Asuransi Kendaraan, Ini Panduan untuk Pilih yang Terbaik

INI panduan

Sebagian orang mungkin masih banyak yang berpikir untuk tidak membeli asuransi kendaraan (asuransi mobil atau asuransi motor), agar cicilannya menjadi semakin terjangkau.

Padahal, ketika Anda memutuskan membeli mobil atau kendaraan bermotor, artinya Anda sudah siap dengan segala risiko yang bakal terjadi. Misalnya, tabrakan, tergores, tergelincir, dan kehilangan akibat tindakan pencurian.

Jangan jadikan asuransi kendaraan bermotor menjadi beban. Justru bisa menjadi pertolongan saat dibutuhkan. Seperti halnya ban serep mobil yang disiapkan agar kapan saja dapat digunakan saat dalam kondisi darurat sekalipun.

Simak video dibawah untuk penjelasan lebih lengkapnya:

Apa Itu Asuransi Kendaraan Bermotor?

Asuransi kendaraan bermotor adalah asuransi yang memberikan proteksi terhadap kerugian dan atau kerusakan yang terjadi pada kendaraan bermotor dengan berbagai sebab yang ditentukan di dalam perjanjian polis asuransi. Terdapat dua jenis asuransi kendaraan yang paling populer:

Umumnya beberapa sebab kejadian yang ditanggung oleh perusahaan asuransi terhadap objek kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua, di antaranya seperti:

  • Tabrakan
  • Terperosok
  • Perbuatan jahat
  • Pencurian, dan
  • Kebakaran

Selain, asuransi kendaraan konvensional, kini asuransi dengan prinsip syariah pun telah ada. Jadi, jangan berpikir bahwa asuransi syariah hanya tersedia untuk asuransi jiwa saja. Sebab saat ini telah tersedia asuransi kendaraan bermotor syariah yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam.

Sebagaimana diketahui bahwa ada dua jenis asuransi kendaraan bermotor. Pertama adalah asuransi comprehensive atau populer juga disebut dengan all risk meskipun beberapa perusahaan asuransi sudah tidak menggunakan istilah ini.

Kedua adalah asuransi total loss only atau disingkat dengan TLO. Dari artinya saja sebetulnya kita sudah bisa menebak perbedaan di antara keduanya.

Perbedaan Asuransi TLO dengan Asuransi Komprehensif (All Risk)

Asuransi comprehensive memberikan proteksi secara menyeluruh yang juga termasuk proteksi yang diberikan oleh asuransi TLO. Sebaliknya, asuransi TLO hanya memberikan proteksi sebagian dari asuransi comprehensive.

Nah, inilah perbedaan antara asuransi comprehensive dan asuransi TLO. Asuransi TLO hanya menjamin penggantian biaya ganti rugi jika kendaraan bermotor yang menjadi objek asuransi mengalami kerusakan sama dengan atau lebih dari 75 persen.

Ukuran persentase tersebut bukan ditentukan oleh Anda, melainkan ada perhitungan tersendiri dari ahli. Secara sederhana kerusakan yang sama dengan atau di atas 75 persen apabila kendaraan bermotor sudah tidak bisa digunakan lagi secara normal.

Berbeda jika mobil hilang karena perampasan atau pencurian. Sudah pasti Anda mengalami kerugian di atas 75 persen.

Namun, penggantian 100 persen dari asuransi TLO kerap kali disalah artikan oleh konsumen. Penggantian 100 persen berlaku apabila melakukan klaim asuransi TLO berdasarkan harga kendaraan bermotor dengan tahun yang sama.

Hal tersebut bisa dibuktikan dengan faktur pembelian.

Misalnya, Anda membeli mobil Toyota Avanza Veloz 1.3 Rp226 juta pada tahun 2018. Kemudian pada tahun 2019 terjadi kehilangan.

Perusahaan asuransi akan mengganti kehilangan mobil disesuaikan dengan tipe dan tahun produksi yang sama seperti dengan mobil yang hilang.

Artinya, saat Anda melakukan klaim asuransi TLO bukan berarti akan mendapatkan mobil baru dari pabrik. Melainkan mobil yang setara harga, tahun produksi, dan tipenya dengan mobil yang hilang atau rusak lebih dari 75 persen.

Perlindungannya memang hanya kerusakan 75 persen dan kehilangan saja. Sementara itu, untuk kerusakan kecil seperti tergores atau penyok tidak akan ada penggantian. Jadi, apa untungnya asuransi TLO?

Salah satunya adalah premi asuransi TLO yang harus Anda bayarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan asuransi komprehensif.

Kapan Harus Membeli Asuransi Komprehensif?

Jika ditanya soal ini, sebaiknya Anda menyertakan asuransi komprehensif saat membeli kendaraan bermotor yang gres atau brand new dari pabrik.

Sedangkan asuransi TLO lebih cocok untuk kendaraan bekas atau kendaraan yang usianya masih di bawah 10 tahun.

Keuntungan asuransi komprehensif jelas memberikan perlindungan yang menyeluruh. Mulai dari tabrakan, penyok, tergores, bahkan kehilangan. Beberapa asuransi kendaraan bermotor menyertakan produk perluasan seperti kerugian akibat bencana alam, terorisme, hingga kerugian diakibatkan huru-hara.

Contohnya, jika Anda terjebak dalam lautan suporter sepak bola yang mengamuk sampai merusak kendaraan Anda, Anda bisa mengajukan klaim terhadap kerusakan yang ditimbulkan.

Dengan begitu, Anda jadi lebih tenang memiliki asuransi kendaraan apapun risiko yang harus dihadapi di kemudian hari.

Penentu Besar-Kecilnya Premi Asuransi Kendaraan

Menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan), ada beberapa faktor yang memengaruhi besarnya premi, di antaranya adalah sebagai berikut ini:

  • Tipe kendaraan bermotor
  • Kondisi fisik kendaraan bermotor
  • Usia kendaraan bermotor
  • Lokasi penggunaan kendaraan bermotor
  • Fungsi dan penggunaannya
  • Jenis pertanggungan, dan
  • Pengalaman peristiwa kerugian yang pernah dialami

Nah, dari beberapa faktor tersebut memberikan kejelasan mengapa tempat penggunaan kendaraan bermotor juga berpengaruh terhadap besar kecilnya premi asuransi.

Sebagai contoh, Jakarta sebagai ibu kota, bisa jadi memiliki risiko lebih besar dibandingkan dengan daerah lainnya. Itulah mengapa premi asuransi kendaraan bermotor di tiap wilayah berbeda-beda nominalnya.

Asuransi kendaraan bermotor bukan hanya diperlukan secara individu, melainkan juga dibutuhkan oleh perusahaan atau lembaga keuangan yang memberikan kredit kepemilikan kendaraan bermotor.

Itulah sebabnya cicilan kendaraan bermotor pada umumnya sudah termasuk biaya premi asuransi sehingga nominalnya jadi lebih besar.

Bagi perusahaan pemberi kredit sangat penting untuk menjaga aset selama cicilan kredit belum lunas. Lain halnya jika kendaraan bermotor sudah dilunasi, maka perusahaan kredit tidak lagi memiliki kewajiban untuk mengasuransikannya kembali.

Hal tersebut akan menjadi wewenang si pemilik kendaraan. Biasanya cicilan kendaraan selesai pada tahun ke-3 atau tahun ke-5. Menginjak tahun berikutnya, pemilik kendaraan bisa memperpanjang asuransi kendaraan bermotor sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Biaya Deductible, Biaya Pengajuan Klaim Akibat Kerusakan Sebagian

Hal penting lain yang perlu diketahui dalam asuransi komprehensif terdapat biaya deductible per kejadian.

Misalnya jika kendaraan Anda penyok, perusahaan asuransi tidak serta merta akan memberikan penggantian kerugian atau perbaikan. Tetapi, Anda akan diminta untuk membayar sejumlah uang saat melakukan klaim.

Untuk besarnya biaya deductible rata-rata sekitar Rp300 ribu per kejadian. Biaya deductible atau biaya pengurangan ini ternyata punya maksud tersendiri.

Di antaranya agar pemilik kendaraan bisa lebih berhati-hati ketika mengemudikan kendaraan. Selain itu agar tidak ada proses klaim yang nilai kerugiannya lebih kecil sehingga berulang-ulang mengajukan klaim.

Nah, tabel di bawah ini bisa dijadikan panduan untuk perhitungan premi asuransi kendaraan bermotor baik untuk asuransi komprehensif maupun asuransi TLO.

Tabel Biaya Premi Asuransi Kendaraan Komprehensif (All Risk) dan TLO

Berikut tabel premi asuransi komprehensif:

Kategori Uang Pertanggungan (UP) Wilayah I Wilayah 2 Wilayah 3
Kategori 1 0 – Rp125.000.000 3,82% – 4,20% 3,26% – 3,59% 2,53% – 2,78%
Kategori 2 >Rp125.000.000 – Rp200.000.000 2,67% – 2,94% 2,47% – 2,72% 2,69% – 2,96%
Kategori 3 >Rp200.000.000 – Rp400.000.000 2,18% – 2,40% 2,08% – 2,29% 1,79% – 1,97%
Kategori 4 >Rp400.000.000 – Rp800.000.000 1,20% – 1,32% 1,20% – 1,32% 1,14% – 1,25%
Kategori 5 >Rp 800.000.000 1,05% – 1,16% 1,05% – 1,16% 1,05% – 1,16%

Berikut tabel premi asuransi TLO:

Kategori Uang Pertanggungan Wilayah 1 Wilayah 2 Wilayah 3
Kategori 1 0 s.d.

Rp125.000.000

0,47%-0,56% 0,65%-0,78% 0,51%-0,56%
Kategori 2 >Rp125.000.000 –

Rp 200.000.000

0,63%-0,69% 0,44%-0,53% 0,44%-0,48%
Kategori 3 >Rp200.000.000 –

Rp 400.000.000

0,41%-0,46% 0,38%-0,42% 0,29%-0,35%
Kategori 4 >Rp400.000.000

– Rp800.000.000

0,25%-0,30% 0,25%-0,30% 0,23%-0,27%
Kategori 5 > Rp800.000.000 0,20%-0,24% 0,20%-0,24% 0,20%-0,24%

Catatan:

Wilayah 1: Sumatera dan kepulauan di sekitarnya.

Wilayah 2: DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Wilayah 3: Selain Wilayah 1 dan Wilayah 2.

Contoh perhitungan asuransi komprehensif

Sebagai contoh, apabila mobil Anda dibeli dengan harga Rp189 juta di DKI Jakarta.

Perusahaan asuransi yang Anda gunakan menetapkan premi 2,5% dari harga mobil (uang pertanggungan).

Rumusnya adalah 2,5% x Rp189.000.000 = Rp5.575.500

Jadi, Anda harus membayar Rp5.575.500 per tahun untuk dapatkan manfaat asuransi komprehensif.

Contoh perhitungan asuransi TLO

Anda membeli mobil di DKI Jakarta dengan harga Rp120.000.000

Perusahaan asuransi yang Anda pilih menetapkan premi asuransi TLO sebesar 0,78 persen

Maka perhitungan pembayaran premi TLO adalah sebagai berikut ini;

Rp120.000.000 x 0,78% = Rp936.000,-

Maka, premi yang dibayarkan per tahun adalah Rp936.000. Jika dibandingkan dengan asuransi komprehensif jauh lebih murah bukan preminya?

Asuransi kendaraan bermotor sangat bermanfaat jika melihat beberapa manfaat yang diberikan.

Hanya saja, sebagai konsumen Anda juga dituntut untuk lebih cerdas memilih asuransi kendaraan terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda. Termasuk pula memahami beberapa kompensasi yang diwajibkan, seperti kewajiban membayar biaya deductible atau own risk.

Pada dasarnya, produk asuransi kendaraan bermotor ini akan membuat Anda lebih tenang dan semakin berhati-hati dalam mengemudi. Dengan demikian, Anda pun bisa selamat dalam perjalanan. Nah, kini Anda bisa memilih salah satunya atau memilih asuransi kombinasi, yaitu menggabungkan manfaat keduanya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →