Biar Kantong Gak Buntung, Begini Tips Memilih dan Membeli Mobil Bekas

Beli mobil bekas

Beli mobil bekas bisa menjadi pilihan buat kamu yang pengin memiliki kendaraan roda empat namun punya bujet terbatas. Stereotip negatif tentang mobil bekas emang gak bisa dihindari pada hari ini.

Banyak yang masih percaya bahwa mobil bekas itu gampang rusak dan bakal menghabiskan biaya buat pemeliharaan lebih boros. Padahal semua itu belum tentu benar lho asalkan kamu pintar-pintar saat memilih dan membelinya.

Pertumbuhan jumlah kendaraan yang semakin meningkat setiap tahunnya membuat industri otomotif Tanah Air berkembang cukup pesat. Terlihat dari data penjualan mobil baru pada tahun 2018 yang mencapai 1,15 juta unit atau naik lebih dari 7 persen dari tahun 2016 dan 2017.

Gak mau kalah dengan mobil baru, mobil bekas pun mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan pada kuartal pertama tahun 2019 ini. Angkanya mencapai 30 sampai 50 persen dari penjualan tahun lalu di periode yang sama.

Fakta itu memperlihatkan bahwa mobil bekas masih menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat.  Sebelum kamu menjadi salah satu bagian dari mereka, yuk kita simak hal-hal apa aja yang mesti diperhatikan saat membeli mobil bekas biar gak rugi.

Alasan kenapa harus membeli mobil bekas?

Beli mobil bekas
Pengin membeli mobil bekas ini alasannya mengapa mesti beli, (Ilustrasi/Pixabay).

Jawaban yang paling utama buat  pertanyaan yang satu ini udah pasti karena keterbatasan dana. Sedikit berbeda dengan mobil baru yang harganya turun akibat ada tipe baru yang dirilis.

Mobil bekas cenderung memiliki harga yang jauh lebih murah. Sehingga kamu tetap bisa menggunakan sebagian uang buat keperluan lainnya yang gak kalah penting.

Alasan selanjutnya yang bisa menjadi pertimbangan adalah dengan harga lebih murah kamu bisa mendapatkan fitur mobil lebih banyak dan kece dibandingkan membeli mobil baru. Terutama fitur keamanan yang menyangkut nyawa si pengemudi serta penumpang.

Yang terakhir ada pembiayaan kredit yang lebih mudah buat dilakukan. Hari ini udah banyak startup yang menyediakan fasilitas bayar cicilan dengan mudah. Selain memudahkan dari sisi pembiayaan, biasanya mereka juga mengiklankan berbagai macam jenis mobil yang bakal dijual. Jadi kamu gak perlu repot lagi cari-cari mobil bekas ke dealer.

Cara memilih mobil bekas yang berkualitas

Beli mobil bekas
Cara yang tepat buat memilih mobil bekas, (Ilustrasi/Pixabay).

Memilih mobil bekas emang sedikit gampang-gampang susah, perlu ketelitian dan kesabaran dalam melakukannya. 

1. Periksa riwayat service

Jika berminat untuk membeli mobil bekas murah, hal yang pertama perlu dilakukan adalah melakukan cek riwayat servis mobil yang akan dibeli. Dengan melakukan cek ini dapat mengetahui dengan jelas apakah mobil tersebut dirawat secara berkala atau tidak.

Dalam dunia otomotif, hal ini dinamakan service record, jika mobil memiliki jadwal rutin untuk servis, maka dapat dipastikan mobil tersebut memiliki kondisi yang baik dan layak jalan. Pastikan juga apakah mobil bekas yang diincar melakukan servis rutin di bengkel resmi atau bukan.

Sebaiknya, pilihlah mobil yang memiliki riwayat servis yang menggunakan jasa bengkel resmi, karena selain terjaminnya kondisi mobil yang akan dibeli, dengan melakukan perawatan rutin maka bisa memastikan keaslian odometer mobil, dalam artian mengetahui berapa jumlah kilometer yang sudah ditempuh oleh mobil tersebut.

2. Jangan terjebak harga miring

Membeli mobil bekas incaran dengan harga yang miring tentulah menggiurkan, akan tetapi dalam hukum ekonomi, ada rupa ada barang adalah hal yang harus ditekankan dengan baik.

Sebaiknya dalam membeli mobil bekas jangan terjebak dengan harga yang miring dari penjual.Haruslah hati-hati dan melakukan inspeksi secara mendalam bersama dengan montir bengkel atau orang yang ahli dalam menilai kelayakan dan kondisi mobil.

Sebab apabila harga mobil yang ditawarkan terlalu murah dari pasaran, maka bisa jadi mobil tersebut bekas kecelakaan berat atau bahkan bekas kebanjiran, atau bahkan ada juga pemberian harga miring ini sebagai upaya untuk memancing konsumen agar datang ke showroom dan menawarkan mobil yang lainnya.

3. Cek interior dan aksesoris

Melakukan inspeksi atau pemeriksaan kepada mobil bekas yang akan dibeli adalah hal yang wajib dilakukan, paling mudah adalah melakukan pemeriksaan terhadap interior mobil mulai dari dashboard, kulit jok, karpet alas kaki, audio, hingga lampu kabin.

Pastikan semua hal tersebut berfungsi dengan baik termasuk AC yang memiliki udara dingin, serta fitur keselamatan seperti sabuk pengaman, rem tangan, hingga lampu hazard.

Dengan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada segmen interior dan aksesoris, maka bisa mengetahui apakah mobil tersebut bekas banjir atau tidak, sebab biasanya mobil yang bekas banjir memiliki bekas kotoran-kotoran yang mengendap dan berkerak pada bagian yang sulit dibersihkan.

4. Cek bodi kendaraan

Hal terpenting lainnya adalah memeriksa keutuhan bodi mobil, pemeriksaan ini meliputi beberapa bagian utama mobil seperti panel pintu, kap mesin, kaca mobil, dan juga cat mobil.

Jika mobil memiliki bodi asli, struktur rangka utama dan cat mobil tidak ada perubahan yang berarti, sedangkan jika pernah mengalami perombakan maka akan ada perubahan warna cat dan beberapa bagian yang tidak sama. Kemudian pastikan juga chasis mobil bekas tersebut dalam keadaan yang baik, dan tidak berkarat.

5. Cek kondisi mesin

Setelah melakukan pemeriksaan pada bodi dan interior, hal yang jangan terlewat adalah melakukan inspeksi pada kondisi mesin mobil bekas, buka kap mesin mobil dan menyalakan mobil yang akan dibeli, perhatikan semua komponen mobil dan suara mesin, jika ada komponen yang bergetar tidak semestinya, maka akan menimbulkan suara lain saat mobil dinyalakan.

Periksa secara menyeluruh, apakah ada kebocoran oli pada blok mesin atau komponen lainnya. Setelah itu lakukanlah test drive jika showroom atau penjual meminta calon pembeli untuk mencoba mobil tersebut.

Saat test drive ini perhatikan dengan baik, mulai dari laju kendaraan, tarikan gas, kondisi rem, transmisi, hingga kaki atau per mobil, dengan begitu bisa menilai mobil bekas tersebut masih nyaman atau tidak.

6. Pastikan dokumen lengkap

Dalam membeli mobil bekas, hal yang tidak boleh terlewat adalah memeriksa kelengkapan dokumen kendaraan tersebut, pastikan mobil incaran memiliki kelengkapan surat-surat yang baik dan benar, cek nomor rangka motor, nomor mesin, cocokkan dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).

Pastikan juga nomor rangka dan nomor mesin sesuai dengan yang tertera dalam STNK dan BPKB.

7. Jika ragu, bawa mekanik ahli

Kemudian, jika tidak memiliki kemampuan untuk menilai mobil bekas baik atau buruk, sebaiknya membawa teman atau mekanik yang ahli dalam bidang tersebut, tujuannya jelas agar tidak tertipu oleh penjual atau showroom.

Hal ini tentu akan memberikan keyakinan yang lebih besar jika diri sendiri ragu melakukannya, sebab dengan membawa mekanik ahli, maka bisa memastikan berbagai kelebihan dan kekurangan dari mobil bekas yang akan dibeli.

8. Sabar dan teliti

Pembeli mobil bekas, kadang tidak sabar dan cenderung terburu-buru dalam mencari mobil incarannya, padahal yang baik adalah mencari dengan sabar dan teliti. Hal ini agar pembeli mendapatkan mobil bekas yang sehat dan prima.

Sebab dalam membeli mobil bekas memerlukan waktu untuk membandingkan dari sisi kualitas, harga, dan lainnya. Jangan sampai karena terburu-buru malah membuat rugi akibat mobil yang dibeli dalam kondisi yang tidak sehat.

Daftar mobil bekas murah

Sebagai referensinya, berikut ini adalah beberapa merek dan jenis mobil yang bisa dibeli dengan bujet sekitar Rp50 juta dan Rp100 juta di pasar. 

Harga mobil bekas di bawah Rp 100 juta

Buat mobil keluarga yang bisa menampung sampai 7 penumpang kamu bisa membeli Toyota Avanza bemesin 1.300 cc tipe G keluaran tahun 2004 dengan harga sekitar Rp 75 jutaan. Untuk di atasnya ada tipe E dan S yang diluncurkan pada tahun 2005 dengan harga Rp 80 sampai 100 jutaan.

Di jenis mobil perkotaan dengan 5 tempat duduk kamu bisa memilih Honda Jazz bermesin 1.500 cc keluaran tahun 2004 dengan harga Rp 85 jutaan. Atau Peugeot 206 bermesin 2.000 cc keluaran tahun 2010 kebawah dengan harga yang kurang lebih sama.

Isuzu Panther keluaran tahun 2002 yang menggunakan mesin diesel juga bisa menjadi pilihan dengan rentang harga sekitar Rp 80 jutaan sampai Rp 100 jutaan. Karena menggunakan diesel, konsumsi bahan bakarnya jadi bisa lebih hemat.

Mobil bekas Harga pasaran 
Honda City i-DSI (2004) Rp 69 jutaan
Hyundai i10 (2009) Rp 67 jutaan
Toyota Vios (2012) Rp 65 jutaan 
Suzuki Aerio (2006)  Rp 63 jutaan
Datsun GO Panca (2014) Rp 69 jutaan
Suzuki APV (2005) Rp 69 jutaan
KIA Picanto 1.1 SE Manual (2009) Rp 66 juta 
Daihatsu Xenia Li MT  Rp 64 jutaan
Chevrolet Spark 1.2 LT (2010) Rp 68 jutaan
Hyundai Trajet (2004) Rp 60 jutaan

Harga mobil bekas di bawah Rp 50 juta

Walaupun pilihannya semakin terbatas, kamu tetap bisa membeli mobil bekas dengan harga di bawah Rp 50 juta kok. Untuk tipe keluarga bisa membeli Toyota Kijang bermesin 1.800 cc tipe G keluaran tahun 1996 seharga Rp 45 jutaan. Mobil yang cukup legendaris ketika masanya.

Sektor city car bisa memilih Hyundai Atoz bermesin 1.000 cc keluaran tahun 2002 yang punya harga sekitar Rp 47 jutaan. Sedangkan buat sedan bisa mencoba Honda Accord bermesin 2.300 cc keluaran tahun 1999 senilai Rp 49 jutaan.

Yang mau membeli mobil untuk keperluan usaha bisa membeli Suzuki Carry Box bermesin 1.000 cc keluaran tahun 2008 seharga Rp 50 jutaan.

Perawatan mobil bekas

Beli mobil bekas
Perhatikan hal-hal berikut ini saat membeli mobil, (Ilustrasi/Pixabay).

Dalam memelihara mobil bekas yang terpenting adalah rutin pergi ke bengkel karena daya tahan mobil tersebut tergolong lebih lemah dibandingkan mobil baru. Atau bila perlu cari bengkel mobil yang khusus mereparasi tipe atau merek mobil tertentu supaya penanganannya bisa lebih tepat.

Beberapa bagian yang penting diperhatikan adalh sektor mesin, kaki-kaki mobil dan radiator. Khusus buat mobil keluaran tahun 2005-an ke bawah bisa menggunakan bensin beroktan 88 agar gak merusak mesin. Dan juga pastikan selalu memanaskan mesin sebelum menggunakannya. Kalau jarang digunakan, panaskan paling gak 2 sampai 3 hari sekali buat menjaga kesehatan mesin.

Tempat jual beli mobil bekas Jakarta

Buat membeli mobil bekas kamu bisa mengunjungi beberapa showroom atau dealer yang khusus menjual mobil bekas. Buat kamu yang tinggal di daerah Jakarta Selatan bisa mengunjungi dealer Mobil 88 yang berada di daerah Cilandak atau tepatnya ada di seberang Citos.

Atau jika jaraknya kejauhan dengan domisili kamu, bisa mengunjungi bursa mobil bekas Tems Otomart yang letaknya di Grand ITC Permata Hijau.

Lalu yang tinggal di daerah Jakarta Barat bisa datang ke Best Car Mobilindo yang ada di daerah Joglo, Kembangan. Selain itu ada AHM Auto Mobil bekas yang berada di ruko Taman Palem Lestari, Cengkareng.

Buat yang tinggal di Jakarta Utara bisa mampir ke AG Mobilindo yang lokasinya ada di WTC Mangga Dua lantai 7. Koleksi mobilnya cukup lengkap mulai dari sedan sampai MPV tersedia di sana.

Terakhir di daerah Jakarta Timur dan Jakarta Pusat, kamu bisa mengunjungi dealer Arjuna Motor yang berada di daerah Jatiwaringin dan Makmur Sukses Motor yang letaknya di Mega Glodok lantai 2. 

Itu dia tips dalam memilih dan beli mobil bekas supaya gak rugi. Jadi kamu tertarik gak nih buat membelinya?