehatan yang ditanggung.

Misalnya biaya konsultasi dokter spesialis maksimal Rp20 juta. Nah, jika selama setahun sering ke dokter dan jumlahnya melewati Rp20 juta maka sisanya ditanggung sendiri.

Alliance Allisya Care yang batas tahunannya tak terbatas. Sayang, biaya konsultasi dokter, pembedahan, dan tes laboratorium ada limitnya.

Sedangkan AXA Smart Health Executive menawarkan besaran biaya perawatan ada limit tahunan sebesar Rp200 juta dan ada limit per item jenis rawat jalan. Dengan begitu biaya dokter, laboratorium, bedah, dan sebagainya dijatah alias gak dibayar sesuai tagihan karena harus sesuai dengan klausul.

Beda sama AXA Maestro Elite Care yang limitnya paling besar sampai maksimal Rp3,3 miliar. Enaknya lagi, semua item perawatan di-cover dan sesuai dengan tagihan.

Pertanggungan rawat inap

Bagaimana dengan biaya rawat inap?

Nama Produk Asuransi Biaya Rawat Inap dan Perawatan
AXA Maestro Elite Care Rp3,3 miliar
Allianz Allisya Care Unlimited
AXA Smart Health Executive Rp200 juta

Masa rawat inap

Masa rawat inap yang ditanggung oleh beberapa polis asuransi yaitu:

Nama Produk Asuransi Makismal lama rawat inap
AXA Maestro Elite Care Tak terbatas
Allianz Allisya Care 180 hari/tahun
AXA Smart Health Executive 60 hari/tahun

3. Penyakit pre-existing

Setelah tahu manfaat masing-masing produk, jangan langsung ambil keputusan. Sebelum membeli asuransi buat lansia, kita mesti mengenali dulu penyakit pre-existing, yakni semua penyakit, luka, maupun kondisi medis, yang membuat orang jatuh sakit.

Pendek kata, yang termasuk penyakit pre-existing adalah penyakit yang pernah atau sedang diderita si lansia.

Bila memilih Allianz Allisya Care maka penyakit pre-existing ini di-cover. Berkebalikan dengan AXA Smart Health Executive yang tak meng-cover penyakit pre-existing.

Sedangkan AXA Maestro Elite Care ada sistem waiting periode selama dua tahun baru diputuskan apakah pre-existing bisa ditanggung. Maksudnya harus sehat dulu selama dua tahun sejak polis berlaku baru pre-existing bisa berlaku.

Misalnya, ayah yang berumur 65 tahun pernah kena serangan jantung dua tahun lalu. Jika baru mengambil asuransi AXA Maestro Elite Care dan AXA Smart Health Executive maka selama masa pre-existing tak bisa mengklaim pengobatan sakit jantung. Beda sama Allianz Allisya Care yang bisa klaim.

Berasa ribet ya? Ya memang lumayan menguras otak buat mempelajari manfaat dari asuransi lanjut usia. Masalahnya yang tahu kebutuhan itu si lansia sendiri atau mereka yang kebetulan punya orangtua yang sudah memasuki masa lansia.

Cuma yang perlu digaris bawahi, beban premi yang ditanggung asuransi kesehatan untuk lansia lebih tinggi dari mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Lagi pula besaran premi ini sangat tergantung dengan plan yang dipilih. Makin komplet plan-nya maka makin besar pula preminya.

4. Perlukah proteksi penyakit kritis?

Biaya pengobatan penyakit kritis tidaklah murah, itu sebabnya produk asuransi ini sangat penting. Sekadar informasi, inflasi biaya perawatan kesehatan mengalami peningkatan hingga 11 persen pada 2018.

Jika kamu telah menyertakan asuransi penyakit kritis, otomatis biaya yang akan timbul dikemudian hari gak perlu dikhawatirkan. Nasabah hanya perlu fokus pada perawatan yang dijalani agar segera sembuh.

Berikut beberapa polis asuransi penyakit kritis yang bisa jadi pertimbangan;

Siji Critical – Simas Jiwa

Polis asuransi dari Simas Jiwa ini bisa dimiliki lansia dengan umur maksimal 60 tahun. Preminya mulai Rp116 ribu per bulan.

Polis ini memiliki ciri asuransi untuk lansia terbaik, lho! Adapun manfaat yang diberikan antara lain:

  • Menanggung 10 jenis penyakit kritis
  • Uang pertanggungan hingga Rp200 juta
  • Polis terbagi menjadi lima plan yang dapat disesuaikan kebutuhan dan anggaran.

PRUTotal Critical Protection – Prudential

Asuransi penyakit kritis dari Prudential ini memang menjadi salah satu polis tambahan (rider). Namun, polis ini bisa diperpanjang hingga usia nasabah 85 tahun.

Meski rider, polis ini memiliki ciri asuransi untuk lansia terbaik. Adapun manfaat yang diperoleh antara lain:

  • Perlindungan kondisi kritis tidak lagi terbatas pada jumlah kondisi kritis tertentu.
  • Manfaat uang pertanggungan hingga Rp5 miliar.
  • Perlindungan penyakit kritis berlaku untuk yang belum ditemukan.

Critical Illness 100 – Allianz

Sama seperti Prudential, polis asuransi penyakit kritis dari Allianz ini merupakan rider. Namun, perpanjangan polis bisa dilakukan lansia hingga usia 100 tahun.

Rider Allianz yang satu ini juga memiliki ciri asuransi untuk lansia terbaik. Adapun keunggulan dari polis ini antara lain:

  • Menanggung 100 jenis penyakit kritis.
  • Menanggung biaya tindakan bedah angioplasti
  • Uang pertanggungan mulai dari Rp1-5 miliar.

Tips memilih asuransi untuk lansia

Bagaimana memiliki asuransi terbaik setelah kita mengetahui ciri asuransi untuk lansia tersebut?

Berikut ini tips dari Lifepal yang bisa kamu terapkan untuk memberikan asuransi bagi orangtua tercinta.

1.Sesuaikan dengan kondisi kesehatan

Masing-masing produk pasti menawarkan beribu manfaat kepada nasabah. Faktanya, tak semua manfaat itu bisa dinikmati dan kerap tak terpakai. Yang paling bijak mengetahui risiko kesehatan terlebih dulu sebelum menentukan pilihan.

2. Nilai yang dijamin ikuti kenaikan biaya kesehatan

Biaya kesehatan akan naik seiring perjalanan waktu. Inilah pentingnya menentukan produk asuransi kesehatan yang nilai perlindungannya seiring dengan kenaikan besaran biaya kesehatan. Maka itu penting untuk memperkirakan kenaikan inflasi di masa depan agar nilai yang dijamin asuransi masih masuk.

3. Kenali batas usia masuk, pre-existing condition, dan periode eliminasi

Perhatikan batas usia masuk asuransi kesehatan karena masing-masing produk berbeda ketentuannya. Ada yang mulai dari usia 50, 60, dan 70 tahun. Di samping itu baca dengan teliti ketentuan pre-existing condition yakni masa di mana klaim tak akan dilayani bila polis belum berusia lebih dari dua tahun.

Sedangkan periode eliminasi adalah mensyaratkan eliminasi terhadap penyakit berdasarkan waktu tertentu. Contohnya bila periode eliminasi 60 hari maka nasabah baru bisa mendapat jaminan biaya perawatan bila jatuh sakit setelah lewat 60 hari.

Masih penasaran dengan ulasan mengenai asuransi lainnya? Kamu bisa menemukan berbagai ulasan seputar asuransi di Tanya Lifepal!

Pertanyaan seputar ciri asuransi untuk lansia

Ciri asuransi untuk lansia adalah beberapa kriteria dari perusahaan asuransi jiwa yang ditujukan bagi calon nasabah lansia. Gak hanya asuransi jiwa, beberapa perusahaan menawarkan asuransi kesehatan dan penyakit kritis bagi kelompok warga senior tersebut, tentunya memenuhi kriteria ciri asuransi untuk lansia terbaik.

Batas usia asuransi untuk lansia berbeda-beda karena tergantung pada kebijakan perusahaan asuransi. Namun, rata-rata perusahaan asuransi membatasi usia maksimal nasabah baru sekira 65 tahun.

Ya, betul. Asuransi untuk lansia termasuk asuransi jiwa. Selain itu ada asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis.

Jaminan cuci darah pada asuransi untuk lansia kembali pada kebijakan perusahaan asuransi. Biasanya, jaminan biaya cuci darah ini tergantung usia masuk dan profil calon nasabah yang tergolong warga senior.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →