Pengertian Asuransi Kesehatan

Pengertian asuransi kesehatan adalah produk asuransi yang menanggung biaya pengobatan hingga perawatan medis lainnya jika tertanggung jatuh sakit. Biaya pengobatan atau manfaat asuransi kesehatan pada umumnya adalah rawat inap, rawat jalan, dan pembedahan. 

Pengertian Asuransi Kesehatan Menurut Ahli dan Undang-Undang

Pengertian asuransi kesehatan menurut para ahli, salah satunya Prof dr Wirjono Prodjodikoro, menyebutkan bahwa asuransi adalah perjanjian yang melibatkan dua pihak, yaitu pihak tertanggung dan penanggung. Dari pihak penanggung bertanggung jawab untuk mengganti biaya kerugian yang disebabkan oleh risiko tidak terduga.

Pengertian asuransi kesehatan menurut Undang Undang No 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi sebagai imbalan untuk:

  • Memberikan penggantian kepada pemegang polis akibat kerugian kesehatan yang tidak terduga. 
  • Memberikan pembayaran yang didasarkan pada nilai yang telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana. 

Manfaat Asuransi Kesehatan

Setelah mengetahui cara kerja dan pengertian asuransi kesehatan, penting juga untuk mengetahui manfaatnya. Manfaat asuransi kesehatan adalah pertanggungan biaya pengobatan atau perawatan kesehatan di rumah sakit maupun layanan kesehatan lainnya. Manfaatnya terbagi menjadi dua kategori, yaitu manfaat dasar dan manfaat tambahan (rider). 

Manfaat Dasar

Manfaat dasar adalah pertanggungan utama yang artinya ketika mendaftarkan diri dalam polis asuransi kesehatan, perusahaan asuransi secara otomatis akan menanggung biaya perawatan berikut:

  • Rawat Inap: Biaya kamar di rumah sakit, kunjungan dokter, obat-obatan, dan biaya lainnya terkait rawat inap di rumah sakit. 
  • Pembedahan: Biaya atas tindakan pembedahan, seperti pembedahan reseksi, amputasi, atau rekonstruktif. Polis asuransi kesehatan juga menanggung biaya kamar operasi, dokter bedah, dan dokter bius.
  • Rawat Jalan: Biaya atas tindakan medis yang tidak mengharuskan menginap di rumah sakit. Baik pra-opname atau pasca-opname maupun sekadar diagnosis dan pengobatan rawat jalan.

Manfaat Tambahan

Manfaat tambahan atau dikenal dengan sebutan rider adalah perluasan pertanggungan asuransi kesehatan, dimana nantinya nasabah akan dikenakan biaya premi tambahan. 

Misal, sudah mendapatkan manfaat dasar asuransi kesehatan berupa rawat inap, rawat jalan, dan pembedahan, kemudian nasabah beli manfaat tambahan medical check up, asuransi melahirkan, perawatan gigi, dan mata. 

  • Medical check-up: Biasanya biayanya hanya ditanggung pada awal pendaftaran asuransi guna mengukur risiko kesehatan calon nasabah. 
  • Asuransi Melahirkan: Biaya melahirkan, mulai dari check-up, proses persalinan secara operasi atau normal, dan perawatan setelahnya.
  • Perawatan gigi: Biaya perawatan kesehatan gigi, mulai dari pemeriksaan, pembersihan, tambal, atau pencabutan gigi.
  • Perawatan mata:  Biaya perawatan kesehatan mata, mulai dari pemeriksaan dan termasuk kacamata.

Beberapa perusahaan asuransi menawarkan pilihan polis dengan manfaat dasar hingga tambahan (rider) lengkap dengan premi murah! Yuk, cari tahu dan bandingkan manfaat yang diberikan oleh berbagai polis asuransi kesehatan di Indonesia

Bandingkan 500+ pilihan polis terbaik mulai Rp100 ribu/bulan!
+62

Selain manfaat asuransi kesehatan, ada juga klausul pengecualian yang perlu diperhatikan. Pengertian klausul pengecualian asuransi kesehatan adalah risiko yang tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi dan tertulis secara lengkap dalam polis. Pengecualian dalam asuransi kesehatan secara umum adalah risiko yang disebabkan oleh berikut ini: 

  1. Tindakan bunuh diri atau cedera yang diakibatkan perbuatan sendiri.
  2. Transplantasi organ, termasuk perawatan dan pengobatan terkait.
  3. Alat penunjang seperti kursi roda, anggota tubuh palsu, alat picu jantung, alat bantu dengar, penglihatan, dan sejenisnya. 
  4. Dialisis atau cuci darah dan terkait lainnya.
  5. Perawatan dan pengobatan eksperimental, tradisional, atau alternatif. 
  6. Gangguan kejiwaan atau syaraf dan adiksi.
  7. Perawatan dan/atau pengobatan terkait berat badan.
  8. Perawatan dan/atau pengobatan terkait bedah plastik.
  9. Pemeriksaan fisik berkala atau medical check up.
  10. Perawatan dan/atau pengobatan terkait hernia atau keterlambatan tumbuh kembang.
  11. Sunat yang tidak berhubungan dengan penyakit atau kecelakaan.
  12. Perawatan dan/atau pengobatan berkaitan HIV/AIDs hingga penyakit menular seksual.
  13. Pertanggungan biaya vitamin dan suplemen tanpa indikasi medis.
  14. Biaya keluarga berencana.

Perlu dipahami bahwa setiap perusahaan asuransi memiliki klausul pengecualian yang berbeda-beda. Karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli polis asuransi kesehatan, sebaiknya perhatikan dan pelajari polis secara teliti, ya. 

Hukum Asuransi Kesehatan di Indonesia

Hukum asuransi kesehatan diciptakan dan diatur secara resmi oleh Pemerintah dengan tujuan memastikan kelangsungan perasuransian di Indonesia berjalan lancar.

Adapun hukum asuransi kesehatan yang berlaku di Indonesia telah dirangkum dalam Kitab Undang Undang berikut: 

Undang Undang ini menjadi dasar hukum utama yang digunakan sebagai regulasi terkait segala kegiatan industri perasuransian di Indonesia. Fungsinya adalah memastikan bahwa asuransi memiliki laporan keuangan perusahaan yang sehat, serta melindungi masyarakat agar mendapatkan hak sebagaimana mestinya.

Hukum asuransi kesehatan KUHP ini menjelaskan bahwa asuransi merupakan perjanjian antara dua belah pihak, yaitu peserta asuransi (tertanggung) dan perusahaan asuransi (penanggung). Jika salah satu pihak melenceng dari perjanjian, maka berhak untuk membawa kasus ke ranah hukum pidana.

Serupa dengan UU No. 2 Tahun 1992, KUHD Bab 9 Pasal 246 menjelaskan regulasi terkait pertanggungan asuransi, batas maksimal pertanggungan, proses klaim, pembatalan proses pertanggungan, hingga poin-poin penting lainnya yang tertulis dalam dokumen polis. Artinya, ketika menciptakan produk asuransi, perusahaan harus mengacu pada regulasi prinsip asuransi kesehatan KUHD ini. 

PP No 73 Tahun 1992 ini berfokus pada pengaruh usaha perasuransian terhadap pertumbuhan negara. Secara singkat, perusahaan asuransi wajib memiliki prinsip sehat dan bertanggung jawab dalam memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

PP No 63 Tahun 1999 merupakan hasil revisi PP No 7 Tahun 1992. Dalam hukum asuransi kesehatan ini, pemerintah menyesuaikan peraturan dan ketetapan regulasi dengan perubahan zaman. 

Menentukan Polis Asuransi Kesehatan yang Bagus

Setelah mengetahui asuransi kesehatan secara umum, berikut contoh polis asuransi kesehatan dan bagaimana cara mempelajarinya. Kamu juga bisa melihat daftar produk asuransi kesehatan terbaik di Indonesia.

Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan