9 Langkah Ganti Oli Mobil Tanpa Harus ke Bengkel

ganti oli mobil

Setiap 5.000 kilometer, setiap pemilik mobil pasti bakal melakukan ritual wajib, yaitu ganti oli mobil. Proses ganti oli mobil sejatinya gak terlalu rumit dan bisa dilakukan di rumah. Namun karena minimnya pengetahuan, maka banyak dari kita menyerahkan hal yang satu ini ke bengkel.

Kalau dilihat dari sisi pengeluaran, biaya jasa ganti oli mobil untuk mesin mencapai Rp 35 ribuan di bengkel, itu belum termasuk tips ke montirnya ya. Sementara itu, harga oli mobil empat liter berkisar antara Rp 350 ribu hingga jutaan rupiah. Semua tergantung dari mereknya.

Bila kamu mengerti cara mengganti oli sendiri, maka kamu gak perlu lagi keluar biaya ekstra Rp 35 ribuan. Tinggal beli oli, dan ganti sendiri di rumah.

Tapi balik lagi nih, perkara ganti oli mobil gak semudah cuci mobil atau moles baret halus ya. Mesti ada pengetahuan dasar mengenai langkah-langkahnya yang wajib kamu pahami.

[Baca: Sering Cuci Mobil Hidrolik? Kenali Risiko dan Biaya yang Mengancam]

1. Persiapkan peralatannya

ganti oli mobil
Siapin dulu alat tempurnya (peralatan ganti oli/oilchangetips)

Sebelum mengganti oli, persiapkan dulu peralatannya. Pertama, kamu bakal butuh kunci pas dan sebuah wadah atau baskom untuk menampung oli bekas.

Apakah kompresor perlu disemprot dulu supaya proses pengurasan olinya cepat? Gak usah juga gak apa-apa kok. Kalau disemprot tapi kompresornya mengandung air, justru bisa berbahaya.

2. Usahakan temperatur mesin sesuai

ganti oli mobil
Jangan lupa untuk pantau temperaturnya dulu (temperatur mobil/your mechanic)

Temperatur mesin yang ideal saat mengganti oli adalah hangat alias gak dingin dan gak panas. Kalau mesinnya hangat atau baru dipanasin, kotoran akan tercampur dengan oli dan nantinya bakal ikut terbuang. Selain itu, oli jadi mudah mengalir ketika tutupnya dibuka.

3. Buka kap mesin dan kenop tempat ganti oli

ganti oli mobil
Hayo yang mana ya yang harus dibuka? (mesin/solmahomebod)

Setelah membuka kap mesin, buka juga kenop tempat pengisian olinya. Mengapa demikian? Karena dengan metode ini, proses pengurasan oli bisa berjalan dengan cepat dan lancar.

4. Buka baut penguras oli

ganti oli mobil
Hafalin letak komponennya ya jangan sampai lupa (bagian bawah mobil/solmahomebody)

Nah tahap inilah yang agak ribet. Baut penguras yang harus dibuka posisinya ada di bawah blok mesin. Cara membukanya bisa dengan kunci pas, dan jangan lupa lepaskan dulu gasket atau ringnya.

Eh ya satu lagi, jangan lupa taruh baskom di bawah baut penguras oli ya. Fungsinya adalah sebagai penadah oli bekas.

5. Lepas filter oli

ganti oli mobil
Hati-hati pas ngelepas kalau belum bisa minta ajarin montir dulu saja (lepas filter oli/Pennzoil)

Setelah itu lepas filter oli dengan menggunakan kunci pas. Filter oli motor jepang bentuknya bulat dan ada gasketnya juga. Jika filter sudah terlihat kotor, maka gantilah filter dengan yang baru.

6. Kuras oli

ganti oli mobil
Oh ya, oli bekas ini jangan dibuang ya. Tampung saja dan jual ke bengkel, oli bekas masih bisa didaur ulang jadi oli baru lho (Kuras oli/VWVortex)

Ketika baut sudah terbuka dan filter sudah di tangan, maka biarkan saja oli lama atau oli bekas di mobilmu mengalir di baskom. Proses ini namanya proses menguras oli, so, biarkan saja olinya menetes hingga habis.

7. Tutup baut penguras oli

ganti oli mobil
Setelah dikuras, jangan lupa pasang lagi bautnya ya (Pasang baut/autozone)

Usai dikuras, embermu pasti penuh dengan oli bekas berwarna hitam. Jangan lupa pasang lagi baut penguras oli dan gasketnya untuk menghindari kebocoran. Setelah dipasang, cek lagi apakah olinya masih menetes atau tidak.

8. Pasang filter oli

ganti oli mobil
Jangan lupa dipasang lagi ya filternya (pasang filter oli/autozone)

Pasang kembali filter olimu dengan benar. Putar filter oli hingga terasa agak kencang, bisa juga dibantu dengan kunci. Namun hati-hati lho ketika memasang bautnya. Jika terlalu keras maka ulirnya bakal rusak, dan akan ada potensi oli bocor di kemudian hari. Kalau olinya bocor, dompet juga ikutan bocor buat benerin mesin deh.

[Baca: Ayo Berubah, 6 Hal Ini Bikin Bujet Perawatan Mobilmu Membengkak Lho]

9. Tuang oli baru

ganti oli mobil
Setelah itu, tuang deh oli barunya. Jangan kebanyakan, dan jangan kurang ya. Sesuai takaran saja (ganti oli/quick and dirty)

Bila baut penguras oli sudah terpasang rapat, maka saatnya kamu menuang oli baru di lubang yang terletak di mesin bagian atas. Perhatikan juga batas maksimal oli mobilmu, jangan sampai kurang atau kelebihan ya. Setelah itu tutup kenop tempat ganti oli, tutup kap mobil, dan nyalakan mesin selama tiga menit terlebih dulu, sebelum diajak jalan-jalan.

Gimana, mudah kan caranya? Tapi tetap mesti hati-hati ya. Apalagi kalau belum pernah sama sekali utak-atik mobil.

Kalau memang belum yakin bisa ganti oli mobil sendiri, ada baiknya berguru dengan montir di bengkel langganan. Perhatikan caranya dengan baik, atau rekam saja prosesnya biar kamu bisa mengingat caranya.

Kalau punya mobil, jangan cuma bisa makainya saja ya. Kalau bisa merawatnya dengan tangan sendiri, pasti makin mantap dan hemat. Nah, habis ini bisa mulai dipraktikkan deh ganti oli mobil sendiri di rumah. Selamat mencoba!

[Baca: Jangan Cuma Bisa Pakainya, Ingat Juga 5 Biaya yang Harus Disiapkan Kalau Punya Mobil]

 

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →