Perkembangan Kasus Asuransi Bumiputera yang Terancam Bangkrut

bisnis bangkrut

Isu asuransi Bumiputera bangkrut sempat mencuat pada akhir 2019 lalu. Pasalnya, asuransi yang berbentuk badan hukum bersama ini kesulitan membayar klaim nasabahnya. Bagaimana kelanjutan berita ini? Berikut ini kami telah merangkum kabar terbaru AJB Bumiputera dari berbagai sumber.

PENTING KAMU TAHU

  • AJB Bumiputera didirikan tahun 1912, berbentuk badan hukum bersama.
  • Kasus gagal bayar klaim dan kabar bangkrut mulai tercium sejak tahun 2007 dan berawal dari masalah internal.
  • Masalah diperparah dengan kesalahan memilih manajer investasi.
  • Penyebab kesulitan bayar klaim utama adalah kerugian investasi.
  • Pada tahun 2012, utang perusahaan mencapai Rp22,77 triliun, padahal total asetnya hanya Rp12,1 triliun. 
  • Bumiputera tetap akan membayar klaim menunggak, namun akan selesai dalam 10 tahun.

Asuransi Bumiputera 2020 (kabar terbaru)

Bumiputera jual aset untuk bayar klaim

Pada Desember 2019 lalu, Bumiputera kabarnya akan menjual aset perusahaan untuk membayar klaim. Targetnya, perusahaan bakal mendapatkan dana segar Rp2 triliun dari aktivitas tersebut, sementara total klaim yang ditunggak perusahaan mencapai Rp4,1 triliun.

Penjualan aset bisa dilakukan dengan cara jual putus dan untuk aset premium, dilakukan skema kerja sama operasi (KSO). Nah, strategi KSO bakal menjadi prioritas karena Bumiputera tetap akan mendapatkan penghasilan dari sana.

Bumiputera siap lunasi Rp9,6 triliun dalam 10 tahun

Klaim belum dibayar Bumiputera pada tahun 2019 mencapai Rp5,4 triliun dan berpotensi akan jatuh tempo pada tahun 2020.

Dilansir dari CNBC, pihak Bumiputera mengaku gak ada istilah gagal bayar dalam perusahaan asuransi tersebut. Mereka akan bertanggung jawab membayar semua klaim yang masuk lewat program penyehatan dengan target pelunasan klaim 4-5 tahun ke depan. Perkiraannya, seluruh utang klaim belum dibayar bakal lunas dalam jangka waktu 10 tahun lagi. 

Selain itu, perusahaan bakal mengoptimalisasi aset manajemen, premi lanjutan, dan keuntungan produksi baru sebesar Rp3 triliun. Targetnya, tahun 2034 perusahaan bakal mencapai rasio solvabilitas 100 persen, kendati syarat minimum pemerintah adalah 120 persen.

Bumiputera terapkan bayar klaim dengan antrean

Bumiputera mengabarkan membayar klaim nasabahnya yang tertunggak dengan sistem antrean per Februari 2020. Petinggi perusahan sendiri mengatakan bahwa pihaknya gak menjanjikan waktu pasti mengenai klaim tersebut tetapi bila ada uangnya, perusahaan bakal segera memberikannya ke nasabah. 

Pernyataan tersebut sesuai dengan Peraturan Direksi AJB Bumiputera 1912 No.PE.1/DIR/I/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Mekanisme Pengelolaan Sistem Antrean Klaim yang telah ditetapkan oleh direksi pada 20 Januari 2020.

Dilansir dari Bisnis, sistem antrean ini menganut prinsip first come first served, maksudnya nasabah yang paling dulu mengajukan klaim bakal mendapat layanan lebih cepat. Nomor antrean ditetapkan berdasarkan kantor wilayah Bumiputera. Klaim yang diajukan setelah tanggal 1 Januari 2020 nomor antriannya bakal ditempatkan setelah polis jatuh tempo tahun 2019. 

Sampai 1 April 2020, belum ada kabar terbaru tentang proses pembayaran klaim ini di pemberitaan. Namun terdapat beberapa komplain nasabah dalam beberapa media mainstream seperti Detik terkait dengan pembayaran klaim yang belum cair. 

Bumiputera berencana luncurkan produk baru

Pada Februari 2020 lalu, Kontan mengabarkan bahwa Bumiputera bakal meluncurkan produk baru dan sedang menunggu izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Supaya gak tercampur dengan kas yang saat ini sedang bermasalah, perusahaan bakal memisahkan pengelolaan dana nasabah lama dan baru. Bumiputera dikabarkan menggunakan jasa manajer investasi buat mengelola dana nasabah yang membeli produk baru nanti.

Bumiputera mungkin berubah menjadi PT atau koperasi

Presiden Jokowi menerbitkan peraturan yang membuka peluang Bumiputera menjadi perseroan terbatas (PT) atau koperasi. Peraturan yang diterbitkan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2019 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk Usaha Bersama.

Selama ini, AJB Bumiputera memang merupakan satu-satunya perusahaan asuransi yang berbentuk badan hukum usaha bersama, alih-alih perseroan terbatas seperti perusahaan asuransi lainnya. 

Adanya peraturan tersebut mempermudah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi Bumiputera. Hal ini angin segar bagi perusahaan sendiri karena selama ini, tanpa pengawasan OJK yang maksimal, Bumiputera terseret ke dalam kasus nyaris gagal bayar.

Bumiputera itu apa?

Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 adalah satu-satunya asuransi berbentuk badan hukum usaha bersama di Indonesia. Seperti namanya, perusahaan ini didirikan pada tahun 1912 dan berkantor pusat di Jakarta.

Badan usaha bersama yang dianut Bumiputera sedikit berbeda dengan perseroan terbatas yang dimiliki oleh pemodal tertentu. Konsep ini memungkinkan semua pemegang polis berperan sebagai pemilik perusahaan, dan memercayakan manajemen perusahaan ke Badan Perwakilan Anggota (BPA). Sebagai informasi tambahan, bentuk badan hukum usaha bersama ini memang sudah dijamin dalam UU Perasuransian sama seperti perseroan terbatas.

AJB Bumiputera 1912 memiliki beberapa varian produk asuransi, yaitu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dana pensiun, asuransi kumpulan, asuransi syariah, dan unit link.

Apakah asuransi Bumiputera bangkrut?

Bumiputera gak bisa dikatakan bangkrut. Meskipun sempat mengalami kasus kesulitan membayar klaim nasabah, perusahaan terus berupaya untuk menyelamatkan keberlangsungan dirinya. Beberapa cara dilakukan, seperti menjual aset, menerbitkan produk baru dan dikelola secara terpisah, hingga manajemen aset.

Selain itu, Bumiputera juga berjanji bakal tetap membayar semua klaim yang tertunda dan gak mengenal istilah gagal bayar. 

Kronologi kasus asuransi Bumiputera

direktur bumn

Buat yang masih bingung mengenai kabar asuransi Bumiputera bangkrut ini, sebenarnya kasus tersebut sudah bergulir sejak tahun 2010. Bagaimana kronologinya hingga kasus ini memanjang hingga kini? Berikut penjelasannya.

Masalah muncul dari dalam badan perusahaan

Dilansir dari Tirto, penyebab asuransi Bumiputera terancam bangkrut salah satunya muncul dari dalam badan perusahaan.

AJB Bumiputera sempat membayarkan klaim nasabah asuransi jiwa pada tahun 2010 sebesar Rp100 juta. Namun, yang dilaporkan pada kas perusahaan adalah Rp200 juta. Ke mana perginya Rp100 juta lebihnya? Diambil oleh oknum dan dipakai untuk menyelenggarakan perayaan.

Penggelapan uang juga terjadi di kantor cabang, belum lagi kasus jual beli aset perusahaan yang keuntungannya masuk ke kantung oknum.

Kontrak bermasalah dengan manajemen investasi

Pada tahun 2007 dan 2008, terdapat skandal kontrak pengelolaan dana dan investasi lewat PT Optima Kharya Capital Management (Optima) yang dilakukan sebanyak tujuh kali. Namun, pemilihan Optima itu berdasarkan hasil suap. Total uang Bumiputera yang dikelola Optima mencapai Rp307 miliar.

Tahun 2009, Optima gak bisa mengembalikan dana investor, termasuk Bumiputera. Mereka cuma bisa mengembalikan Rp10 miliar uang Bumiputera saat jatuh tempo.

Selain Optima, ada lima manajer investasi bermasalah yang turut mengelola dana perusahaan asuransi tersebut. Imbasnya, audit keuangan Bumiputera mendapatkan nota gak wajar sepanjang 2009-2011.

Pada tahun 2012, utang perusahaan mencapai Rp22,77 triliun, padahal total asetnya hanya Rp12,1 triliun. Masalah keuangan ini terus bergulir hingga kini. Namun, manajemen Bumiputera sedang berusaha melakukan perbaikan dari sisi manajemen aset dan pengelolaan dana.

Selain itu, mereka juga sedang berusaha melunasi seluruh utang klaim yang belum bisa terbayarkan dengan cara menjual aset dan meluncurkan produk baru. 

Semoga ke depan, Bumiputera segera menyelesaikan semua tanggung jawabnya ya! Sungguh sangat disayangkan apabila asuransi Bumiputera bangkrut. Pasalnya, perusahaan asuransi tersebut bukan perusahaan swasta melainkan pemerintah. Hal tersebut bisa saja merusak kepercayaan masyarakat terhadap asuransi.

Meski demikian, bukan berarti kamu harus takut sama asuransi. Pasalnya, masih banyak kok penyedia asuransi yang beroperasi dengan kinerja sangat baik di Indonesia. Asalkan kamu rajin mencari tahu atau kamu juga bisa berkonsultasi dengan Lifepal untuk mencari asuransi dengan keuangan kesehatan yang sehat.