Antisipasi Jantung Koroner dengan Cek Kolesterol Sejak Dini!

biaya cek kolesterol

Sampai saat ini, kolesterol tinggi masih dianggap sebagai penyebab jantung koroner dan stroke yang menjadi penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia. Namun, masih banyak orang enggan mengeceknya. Padahal, biaya cek kolesterol tergolong murah. 

Biaya cek kolesterol bervariasi tergantung dari fasilitas kesehatannya. Tapi, jika diambil rata-rata biaya yang kamu perlu siapkan untuk satu kali pemeriksaan mulai dari Rp50 ribu.

Bahkan, saat ini juga sudah banyak dijual alat tes kolesterol untuk memantau kadar kolesterol dalam tubuh tanpa harus pergi ke dokter atau faskes. Hasilnya pun bisa didapat dalam hitungan menit. 

Tes kolesterol adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur kadar lemak di dalam darah. Buat kamu yang punya riwayat kolesterol tinggi, paling gak kamu perlu melakukan tes ini secara rutin.

Sebab, kalau kolesterol dalam darah kamu gak terkontrol bisa menyebabkan penyakit seperti stroke dan serangan jantung. Tapi kalau kamu gak punya riwayat kesehatan khusus, tes kolesterol bisa dilakukan setiap lima tahun sekali. 

Prosedur tes kolesterol yang dilakukan 

Cek kolesterol dilakukan dengan mengambil sampel darah, yang biasanya dilakukan di pagi hari. Sebelum tes dilakukan, dokter akan meminta kamu berpuasa sejak malam kira-kira 9 – 12 jam. 

Tapi, ada juga tes kolesterol yang gak mewajibkan kamu untuk berpuasa, khusus untuk pemeriksaan HDL dan kolesterol total.  

Persiapan yang perlu kamu lakukan sebelum menjalani tes: 

  • Gak makan dan minum, kecuali air putih, selama 9 – 12 jam sebelum darah diambil 
  • Gak makan makanan berlemak tinggi di malam hari sebelum tes 
  • Gak mengkonsumsi alkohol atau olahraga berlebih sebelum tes.

Berikut prosedur tes kolesterol yang dilakukan oleh tenaga medis:

  • Mengikat lengan bagian atas dengan ikatan elastis untuk mencari pembuluh darah
  • Bagian yang akan disuntik, untuk diambil sampelnya, dibersihkan dengan alkohol terlebih dulu 
  • Darah diambil dengan menyuntikkan jarum ke pembuluh darah
  • Tabung khusus dipasang ke alat suntik untuk menampung darah 
  • Petugas akan melepas ikatan dari lengan kamu setelah sampel mencukupi 
  • Bagian yang tadi disuntik, kemudian ditempel kain kasa dan perban.

Prosedur ini hanya memakan waktu beberapa menit. Tergantung dari susah atau gaknya pembuluh darah ditemukan. Biasanya pasien akan merasa nyeri, pada bagian yang disuntik, skala sedang

Selain itu dokter juga akan mencatat berat badan, pola makan, aktivitas fisik dan riwayat penyakit kamu, seperti apakah kamu memiliki penyakit diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. 

Selain itu, kamu juga harus memberikan informasi mengenai kehamilan, pengangkatan ovarium dan obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi. 

Kalau ternyata kamu sedang mengkonsumsi pil KB, biasanya dokter akan meminta untuk dihentikan beberapa hari sebelum tes dilakukan. Karena pil KB dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. 

Kapan sih harus cek kolesterol? 

Biasanya orang akan melakukan tes kolesterol saat sudah merasakan gejala. Padahal, seharusnya cek kolesterol dilakukan secara berkala dan sedini mungkin. 

The American Heart Association bahkan menyarankan tes kadar kolesterol segera dilakukan saat menginjak usia 20 tahun. Dan tes tersebut harus rutin dilakukan setiap lima tahun sekali. 

Tapi jika diketahui ada riwayat kolesterol tinggi secara genetic, maka pemeriksaan harus sedini mungkin dilakukan, bahkan sejak usia 10 tahun. 

Nah, kalau dari pemeriksaan kolesterol kemudian hasilnya normal, gak ada penyakit apapun, maka dianjurkan pemeriksaan kolesterol dilakukan setiap 4 – 6 tahun sekali. Tapi kalau ditemui ada penyakit seperti diabetes, stroke, jantung koroner, obesitas, maka kolesterol perlu dicek setiap 1 – 3 tahun sekali. 

Perlakuan akan berbeda lagi jika kamu memiliki kolesterol tinggi, disarankan untuk konsultasi dengan dokter dan biasanya terapi konsumsi obat penurun kolesterol. Umumnya bila kondisi seperti ini, pemeriksaan kolesterol akan dilakukan tiap 3 bulan – 1 tahun sekali. 

Sedangkan menurut Centers fod Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan tes kolesterol dilakukan pada anak sebanyak dua kali. Yaitu saat anak berusia 9 – 11 tahun. Dan saat anak berusia 17 – 21 tahun. 

Ditambahkan, tes kolesterol gak disarankan saat usia pubertas. Karena hormon dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh remaja. 

Kenapa saya harus cek kolesterol? 

Jenis pemeriksaan ini sangat penting, karena tingginya kadar kolesterol seringkali menjadi penyebab dari penyakit jantung koroner. Terlebih lagi, kolesterol tinggi ini tidak menimbulkan gejala. Jadi sulit untuk mendeteksinya tanpa cek laboratorium. 

Sebab itu, bagi kamu yang berusia 20 tahun ke atas dianjurkan untuk melakukan kolesterol secara rutin untuk memantau kadar kolesterol dalam tubuh kamu. Tes ini juga sekaligus untuk mengetahui apakah ada risiko terkena serangan jantung atau penyakit pembuluh darah. 

Siapa saja sih yang berisiko dan membutuhkan cek kolesterol secara rutin? 

  • Punya riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau pernah terkena serangan jantung 
  • Obesitas atau berat badan berlebih 
  • Jarang berolahraga atau gak aktif bergerak 
  • Pengidap diabetes
  • Kerap mengonsumsi junk food 
  • Perokok aktif 
  • Pria berusia di atas 45 tahun dan perempuan di atas 55 tahun 
  • Pengidap hipertensi.

Seperti apa hasil tes kolesterol? 

Hasil tes kolesterol akan ditunjukkan dalam satuan milligram per desiliter (mg/dL). Angka kadar kolesterol yang ideal adalah sebagai berikut:

  • Kolesterol total : di bawah 200 mg/dL (semakin rendah akan semakin baik)
  • LDL: 70-130 mg/dL (semakin rendah akan semakin baik)
  • HDL: 40-60 mg/dL (semakin tinggi akan semakin baik)
  • Trigliserida: di bawah 150 mg/dL (semakin rendah akan semakin baik).

Gak ada hal khusus yang perlu kamu lakukan saat dan setelah cek kolesterol. Kamu bisa langsung beraktivitas seperti biasa setelah pengambil darah atau tes. 

Risiko tes kolesterol 

Seperti dijelaskan di atas, prosedur tes hanya memakan waktu beberapa menit saja, tergantung dari tingkat kesulitan kondisi pembuluh. 

Risiko yang dapat terjadi saat tes kolesterol meliputi:

  • Pendarahan 
  • Pingsan atau nyaris pingsan 
  • Memar karena darah yang menumpuk di bawah kulit 
  • Pegal atau nyeri di lokasi penyuntikan 
  • Infeksi. 

Angka tes kolesterol tinggi 

Jika dari hasil tes kolesterol ternyata hasilnya di atas batas normal, dokter akan menyarankan kamu untuk tes gula darah. Hal ini perlu dilakukan untuk mengecek kemungkinan diabetes dan tes hormon tiroid guna memeriksa fungsi kelenjar tiroid. 

Hasil tes yang tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah. Dan angka tersebut dapat diturunkan dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti : 

1. Rutin berolahraga

Olahraga yang rutin bisa menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL dalam darah. Aktivitas fisik juga bisa membantu dalam menjaga berat badan agar tetap di ambang normal 

Jenis olahraga yang disarankan seperti aerobic, kardio selama 150 menit dalam seminggu. 

2. Menurunkan berat badan 

Sebab berat badan yang berlebih bisa meningkatkan kolesterol darah dan risiko penyakit jantung. 

3. Berhenti merokok 

Kebiasaan merokok juga menjadi salah satu factor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. 

4. Pola makan yang sehat dan seimbang 

Dokter biasanya akan menyarankan untuk mengkonsumsi makanan yang rendah lemak, gula dan karbohidrat. Makan dengan kadar serat yang tinggi akan sangat disarankan. 

Setelah dalam beberapa waktu tertentu, kamu sudah menjalankan pola hidup sehat, dokter akan meminta kamu untuk tes kolesterol lagi. Tapi jika kolesterol kamu masih tetap tinggi, dokter akan meresepkan obat penurun kolesterol. 

Diharapkan dari kombinasi gaya hidup sehat dan obat-obatan bisa menurunkan kadar kolesterol kamu. Konsultasikan lagi dengan dokter untuk metode mana yang terbaik dalam menurunkan kolesterol kamu. 

Estimasi biaya cek kolesterol 

Cek kolesterol dilakukan untuk melihat apakah kadar kolesterol dan trigliserida kamu di dalam darah dalam batas normal atau gak. Tes ini juga bisa membantu memprediksi risiko penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh penumpukan plak di dalam pembuluh darah arteri. 

Kamu bisa melakukan tes kolesterol di fasilitas kesehatan seperti klinik, rumah sakit atau laboratorium mandiri. Biaya tes ini bervariasi, tergantung dari faskes dan alat yang digunakan. 

Di Rumah Sakit Royal Taruma, Kalideres, Jakarta Barat, tes kolesterol membutuhkan biaya mulai dari Rp259 ribu. Sedangkan di Karawang, Jawa Barat cek kolesterol hanya memerlukan biaya mulai dari Rp69 ribu. 

Bagaimana dengan BPJS Kesehatan? Apakah tes kolesterol ditanggung BPJS? Sayangnya, BPJS Kesehatan gak menanggung biaya tes kolesterol ini. Pemeriksaan laboratorium yang ditanggung BPJS Kesehatan di faskes 1 antara lain: 

  • Darah sederhana (Hemoglobin, leukosit, trombosit, hematokrit, eritrosit, laju endap darah dan golongan darah)
  • Urin sederhana (PH, berat jenis, kejernihan, warna, leukosit, eritrosit)
  • Fases sederhana (cacingan)
  • Gula darah sewaktu.

Tapi kalau ingin melakukan pemeriksaan laboratorium yang lebih detil, kamu bisa meminta rujukan dari faskes 1 ke fasket tingkat lanjutan, Hampir semua biaya ditanggung BPJS. 

Asuransi kesehatan itu penting 

Asuransi kesehatan penting, karena pada tahun 2018 saja, inflasi biaya rumah sakit mencapai 11 persen. 

Artinya, misal pada tahun sebelumnya biaya kesehatan rawat inap di rumah sakit berkisar Rp500 ribuan per hari, maka nominalnya akan naik menjadi Rp555 ribu di tahun 2018. Angka tersebut akan terus meningkat di tahun selanjutnya. 

Selain itu, ketika memilih asuransi kesehatan yang bagus, itu berarti akan membantu perputaran keuangan kita tetap stabil. Sebab tabungan, investasi, atau aset yang kita miliki tidak akan terusik ketika terkena risiko sakit karena biaya rumah sakit telah ditanggung oleh asuransi.

Cara memilih asuransi kesehatan sesuai kebutuhan 

Dengan ratusan pilihan polis dan brand, calon nasabah perlu lebih cermat memilih manfaat asuransi kesehatan yang dibeli. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli proteksi kesehatan: 

Metode klaim cashless

Dengan sistem klaim cashless nasabah bisa datang ke rumah sakit bermodal kartu peserta asuransi kesehatan saja. Artinya, nasabah tidak perlu mengeluarkan anggaran yang besar untuk mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit rekanan. Namun, cashless tidak selalu menjadi terbaik. Ingat penjelasan sebelumnya, ya.

Contohnya, rekomendasi pilihan di atas yaitu Allianz, AXA Mandiri, Prudential, Manulife, BCA, BNI Life, dan Cigma semuanya memiliki manfaat asuransi cashless dan reimbursement.

Menanggung biaya rawat jalan

Biaya perawatan pra dan pasca rawat inap tidaklah murah. Untuk itu, sebaiknya pilih yang menanggung biaya rawat jalan tersebut. 

Dari rekomendasi Lifepal, Asuransi kesehatan AXA Mandiri, Cigna, dan Manulife menanggung biaya rawat jalan sebagai manfaat dasar asuransi. Calon nasabah tinggal memilih premi dan plafon yang dapat melengkapi kebutuhan serta anggaran. 

Manfaat pengembalian premi

Beberapa asuransi juga menawarkan pengembalian premi atau no claim bonus apabila tidak ada klaim hingga masa polis berakhir. 

Umumnya besaran pengembalian premi tiap polis perusahaan berbeda-beda ada yang 20 persen, 50 persen, bahkan hingga 100 persen dari total premi yang telah dibayarkan.

Beberapa pilihan rekomendasinya adalah asuransi kesehatan Cigna, Prudential, dan Allianz juga memberikan manfaat no claim bonus bahkan ada yang setiap setahun. 

Limit/plafon sesuai premi

Plafon yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan memang sekilas terkesan besar. Misalnya, uang pertanggungan Rp20 juta terkesan banyak saat ini.

Namun, jika dibandingkan dengan biaya perawatan medis di Indonesia saat ini yang mana biaya operasi memakan biaya sekitar Rp7 ribu-Rp15 juta, tentu manfaat pertanggungan Rp20 juta sangatlah kecil.

Jika memungkinkan, sebaiknya pilih yang menanggung biaya medis sesuai tagihan rumah sakit (as charged), seperti Manulife, Prudential, dan BNI Life. 

Iuran premi tidak lebih 10 persen dari gaji

Meski proteksi kesehatan sangatlah penting, calon nasabah tetap harus memastikan keuangannya tetap terjaga. Salah satunya adalah dengan mengikuti metode finansial 50/30/20. Di mana 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk hiburan, 10 persen investasi, dan 10 persen asuransi. 

Beli melalui broker asuransi

Broker yang telah terdaftar resmi dapat membantu nasabah mengajukan klaim. Ingat, ketika sedang mengalami risiko medis, pengajuan klaim akan sangat sulit dilakukan sendiri. Belum lagi jika pengajuan klaim nasabah ditolak karena alasan tertentu. Broker asuransi seperti Lifepal dapat sangat membantu dalam mengatasi masalah klaim tersebut.

Keuntungan beli asuransi kesehatan online 

Ada begitu banyak manfaat yang bisa didapat dengan beli asuransi kesehatan online. Salah satunya, kemudahan transaksi. 

Sebab, calon nasabah hanya perlu buka situs broker asuransi Lifepal.co.id untuk membandingkan ratusan produk asuransi kesehatan terbaik dan murah. Setelah itu, pilih plafon dan premi yang sesuai kebutuhan serta anggaran. 

Selain itu, marketplace asuransi online juga biasanya menawarkan banyak diskon, sehingga premi yang didapat bisa lebih murah. Seperti Lifepal, yang saat ini menawarkan promo menarik untuk produk asuransi kesehatan. (Editor: Chaerunnisa)