Asuransi Kesehatan: Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya

Pengertian asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan adalah produk asuransi yang memberikan penggantian biaya pemeriksaan, rawat inap, dan rawat jalan saat peserta sakit atau mengalami kecelakaan. Kompensasinya adalah peserta membayarkan premi ke perusahaan asuransi.

Manfaat Memiliki Asuransi Kesehatan

Produk Asuransi Kesehatan Syariah

Peserta asuransi kesehatan tidak perlu lagi memikirkan segala biaya yang ditimbulkan saat sakit atau mengalami kecelakaan. Bahkan, untuk beberapa produk asuransi tertentu sudah menjamin biaya persalinan, perawatan mata dan gigi, biaya ambulans, serta biaya pemulangan dan pengurusan jenazah baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Biasanya biaya-biaya tersebut tergolong akan cukup tinggi bila Anda tidak memiliki asuransi kesehatan. Sebagai contoh, salah satu asuransi kesehatan bisa menawarkan premi ratusan ribu tetapi Anda mendapatkan manfaat hingga puluhan juta, bahkan ratusan juta rupiah. Kok, bisa?

Jawabannya adalah karena perusahaan asuransi menghimpun dana dari banyak nasabah. Kemudian, dana tersebut dikelola oleh mereka dan penggunaannya disubstitusi. Inilah yang membuat nasabah asuransi kesehatan bisa menikmati perawatan kesehatan tanpa harus keluar banyak uang. Menarik, bukan?

Jika sudah tahu manfaat asuransi kesehatan seperti itu, ada baiknya untuk tahu jenis-jenis asuransi kesehatan yang ada.

Sebab, setiap jenis asuransi kesehatan memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut akan menentukan premi dan manfaat yang Anda peroleh. Dengan begitu, Anda bisa memilih akan menggunakan asuransi kesehatan seperti apa.

Jenis Asuransi Kesehatan

Jenis Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan di Indonesia dibedakan berdasarkan kriteria berikut ini:

1. Pengelola dana

Jika dikelompokkan berdasarkan pengelolaan dana, asuransi kesehatan dibedakan menjadi dua yaitu asuransi kesehatan pemerintah dan asuransi swasta. Asuransi kesehatan pemerintah bersifat wajib sementara asuransi kesehatan swasta sifatnya berupa tambahan atau pelengkap.

2. Jenis perawatan

Asuransi kesehatan rawat inap (inpatient) dan rawat jalan (outpatient). Ketentuan peserta harus rawat inap atau cukup rawat jalan saja ditentukan oleh pihak yang berwenang dalam hal ini adalah dokter.

Rawat inap setidaknya membutuhkan waktu selama satu malam di rumah sakit dengan perawatan seperti opname. Sedangkan rawat jalan tidak membutuhkan opname. Jika Anda ingin mendapatkan premi yang lebih rendah bisa memilih asuransi kesehatan yang memberikan jaminan rawat inap saja.  

3. Uang pertanggungan

Ada beberapa produk asuransi yang menanggung biaya total perawatan (tanggungan total) namun ada juga yang hanya menanggung biaya tertinggi (tanggungan tinggi) saja. Oleh karena itu peserta asuransi harus memahami skema limit perawatan dan batasan plafon yang diberikan.

Pilihlah asuransi kesehatan terbaik yang tidak memberikan limit penggantian biaya hanya untuk poin tertentu saja. Pilih yang memberikan kebebasan untuk melakukan klaim untuk segala jenis perawatan ataupun pengobatan selama plafon yang diberikan masih tersedia.    

4. Objek tertanggung

Jika dibedakan dari objek yang ditanggung dapat dibedakan menjadi dua yaitu objek personal atau individual (asuransi kesehatan individu) dan objek kelompok (asuransi kesehatan kelompok).

Premi asuransi kelompok biasanya lebih murah dibandingkan dengan asuransi individu. Jadi, jika Anda ingin memutuskan untuk membeli asuransi, sebaiknya pilih asuransi kelompok saja seperti asuransi keluarga. Anda hanya perlu membayar premi untuk semua anggota keluarga dalam satu polis asuransi yang sama sehingga bisa lebih hemat.

Metode Pembayaran Asuransi Kesehatan

Biasanya asuransi kesehatan memberikan dua pilihan metode pembayaran yaitu:

  • Metode pembayaran cashless
  • Metode pembayaran reimbursement

Berikut penjelasannya:

Metode pembayaran reimbursement mengharuskan peserta asuransi untuk membayar biaya pemeriksaan ataupun perawatan dengan uang pribadi terlebih dahulu. Kemudian pihak asuransi akan menggantinya.

Sedangkan dengan metode pembayaran cashless, peserta asuransi cukup menunjukkan kartu peserta saja untuk mendapatkan pemeriksaan atau perawatan di rumah sakit yang menjadi mitra perusahaan asuransi yang dipilih.

Jika dilihat dari segi kepraktisannya, cara klaim asuransi kesehatan dengan menggunakan metode pembayaran cashless jauh lebih mudah dibandingkan dengan metode pembayaran reimbursement. Sebab, peserta tidak perlu menyiapkan dana terlebih dahulu jika sewaktu-waktu dalam kondisi darurat.  

Akan tetapi, biasanya ada biaya tambahan tersendiri untuk menggunakan layanan pembayaran cashless untuk biaya kartu. Plus, peserta yang menggunakan kartu hanya bisa mendatangi rumah sakit yang menjadi mitra perusahaan asuransi.

Sebagai informasi,  seiring dengan perkembangan teknologi digital, penggunaan kartu kini digantikan dengan kartu digital. Peserta asuransi pun cukup membawa smartphone yang sudah diinstal aplikasi resmi dari perusahaan asuransi.

Istilah-Istilah dalam Asuransi Kesehatan

Istilah Dalam Asuransi Kesehatan

Alat kesehatan – Bukan hanya resep dokter saja. Asuransi kesehatan juga akan mengganti pembelian alat kesehatan yang dianjurkan oleh dokter.

Biaya ambulans – Selain biaya rumah sakit, asuransi kesehatan juga akan memberikan pembebasan biaya terhadap biaya transportasi dari dan ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan.

Biaya kamar – Biaya yang dikeluarkan untuk rawat inap harian akan ditentukan berdasarkan paket premi asuransi yang dibayarkan. Sama halnya seperti paket premi BPJS Kesehatan yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelas I, kelas II dan kelas III. Semakin besar premi yang Anda bayarkan, Anda akan mendapatkan limit kamar yang lebih tinggi.

Biaya persalinan – Layanan ini lagi-lagi tergantung pada paket premi yang Anda bayarkan. Jika Anda sudah berkeluarga dan memiliki pasangan yang akan melahirkan, pastikan asuransi kesehatan yang Anda beli sudah termasuk dalam perlindungan biaya persalinan termasuk tindakan yang kemungkinan terjadi seperti operasi sesar.

Masa tenggang – Periode waktu tertentu yang diberikan kepada peserta asuransi untuk melanjutkan pembayaran premi tanpa dikenai denda maupun bunga.

Masa tunggu – Periode waktu yang dihitung sejak penerimaan polis asuransi oleh peserta. Dalam periode tersebut peserta tidak bisa melakukan klaim sampai masa tunggu berakhir. Umumnya masa tunggu bervariasi antara 30-90 hari tergantung kebijakan dari masing-masing perusahaan.

No claim bonus – Istilah ini adalah berupa rewards dari perusahaan asuransi jika dalam satu tahun sebelumnya tidak ada klaim, maka Anda akan mendapatkan bonus dengan bentuk yang berbeda-beda. Biasanya dalam bentuk potongan premi atau poin rewards yang bisa ditukarkan dengan sejumlah dana.

Sebagai contoh, jika sepanjang tahun 2018 lalu tidak ada klaim asuransi kesehatan, Anda akan mendapatkan no claim bonus pada tahun 2019. Bentuk dan jumlahnya disesuaikan dengan kebijakan perusahaan asuransi masing-masing.

Pembayaran cashless – Layanan ini hanya akan Anda dapatkan di rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Peserta cukup menunjukkan kartu peserta untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan di rumah sakit tanpa harus membayar sejumlah uang.

Pembayaran reimbursement – Peserta membayar terlebih dahulu biaya pemeriksaan maupun perawatan. Perusahaan asuransi akan mengganti biaya tersebut jika peserta memberikan bukti pembayaran yang sah dari rumah sakit.

Pemeriksaan laboratorium – Untuk kasus tertentu, dibutuhkan observasi dan diagnosis yang lengkap. Salah satunya dengan pemeriksaan laboratorium. Tenang saja, pemeriksaan laboratorium juga termasuk salah satu manfaat yang bisa Anda dapatkan dari asuransi kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan – Beberapa perusahaan asuransi memberikan proteksi tidak hanya pada saat Anda sakit saja tetapi juga memberikan penggantian biaya jika Anda melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di rumah sakit. Tentu saja untuk poin ini harus Anda cari informasinya dari agen asuransi atau polis asuransi yang Anda miliki.

Perawatan kesehatan mata dan gigi – Beberapa paket asuransi kesehatan sudah mencakup perawatan kesehatan mata dan gigi. Bahkan seperti BPJS Kesehatan saja memberikan plafon khusus untuk pembelian kacamata disesuaikan dengan kelasnya.

Polis – Perjanjian tertulis bersifat mengikat antara peserta asuransi dan perusahaan asuransi yang berisi tentang hak dan kewajiban kedua belah pihak.  

Premi – Uang yang harus dibayarkan oleh peserta asuransi untuk mendapatkan manfaat yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Besarnya premi ditentukan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan manfaat dan uang pertanggungan yang didapatkan.

Proteksi sebelum dan sesudah perawatan – Polis asuransi kesehatan akan memberikan perlindungan terhadap biaya yang ditimbulkan sebelum dan sesudah proses perawatan di rumah sakit. Ini juga ditentukan oleh paket premi asuransi kesehatan yang Anda pilih.

Resep dokter – Setelah pemeriksaan oleh dokter, biasanya disertai dengan pemberian resep. Asuransi kesehatan juga sudah menanggung biaya resep dokter.

Setiap orang pasti memiliki risiko sakit atau terserang penyakit. Namun, tidak ada satupun yang bisa menduga penyakit apa yang akan dialami. Daripada berspekulasi tentang penyakit, lebih baik Anda melakukan upaya preventif dengan membeli asuransi kesehatan terbaik.

Asuransi kesehatan akan memberikan jaminan perlindungan terbaik untuk kesehatan Anda. Pastikan produk asuransi kesehatan yang Anda pilih sudah sesuai dengan apa yang Anda harapkan. Dengan begitu Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal.

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis