16 Pertanyaan Tentang Asuransi [Penting untuk Ditanyakan]

Pertanyaan tentang asuransi

Saat berhubungan dengan agen asuransi, kira-kira apa saja yang mesti ditanyakan dan perlu diinformasikan tentang suatu produk yang ditawarkan? Seperti apa pertanyaan tentang asuransi yang sebaiknya diajukan?

Dalam ulasan kali ini, Lifepal merangkum beberapa pertanyaan tentang asuransi yang bisa membantu kamu dalam memahami asuransi.

Di bawah ini ada beberapa pertanyaan tentang asuransi yang jawabannya penting sekali buat diketahui. Yuk, disimak seluk beluk tentang asuransi berikut ini!

1. Pertanyaan tentang asuransi pertama: seberapa luas jaminan/coverage asuransi?

Sebagai calon nasabah, pastikan untuk mengajukan pertanyaan asuransi yang satu ini. Masalahnya, jawaban dari pertanyaan tersebut bakal memengaruhi keputusan jadi atau tidaknya beli asuransi.

Bagaimana pun tiap nasabah punya pikiran sama agar asuransi yang dibelinya bisa maksimal. Ya, maksimal jaminan pemberian ganti biaya dari berbagai risiko penyakit ataupun masalah kesehatan di masa depan.

Pastikan risiko apa saja yang dijamin asuransi. Perhatikan juga apakah ada batasan usia maksimal yang bisa dijaminkan produk tersebut.

Yang tak kalah penting adalah seberapa banyak anggota keluarga lain yang bisa di-cover asuransi.

2. Apakah ada maksimal klaim per tahun?

Biasanya agen asuransi akan memberikan tabel nilai klaim yang bakal diterima calon nasabah ketika sakit. Misalnya saja, besaran tarif dokter umum, dokter spesialis, resep obat, jenis penyakit, dan lain sebagainya.

Ketika maksimal klaim sudah terlampaui, pengobatan akan menjadi tanggungan nasabah. Nah, kalau kamu belu tahu berapa maksimal klaim per tahun, jangan lupa ajukan pertanyaan asuransi ini.

Lifepal menyediakan pilihan asuransi kesehatan terbaik dengan premi mulai dari Rp50 ribu per bulan. Adapun maksimal klaim bahkan sampai 365 hari dalam setahun! Yuk, beli produk asuransi kesehatan terbaik yang kamu butuhkan!

3. Seberapa luas jaringan rumah sakit yang bekerja sama? Apakah ada sistem reimbursement?

Semakin luas cakupan rumah sakit rekanan asuransi, semakin bagus. Artinya, produk asuransi itu diterima di semua rumah sakit.

Pertanyaan tentang asuransi ini perlu diajukan supaya kamu tahu harus ke mana berobat apabila sakit. Sebab merepotkan nantinya kalau kamu berobat di rumah sakit terdekat, tapi ternyata bukan rumah sakit rekanan.

Itu namanya produk asuransi itu sakti karena calon nasabahnya menjadi nyaman ketika berobat cukup menunjukkan kartu asuransi.

Cara ini disebut model cashless. Tak perlu bayar di rumah sakit karena sudah ditanggung asuransi.

Di samping itu, perhatikan apakah berlaku juga sistem reimbursement (harus bayar dulu baru klaim ke perusahaan asuransi).

Untuk reimbursement, biasanya nasabah wajib melampirkan copy resep dan form diagnosis yang ditandatangani dokter. 

4. Bagaimana prosedur rawat inap/rawat jalan?

Produk asuransi kesehatan, ada dua jenis perawatan yang ditanggung, yakni rawat inap (in-patient treatment) dan rawat jalan (out-patient treatment). Pastikan agen asuransi menjelaskan prosedur rawat inap/rawat jalan.

Tekankan bagaimana asuransi akan memberikan penggantian biaya pengobatan/laboratorium sesuai yang dijanjikan dalam polis. Tentunya, jika peserta mengalami rawat inap/jalan di klinik atau rumah sakit.

Produk yang bagus bakal membuat nasabahnya nyaman karena tak perlu ribet mengurus administrasi rumah sakit. Misalnya saja cukup menunjukkan kartu asuransi maka pelayanan langsung didapatkan.

Begitu pun dengan pelayanan rawat jalan. Cukup dengan menunjukkan kartu asuransi maka nasabah tak perlu lagi membayar tunai lantaran sudah ditanggung asuransi.

Sementara rawat inap prosedurnya tergantung dari keputusan dokter. Di sini pihak rumah sakit akan memeriksa benefit asuransi yang disesuaikan dengan kelas layanan kesehatan.

Katakanlah tarif kamar hanya Rp 300 ribu dan itu setara dengan ruang inap kelas III, maka pihak rumah sakit menganjurkan pasien dirawat di ruang kelas III.

Tapi bagaimana kalau ruang kelas III penuh? Nah, biasanya ada toleransi dari pihak asuransi untuk menaikkan kelas di atasnya.

Tapi ini sifatnya sementara karena pasien akan dipindahkan lagi jika pihak rumah sakit menyatakan sudah tersedia ruang rawat kelas III. 

Bagaimana ingin naik kelas rawat inap? Jika atas kemauan sendiri, pihak rumah sakit bakal memberikan “Surat Pernyataan Kesediaan Pembayaran Selisih Biaya” untuk diisi dan ditandatangani oleh pasien/keluarga pasien.

5. Bagaimana jika terjadi kecelakaan, cacat, mengalami penyakit kritis, atau meninggal?

Sejatinya, ada dua jenis produk asuransi kesehatan, yakni yang murni dan tambahan (riders). Asuransi kesehatan murni hanya mencakup penggantian biaya pengobatan/laboratorium ketika sakit.

Cakupan bisa diperluas jika calon nasabah melengkapi dengan riders (asuransi tambahan). Riders itu antara lain penggantian seluruh biaya rumah sakit karena kecelakaan, perawatan penyakit kritis, sampai pemberian santunan karena meninggal dunia.

Asuransi tambahan (riders) tersebut berfungsi untuk mengoptimalkan program asuransi utamanya.

Nah, bila ingin mendapat perluasan manfaat itu, apakah harus menambah premi lagi ataukah sudah termasuk dalam benefit dari produk tersebut?

Ketika belum begitu paham manfaatnya, ada baiknya meminta untuk dibuatkan ilustrasi kejadian apa saja yang dijaminkan asuransi.

Ilustrasi itu misalnya mengalami kecelakaan di jalan raya akibat ditabrak kendaraan. Apakah asuransi akan menanggung semua pengobatan ataukan ada syarat lainnya.

6. Berapa besaran premi dan lamanya kewajiban bayar premi?

Pertanyaan tentang asuransi ini terkait dengan kapasitas keuangan kita. Berapa banyak yang dikeluarkan untuk bayar asuransi. Bayarnya per bulan, per semester atau per tahun?

Namun, yang paling urgent itu adalah berapa lama bayarnya. Jarang banget agen asuransi menginformasikan lamanya bayar premi.

Ada yang cukup bayar selama 10 tahun saja, tapi manfaatnya sampai nasabah meninggal dunia. Ada juga yang tetap bayar sampai nasabah berusia 80 tahun, bahkan ada yang seumur hidup harus bayar.

Pastikan hal ini jelas karena menyangkut besaran duit yang kita bayarkan.

7. Perlukah medical check up? 

Ada asuransi yang mewajibkan dan ada pula yang tidak. Kalau ada medical check up biasanya pihak asuransi ingin mengukur risiko kesehatan calon nasabah.

Jika nasabah terdiagnosis penyakit tertentu, bisa saja polis asuransinya ditolak. Atau kalau pun bisa, konsekuensinya adalah bayar preminya besar.

Biasanya beban biaya medical check up ini ditanggung calon nasabah kalau batal ajukan polis asuransi. Kebijakan ini dimaksudkan agar tak disalahgunakan mereka yang ingin check up gratis.

Karena itu, pastikan sejak awal apakah ada medical check up atau tidak.

8. Bisakah batalkan polis asuransi?

Agen asuransi biasanya sengaja sembunyikan poin ini. Padahal, nasabah berhak tahu lho!

Coba baca baik-baik polis asuransi di mana ada ketentuan yang berbunyi,”Jika tidak setuju dengan isi polis, dalam waktu dua minggu sejak polis terbit, polis bisa dikembalikan dan uang yang disetor bisa dikembalikan ke nasabah.”

Artinya, calon nasabah punya waktu dua minggu untuk membatalkan polis yang disetujuinya. Atau dengan kata lain, calon nasabah diberikan waktu dua minggu untuk mempelajari polis tersebut.

Kalau tak setuju, dia bisa membatalkan sekaligus uangnya balik. Kalau lewat dari waktu itu, sama saja calon nasabah setuju dengan isi polis tersebut.

9. Bagaimana kalau di tengah jalan gagal bayar premi karena keuangan lagi bermasalah?

Pertanyaan ini lebih pada segi antisipasi saja kalau di masa depan gagal bayar premi. Masalahnya, hal ini menyangkut kepentingan nasabah yang khawatir kalau gagal bayar.

Akibatnya, nasabah tak mendapat jaminan kesehatan dari asuransi. 

Ketika hal ini ditanyakan, perhatikan apa solusi yang ditawarkan agen asuransi. Biasanya yang diberikan adalah masa tunggu.

Artinya, kalau saat jatuh tempo bayar premi dan tak bisa melunasi, polis tidak secara otomatis ditutup atau dibatalkan sepihak dari perusahaan asuransi.

Asuransi kesehatan bisa menjadi bentuk perlindungan terbaik yang memberikan penggantian pendapatan yang berkurang akibat menderita sakit.

Maklumlah, produk satu ini penting sebagai bentuk pengganti kerugian finansial yang mungkin terjadi secara tiba-tiba terhadap risiko kesehatan.

Tetap perlu diingat, pastikan asuransi kesehatan yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dan pilihlah fasilitas kesehatan yang sesuai dengan budget.

Nikmati promo menarik dengan membeli polis asuransi kesehatan di Lifepal. Dapatkan penawarannya sekarang!

 

10. Apa maksudnya asuransi berdasarkan prinsip utmost good faith?

Prinsip utmost good faith dalam produk asuransi berarti kedua belah pihak, perusahaan asuransi dan calon nasabah, sama-sama memiliki itikad baik ketika menjual dan membeli produk asuransi.

Sebagai contoh, perusahaan asuransi menunjukkan itikad baiknya dengan mengedepankan transparansi dalam menjelaskan manfaat serta syarat dan ketentuan yang berlaku dalam polis.

Sementara calon nasabah menunjukkan itikad baiknya dengan berterus terang menjelaskan kondisi objek yang diasuransikan.

Jika tak jujur dari awal mendeklarasikan kondisi objek yang diasuransikan, perusahaan asuransi berhak menolak klaim nasabah.

Oleh karena itu, kegagalan menjalankan prinsip utmost good faith dapat mengakibatkan kerugian bagi kedua belah pihak.

11. Apa maksudnya asuransi berdasarkan prinsip indemnity?

Yang dimaksud dengan prinsip indemnity adalah manfaat asuransi bukanlah menawarkan keuntungan, melainkan mengembalikan posisi keuangan nasabah seperti semula setelah mengalami risiko.

Prinsip ini sejalan dengan manfaat utama produk asuransi, yaitu perlindungan terhadap risiko.

Sebagai contoh, seseorang yang membeli asuransi kendaraan kemudian mengalami kehilangan akibat pencurian akan mendapatkan proteksi risiko dari produk asuransinya.

Pihak asuransi akan menggantikan kendaraan yang diasuransikan sehingga kondisi keuangan nasabah dapat kembali ke posisi semula.

Jika ia tidak memiliki asuransi kendaraan, kehilangan tersebut dapat mengganggu posisi keuangannya karena ia perlu mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli kendaraan baru. 

12. Apa maksudnya asuransi berdasarkan prinsip insurable interest?

Prinsip insurable interest berarti bahwa seseorang hanya dapat mengajukan permohonan asuransi jika ia memiliki hak ekonomi secara langsung atas objek yang diasuransikan.

Jadi, jika ia bukan pemilik Gedung A, ia tidak akan bisa mengansurasikan Gedung A. Begitu juga dengan pembelian asuransi jiwa atau kesehatan untuk orang yang tidak memiliki hubungan kekeluargaan secara langsung.

Dengan prinsip ini, seseorang yang tak memiliki hak ekonomi atas objek yang diasuransikan tidak bisa mengambil manfaat dan keuntungan dari asuransi. 

13. Apa alasannya klausul polis asuransi begitu banyak?

Alasan banyaknya klausul polis asuransi ada pada cara kerja asuransi yang berdasarkan pada penyebab langsung (proximate cause) terjadinya risiko.

Agar di kemudian hari tidak terjadi kesalahpahaman, perselisihan, maupun penolakan klaim akibat salah memahami penyebab terjadinya risiko, ketentuan ini perlu dijelaskan secara detail.

Inilah mengapa klausul polis asuransi begitu banyak. Sebagai nasabah, sudah tugas dan kewajiban kita untuk memahami klausul tersebut agar kelak kita dapat memperoleh hak yang tercantum dalam asuransi.

Jangan malas membaca klausul polis asuransi, ya.

14. Apa alasannya seluruh karyawan harus terlindungi asuransi jiwa?

Tujuan utama asuransi jiwa adalah memberikan perlindungan finansial bagi keluarga Tertanggung jika Tertanggung meninggal dunia.

Jika karyawan tidak memiliki perlindungan asuransi jiwa, ketika ia meninggal, perusahaan perlu menanggung sendiri uang santunan kepada keluarga karyawan.

Dalam kenyataannya, pemberian bantuan langsung ini dapat memengaruhi arus kas (cash flow) keuangan perusahaan.

Dengan memberikan perlindungan asuransi jiwa kepada seluruh karyawan, perusahaan dapat mengalihkan risiko ekonomi atas musibah yang terjadi pada karyawan ke pihak asuransi secara optimal. 

15. Perlindungan asuransi apa aja yang diberikan perusahaan asuransi?

Seluruh informasi perihal perlindungan apa saja yang ditawarkan dalam suatu produk asuransi dapat dilihat dalam polis asuransi.

Inilah pentingnya membaca polis asuransi karena tidak semua kondisi ditanggung perusahaan asuransi.

Sebagai contoh, jika memiliki asuransi kesehatan, periksalah penyakit dan kondisi apa saja yang ditanggung dalam asuransi tersebut.

Apakah tindakan seperti medical check up dan operasi pembedahan juga ditanggung?

Jika bingung atau ragu, jangan segan untuk berkonsultasi langsung dengan agen asuransi terkait ketentuan yang membuat kita bingung atau tak mengerti. 

16. Apa yang terjadi kalau pembayaran premi telat?

Pembayaran premi merupakan kewajiban bagi pihak nasabah atas hak yang kelak ia peroleh dari manfaat asuransi. Telat atau gagal membayar premi tentu akan memengaruhi hak yang dapat diperoleh.

Sebaiknya, ketentuan mengenai konsekuensi telat membayar premi ini juga dibicarakan sebelum membeli asuransi.

Apa saja konsekuensi telat membayar premi? Perusahaan asuransi bisa menangguhkan status keanggotaan sehingga jika terjadi musibah yang seharusnya dapat diklaim dari asuransi, ia tidak akan dapat mengajukan klaim.

Perusahaan asuransi juga dapat menerapkan denda yang nominalnya bisa beberapa persen dari total premi dan berapa lama keterlambatan.

Memang ada yang namanya masa tenggang sebelum polis hangus. Namun, jika keterlambatan membayar premi dibiarkan terus-menerus hingga melebihi waktu yang ditentukan, polis asuransinya dapat dinyatakan batal atau hangus.

Itu tadi beberapa pertanyaan tentang asuransi. Semoga beberapa pertanyaan asuransi di atas membantumu dalam memahami asuransi!

Buat kamu yang masih belum paham dan mau tahu lebih lanjut? Tanyakan langsung ke ahli di bidang asuransi melalui Tanya Lifepal.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →