Berapa Biaya Cek Golongan Darah [2020]? Yuk, Ketahui!

biaya cek golongan darah

Biaya cek golongan darah di setiap rumah sakit tentu berbeda-beda. Hal ini tergantung pada teknik yang digunakan, banyaknya golongan darah yang diperiksa, hingga fasilitas yang diberikan. 

Umumnya biaya cek golongan darah di rumah sakit swasta di Jakarta dimulai dari harga Rp20 ribu – Rp60 ribu. Tapi, sebaiknya kamu bawa dana lebih, ya. Sedikit bocoran kalau biasanya suka ada tambahan biaya sekitar 20-30 persen untuk hal tak terduga.

Lalu, kenapa sih kamu harus cek golongan darah? Cek golongan darah ternyata sangat penting untuk kesehatan kamu, lho

Salah satunya bisa menolong kamu kalau kamu mengalami musibah seperti kecelakaan atau membutuhkan tambahan darah saat akan melakukan operasi. Cek golongan darah juga penting untuk kamu yang berencana menikah untuk mengetahui kesehatanmu dan pasangan.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan soal cek golongan darah berikut ini, ya!

Cek golongan darah

Cek golongan darah merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui golongan darah kamu. Ada dua jenis penggolongan darah yang biasa digunakan, yakni ABO dan sistem Rhesus (Rh).

Apa saja kategori golongan darah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, golongan darah ada dua penggolongan yakni ABO dan sistem Rhesus (Rh). 

1. Sistem ABO yakni antigen yang ada di permukaan sel darah merah dan antibodi yang terdapat dalam plasma darah (darah dengan bentuk cairan berwarna kuning). Sistem ini terbagi menjadi 4 golongan darah:

  • Golongan darah A: memiliki antigen A dan antibodi B
  • Golongan darah B: memiliki kombinasi antigen B dan antibodi A
  • Golongan darah AB: memiliki antigen A dan B, tetapi gak memiliki antibodi A dan B
  • Golongan darah O: memiliki antibodi A dan B, tetapi gak memiliki antogen A dan B.

2. Sistem Rhesus membagi darah menjadi 2 golongan, yakni:

  • Rh + (Rhesus Positif), darah yang memiliki antigen Rhesus. Orang yang memiliki Rh + bisa menerima transfusi darah dari orang dengan Rh + da Rh –
  • Rh – (Rhesus Negatif), darah yang gak memiliki antigen Rhesus. Orang dengan Rh – hanya bisa menerima transfusi darah dari orang yang memiliki Rh – saja.

Kenapa seseorang perlu cek golongan darah?

Mengetahui golongan darah tentu penting untuk kesehatan dan biasanya diperlukan untuk kebutuhan medis. Apalagi, jika kamu berniat mendonorkan darah atau akan menerima transfusi darah dari orang lain.

Tidak semua perusahaan asuransi kesehatan menanggung biaya cek golongan darah. Karena itu, yuk lihat daftar polis beserta manfaat asuransi kesehatan terbaik sebelum memilihnya!

Lebih lengkapnya, berikut alasan kamu wajib cek golongan darah.

1. Transfusi dan donor darah

Gak ada yang tahu dengan pasti apakah hidup kamu akan selalu baik-baik saja. Gak ada salahnya buat berjaga-jaga untuk cek golongan darah. Jadi, ketika kamu mengalami musibah atau ada anggota keluargamu yang membutuhkan darah, kamu bisa langsung siap tanggap karena sudah tahu golongan darahmu. 

2. Untuk persiapan menikah dan kehidupan rumah tangga

Bagi kamu yang akan menikah, cek golongan darah ternyata penting, lho! Apalagi, bila kamu berencana ingin segera memiliki anak. Sebab, jika golongan darahmu dengan pasagan gak cocok, bisa memengaruhi proses tumbuh kembang bayi. Sehingga perlu dilakukan banyak metode untuk mengurangi risiko tersebut. 

3. Diet makanan

Beberapa orang dengan jenis golongan darah tertentu ternyata rentan mengalami penyakit diabetes dan jantung. Dengan mengetahui golongan darahmu, kamu bisa menghindari makanan yang berpotensi menyebabkan penyakit-penyakit tersebut.

4. Mencegah komplikasi saat transfusi

Rupanya, gak semua golongan darah itu cocok untuk yang lain, lho! Jika gak cocok bisa menyebabkan penggumpalan darah dan komplikasi yang fatal untuk tubuh. Untuk itu, penting sekali mengetahui golongan darah kita untuk mengurangi risiko komplikasi saat transfusi.

Apa hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum cek golongan darah?

Untuk melakukan cek golongan darah, gak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan. Cukup persiapan mental saja apabila kamu takut sama jarum. 

Umumnya juga gak ada risiko parah yang akan dialami saat cek golongan darah. Namun, bisa saja terjadi hal-hal seperti pendarahan berlebih, pusing, infeksi, hingga penumpukan darah di bawah kulit (hematoma). Tapi, gak perlu khawatir karena hal-hal seperti itu jarang sekali terjadi. 

Bagaimana proses cek golongan darah dilakukan?

Untuk melakukan cek golongan darah, hal pertama yang dilakukan tentu saja dengan mengambil sampel darah terlebih dahulu. Pengambilan sampel darah biasanya dilakukan dengan menusukan jarum kecil di ujung jarimu. 

Setelah sampel darah diambil, ada dua tahap yang dilakukan oleh analis laboratorium untuk memeriksa jenis golongan darah:

1. Darah pasien dicampur dengan antibodi A dan B

Kalau darah hancur ketika diberi antibodi A, itu berarti golongan darahmu adalah A. Kemudian, saat darah hancur ketika diberi antibodi A dan B, maka golongan darah kamu adalah AB.

2. Pemeriksaan back typing

Pemeriksaan selanjutnya yakni memeriksa serum atau plasma darah yang berisi antibodi. Nantinya pemeriksaan plasma darah ini akan dicampur dengan darah orang lain yang memiliki antigen A dan B. 

3. Pemeriksaan Rhesus

Pemeriksaan sistem Rhesus umumnya sama seperti pemeriksaan darah ABO. Darah nantinya akan dicampur dengan antibodi Rh.

Apa efek samping dari cek golongan darah?

Efek samping setelah melakukan cek golongan darah jarang sekali terjadi. Namun, efek samping seperti di bawah ini mungkin bisa terjadi pada kamu karena beberapa faktor. Sebaiknya jaga kesehatan sebelum cek golongan darah, ya!

  • Pusing
  • Pingsan
  • Infeksi pada titik yang disutik
  • Pendarahan
  • Hematoma

Estimasi biaya cek golongan darah tahun 2020

Biaya cek golongan darah di beberapa rumah sakit dan klinik laboratorium umumnya bervariasi. Dilansir dari laman halodoc, untuk di wilayah Jakarta, beberapa klinik dan rumah sakit swasta kompak memberikan harga sebesar Rp66 ribu – Rp84 ribu. 

Contohnya, semua klinik Path Lab memberikan harga Rp66 ribu untuk cek golongan darah. Sedangkan, semua cabang Prodia memberikan harga sebesar Rp84 ribu. 

Jika ingin mendapatkan harga lebih murah lagi, kamu bisa datang ke Klinik Abdul Radjak Tegalan, Jakarta Timur dengan membayar Rp35 ribu saja. Atau bisa juga pergi ke Rumah Sakit Gandaria dengan harga Rp45 ribu. 

Apakah biaya cek golongan darah di-cover BPJS?

Sayangnya, BPJS belum bisa mengcover biaya cek golongan darah. Sebab, jika pemeriksaan laboratorium dilakukan karena keinginan pasien, bukan dilakukan karena rujukan dari dokter, maka BPJS tidak menanggung biaya cek golongan darahmu. 

Pelayanan ini akan di-cover apabila secara medis kamu terbukti menjalani pemeriksaan darah dari rujukan dokter. Misalnya, untuk keperluan transfusi darah untuk penyakit yang diderita. 

Sekadar diketahui, ini jenis pemeriksaan laboratorium yang ditanggung BPJS dengan rujukan dokter:

  • Cek darah sederhana, seperti hemoglobin, leukosit, trombosit, hematokrit, eritrosit, laju endap darah, dan golongan darah.
  • Cek urin sederhana 
  • Cek feses sederhana
  • Cek gula darah. 

Kabar baiknya, kamu bisa pergi ke Puskesmas untuk melakukan cek golongan darah, lho! Sebab, Puskesmas hanya akan membebankan biaya cek golongan darah sebesar Rp10 ribu saja. Namun, sebaiknya kamu tanyakan pada Puskesmas terdekat di daerahmu, ya.

Pentingnya punya asuransi kesehatan

Meski biaya cek golongan darah sangat terjangkau, kamu tetap butuh memiliki asuransi kesehatan.

Faktanya BPJS ternyata gak mencover biaya untuk cek di laboratorium. Jadi, kamu harus memiliki asuransi kesehatan lain yang bisa mengcover biaya kesehatan lainnya.

Dengan asuransi kesehatan, kamu gak perlu khawatir memikirkan biaya pengobatan saat kamu atau anggota keluargamu sakit. 

Asuransi kesehatan sudah memberi manfaat untuk biaya rawat inap, rawat jalan, pembedahan, dan medical check-up. Manfaat tambahannya, kamu bisa menggunakannya untuk melahirkan, perawatan gigi, dan mata. 

Salah satu hal yang membuat asuransi kesehatan penting yakni adanya inflasi biaya rumah sakit. Hal ini menandakan bahwa biaya rawat inap juga akan terus naik seiring naiknya inflasi tersebut.

Memiliki asuransi kesehatan juga membantu perputaran uang kita tetap stabil, sebab dana tabungan, investasi, dan aset lainnya tidak akan terganggu apabila kita sakit.  Apalagi di saat pandemi yang membuat pemasukanmu gak tentu. 

Cara memilih asuransi kesehatan sesuai kebutuhan 

Banyaknya asuransi kesehatan yang ada di Indonesia tentu akan membuat kamu bingung. Asuransi mana yang sebenarnya bagus dan cocok untuk kebutuhan?

Sebelum kita melihat berbagai penawaran asuransi yang ada saat ini, sebaiknya ketahui dulu beberapa kriteria yang mesti kita perhatikan, di antaranya:

  • Jaringan rumah sakit yang luas. Bagi yang sering ke luar negeri, pastikan provider menjangkau rumah sakit di luar negeri.
  • Fasilitas cashless karena praktis apalagi di saat urgent. Sehingga kita cukup menggesekkan atau cukup menunjukkan kartu asuransi saja.
  • Limit pertanggungan dan premi sesuai. Tidak selalu asuransi kesehatan murah akan lebih baik, tetapi asuransi yang bagus juga tidak selalu mahal.

Dengan ratusan pilihan polis dan brand, kamu harus lebih cermat memilih asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhanmu.  

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli proteksi kesehatan: 

Bisa klaim cashless

Cobalah mencari asuransi kesehatan yang bisa menggunakan sistem klaim cashless bermodal kartu asuransi. Contohnya, rekomendasi pilihan di atas yaitu Allianz, AXA Mandiri, Prudential, Manulife, BCA, BNI Life, dan Cigma semuanya memiliki manfaat asuransi cashless dan reimbursement

Menanggung biaya rawat jalan

Hal penting yang harus diperhatikan adalah, pastikan bahwa asuransi kesehatanmu sudah menanggung biaya rawat inap. 

Dari rekomendasi Lifepal, asuransi kesehatan AXA Mandiri, Cigna, dan Manulife menanggung biaya rawat jalan sebagai manfaat dasar asuransi. Kamu hanya tinggal memilih preminya saja.

Manfaat pengembalian premi

Beberapa asuransi juga menawarkan pengembalian premi atau no claim bonus apabila tidak ada klaim hingga masa polis berakhir. 

Umumnya besaran pengembalian premi tiap polis perusahaan berbeda-beda ada yang 20 persen, 50 persen, bahkan hingga 100 persen dari total premi yang telah dibayarkan.

Beberapa pilihan rekomendasinya adalah asuransi kesehatan Cigna, Prudential, dan Allianz juga memberikan manfaat no claim bonus bahkan ada yang setiap setahun. 

Limit/plafon sesuai premi

Plafon yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan memang sekilas terkesan besar. Misal uang pertanggungan Rp20 juta terkesan banyak saat ini.

Namun, jika dibandingkan dengan biaya perawatan medis di Indonesia saat ini yang mana biaya operasi memakan biaya sekitar Rp7-Rp15 juta, tentu manfaat pertanggungan Rp20 juta sangatlah kecil

Jika memungkinkan, sebaiknya pilih yang menanggung biaya medis sesuai tagihan rumah sakit (as charged), seperti Manulife, Prudential, dan BNI Life. 

Iuran premi tidak lebih 10 persen dari gaji

Agar tidak menjadi beban, sebaiknya pilih asuransi kesehatan yang biaya preminya tidak lebih dari 10 persen gaji kamu, ya. Kamu harus mengikuti metode 50:30:20. Di mana 50 persen gaji digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk hiburan, 10 persen untuk investasi, dan 10 persen untuk asuransi. 

Beli melalui broker asuransi

Broker yang telah terdaftar resmi dapat membantu nasabah mengajukan klaim. Ingat, ketika sedang mengalami risiko medis, pengajuan klaim akan sangat sulit dilakukan sendiri. 

Belum lagi jika pengajuan klaim nasabah ditolak karena alasan tertentu. Broker asuransi seperti Lifepal dapat sangat membantu dalam mengatasi masalah klaim tersebut.

Apakah kamu punya pertanyaan terkait asuransi kesehatan apa yang cocok dengan kebutuhan dan anggaranmu? Yuk, konsultasikan secara gratis dengan ahli asuransi melalui Tanya Lifepal!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →