Bergelut di Dunia Film, Ini Sosok Rayya Makarim Kakak dari Nadiem Makarim

Buat kamu penyuka film besutan sineas Indonesia pasti udah gak asing lagi dengan nama Rayya Makarim. Ya, perempuan yang aktif di belakang layar lebar ini udah menelurkan beberapa karyanya lewat film “Pasir Berbisik”, “Jerman” dan “Buffalo Boys”. 

Rayya Makarim gak lain adalah kakak dari Menteri Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim. Rayya dikenal salah satu sineas berbakat di industri perfilman Tanah Air. 

Sejumlah karyanya cukup dikenal bagi pecinta perfilman Indonesia. Sebut aja seperti di film “Pasir Berbisik” yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Rayya bertindak sebagai penulis skrip termasuk film “Jermal” dan “Rumah Ketujuh”. Berbeda di film “Buffalo Boys” yang dibintangi oleh Pevita Pearce dan Ario Bayu, Rayya bertindak selaku produser. 

Lewat film garapan rumah produksi Screen Play dan Infinte Films, “Buffalo Boys” berhasil mejeng di ajang Fantasia Film Festival 2018, Montreal, Kanada. 

Rayya Makarim
Rayya karyanya dikenal saat menulis skenario buat film “Pasir Berbisik” dan “Jermal”, (Instagram/@rayyamakarim).

Salah satu filmnya bahkan menyabet dua penghargaan kelas dunia di Malaysia International Film Festival (MIFFEST). Selain itu film ini juga pernah ditayangkan di Bengaluru International Film Festival (Biffes), Mar Sharm El Sheikh Asian Film Festival (SAFF) dan Cambodia International Film Festival (CIFF). Yuk kita intip aja kesuksesan saudara kandung Nadiem Makarim, Rayya Makarim di deretan film Tanah Air di bawah ini.

Baca juga: Wow! Nadiem Makarim Ternyata Keponakan Konglomerat Maher Algadri

1. Rayya Makarim terlibat di film “Pasir Berbisik”

Nah, masih ingat sama film yang dirilis tahun 2001 ini? Rayya Makarim ternyata punya andil dalam penulisan skenario di film ini. Ia merupakan salah satu co-writers di film “Pasir Berbisik” yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan Christine Hakim. 

Lahir di Boston, Amerika Serikat, kemahiran Rayya dalam penulisan skenario beberapa film Tanah Air emang patut diperhitungkan. Di film “Pasir Berbisik” mengisahkan cerita tentang Daya, gadis muda yang hidup di sebuah perkampungan miskin dekat wilayah pantai bersama ibunya Berlian (Christine Hakim) yang bekerja sebagai penjual jamu. 

Film ini meraih berbagai penghargaan di Festival Film Asia Pacific 2001, Festival Film Asiatique Deauville 2002 , Festival Film Antarabangsa Singapura, hingga FFI 2004.

2. Film “Jermal” 

Salah satu karya Rayya cukup terkenal adalah “Jermal” yang dirilis tahun 2008 dan bercerita tentang nelayan. Film “Jermal” disutradari oleh Rhavi Bhawarni, Rayya, dan Utaya Tresno. Bintang utamanya yaitu almarhum Didi Petet.

Lewat film ini, Didi meraih Piala Citra FFI untuk pemeran utama terbaik. Selain itu, “Jermal” juga berhasil ditayangkan di Festival Film Internasional Busan pada bulan Oktober 2008.

Selain itu, Jermal juga meraih penghargaan tertinggi dalam Festival Film Afrika, Asia, dan Amerika Latin di Milan, Italia. Lewat penghargaan itu, ketiganya sutradaranya berhak atas uang 15 ribu euro atau Rp 230 juta pada masanya.

Asal kamu tahu ya, film ini kurang mendapat apresiasi di negara sendiri. Tapi di negara lain, penggemarnya cukup banyak.

3. “Buffalo Boys”

Nah ini adalah film bergenre laga fantasi yang dibintangi Ario Bayu dan ditayangkan di 2018. Skenario dari film ini digarap langsung dan di produseri oleh Rayya. 

“Buffalo Boys” diisi oleh bintang-bintang papan atas lainnya, sebut saja seperti Pevita Pearce, Yoshi Sudarso, dan Tio Pakusadewo. Intinya, film ini bercerita tentang situasi di tahun 1800-an saat Indonesia dihadang oleh Belanda.

Film yang disutradarai oleh Mike Wiluan berhasil mejeng di ajang Fantasia Film Festival 2018, Montreal, Kanada dan Palm Spring International Film Festival. 

4. “27 Steps of May”

Nah ini dia yang tadi dibicarakan di atas! Film yang dibintangi Raihaanun dan Lukman Sardi ini masuk dalam salah satu portfolio milik Rayya Makarim yang mendunia. 

Sebagai penulis skenario sekaligus produser, Rayya berkolaborasi dengan Ravi untuk menggarap film tentang peristiwa Mei 1998 Mei. Rayya memang gak tertarik membuat film politik, oleh karena itulah dia mencoba menggarap sesuatu yang berbeda, lahirlah film yang diberi judul “27 Steps of May”. 

Kabarnya, penulisan skenario ini memakan waktu yang cukup lama. Film ini pun akhirnya mendapatkan sambutan hangat dari pecinta layar perak di Tanah Air. 

Bukan cuma di MIIFEST, film ini juga diputar di Festival Film Internasional Busan 2018, Cape Town International Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, Bengaluru International Film Festival dan ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2019.

Silahkan saja tonton film ini dan nilai sendiri. Film ini bisa membuat perasaanmu jadi teraduk-aduk. Ada kalanya jadi santai, tapi ada kalanya langsung emosi mendadak atau deg-degan. 

Itulah deretan karya yang lahir berkat bantuan tangan dingin Rayya Makarim. Gak cuma empat film ini, masih ada “Banyu Biru”, “Rumah Ketujuh”, hingga serial HBO berjudul “Grisse”. Gak nyangka ya, ternyata keluarga besar Makarim gak cuma jago di dunia bisnis dan hukum tetapi di dunia seni pun. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).