4 Biaya Servis Motor yang Harus Disiapkan Setiap Bulan

biaya servis motor rutin

Servis motor menjadi salah satu hal yang harus kamu lakukan setiap bulan agar kendaraan tidak cepat rusak dan tetap awet.

Sayangnya, masih ada saja yang enggan meluangkan waktunya ke bengkel karena berbagai alasan. Salah satunya adalah tidak punya cukup uang.

Padahal saat kamu memiliki kendaraan, seharusnya kamu udah punya komitmen untuk menyiapkan uang tambahan sebagai biaya perawatan motor setiap bulan.

Selain itu, buat berjaga-jaga, ada baiknya melindungi motor dengan produk asuransi motor karena bakal sangat menghemat pengeluaran kamu untuk biaya perawatan. Hanya dengan membayar ratusan ribu setahun, biaya perbaikan motor kamu bakal ditanggung asuransi.

Mari cari tahu apa saja yang kamu wajib anggarkan buat biaya servis motor.

Siapkan anggaranmu untuk 4 biaya servis motor ini

Jadi utamanya ada empat hal yang kamu harus prioritaskan untuk diservis agar motormu senantiasa dalam keadaan sehat. Siapkan pengeluaran rutin untuk biaya servis motor berikut.

1. Ganti oli

Ganti oli merupakan salah satu hal wajib yang harus kamu lakukan setiap bulan agar mesin berjalan dengan baik dan terbebas dari gangguan.

Selain itu, karena fungsinya sebagai pelumas, jadi oli dapat melapisi bagian logam agar tidak terjadi kontak langsung dengan udara atau air. Selain itu, oli juga dapat melindungi mesin agar tidak mudah berkarat.

Jenis oli yang digunakan pun gak bisa sembarangan. Karena itu, disarankan agar kamu konsultasikan dahulu dengan mekanik mengenai jenis oli yang tepat dengan tipe motormu.

Gak hanya itu, kamu juga gak dianjurkan untuk gonta-ganti merk dan jenis oli. Mengapa? Soalnya hal tersebut sangat berisiko merusak mesin motor kamu lho. Jadi, pastikan kamu menggunakan merk dan jenis oli yang sama sejak awal.

Nah, untuk biaya ganti oli ini umumnya kamu harus mengeluarkan uang mulai dari Rp45 ribu hingga Rp150 ribu per liter.

Sekadar informasi, harga oli tergantung dari varian atau tipe motormu, matik atau sport.

2. Servis tune up rutin

Selain ganti oli, servis tune up juga harus dilakukan setiap bulan secara rutin. Tujuannya adalah agar kamu dapat mengetahui kondisi motormu.

Biaya servis motor yang satu ini terbilang cukup murah kok, yaitu sekitar Rp75 ribu. Eits, tapi biaya itu hanya untuk periksa aja ya. Jadi ini belum termasuk kalau ada perbaikan atau penggantian spare part.

Akan tetapi, servis tune up ini umumnya paketan lho. Jadi, dengan mengeluarkan uang Rp75 ribu, kamu sudah bisa:

  • Mengecek tekanan ban.
  • Mengecek kondisi atau tegangan rantai.
  • Karburator dan radiator dibersihkan.
  • Mengecek alat ECU dan area CVT.
  • Mengecek kondisi lampu (jauh, depan dan belakang), sen dan klakson.
  • Saringan udara juga umumnya akan dibersihkan.

Jika saat diservis tune up ternyata ada yang harus diperbaiki atau diganti, umumnya pihak mekanik akan bertanya terlebih dahulu ke kamu. Jadi, kamu gak perlu khawatir melihat tagihan yang meledak.

Akan tetapi, disarankan agar kamu membawa uang lebih saat akan servis motor. Jadi, apabila ada yang harus diperbaiki atau diganti, bisa langsung dikerjakan. Daripada nanti kamu harus ngantri-ngantri lagi kan.

3. Kampas rem

Rem merupakan salah satu spare part yang harus selalu dipantau kualitasnya setiap bulan. Kebayang gak sih kamu kalau mengendarai kendaraan tapi remnya gak pakem? Duh, bisa ketar-ketir sendiri di jalan karena takut menabrak sesuatu.

Karena itu disarankan agar kamu rutin mengganti kampas rem setiap bulannya. Lagipula, biaya servis motor untuk spare part yang ini gak mahal kok dibanding prioritas keselamatan kamu di jalan.

Nah, untuk kampas rem ini terbagi menjadi dua dengan harga yang juga berbeda-beda, yakni:

  • Kampas rem depan cakram harganya sekitar Rp45 ribu.
  • Kampas rem belakang tromol harganya sekitar Rp35 ribu.

Akan tetapi, pihak mekanik umumnya akan memberitahukan apakah kampas remmu perlu diganti atau tidak dan usia kampas rem dipengaruhi dari cara pemakaianmu lho.

4. Spare part lainnya

Ada beberapa spare part yang usianya tidak selama spare part lain. Contohnya saja aki yang bisa bertahan sekitar dua tahun. Lagipula, kamu juga tentu gak mau harus dorong-dorong motor di jalanan karena motormu mati akibat ada salah satu spare part yang rusak.

Karena itu, sebaiknya rutinlah mengganti beberapa spare part , seperti:

  • Roller yang harganya berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp35 ribu.
  • V belt yang harganya sekitar Rp75 ribu sampai Rp150 ribu.

Sama seperti kampas rem, usia beberapa spare part tersebut juga dipengaruhi oleh cara pemakaianmu.

Total biaya servis rutin motor di bengkel resmi

Biasanya seluruh bengkel menerapkan harga yang berbeda tergantung kerusakan dan jenis kendaraan. 

1. Gratis biaya servis untuk tahun pertama

Untuk tahun pertama, umumnya pabrikan motor baik Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan lainnya akan memberikan jasa servis gratis sebanyak 4 kali di bengkel resmi. 

Servis gratis yakni saat jarak tempuh motor mencapai sekitar KM 500, 2.000, 4.000, dan 8.000. Namun di servis berikutnya akan dikenakan biaya, termasuk ganti oli dan penggantian spare part.

2. Biaya servis ringan

Biaya servis ringan tanpa ada komponen yang harus diganti sebenarnya sangat terjangkau.

Sebagai gambaran, berikut ini daftar biaya servis ringan Honda di bengkel resmi Honda, AHASS. Meski harga di setiap daerah bisa berbeda, tapi bisa dibilang itu tidak akan terpaut jauh, yaitu:

  • All Matic (Honda BeAT, Vario, Scoopy, dan Spacy): Rp100.000.
  • All Cub (Honda Revo, Supra X, dan Blade): Rp100.000.
  • Honda Mega Pro/Verza: Rp125.000.
  • Honda CB150R: Rp130.000.
  • Honda Tiger: Rp130.000.
  • Honda Sonic: 150 Rp125.000.
  • Honda Supra GTR: Rp125.000.
  • Honda CBR150: Rp220.000.
  • Honda CBR250RR: Rp220.000.
  • Honda PCX: Rp220.000.

Harga di atas untuk beberapa tindakan pengecekan, antara lain:: 

  • Bersihkan dan periksa sistem injeksi.
  • Periksa saringan udara.
  • Periksa/ ganti oli.
  • Periksa kondisi busi.
  • Periksa/ setel dan lumasi rantai roda.
  • Periksa/ setel rem depan dan belakang.
  • Periksa battery atau aki.
  • Periksa lampu-lampu dan klakson.
  • Periksa dan lumasi kabel gas.
  • Periksa/ setel stang kemudi.
  • Periksa/ kencangkan mur dan baut.
  • Periksa roda dan ban.
  • Setel klep.
  • Periksa/ setel kopling.
  • Periksa radiator.
  • Periksa throttle body dan putaran mesin.
  • Periksa sensor-sensor injeksi.
  • Periksa saklar standar samping.

Tidak terlalu mahal bukan? Pasalnya dengan mengeluarkan uang segitu, motormu dijamin awet dan berkendara pun jadi lebih aman dan nyaman.

3. Biaya servis lengkap dan berat

Selain servis lengkap, ada juga servis lengkap. Biaya ini terdiri dari harga servis ringan ditambah jika ada komponen lain yang harus diganti seperti V-belt yang seharga Rp120 ribu misalnya, kamu hanya perlu menambahkannya.

Pengerjaan servis berat mencakup penggantian spare part di dalam ruang bakar (Piston set) dan komponen-komponen di dalam ruang transmisi. Pada overhaul proses pengerjaan dilakukan proses turun mesin.

Harga servis berat bervariasi dari tingkat kerusakan hingga waktu servis yang diperlukan.

Biaya perawatan semacam ini memang sifatnya bisa saja mendadak. Jadi, kita gak menyadari kapan terjadinya, belum lagi tagihannya bisa mahal. Untuk itu kita harus sediakan dana darurat.

Berapa jumlah dana darurat ideal yang kamu perlu persiapkan, coba hitung-hitung aja dengan kalkulator dana darurat dari Lifepal

Alasan pentingnya harus servis rutin

Ada beberapa alasan yang mengharuskan kamu untuk melakukan servis motor secara rutin, diantaranya:

1. Memastikan performa kendaraan tetap dalam kondisi prima

Saat melakukan servis rutin, mekanik akan melakukan pemeriksaan kondisi motor secara menyeluruh atau tune up. Hal ini penting untuk mengetahui performa kendaraan setelah  digunakan untuk beraktivitas sehari-hari.

2. Menjaga mesin tetap awet

Ada tiga hal utama yang akan diperiksa mekanik yaitu mesin, chasis (kemudi, roda, suspensi, rem, dan lain-lain), dan kelistrikan.  Servis motor secara berkala dapat menjaga kinerja mesin sehingga lebih awet dan performanya menjadi kembali bertenaga.

Tak hanya itu, servis motor dapat mengurangi resiko timbulnya kerusakan berat, sehingga tidak perlu mengganti komponen mesin yang tentunya lebih mahal.

3. Menghemat bahan bakar

Servis motor berkala membuat pembakaran tetap maksimal sehingga penggunaan bensin pun jadi lebih irit.

Salah satu keunggulan daripada servis motor secara berkala adalah hemat bahan bakar. Sebab, jika kondisi motor tetap terjaga, maka konsumsi bahan bakar motor akan tetap irit dibandingkan dengan motor yang tidak pernah diservis secara rutin. 

Dengan servis motor secara berkala, kamu juga bisa mengetahui apakah motor masih aman untuk digunakan atau tidak dalam beraktifitas harian.

Kapan sebaiknya motor diservis di bengkel?

Servis motor sudah seharusnya menjadi perawatan rutin bulanan sejak kamu memutuskan untuk membelinya. Namun, selain servis bulanan, ada tiga tanda bahwa motor kamu harus segera dibawa ke bengkel, yaitu:

  • Saat mesin kerap mendadak mati dan sulit untuk dinyalakan.
  • Rutin check up ke bengkel jika kecepatannya sudah mencapai 2.000 KM.
  • Kalau sudah merasa tak nyaman karena tarikan motor yang mulai berat dan BBM yang boros.

Ingat, jangan sampai menunggu motor benar-benar mati total atau rusak berat baru membawanya ke bengkel. Sebab bisa-bisa biaya yang kamu keluarkan akan membengkak karena kerusakan sudah semakin berat akibat tidak pernah diservis rutin!

Lindungi kendaraan dengan asuransi motor

Saat ini jumlah pengendara motor di Indonesia, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), telah lebih dari 100 juta. Dengan tingginya angka tersebut, tentu angka kecelakaan juga turut tinggi. 

Untuk itu, penting bagi pemilik sepeda motor untuk melindungi kendaraannya dengan asuransi kendaraan. Apalagi kini semakin banyak perusahaan asuransi yang menyediakan produk asuransi kendaraan untuk sepeda motor. 

Asuransi motor adalah produk asuransi yang memberikan ganti rugi jika sepeda motor nasabah rusak akibat kecelakaan atau hilang dicuri. Bentuk penggantiannya dapat berupa perbaikan kendaraan atau uang tunai.  

Terdapat dua jenis pertanggungan dalam asuransi motor, yaitu:

  • Total Loss Only (TLO) yang memberikan pertanggungan terhadap risiko hilangnya motor akibat pencurian atau kerusakan motor di atas 75 persen dari nilai harga motor saat itu. Jadi, asuransi hanya menerima klaim jika motor mengalami rusak parah sehingga tidak bisa digunakan sama sekali. Umumnya asuransi TLO sudah termasuk ke dalam besaran kredit yang kita bayarkan ketika membeli motor baru. Namun jika membeli motor bekas atau tunai, kita perlu mencari asuransi sendiri. 
  • Asuransi Motor All Risk yang memberikan pertanggungan segala risiko kerugian terhadap motor, mulai dari kerusakan kecil, kerusakan parah, sampai kehilangan. Umumnya, pertanggungan all risk digunakan untuk mengasuransikan kendaraan dengan harga di atas Rp30 juta, contohnya Harley Davidson atau motor mewah lainnya dengan kapasitas mesin di atas 250cc.

Sesuai dengan pertanggungan yang didapat, besaran preminya juga relatif lebih mahal daripada asuransi TLO.

Sebelum memutuskan untuk memilih jenis asuransi motor yang mana, penting untuk mempertimbangkan baik-baik kebutuhan kita sebelum membeli.

Kalau kamu ingin tahu produk apa yang cocok untuk melindungi sepeda motor kesayangan kamu, yuk manfaatkan layanan konsultasi gratis di Lifepal!

Punya mobil, tapi tak memiliki asuransi? Dapatkan pilihan terbaik dengan ikuti kuis berikut

Memiliki mobil itu harus siap dengan berbagai macam biaya yang bisa aja muncul, termasuk biaya perbaikan mobil. Untuk meminimalkan biaya tersebut, ikuti kuis asuransi mobil yang cocok di bawah ini.

Pertanyaan terkait biaya servis motor

Ya, kamu dapat melakukan service berkala di semua bengkel resmi Honda.
Ada, kamu dapat membaca garansi servis yang tertulis di form Service Advisor atau dengan mengunjungi bengkel yang sama dalam kurun waktu sampai maksimal 7 hari setelah servis.
Di tengah epidemi covid19, ada sebagian dealer resmi atau bengkel rekanan yang menyediakan servis di rumah pelanggan. Untuk mengetahui informasinya, kamu bisa mengunjungi situs resmi dealer terkait.
Untuk tahun pertama, umumnya pabrikan motor baik Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan lainnya akan memberikan jasa servis gratis sebanyak 4 kali di bengkel resmi.

Servis gratis yakni saat jarak tempuh motor mencapai sekitar KM 500, 2.000, 4.000, dan 8.000. Namun di servis berikutnya akan dikenakan biaya, termasuk ganti oli dan penggantian spare part.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →