Informasi Seputar Asuransi Properti dan Pertanggungannya

Asuransi properti

Asuransi properti di Indonesia mungkin kurang populer di masyarakat. Padahal, jenis asuransi ini sangat penting karena properti termasuk bagian dari kehidupan seseorang yang perlu mendapatkan jaminan keselamatan.

Di Indonesia, secara umum asuransi properti dibedakan menjadi dua, yaitu asuransi rumah dan asuransi bisnis. Berikut ini penjelasannya.

1. Asuransi rumah menjadi salah satu jenis asuransi properti

Asuransi rumah merupakan asuransi properti standar. Polis yang digunakan adalah Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI). Aturan polis ini diterbitkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

PSAKI diterbitkan untuk menyeragamkan polis standar asuransi properti yang digunakan perusahaan-perusahaan asuransi. Dengan demikian, antara satu perusahaan dan perusahaan lain tidak berbeda-beda dalam menetapkan polis standar.

Jika menjadi pemegang polis ini, kita akan mendapat keuntungan berupa perlindungan terhadap sejumlah risiko yang mengancam properti kita. Risiko yang ditanggung asuransi menurut PSAKI adalah:

  • Kebakaran
  • Petir
  • Ledakan
  • Kejatuhan pesawat terbang
  • Asap

Namun, tidak hanya itu, kita juga bisa mendapat perluasan jaminan risiko. Di antaranya jaminan terhadap:

  • Kerusuhan/huru-hara/kerusakan akibat perbuatan jahat/pemogokan
  • Banjir/kerusakan karena air/badai/angin topan
  • Tanah longsor
  • Kebongkaran

Asuransi jenis ini dapat pula digabungkan dengan paket yang menjamin perlindungan terhadap segala harta benda di dalam rumah.

Jadi, tidak hanya bangunan yang dilindungi, tetapi juga barang-barang berharga di dalamnya, seperti perhiasan dan benda koleksi.

Rumah di sini berarti hunian/tempat tinggal. Artinya, unit apartemen atau rumah susun juga termasuk. Bahkan, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun, unit apartemen atau rumah susun wajib diasuransikan. Selain itu, termasuk juga rumah yang dibeli lewat Kredit Pemilikan Rumah.

2. Asuransi bisnis

Jenis asuransi ini melindungi properti yang tercakup dalam suatu bisnis. Contohnya, gudang, pabrik, toko, mal, dan kantor.

Paket jaminan yang ditawarkan biasanya berupa property all risk untuk properti nonindustri, seperti kantor, rumah sakit, dan sekolah. Kalau untuk properti industri seperti pabrik, gudang, dan mal – pakainya Industrial All Risk.

Paket tersebut melindungi objek yang diasuransikan secara menyeluruh. Di antaranya:

  • Kerusuhan/huru-hara/pemogokan/perbuatan jahat
  • Banjir/kerusakan akibat air/angin topan/badai
  • Gempa bumi/letusan gunung api/tsunami
  • Tanah longsor/pergerakan tanah

Sama seperti asuransi rumah, jaminan risiko terhadap properti bisnis bisa diperluas. Misalnya, pemilik pabrik bisa memperluas objek perlindungan dengan megasuransikan mesin-mesin yang digunakannya untuk berproduksi.

Kenapa penting?

Saat properti terkena musibah, kita akan mendapatkan ganti rugi secara finansial. Tak hanya itu, dengan mengacu pada polis, kita juga terbebas dari biaya pembersihan puing, arsitek, dan surveyor untuk merenovasi rumah.

Manfaat-manfaat tersebut kita peroleh tergantung pada polis yang kita pegang. Umumnya polis berlaku untuk periode asuransi selama 1 tahun dan bisa diperpanjang kemudian.

Karena itu, kita harus memastikan polis telah sesuai dengan kebutuhan kita.

Adapun premi yang harus dibayar tergantung pada tingkat risiko. Semakin tinggi risiko, semakin tinggi pula premi. Misalnya pabrik korek api tentu lebih tinggi preminya daripada pabrik permen.

Kualitas bangunan juga menentukan tinggi-rendahnya premi. Secara umum, konstruksi bangunan dibagi menjadi 3:

  • Kelas 1 bersifat tahan api
  • Kelas 2 relatif tahan api
  • Kelas 3 cenderung rentan terkena risiko, seperti lebih mudah terbakar

Premi untuk properti kelas 1 lebih rendah daripada kelas lain. Sebaliknya, premi properti kelas 3 lebih tinggi karena risikonya pun tinggi. Perusahaan asuransi akan memeriksa properti untuk menentukan kualitas konstruksi properti kita.

Dengan mengambil asuransi properti, kita bisa lebih nyaman tinggal di dalam hunian. Begitu juga saat harus meninggalkan hunian dalam jangka waktu tertentu. Sebab kita sulit menduga kapan musibah akan melanda hunian kita.

Apalagi Indonesia terletak di kawasan ring of fire atau cincin api. Karena itu, negara ini termasuk rawan terkena bencana, seperti letusan gunung api dan gempa bumi.

Di sinilah asuransi properti memiliki peran penting. Orang bilang asuransi properti mahal. Padahal, jika dihitung-hitung, perbaikan terhadap properti yang tidak diasuransikan yang terkena musibah jauh lebih mahal.

Dengan menggunakan asuransi properti, kita juga bisa sekaligus mengamankan investasi. Properti adalah investasi yang memiliki prospek cerah karena harganya cenderung melambung dari tahun ke tahun.

Kita tentu tak mau kehilangan peluang investasi ini, bukan?

Manfaat asuransi properti

Setiap asuransi memiliki manfaatnya tersendiri, termasuk asuransi properti. Ditujukan bagi kamu yang memiliki properti atau terjun di bidang usaha tersebut, kamu bisa menikmati banyak sekali manfaatnya hanya dengan memiliki polis asuransi properti ini.

Manfaat terbesar yang bisa dinikmati adalah jaminan untuk seluruh risiko yang terjadi pada harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan, mulai dari kerusakan akibat bencana hingga kesalahan manusia. 

Objek yang dilindungi meliputi dua hal: property all risk (PAR) yang meliputi bangunan nonindustri, seperti kantor, rumah tinggal, rumah sakit, sekolah dan industrial all risk (IAR) yang meliputi pabrik, gudang, toko, mal, dan lain-lain.

Pertimbangan membeli polis asuransi properti

Agar aman dan dapat menikmati manfaatnya, kamu wajib melakukan pertimbangan terhadap beberapa aspek sebelum membeli asuransi properti, mulai dari faktor internal hingga eksternalnya.

Beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan, antara lain:

  • Jenis objek pertanggungan
  • Konstruksi bangunan
  • Okupasi objek pertanggungan
  • Jenis kegiatan Tertanggung
  • Surrounding risk
  • Sarana di lokasi objek pertanggungan
  • Luas jaminan yang diminta
  • Nilai pertanggungan
  • Periode pertanggungan
  • Loss record/pengalaman klaim

Selain itu, kamu wajib mempelajari dengan baik polis yang diberi agen/broker, terutama atas risiko yang dijamin dan tidak dijamin, persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi, cara pembayaran premi, kewajiban tertanggung dalam hal terjadi kerugian, atau kerusakan.

Pertanggungan risiko asuransi properti

Cakupan pertanggungan asuransi properti biasanya bervariasi. Ada yang menawarkan pertanggungan standar, ada juga yang menyeluruh dengan perluasan risiko. 

Untuk asuransi rumah pribadi, kamu hanya akan dijamin untuk risiko yang standar, seperti kebakaran, ledakan, petir, dan kejatuhan pesawat terbang.

Akan tetapi, kamu bisa memperluas risiko cakupan ini dengan membayar premi tambahan. Perluasan jaminan ini di antaranya jaminan risiko karena kerusuhan atau huru-hara, tanah longsor, badai atau angin topan, kecurian, dan lain-lain tergantung yang ditawarkan perusahaan asuransi.

Bagaimana dengan yang menjalankan bisnis properti? Tenang, karena asuransi properti memberikan perlindungan atas perlengkapan yang ada di ruko atau toko atau gudang atau rukan, mesin, serta barang dagangan.

Ada pula polis gangguan usaha atau business interruption dan berbagai produk lainnya.

Faktor penentu premi asuransi properti

Premi asuransi properti dipengaruhi beberapa faktor, seperti lokasi dan penggunaan bangunan. Misalnya, untuk rumah tinggal, akan dilihat berapa banyak penghuni yang tinggal di dalamnya dan rekam jejak lokasi rumah, seperti catatan soal banjir, tingkat tindak kriminal pencurian, dan lain-lain.

Solusi menyelesaikan masalah klaim asuransi properti

Terkadang, masalah dalam proses pembelian atau bahkan saat akan melakukan pencarian polis bisa saja terjadi.  Nah, ada beberapa tahap solusi yang bisa kamu lakukan saat menyelesaikan masalah pada saat melakukan klaim asuransi properti, antara lain:

  • Meminta klarifikasi ke perusahaan baik melalui agen ataupun langsung ke perusahaan untuk proses perdamaian atau musyawarah antara pihak-pihak.
  • Mengadukan ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia untuk nilai klaim yang bermasalah hingga Rp 750.000.000.
  • Jika masih belum menemukan titik temu, dapat memilih penyelesaian sengketa melalui arbitrase atau penyelesaian sengketa melalui pengadilan.

Pepatah mengatakan sedia payung sebelum hujan. Lebih baik berjaga-jaga daripada telanjur mengalami hal yang tidak kita inginkan. Karena itu, milikilah asuransi properti sekarang demi meminimalkan kerugian yang bisa terjadi di masa mendatang.