Beli Mobil Pertama? Perhatikan 6 Tips Ini Biar Gak Rugi

beli mobil

Ketika kamu sudah mantap untuk beli mobil pertama, maka jangan lantas gegabah hingga akhirnya kamu justru merugi usai membelinya. Tapi, jangan lantas terlalu banyak pertimbangan juga yang akhirnya justru membuatmu gak jadi beli.

Bingung ketika memilih mobil pertama itu wajar, namanya juga pembeli mobil pemula. Bisa jadi faktor penyebabnya adalah kamu sering dengar banyak masukan orang seputar cara beli mobilnya.

Si A bilang belinya jangan di dealer sana, sementara si B bilang beli bekas di sini saja. Lalu si C pun menambahkan gak usah beli mobil deh harga bensin mau naik. Alhasil bingung sendiri kan.

[Baca: 4 Alasan Beli Mobil Bekas Online Lebih Aman Daripada di Showroom]

Tapi tenang saja, DuitPintar bakal memberikan enam tips khusus buatmu yang ingin beli mobil pertama. Dijamin deh, kamu gak bakalan rugi secara finansial jika mengikuti tips ini.

Tanpa berlama-lama lagi, ini dia enam tips efektif buat pembeli mobil pertama. Mari disimak ulasannya.

1. Tentukan kegunaan mobilmu

beli mobil
Pahami dulu kegunaannya, baru deh pilih mobilnya (Liputan6)

Baiklah, sebelum memilih model mobil yang kamu inginkan, tentukan dulu fungsi atau kegunaan mobilmu. Jelas banget, mobil fungsinya buat alat transportasi. Tapi tentukan ulang lagi deh kegunaannya secara detail.

Misalnya, kamu sudah berkeluarga dan punya anak satu, sudah pasti kamu butuh mobil yang lega dan bisa memuat banyak barang belanjaan bukan? Mobil keluarga lah solusinya.

[Baca: 4 Mobil Keluarga di Bawah Rp 200 Juta Ini Bakal Meluncur 2018]

Tapi seandainya kamu masih single dan hobi touring ke luar kota sama teman-teman, pilih saja mobil sport utility vehicle (SUV) yang punya ground clearance tinggi. Jadi gak usah khawatir kalau harus menghantam trek yang jelek di pedalaman.

Sederhana kan? Jangan sampai salah pilih tipe lho. Jangan hanya berpatok sama harga. Kalau dari awal acuannya sudah harga, maka kamu berpotensi salah beli.

2. Tentukan harga dan biaya kepemilikan

Oke, setelah tahu tipe mobil apa yang kamu inginkan, baru deh tentukan harganya. Kira-kira mobil seharga berapa juta yang mau dibeli.

Setelah tahu harganya, jangan buru-buru langsung ke showroom. Riset dulu soal biaya kepemilikannya. Biaya kepemilikan gak hanya seputar harga onderdil lho, melainkan juga pajak tahunannya.

Mungkin kamu sanggup beli mobilnya, tapi kalau biaya pajak tahunannya saja sekali gajimu, apa kabar kondisi keuangan? Masa iya tiap mau perpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) cemberut melulu.   

Bila mobil merek A terlalu mahal, pilih saja kompetitornya dari B atau C yang harganya lebih murah. Intinya, selama fungsinya sesuai sama yang kamu butuhkan untuk sehari-hari, pasti gak rugi deh.

3. Pilih mobil Jepang

beli mobil
Mobil Jepang saja ya, bengkel banyak, perawatan juga gak ribet (Carmudi)

Kenapa gak pilih mobil Eropa, Amerika, Korea, atau Cina saja? Karena mobil Jepang perawatannya lebih mudah dan bengkel resminya tersebar di mana-mana. Onderdilnya pun banyak, so gak perlu inden-inden segala deh.

Lain halnya dengan mobil non-Jepang, terutama Eropa. Selain biaya perawatannya lebih tinggi, harga jualnya juga merosot.

[Baca: Ini 5 Mobil Jepang yang Harga Jualnya Turun]

Ketika ada kerusakan, gak semua mekanik juga bakal familiar sama mesin mobil Eropa. Jadi, disarankan beli mobil Jepang saja ya.

4. Pilih warna hitam, silver, putih, atau abu-abu metalik

Kenapa gak warna merah, pink, kuning, biru, atau yang lain? Warna juga berpengaruh sama harga jual mobilmu di kemudian hari.

Warna-warna yang disebutkan di atas adalah warna umum dan memang banyak disukai masyarakat Indonesia. Harga jual mobil warna hitam, silver, putih, dan abu-abu metalik cenderung bertahan kok.

5. Beli mobil baru

beli mobil
Daripada beli bekas nanti ada risiko rusak, beli baru aja deh (Tribunnews)

Kenapa harus beli yang baru? Patut diingat, ini adalah momen perdana bagimu dalam urusan beli mobil. Biasanya pemahaman tentang mesin dan kepemilikan mobil seorang pembeli pemula belum mendalam, kecuali dia adalah lulusan teknik otomotif.

Itulah sebabnya kenapa kamu disarankan untuk membeli mobil baru dari dealer Agen Pemegang Merek (APM). Mobil baru tentu saja kondisinya 100 persen prima, surat-surat lengkap, tinggal pakai, dan bebas was-was tentunya.

Gimana kalau bujetnya belum kekumpul? Bisa kredit tentunya, tapi pastikan kalau cicilannya gak lebih dari 30 persen penghasilan bulananmu.

6. Jangan tergiur beli tipe termurah

Setiap varian mobil tentunya punya tipe termurah dan termahal. Alangkah lebih baik untuk gak membeli tipe termurah.

Karena mobil tipe termurah fiturnya dikurangi. Bisa jadi sensor mundurnya dikurangi, gak ada foglamp, atau fitur keamanan lain. Daripada nyesel, mending nabung buat tipe di atasnya bukan? Gak perlu tipe termahal yang penting tipe yang fiturnya cukup lengkap.

So, itulah enam tips yang harus diperhatikan ketika kamu sudah memutuskan untuk beli mobil pertama. Gak perlu lagi deh bingung atau galau ketika kamu dengar banyak masukan seputar beli mobil.

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →