Tips Aman Beli Asuransi Mobil Syariah Tanpa Cemas Kena Penipuan

penipuan asuransi mobil syariah

Penipuan asuransi mobil syariah belakangan sedang marak ditemui di kalangan masyarakat. Tentu hal ini bisa berdampak negatif, seperti menyebabkan kerugian besar atau malah membuat seseorang jadi kapok beli produk asuransi.

Polis asuransi mobil syariah adalah produk pengelolaan yang aman dari aktivitas tindak kejahatan seperti penipuan mengingat produk ini berlandaskan hukum syariat. 

Setelah membeli mobil impian, pemilik juga harus memikirkan biaya perawatan dan servis kendaraan. Asuransi mobil syariah menjadi solusi pasti kalau tidak ingin pusing dengan ongkos perbaikan kendaraan atau saat mobilmu hilang dicuri orang.

Asuransi syariah siap menanggung risiko-risiko meliputi kerusakan akibat kecelakaan lalu lintas, bencana alam, kebakaran, kerusakan, hingga kerusuhan sesuai polis asuransi mobil yang dipilih. 

Namun, agar kamu mendapatkan manfaat maksimal, simak yuk cara aman membeli asuransi mobil syariah agar tidak menjadi korban penipuan berikut ini. 

Tentukan kebutuhan perlindungan

Sama seperti asuransi mobil konvensional, produk asuransi mobil berbasis syariah juga tersedia dalam jenis all risk dan Total Loss Only (TLO). 

  • Asuransi all risk akan memberikan perlindungan menyeluruh, yaitu termasuk kerusakan tingkat ringan, tingkat berat, dan bahkan termasuk risiko kehilangan. 
  • Asuransi TLO memberikan perlindungan saat mobil mengalami kerusakan di atas 75 persen dan risiko kehilangan akibat pencurian maupun perampasan.  

Nah soal ini kamu bisa tentukan sesuai kebutuhan sendiri, misalnya saat ini kamu berdomisili di kawasan yang padat penduduk, sebaiknya pilih jenis asuransi mobil syariah all risk agar risiko kerugian kecil seperti lecet bisa ditanggung. 

Pastikan juga apakah jenis perlindungan tersebut disediakan oleh perusahaan asuransi yang kamu mau pilih.  Kamu bisa cek dengan kuis dari Lifepal di bawah ini:

Pengelolaan dana tabarru’ sesuai dengan syariat 

Dalam asuransi syariah, apapun jenisnya, ada dana tabarru’ yaitu uang yang dikumpulkan dan akan dimanfaatkan berdasarkan prinsip tolong-menolong atau sharing risk. 

Sederhananya, dana tabarru’ ini dikelola pihak asuransi sebagai dana ganti rugi bagi nasabah yang mengalami insiden yang merugikan kendaraannya. 

Nah, pastikan sebelum menjadi nasabah resmi, kamu mengetahui untuk apa dana tabarru’ tersebut digunakan. Misalnya, dana tersebut investasi, pastikan hanya diinvestasikan untuk perusahaan-perusahaan yang tidak bertentangan dengan syariat.

Cek reputasi perusahaan asuransi 

Hal penting yang menentukan apakah kamu aman dari penipuan asuransi mobil syariah adalah reputasi perusahaan. Mengingat saat ini terdapat bermacam-macam produk asuransi mobil yang menawarkan manfaat beragam dan premi yang bervariasi.

Ketahui reputasinya dengan melihat apakah perusahaan asuransi tersebut sudah terdaftar di Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan Otoritas Jasa Keuangan. 

Khusus untuk asuransi syariah, perusahaan juga harus sudah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yaitu lembaga pengawas lembaga keuangan syariah, termasuk perusahaan penyedia produk asuransi mobil yang berbasiskan hukum Islam.

Terdapat bengkel rekanan di daerahmu 

Bengkel rekanan jadi pertimbangan penting sebelum memutuskan untuk membeli sebuah polis asuransi mobil, baik itu konvensional maupun syariah. Tujuannya agar proses klaim dapat berjalan praktis tanpa harus melalui prosedur yang panjang.

Maka dari itu, sebaiknya nasabah memilih perusahaan asuransi yang memiliki bengkel rekanan luas sehingga jika terjadi kerugian kamu dapat langsung mengunjungi bengkel rekanan dengan mudah.

Beli secara online melalui broker terpercaya

Kalau mau lebih aman dari penipuan asuransi mobil syariah, sebaiknya kamu membeli melalui broker terpercaya seperti Lifepal. Di situsnya, kamu bisa melakukan survei beberapa produk asuransi mobil yang berbasiskan hukum Islam sekaligus. 

Bandingkan produk terbaik yang memiliki harga premi serta manfaat pertanggungan sesuai dengan kebutuhan. Sebagai calon nasabah, kamu bisa mendapatkan polis asuransi mobil yang benar-benar sesuai kebutuhan dengan premi ringan pula.  

Sebagai perusahaan online marketplace asuransi di Indonesia, Lifepal akan membantu membeli polis asuransi secara online sekaligus membandingkannya terlebih dahulu.  Langkah selanjutnya, selesaikan pembayaran premi dengan berbagai fasilitas pembayaran yang disepakati. 

Di Lifepal, kamu juga bisa mencoba menghitung berapa perkiraan besaran premi asuransi mobil yang harus kamu bayar dengan menggunakan kalkulator berikut ini:

Kenali modus-modus penipuan asuransi yang sering muncul!

Selain beberapa tips di atas, penting juga untuk mengetahui seperti apa modus penipuan asuransi yang sering marak di masyarakat. Sehingga kamu bisa mengantisipasi jika suatu hari mengalami hal tersebut.

Seringkali kasus penipuan asuransi ini dilakukan oleh oknum agen asuransi yang merupakan tenaga pemasar produk asuransi di luar perusahaan. Oknum-oknum ini tidak bertanggung jawab dan kadang menyalahgunakan perannya.

Beberapa oknum juga terlihat meyakinkan dan menyampaikan sejumlah janji-janji yang menggiurkan, hal inilah yang menjadi alasan mengapa cukup banyak calon nasabah yang menjadi korban penipuan asuransi.

Nah, agar kamu lebih berhati-hati saat membeli asuransi dan tetap tidak kapok untuk membeli produk asuransi, berikut adalah beberapa contoh kasus penipuan asuransi di Indonesia:

1. Menyarankan untuk tidak menyatakan kondisi kesehatan sebenarnya

Beberapa produk asuransi mengharuskan calon nasabahnya untuk menjelaskan mengenai riwayat dan kondisi kesehatan secara jujur dan sebenar-benarnya, misalnya asuransi jiwa. Sebab hal ini akan berpengaruh pada premi maupun pertimbangan perusahaan asuransi.

Jika kamu akan membeli produk asuransi melalui agen, mereka biasanya akan menawarkan untuk membantu mengisi formulir aplikasi. Oknum agen akan menyarankan calon nasabah untuk tidak jujur ketika mengisi kondisi kesehatan yang sebenarnya dengan tujuan agar cepat diterima oleh perusahaan asuransi.

Tentu saja hal ini bertentangan dengan salah satu prinsip asuransi yakni utmost good faith atau itikad baik dan bisa berpotensi klaim kamu bisa ditolak ke depannya.

2. Mengajukan upgrade atau downgrade malah menerbitkan polis baru

Penipuan berkedok asuransi paling marak biasanya menggunakan modus penggantian ke polis baru saat nasabah mengajukan upgrade atau downgrade polis. Tujuan agen “nakal” ini biasanya agar mereka mendapatkan komisi dari membuka polis asuransi baru.

Selain itu, modus satu ini juga banyak tidak disadari oleh nasabah karena manfaat yang didapat tetap sama dengan yang diinginkan. Untuk mengetahui apakah polis yang kamu miliki diupgrade atau tidak adalah dengan cara cek nomor polis yang tertera.

Jika polis tersebut lama, maka nomor polisnya tidak akan berubah dan tetap sama. Sebaliknya, jika polis tersebut baru maka nomornya akan berubah.

Hindari dengan membaca dengan teliti dokumen yang diberikan agen kepada kamu. Atau, kamu juga bisa memperhatikan notifikasi email yang dikirimkan oleh perusahaan saat mempertimbangkan permohonan upgrade polis yang kamu ajukan.

3. Sering menyarankan untuk pindah asuransi

Dalam modus satu ini, biasanya agen akan membujuk dan memberikan janji-janji menggiurkan pada nasabah untuk pindah ke asuransi lainnya. Tujuannya tentu saja agar mereka mendapatkan komisi dari pembukaan polis baru.

Modus ini sering disebut dengan istilah fee churning. Berpindah-pindah asuransi bisa berisiko membuat premi yang harus kamu bayar akan semakin tinggi karena usia yang bertambah.

Selain itu, kamu juga berisiko melepas manfaat yang mungkin tidak ditawarkan oleh asuransi lainnya ketika kamu berpindah.

4. Premi tidak pernah disampaikan atau ditransfer ke rekening pribadi

Berhati-hatilah saat kamu hendak membeli produk asuransi dari agen, terutama saat pembayaran premi pertama kali. Modus penipuan mengatasnamakan asuransi biasanya terlihat ketika agen menganjurkan untuk mentransfer premi ke rekening pribadi agen atau sales asuransi.

Jika kamu mengalami hal ini, segera hindari dan tolak. Sebab, membayar premi asuransi yang benar adalah langsung ke rekening perusahaan atau sesuai dengan metode pembayaran yang tertera di polis atau situs resmi perusahaan.

5. Tidak menjelaskan secara detil mengenai produk asuransi yang dijual

Modus satu ini bisa terjadi ketika agen melakukan penipuan asuransi lewat telepon maupun bertemu muka dan menjadi salah satu yang kerap terjadi pada calon nasabah asuransi unit link.

Umumnya, para agen hanya memaparkan keuntungan dari investasi unit link tanpa menjelaskan kemungkinan risiko kerugian yang bisa terjadi. Sehingga mereka bisa mendapatkan komisi dari penjualan premi asuransi.

6. Klaim palsu atau fiktif

Berbeda dengan yang lainnya, penipuan klaim asuransi satu ini tidak dilakukan oleh oknum agen asuransi, melainkan dari pemegang polis. Pemegang polis melakukan klaim fiktif dengan mengajukan alasan yang sengaja dibuat dengan tujuan agar mendapatkan klaim ganti rugi dari perusahaan asuransi.

Contoh kasus penipuan asuransi mobil adalah yang paling umum, biasanya terkait kecelakaan. Padahal faktanya, pemegang polis sendiri yang merusak mobilnya sehingga bisa memenuhi persyaratan untuk mendapatkan klaim asuransi.

Pertanyaan seputar pentingnya asuransi mobil