Memahami Premi Asuransi Syariah – Tujuan dan Ketentuan Pengelolaan Dana

premi asuransi syariah

Premi asuransi syariah adalah dana kontribusi yang dihibahkan oleh nasabah untuk saling menanggung risiko (sharing risk). Di dalam asuransi syariah, pihak asuransi berperan sebagai pemegang amanah dan pengelola dana kontribusi tersebut. 

Sama seperti asuransi konvensional, premi umumnya dibayarkan setiap bulan tergantung dari jatuh tempo sesuai dengan yang tertera dalam perjanjian atau polis asuransi.

Besaran premi dalam asuransi syariah bervariasi tergantung beberapa faktor seperti jenis produk, usia nasabah, hingga tempat nasabah membeli polis.

Sebagai contoh Lifepal menawarkan asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi mobil syariah dengan premi hanya Rp60 ribu saja per bulan. 

Premi dalam asuransi syariah

Premi adalah kewajiban peserta asuransi syariah dengan membayarkan sejumlah dana kepada perusahaan sesuai kesepakatan dalam akad.

Tak jauh berbeda dengan asuransi konvensional, tujuan utama dari pembayaran premi dalam asuransi syariah adalah memberikan jaminan perlindungan atas berbagai risiko kerugian yang diderita satu pihak. 

Prinsip asuransi syariah sendiri tolong-menolong dengan memanfaatkan dana tabarru’ yang merupakan dana kumpulan para peserta.

Peserta asuransi syariah akan mendapatkan kepastian surplus underwriting yaitu selisih dari total dana kontribusi (premi) yang dibayar pemegang polis dan diberikan kepada pemegang polis dalam bentuk dana tabarru’.

Artinya, hanya dengan mengeluarkan biaya dalam jumlah tertentu, Tertanggung tidak perlu menanggung, mengganti, atau membayar sendiri kerugian yang jumlahnya tak tentu akibat musibah yang dialami.

Begitupun pada asuransi syariah, di mana sebagian dana kontribusi (premi asuransi) digunakan sebagai alat untuk menolong nasabah lain yang sedang tertimpa musibah.

Sebab, dana yang dibayarkan peserta sebagai kontribusi (premi) ini bisa “dipinjamkan” kepada peserta lain yang sedang membutuhkan. Pinjaman ini artinya sebagai klaim yang diperoleh peserta tersebut.

Jenis-jenis premi asuransi syariah

Jenis premi asuransi syariah sebenarnya tidak berbeda jauh dengan asuransi konvensional. Untuk lebih jelasnya, berikut ini jenis-jenis premi asuransi yang berdasarkan prinsip Islam di Indonesia: 

Asuransi jiwa syariah

Premi asuransi jiwa syariah dibayarkan untuk membantu nasabah dalam mengantisipasi risiko kematian tulang punggung keluarga yang dikelola sesuai syariat.

Beberapa perusahaan menawarkan berbagai varian, misalnya asuransi jiwa kredit syariah dan asuransi jiwa untuk pergi haji

Asuransi kesehatan syariah

Dengan membayar sejumlah dana kontribusi asuransi kesehatan syariah, maka biaya perawatan medis nasabah akan ditanggung dengan prinsip syariah. Jika nasabah jatuh sakit, perusahaan asuransi akan menanggung biaya pengobatan di rumah sakit.

Asuransi umum syariah

Asuransi umum syariah akan menanggung berbagai risiko kerugian dalam kehidupan dengan prinsip syariah. Beberapa produk asuransi umum syariah seperti asuransi mobil syariah dan asuransi pendidikan syariah.

Reasuransi syariah

Reasuransi syariah adalah perusahaan jasa yang melayani jasa asuransi kepada perusahaan asuransi dengan prinsip syariah. Jadi, reasuransi bakal menjamin risiko perusahaan asuransi, yaitu klaim dari nasabah.

Sederhananya, jenis ini bakal membantu asuransi membayarkan klaim nasabahnya.

Faktor yang mempengaruhi nilai kontribusi

Besar kecilnya nilai kontribusi atau premi, tergantung pada berbagai faktor, antara lain:

  • Jenis asuransi yang diambil oleh pemegang polis.
  • Profil tertanggung: usia, pekerjaan, jenis kelamin, riwayat penyakit, dan lain-lain.
  • Jenis dan nilai aset atau harta benda yang diasuransikan.
  • Cakupan pertanggungan, mulai dari pertanggungan utama hingga rider (pertanggungan tambahan).

Prinsip bagi hasil pada asuransi syariah

Pada asuransi syariah, salah satu prinsip yang dipegang teguh adalah sistem bagi hasil di mana kontribusi atau premi yang disetorkan kepada pihak asuransi akan menjadi hak dari semua nasabah, terutama jika ada klaim yang diajukan.

Keuntungan bisa diperoleh ketika kontribusi yang dimiliki lebih besar dibandingkan nilai klaim yang ada. Sebaliknya, jika klaim lebih besar, akan terjadi defisit dan kerugiannya pun harus dibagikan juga kepada setiap nasabah.

Adapun aturan sistem bagi hasil dari konsep asuransi syariah adalah sebagai berikut.

  • 60 persen ditahan sebagai saldo tabarru’
  • 30 persen dibagikan kepada nasabah
  • 10 persen menjadi hak perusahaan asuransi sebagai pengelola dana.

Menariknya, pada asuransi syariah, pembagian hasil keuntungan dilakukan secara profesional alias tidak sama rata. Nasabah akan mendapatkan hasil keuntungan sesuai dengan jumlah nilai kontribusi yang dibayarkan.

Ini berarti, semakin besar nilai kontribusinya, porsi keuntungan yang didapatkan pun menjadi makin besar.

Ketika mengalami defisit, kerugian tidak langsung dibebankan kepada nasabah dengan pembagian secara profesional. Perusahaan asuransi akan mengatasinya dengan mengambil dana tabarru’ yang ada.

Jika masih tidak mencukupi, maka akan diadakan akad qardh kepada pihak asuransi untuk mengajukan pinjaman demi menutupi kerugian yang ada. Defisit yang terjadi pada perusahaan akan menentukan bagi hasil keuntungan. 

Bagi hasil hanya bisa dilakukan jika defisit telah berhasil diselesaikan sepenuhnya. Jika tidak, maka harus ditangguhkan. 

Ketentuan pengelolaan dana kontribusi atau premi

Pengelolaan dana menjadi hal dasar yang menentukan perbedaan jenis asuransi syariah dan konvensional. Asuransi syariah dikelola sesuai hukum dan prinsip syariat Islam. Kontribusi (premi) tersebut sebagian menjadi milik perusahaan asuransi syariah sebagai pengelola dana dan sebagian lagi menjadi milik pemegang polis secara kolektif atau individual.

Pengelolaan dana kontribusi peserta akan dikumpulkan sesuai akad dan dibagi secara adil dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Dikelola dengan prinsip Islam

Hal utama yang harus ditekankan pada asuransi syariah adalah pengelolaan dana yang  harus mempertahankan prinsip-prinsip fiqh Islam dengan menghindarkan dari maisir (judi), gharar (ketidakpastian), riba (bunga), dan tidak mengandung unsur-unsur penipuan. 

Begitu pula terkait penempatan dana investasi peserta asuransi yang dilarang menginvestasikannya pada saham dari emiten yang memiliki kegiatan usaha perdagangan/jasa yang dilarang menurut prinsip syariah. 

2. Pengelolaan harus amanah dan transparan

Amanah merupakan prinsip yang harus dipegang teguh oleh perusahaan asuransi syariah saat mengelola dana kontribusi anggotanya.

Perusahaan asuransi syariah juga wajib mengelola dananya dengan transparan, baik kontribusi penggunaan dananya, pembagian hasil investasi, maupun jika terjadi surplus underwriting.

Cara kerjanya perusahaan asuransi syariah memperoleh bagi hasil dari pengelolaan dana yang terkumpul atas dasar akad tijarah (mudharabah). Dari perolehan ujrah atau fee ini berasal dari pengelolaan dana akad tabarru’ atau hibah. 

Dalam hal transparansi ini, asuransi syariah akan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai pemantau segala aktivitas asuransi. DPS ini bertanggung jawab langsung kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI).

3. Premi asuransi syariah tidak akan hangus 

Ketentuan berikutnya terkait pengelolaan dana kontribusi yaitu tidak mengenal dana hangus. Artinya, dana yang disetorkan sebagai tabarru’ dalam asuransi syariah tidak hangus meskipun tidak terjadi klaim selama masa perlindungan. 

Dana yang telah dibayarkan oleh pemegang polis tersebut akan tetap diakumulasikan dan merupakan milik pemegang polis (peserta) secara kolektif.  

4. Adanya surplus underwriting

Surplus underwriting merupakan hal yang menjadi keunggulan asuransi syariah. Arti surplus underwriting adalah selisih lebih dari total kontribusi pemegang polis ke dalam dana tabarru’ setelah ditambah recovery klaim dari reasuransi dikurangi pembayaran santunan/klaim, kontribusi reasuransi, dan penyisihan teknis, dalam satu periode tertentu. 

Dalam asuransi syariah, surplus underwriting dapat dibagikan ke dana tabarru’, pemegang polis yang memenuhi kriteria, dan perusahaan asuransi sesuai dengan persentase yang ditetapkan di dalam polis.

Pilihan produk asuransi syariah yang menawarkan premi murah

Di Indonesia, perusahaan asuransi yang menawarkan produk syariah terhitung banyak. Masing-masing perusahaan menawarkan besaran premi yang bervariasi tergantung manfaat asuransi syariah yang diperoleh. 

Kalau kamu membeli produk asuransi syariah di Lifepal, maka premi yang dibayarkan akan semakin murah. Berikut ini beberapa pilihan asuransi syariah dengan premi murah di Indonesia: 

Sinarmas Syariah

Asuransi Sinarmas Syariah merupakan rekomendasi perusahaan asuransi yang dikenal memberikan dana kontribusi yang terjangkau. Pasalnya, perusahaan ini sangat memperhatikan sistem manajemen keuangan syariah dengan detail. 

Produk yang ditawarkan Sinarmas Syariah pun tidak hanya dikhususkan untuk pemilik asuransi jiwa dan kesehatan saja. Tetapi ada juga produk asuransi umum.

Di Lifepal, harga premi beda tergantung produknya. Misalnya, premi asuransi TLO syariah dari Sinarmas Syariah seharga Rp30 ribuan saja perbulan dan Rp170 ribuan untuk all risk.

Sementara, untuk asuransi kesehatan syariah, pembayaran dana kontribusi Sinarmas Syariah mulai dari Rp100 ribuan saja. 

Takaful Keluarga

Perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan asuransi pertama di Indonesia yang pengelolaannya berdasarkan prinsip Islam pertama di Indonesia.

Produk yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Takaful Personal, Takaful Korporat, Takaful Bancassurance, dan Asuransi Haji. 

Nilai kontribusinya juga terbilang terjangkau. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1994 ini menawarkan Takaful Personal yang meliputi asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi perjalanan umroh dengan premi mulai dari Rp250 ribu per tahun.

PRUSyariah

Dikenal sebagai produk asuransi yang memiliki kantor cabang tersebar di seluruh Indonesia, Asuransi Prudential juga memiliki produk asuransi yang berdasarkan prinsip Islam di Indonesia, yaitu PRUSyariah

Premi asuransi syariah dari PRUSyariah tergantung produknya, yaitu: 

  • Asuransi Jiwa, produk asuransi ini memberikan perlindungan dari risiko meninggal dunia, baik untuk mereka yang masih di dalam kandungan hingga dewasa. Produk-produk ini terdiri dari PRUtotal & Permanent Disablement Syariah, PRUpersonal Accident Death & Disablement Syariah, dan PRUpersonal Accident Death & Disablement Plus Syariah. Minimum dana kontribusi: Rp400 ribu per bulan
  • Asuransi Pendidikan, produk asuransi ini memberikan perlindungan kepada anak-anak dengan usia masuk mulai 1-15 tahun. Besar biaya premi yang harus dibayarkan mulai Rp500 ribu per bulan. Nama produk tersebut adalah PRUlink Syariah Edu Protection.
  • Asuransi Kesehatan, produk ini memberikan perlindungan selama menjalani perawatan seperti rawat inap, rawat jalan, operasi, dan sebagainya. Asuransi kesehatan syariah ini terdiri dari PRUmed Cover Syariah, PRUhospital&surgical Cover Plus Syariah, PRUprime Healthcare Syariah, dan PRUcritical Hospital Cover Syariah.  

AXA Mandiri Syariah

Perusahaan AXA Mandiri, juga memiliki asuransi yang berdasarkan prinsip Islam memberi perlindungan dalam hal asuransi jiwa dan penyakit kritis. 

Misalnya, Asuransi Mandiri Proteksi Kesehatan Syariah memberikan manfaat berupa santunan harian atas biaya rawat inap, ICU, pembedahan, dan transportasi ke rumah sakit, hingga santunan meninggal dunia. 

Produk ini menawarkan menawarkan biaya premi yang sangat terjangkau yaitu hanya Rp3,6 juta per tahun dengan masa tanggungan hingga 100 tahun. 

Tips dari Lifepal! Premi asuransi syariah adalah dana kontribusi yang dihibahkan oleh nasabah untuk saling menanggung risiko (sharing risk). Di dalam asuransi syariah, pihak asuransi berperan sebagai pemegang amanah dan pengelola dana kontribusi tersebut. 

Sama seperti asuransi konvensional, premi umumnya dibayarkan setiap bulan tergantung dari jatuh tempo sesuai dengan yang tertera dalam perjanjian atau polis asuransi.

Besaran premi dalam asuransi syariah bervariasi tergantung beberapa faktor seperti jenis produk, usia nasabah, hingga tempat nasabah membeli polis.

Simak video di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional:

 

Uang pertanggungan

Uang pertanggungan adalah sejumlah uang yang akan cair jika terjadi risiko meninggal dunia. Produk asuransi umumnya akan memberikan uang pertanggungan (UP).

Kita bisa mengetahui nilai UP dengan menghitung Nilai Hidup Manusia. Jika kamu ingin mengetahui berapa besarannya, manfaatkan kalkulator berikut ini untuk menghitungnya:

Perlu diketahui, asuransi memiliki sejumlah risiko, terutama mengenai risiko kerugian investasi. Jika produk yang kamu pilih berbentuk unit link, maka ada risiko kerugian investasi di dalamnya.

Artinya, ada kemungkinan kamu perlu membayar premi lebih lama dari ketentuan awal jika terjadi risiko kerugian tersebut. Kalau kamu tidak mengisi ulang saldo unit link yang kosong, bisa-bisa polis kamu lapse.

Maka dari itu, pastikan sebelum memilih produknya kamu sudah membaca polisnya secara rinci. Mau cara yang lebih simple? Manfaatkan fitur perbandingan asuransi terbaik di Lifepal!

Pertanyaan seputar premi asuransi syariah