Memilih Asuransi Kesehatan

Memilih asuransi kesehatan terbaik di Indonesia memang tidaklah mudah. Dengan ratusan pilihan polis dan brand, calon nasabah dituntut untuk lebih cermat memilih asuransi kesehatan yang benar sesuai dengan kebutuhan dengan premi terbaik.

Biar nggak salah pilih, sebaiknya bandingkan terlebih dahulu polis yang diingkan dengan perusahaan asuransi lainnya secara online di Lifepal!

Bandingkan 500+ pilihan polis terbaik mulai Rp100 ribu/bulan!
+62

Ketahui juga beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli asuransi kesehatan berikut ini:

1. Metode Klaim Cashless

Dengan sistem klaim cashless nasabah bisa datang ke rumah sakit bermodal kartu peserta asuransi kesehatan saja. Artinya, nasabah tidak perlu mengeluarkan dana terlebih dahulu untuk mendapatkan perawatan medis. 

2. Menanggung Biaya Rawat Jalan

Biaya perawatan pra dan pasca rawat inap tidaklah murah. Untuk itu, ketika memilih asuransi kesehatan, pertimbangkan polis yang menanggung biaya rawat jalan tersebut. Dari rekomendasi Lifepal, Asuransi kesehatan AXA Mandiri, Cigna, dan Manulife menanggung biaya rawat jalan sebagai manfaat dasar asuransi. 

3. Manfaat Pengembalian Premi

Tips memilih asuransi kesehatan selanjutnya adalah pilih yang menawarkan manfaat pengembalian premi atau no claim bonus. Artinya, premi yang sudah dibayarkan akan dikembalikan sekian persen (tergantung polis) jika tidak ada klaim hingga masa asuransi berakhir. Umumnya perusahaan akan mengembalikan 20 hingga 100 persen dari total premi yang telah dibayarkan.

4. Manfaat Coordination of Benefit (CoB) 

Dengan manfaat Coordination of Benefit (CoB), jika asuransi BPJS tidak mencakup semua biaya perawatan, maka kita bisa mengajukan kekurangannya pada asuransi swasta.

Saat ini, ada 11 perusahaan asuransi swasta yang bersedia jalankan koordinasi klaim dengan BPJS, yaitu asuransi kesehatan Avrist, Arthagraha General Insurance, Astra Buana, Mega, CAR, Takaful Keluarga, Bina Dana Arta, Sinarmas MSIG, Generali Indonesia, Tugu Pratama, dan Multi Artha Guna (MAG). 

5. Menanggung Pre-Existing Condition

Pre-existing condition adalah kondisi di mana calon nasabah sudah menderita penyakit tertentu saat mendaftar asuransi. Sebagian besar produk mengecualikan hal ini dalam klaim, tetapi ada yang tidak mengecualikannya dengan atau tanpa syarat. Salah satunya adalah polis Maestro Optima Care dari AXA. 

6. Limit/Plafon Sesuai Premi

Dalam memilih asuransi kesehatan, pertimabgkan juga limit atau plafon-nya. Plafon yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan memang sekilas terkesan besar. Misal uang pertanggungan Rp20 juta terkesan banyak saat ini. Namun, di tahun-tahun mendatang dengan kenaikan biaya medis 7-15 persen, nilai pertanggungan tersebut akan berkurang.

Jika memungkinkan, sebaiknya pilih yang menanggung biaya medis sesuai tagihan rumah sakit (as charged), seperti Manulife, Prudential, dan BNI Life

7. Iuran Premi Sesuai dengan Penghasilan

Meski proteksi kesehatan sangatlah penting, calon nasabah tetap harus memastikan keuangannya tetap terjaga. Oleh karena itu, pastikan premi tidak kemahalan apalagi melebihi kemampuan. Standarnya alokasi asuransi minimal sekitar 3-5 persen dari penghasilan.

8. Beli Melalui Broker Asuransi

Broker yang telah terdaftar resmi dapat membantu nasabah memilih asuransi kesehatan sesuai anggaran dan kebutuhan, serta pengajuan klaim secara online. Broker asuransi seperti Lifepal dapat sangat membantu dalam merekomendasikan produk dan membantu klaim.

Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan