Apa Sih Asuransi All Risk? Simak Penjelasan dan Simulasinya

Asuransi mobil

Buat Anda pemilik mobil pasti sudah pernah dengar istilah asuransi all risk. Akan tetapi, bisa jadi pemahaman asuransi all risk tersebut masih mengambang ya.

Nah, agar Anda tidak salah pilih asuransi untuk mobil. Ada baiknya, Anda ketahui apa itu asuransi all risk dan bagaimana cara kerjanya.

Yang pasti, memiliki asuransi untuk kendaraan mobil atau motor Anda sangat penting. Pasalnya, tingkat kecelakaan di Indonesia termasuk salah satu yang paling tinggi di ASEAN. Total kecelakaan tahun 2018 silam saja mencapai 98 ribu kasus dalam satu tahun.

Khususnya untuk Anda yang tinggal di kota-kota besar, kemacetan pun menjadi sumber kerusakan kendaraan. Tidak hanya kerusakan besar tetapi juga lecet-lecet kecil. Meski lecet sedikit, namun tetap saja butuh biaya tidak sedikit untuk memperbaikinya.

Contoh, penyok pada mobil butuh biaya sekitar Rp 1 jutaan, lho! Kalau hal tersebut terjadi beberapa kali dalam setahun, boncos juga. Belum lagi kalau terjadi beberapa kerusakan lain.

Padahal, asal tahu saja, asuransi mobil per bulan itu hanya sekitar ratusan ribu saja per bulan. Perlindungan yang diberikan pun cukup luas. Bisa dibilang, Anda tidak akan rugi-rugi amat bila mobil mengalami kerusakan.

Apa Sih Asuransi All Risk Itu?

Asuransi All Risk

Asuransi all risk sesuai dengan namanya, jenis asuransi ini memberi perlindungan terhadap semua risiko kerugian yang terjadi pada mobil. Istilah lain untuk asuransi ini adalah asuransi comprehensive.

Perlindungan lengkap itu biasanya mencakup kerusakan akibat kecelakaan, perbuatan jahat, dan bahkan bencana alam. Secara singkat, asuransi all risk memberikan perlindungan dari kerusakan kecil hingga besar dan bahkan kehilangan.

Perlu diketahui bahwa asuransi all risk akan meng-cover bahkan lecet sedikit saja pada mobil. Jadi, yang dihitung adalah per kerusakannya.

Asuransi ini sendiri cocok untuk mobil dengan usia nol sampai 10 tahun. Sebab, kondisi bodi mobil tersebut masih tergolong sangat mulus sehingga butuh perlindungan total.

Perhitungan Premi Asuransi All Risk

Perhitungan premi asuransi all risk didasarkan pada jenis kendaraan, harga kendaraan, dan wilayah di mana kendaraan bermotor itu diterbitkan. Ketentuan premi tersebut diatur oleh OJK.

1. Premi Asuransi All Risk pada Mobil

Berikut daftar persentase premi berdasarkan harga dan wilayah kendaraan mobil:

Kategori Uang Pertanggungan (UP) Wilayah I Wilayah 2 Wilayah 3
Kategori 1 0 – Rp125.000.000 3,82% – 4,20% 3,26% – 3,59% 2,53% – 2,78%
Kategori 2 >Rp125.000.000 – Rp200.000.000 2,67% – 2,94% 2,47% – 2,72% 2,69% – 2,96%
Kategori 3 >Rp200.000.000 – Rp400.000.000 2,18% – 2,40% 2,08% – 2,29% 1,79% – 1,97%
Kategori 4 >Rp400.000.000,00 – Rp800.000.000,00 1,20% – 1,32% 1,20% – 1,32% 1,14% – 1,25%
Kategori 5 >Rp 800.000.000 1,05% – 1,16% 1,05% – 1,16% 1,05% – 1,16%

Catatan:

Wilayah 1: Sumatera dan kepulauan di sekitarnya.

Wilayah 2: DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Wilayah 3: Selain Wilayah 1 dan Wilayah 2.

Sebagai contoh, apabila mobil Anda dibeli dengan harga Rp 200 juta di DKI Jakarta. Perusahaan asuransi yang Anda gunakan menetapkan premi 2,5% dari harga mobil (uang pertanggungan).

Rumusnya adalah 2,5% x Rp 200.000.000 = Rp 5.000.000

Jadi, Anda harus membayar Rp 5 juta per tahun untuk dapatkan manfaat asuransi all risk.

2. Premi Asuransi All Risk pada Motor

Kategori Uang Pertanggungan Wilayah 1 Wilayah 2 Wilayah 3
Sepeda motor Semua uang pertanggungan 3,18% – 3,50% 3,18% – 3,50% 3,18% – 3,50%

Misalkan Anda mempunyai sepeda motor dengan harga Rp 25 juta di DKI Jakarta. Pihak asuransi menetapkan persentase premi sebesar 3,20 persen. Dari situ bisa dihitung premi yang harus Anda bayarkan adalah 3,20% x Rp 25.000.000 = Rp 800.000.000.

Jadi, Anda perlu membayar asuransi Rp 800 ribu per tahun. Rata-rata per bulan jadi Rp 66.666 saja! Sangat terjangkau, bukan?

3. Hitungan Pertanggungan per Kejadian

Contoh kasus pada mobil yang telah disebutkan tadi. Misalkan terjadi kecelakaan yang menyebabkan bumper-nya rusak. Bumper mobil harus diperbaiki dengan biaya Rp 500 ribu. Kemudian, cat Rp 500 ribu.

Dari kejadian tersebut, Anda harus menggelontorkan dana Rp 1 juta bila tidak menggunakan asuransi all risk. Namun, Anda cukup bayar Rp 300 ribu saja kalau punya asuransi. Sedikit catatan, terdapat biaya deductible alias risiko yang ditanggung oleh pemilik kendaraan dengan besaran minimal Rp 300 ribu per kejadian.

Anda pun perlu mencatat bahwa penggantian biaya klaim akan dihitung per kejadian. Jadi, bila Anda mengalami kerusakan pada pintu misalnya. Langsung saja klaim. Jangan tunggu bila ada kerusakan lain. Sebab, penggantian hanya satu klaim, namun Anda harus bayar biaya risiko tetap sama menjadi dua kejadian.

4. Perluasan Pertanggungan

Selain disebabkan oleh kerusakan karena kecelakaan, Anda bisa mendapatkan perluasan tanggungan. Perluasan tanggungan tersebut mencakup perlindungan terhadap bencana alam, sabotase atau terorisme, dan kerusuhan seperti demonstrasi.

Misalnya di daerah Jakarta cukup sering terjadi demonstrasi. Tidak ada salahnya Anda tambahkan perluasan pertanggungan. Biaya premi nanti akan ditambah 0,05 persen dari total harga mobil atau motor Anda.

Jadi, misalkan harga mobil Anda tadi Rp 200 ribu maka premi perluasan pertanggungan adalah Rp 200.000.000 x 0,05% = Rp 100.000. Total per tahun Anda harus bayar Rp 5.000.000 + Rp 100.000 = Rp 5.100.000.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Asuransi All Risk

Memilih Asuransi All Risk

Saat Anda memilih asuransi khususnya asuransi all risk, perhatikan hal-hal berikut:

  • Kemampuan Anda membayar asuransi. Pastikan harga mobil Anda sesuai dengan kemampuan Anda menyisihkan biaya asuransi. Ingat prinsip: Beli mobil berarti siap dengan biaya asuransi dan lainnya.
  • Jeli melihat reputasi perusahaan asuransi. Anda bisa mengecek testimoni dari nasabah perusahaan asuransi tersebut lewat forum di internet atau dari kerabat dan teman Anda.
  • Pahami cara klaim asuransi dan kemudahan yang diberikan oleh perusahaan asuransi. Yang pasti, Anda harus punya SIM dan masa berlaku masih aktif. Kemudian, perhatikan batas waktu klaim dari kejadian. Jangan lupa untuk membaca syarat dan ketentuan yang berlaku pada polis asuransi.

Nah, sekarang Anda sudah bisa menghitung sendiri berapa kira-kira premi asuransi all risk kendaraan Anda, bukan? Dari penjelasan di atas, Anda pun bisa pertimbangkan untuk memiliki asuransi all risk untuk kendaraan mobil atau motor Anda.

Yuk, sediakan waktu untuk membandingkan produk asuransi all risk paling tepat untuk kendaraan Anda sesuai dengan wilayah Anda.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →