Yuk, Cari Tahu Cara Klaim Asuransi Motor yang Tepat

Asuransi motor

Bagi kita para pemilik motor, berikut ulasan bermanfaat buat kita, yaitu mempersiapkan klaim asuransi motor. Dimulai dari membuat laporan awal hingga pengajuan surat permohonan klaim, semua harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Jadi, bagaimana cara klaim asuransi motor yang tepat? Berikut langkah klaim asuransi motor yang tepat saat kehilangan ataupun kecelakaan.

Mengajukan Klaim Asuransi Motor Akibat Kehilangan

motor akibat kehilangan

Kehilangan motor tentunya tidak diharapkan oleh siapa pun. Meski demikian, jika kita mengalami hal tersebut dan motor kita memiliki asuransi, maka lakukan hal-hal berikut untuk klaim asuransi motor.

1. Membuat laporan kehilangan ke perusahaan asuransi

Ketika kita menyadari kehilangan motor, maka sebaiknya kita melapor ke pihak asuransi. Laporan dapat dilakukan melalui agen asuransi atau menghubungi perusahaan asuransi melalui saluran telepon atau surel. Ingat, waktu maksimal pelaporan umumnya 72 jam setelah kejadian.

Beberapa pertanyaan yang biasanya diajukan pihak asuransi, termasuk bagaimana dan kapan motor kita hilang. Berikan keterangan dengan jujur dan rinci sesuai dengan yang kita ketahui. Untuk motor yang masih dalam masa kredit, sebaiknya kita juga menghubungi pihak leasing dan bertanya mengenai cara pengajuan klaim yang sesuai.

2. Membuat laporan kehilangan ke kantor polisi

Sesudah menghubungi pihak asuransi, maka segera membuat laporan kehilangan ke kantor polisi. Kita akan diminta untuk membuat berita acara yang memuat mengenai data pribadi serta kronologis kejadian. Waktu pembuatan berita acara maksimal 24 jam setelah kejadian.

Pihak kepolisian umumnya akan meminta keterangan dari dua orang saksi untuk memastikan kejadian kehilangan motor tersebut tidak dibuat-buat. Laporan berita acara yang sudah lengkap akan ditandatangani, kemudian polisi akan mengeluarkan surat tanda kehilangan kendaraan. 

Beberapa waktu kemudian, kepolisian akan memberi laporan kemajuan (lapju) terhadap pencarian motor kita.

3. Mengurus surat pemblokiran

Setelah dikeluarkan surat tanda kehilangan kendaraan, maka pihak kepolisian akan membantu untuk memberlakukan blokir seluruh dokumen dari kendaraan tersebut. Hal ini diperlukan sebagai tindakan preventif penyalahgunaan.

Surat pemblokiran yang diperoleh dari Direktoral Lalu Lintas (Ditlantas) di Polda setempat ini akan menjadi dokumen pelengkap saat pengajuan klaim asuransi motor.

4. Mengurus surat Kadit Reserse

Tahap berikutnya untuk mengajukan klaim asuransi motor adalah membuat surat permohonan kepada Kepala Direktorat (Kadit) Reserse. Untuk meminta surat tersebut, kita harus melengkapi formulir surat permohonan dengan informasi identitas diri dan melampirkan beberapa dokumen.

Dokumen yang diperlukan adalah fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), faktur pembelian kendaraan, polis asuransi, tanda laporan dari kepolisian dan surat pengantar asli dari pihak asuransi. 

Selain itu, diperlukan juga fotokopi dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan surat asli (Daftar Pencarian Barang) dan surat asli lapju dari kepolisian.

5. Mengajukan surat permohonan klaim

Setelah semua langkah-langkah di atas selesai dan dokumen sudah lengkap, maka kita dapat mengajukan surat permohonan klaim asuransi motor kita ke pihak asuransi. Biasanya kita akan diminta mengisi formulir dan melengkapi surat permohonan klaim dengan menyertakan beberapa dokumen pelengkap. Dokumen yang dibutuhkan:

  • Polis asuransi kendaraan, fotokopi Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan menunjukkan yang asli.
  • Surat kehilangan yang asli dari kepolisian.
  • Berita Acara Pemeriksaan dari kepolisian.
  • BPKB Asli dengan faktur pembelian kendaraan.
  • Kuitansi yang dilengkapi dengan meterai 3 lembar dan kunci kontak kendaraan. 

Selain itu, dibutuhkan pula surat keterangan dari Kadit Reserse dan surat tanda pemblokiran dari Polda.

Setelah syarat-syarat pengajuan klaim asuransi motor sudah dipenuhi dan diterima pihak asuransi, maka kita dapat menunggu selama 30 hari untuk pembayaran ganti rugi. 

Jika pihak asuransi tidak kunjung membayar ganti rugi setelah jangka waktu tersebut, kita dapat melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian sebagaimana yang ditetapkan dalam Pasal 23 Peraturan Pemerintah No.73/1992 dan Keputusan Menteri Keuangan No. 225/1993.

Mengajukan Klaim Asuransi Motor Akibat Kecelakaan

Asuransi motor melihat kecelakaan

Untuk mengajukan klaim asuransi motor akibat kecelakaan, perhatikan jenis asuransi motor yang kita miliki dahulu. Umumnya asuransi motor merupakan asuransi Total Loss Only (TLO) yang hanya menanggung risiko kerusakan di atas 75 persen. Namun, jika kita membeli asuransi all risk, maka kerusakan yang lebih ringan pun bisa diklaim. Berikut dokumen yang diperlukan saat mengajukan klaim asuransi motor akibat kecelakaan.

  • Mengisi formulir pengajuan klaim.
  • Membawa kartu identitas dan STNK.
  • Melampirkan faktur pembelian atau kredit motor.
  • Melampirkan Surat Keterangan Kecelakaan dari Kepolisian.

Selain itu, kita dapat membawa bukti tambahan berupa foto dari motor yang mengalami kecelakaan, jika tersedia. Bahkan, sebagian penyedia asuransi memberikan layanan klaim asuransi motor yang lebih mudah, yaitu melaporkan secara online sekaligus mengunggah foto kondisi motor untuk pengajuan klaim asuransi.

Langkah-langkah mengajukan klaim asuransi motor di atas diharapkan dapat memperjelas informasi untuk para pemilik motor yang terkena musibah kehilangan atau kecelakaan. Jika masih membutuhkan informasi lebih lanjut, sebaiknya hubungi agen atau perusahaan asuransi. 

Sebagai langkah konsultasi yang lebih konkret, kita selalu bisa menghubungi Tim Lifepal untuk mendapatkan saran-saran bermanfaat terkait penjelasan polis-polis asuransi terkait dan sekaligus mendapatkan bantuan penyelesaian.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →