Asuransi Mobil Enggak Perlu Menguras Kocek Asal Teliti dan Kreatif Utak-atik

Seusai beli mobil baru, apalagi kredit, melengkapi dengan asuransi hukumnya wajib. Cuma nilai buat menjaminkan aset mobil ini, biayanya cukup menguras kocek kantong. Apalagi bila penyelenggara asuransi meminta jaminan perlindungan aset dibayar di depan.

 

Cuma kondisi sekarang kurang menguntungkan bagi isi kantong. Misalnya Agus Dharmawan. Pria asal Yogyakarta ini lagi dalam kondisi ‘sadar finansial’. Istri lagi hamil anak kedua, living cost membengkak gara-gara harga barang naik, plus menyiapkan anak pertama yang bersiap masuk playgroup, dan tetek bengek lainnya. Gimana caranya gaji Rp 10 jutaan bisa meng-cover semuanya?

 

Akhirnya biar nemu jawabannya, mau enggak mau mesti kalkulasi urusan asuransi ini dengan cermat dan cerdas agar tetap survive. Aspek mobilitas sama keluarga tetap terjaga dan di saat bersaman mobil tetap terlindungi.

 

Utak-atik pertanggungan

Tentunya bukan perkara bijak mengabaikan asuransi. Apalagi status mobil masih kredit. Hampir mayoritas lembaga pembiayaan mewajibkan perlindungan asuransi selama tenor kredit berlaku. Masa tenggang waktu kredit beragam mulai dari 1 hingga 5 tahun

 

Umumnya, opsi asuransi All Risk menjadi dasar pilihan. Bukan semata-mata lebih lengkap jaminannya, tapi juga bisa dipilah-pilah sesuai kebutuhan.

 

Klausul yang termaktub dalam asuransi All Risk terbilang efektif melindungi mobil. Tapi risikonya, biaya preminya bisa mempercepat kantong kempis.

 

Jangan buru-buru menyerah. Justru di sini tantangannya bagaimana menegosiasikan dengan perusahaan leasing dan pihak asuransi. Berkonsultasi dan bernegosiasi bisa dilakukan di sini.

 

Mengutak-atik apa saja yang dibutuhkan untuk perlindungan mobil bisa dilakukan. Katakanlah, Anda mengambil tenor kredit selama empat tahun. Kenapa tidak dipecah saja jenis pertanggungannya?

 

Misalnya di dua tahun awal mengambil jenis pertanggungan All Risk lantaran mobil masih kinyis-kinyis. Jadi kalau kenapa-napa sama mobil, entah lecet diserempet atau diseruduk orang, bisa mulus lagi. Jadi, perlindungan mobil bisa lebih maksimal.

 

Kemudian di dua tahun terakhir, pilih jenis pertanggungan Total Lost Only (TLO). Alasannya, usia mobil sudah ‘menua’ sehingga kalau ada kerusakan masih bisa diatasi dengan kocek sendiri. Tentunya dengan usaha meminimalisir risiko mobil mengalami insiden.

 

Anda bebas menentukan variasi mengutak-atik jenis pertanggungan ini. Bisa setahun pakai All Risk dan sisanya TLO. Bisa juga tiga tahun All Risk dan sisanya TLO. Intinya, variasi itu tergantung sama budget di kantong dan kebutuhan.

 

TLO dengan perluasan jaminan

Tak ada asuransi yang kaku. Semua bisa fleksibel tergantung dari permintaan nasabah. So, bukan hal yang ganjil jika memilih opsi asuransi TLO tapi ditambah perluasan jaminan. Cara menambahkan klausul tambahan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tentu saja anggaran yang ada.

 

Sebagai ilustrasi, kenapa tidak menyandingkan asuransi TLO dengan klausul tambahan seperti Tanggung Jawab Hukum terhadap pihak ketiga (TJH III) dan Personal Accident (PA). Kedua klausul tambahan ini penting karena lebih melindungi Anda dan keluarga ketimbang mobil.

 

Dengan TJH III, kita bisa terhindar dari risiko kebangkrutan karena kejadian insiden yang melibatkan pihak lain. Sementara PA melindungi Anda dan siapa saja yang menumpang kendaraan yang dijaminkan.

 

Besaran rate klausul tambahan ini pastinya tergantung dari nilai pertanggungan. Biasanya sih di kisaran antara 10-20 persen dari nilai pertanggungan. Sebagai ilustrasi, jika nilai pertanggungannya sekitar Rp 30 juta, maka rate-nya ada di rentang Rp 300-500 ribu.

 

Tentunya sebelum mengambil perluasan jaminan ini, pahami lebih dulu persyaratannya. Diskusikan dengan intens dengan petugas asuransi agar memahami aturan mainnya.

 

Nol klaim = bonus

Celah lainnya yang bisa dilirik untuk menekan pengeluaran premi asuransi adalah mencari peluang potongan premi di periode berikutnya. Ini bisa didapat jika Anda sama sekali tak pernah mengajukan klaim selama periode tertentu.

 

Memang, tak semua penyelanggara asuransi menerapkan kebijakan ini. Tapi tak sedikit yang siap beri ganjaran insentif bagi nasabahnya yang berpredikat nol klaim. Mekanismenya pun beragam. Ada yang sudah menerapkan secara otomatis dalam renewal notice atau ada yang mesti dinegosiasikan dulu.

 

Tak ada ruginya untuk mencari penyelenggara asuransi yang menerapkan kebijakan tersebut. Toh kita dapat keuntungan ganda. Mobil diproteksi asuransi dan sekaligus dapat diskonan premi di periode berikutnya jika sama sekali tak pernah klaim.

 

 

Manusia itu makhluk ekonomi. Jadinya, dia bakal cari yang termurah tapi manfaatnya maksimal. Langkah awalnya, kenali risiko Anda! Ini penting buat menentukan daftar jaminan apa saja yang dibutuhkan dari asuransi.

 

Asuransi dapat menjaga mobil Anda jika sewaktu-waktu mengalami insiden. Apalagi bagi Agus Dharmawan yang memandang mobil sebagai aset yang membutuhkan perlindungan. ”Saya beli mobil karena tak ingin istri yang lagi hamil dan anak yang masih balita andalkan transportasi umum.”