Mulai dari Rp 850 Ribu, Ini Daftar Biaya Cuci Darah di RS Jabodetabek

Buat penderita gagal ginjal, mereka harus rela mengeluarkan biaya cuci darah setiap minggunya. Prosedur cuci darah ini wajib mereka lakukan, demi menggantikan fungsi ginjal yang terganggu. 

Intensitas cuci darah sih tergantung dari kondisi pasiennya, ada yang seminggu dua kali, seminggu sekali, atau dua minggu sekali. Kalau sudah cuci darah, badan akan terasa lebih segar lagi. 

Tapi gak cuma para penderita gagal ginjal aja yang diharuskan cuci darah. Mereka yang memiliki masalah ginjal juga perlu cuci darah, sampai fungsi ginjalnya kembali normal. 

Bagi sebagian orang, biaya yang harus dikeluarkan untuk cuci darah sangatlah mahal, sekali cuci darah bisa sampai Rp 1,5 jutaan. Memangnya berapa sih biaya cuci darah di rumah sakit sekitaran Jabodetabek? 

Penyebab gagal ginjal 

Biaya cuci darah
Gagal Ginjal (Ilustrasi by Shutterstock).

Ginjal merupakan organ dalam yang terdapat di tubuh manusia. Setiap manusia memiliki dua ginjal, di kanan dan kiri, dengan ukuran sekitar kepalan tangan. Memiliki peran yang sangat vital untuk tubuh, diantaranya membuang racun-racun yang ada di dalam tubuh melalui urine. 

Kemudian, ginjal juga memiliki fungsi untuk menyaring kotoran yang ada di darah sebelum darah mengalir ke jantung. Bayangkan kalau ginjal rusak, berarti kotoran yang ada di darah bakal tidak tersaring dengan baik. 

Selain dua itu, ada banyak fungsi lainnya, seperti mengontrol cairan yang ada di dalam tubuh agar seimbang, mengatur mineral dalam darah, menyaring racun dari makanan, obat-obatan, dan zat lainnya, membantu menghasilkan sel darah merah, dan mengatur tekanan darah. 

Nah ketika ginjal gak berfungsi secara maksimal untuk menyaring kotoran di darah, itulah yang disebut sebagai gagal ginjal. 

Penyebabnya beragam, diantaranya, paparan zat kimia dari obat-obatan tertentu, penyakit kronis, jarang minum air putih hingga keseringan dehidrasi akut, dan trauma ginjal. 

Apa itu cuci darah 

Biaya cuci darah
Cuci darah (Ilustrasi by Shutterstock).

Bagi penderita gagal ginjal, tentu tidak bisa merasakan fungsi ginjal yang mencuci darah dari kotoran. Oleh sebabnya, darah yang beredar di dalam tubuh bakalan dipenuhi kotoran dan racun. 

Apabila hal tersebut didiamkan saja, sangat berdampak tidak sehat untuk tubuh, karena darah bakal diedarkan ke seluruh bagian tubuh, termasuk jantung. 

Agar tetap bersih, maka darah di dalam tubuh harus dicuci dengan bantuan mesin dialisis. Mesin tersebut seperti ginjal buatan yang didalamnya terdapat saringan khusus atau yang disebut dialyzer. 

Dokter nantinya akan membuatkan akses untuk menghubungkan selang mesin dialisis ke dalam pembuluh darah pasien. Biasanya pembukaan aliran darah itu dibuat di tangan atau di dada. 

Mesin dialisis ini mampu menyaring kotoran, racun, kelebihan cairan, sampai kandungan garam dalam darah. Durasi sekali cuci darah, berkisar antara tiga sampai lima jam. Intensitasnya bisa satu kali satu minggu atau satu kali dua minggu, tergantung dari kondisi si pasien. 

Karena proses yang rumit dan vital ini, maka gak heran kalau biaya cuci darah sangatlah mahal. 

Manfaat cuci darah 

Biaya cuci darah
Cuci darah (Ilustrasi by Shutterstock).

Meski biaya cuci darah terbilang mahal, namun bagi penderitanya sangat memberikan manfaat. Apa saja manfaat cuci darah atau dialisis ini? 

  1. Menggantikan fungsi ginjal yang tidak berfungsi dengan baik
  2. Memulihkan kondisi ginjal bagi mereka yang mengalami gangguan ginjal sementara
  3. Meningkatkan tingkat keberlangsungan hidup bagi penderita gagal ginjal kronis
  4. Membuat para penderita gagal ginjal hidup normal seperti biasa
  5. Membersihkan darah yang mengalir ke seluruh organ 
  6. Mencegah kerusakan organ tubuh lainnya

Efek cuci darah pada penderita ginjal 

Biaya cuci darah
Cuci darah (Ilustrasi by Shutterstock).

Setiap tindakan medis tentu memiliki efek samping, sama halnya seperti para pasien yang menjalani terapi cuci darah. Berikut ini efek-efek yang biasanya dirasakan oleh tubuh pasien. 

1. Kelelahan 

Bagi pasien yang menjalani cuci darah untuk waktu yang cukup lama, bakal lebih mudah kelelahan. Hal ini bisa disebabkan karena fungsi ginjal yang terganggu, diet yang diperintahkan oleh dokter selama proses cuci darah, dan juga stres. 

Kelelahan bisa diatasi dengan olahraga ringan yang aman untuk penderita gagal ginjal, misal bersepeda, atau berjalan santai. Dengan kebiasaan berolahraga itu, stamina bisa pulih kembali. 

2. Menderita tekanan darah rendah 

Efek yang paling wajar dialami adalah tekanan darah rendah. Karena dalam proses cuci darah, cairan di dalam tubuh bakal keluar dan kadarnya akan menurun. Akibatnya, rasa mual dan pusing akan dirasakan pasien. 

3. Keram otot 

Selama cuci darah, otot-otot bakal kehilangan cairan. Karena hal itulah otot bakal bereaksi seperti keram. Biasanya rasa keram ini terjadi di bagian kaki. 

4. Kulit gatal-gatal 

Beberapa pasien mengeluhkan gatal-gatal pada kulit setelah menjalani proses cuci darah. Penyebabnya karena terjadi penumpukan mineral di dalam darah. 

Selain empat efek itu, beberapa efek samping lainnya yang biasa dirasakan adalah, mengalami kesulitan tidur, nyeri pada tulang dan sendi, mulut kering, dan perasaan gelisah. 

Biaya cuci darah 2019

Biaya cuci darah
Pasien cuci darah (Ilustrasi by Shutterstock).

Cuci darah bisa dilakukan di beberapa rumah sakit besar pada umumnya. Besaran biayanya berkisar dari Rp 850 ribu sampai Rp 1,5 juta sekali cuci darah. Biaya yang terbilang mahal itu mau gak mau harus dijalani oleh para penderita gagal ginjal. 

Berikut ini beberapa biaya cuci darah di rumah sakit Jakarta dan sekitarnya dikutip dari Alodokter

 

Rumah sakit di Jakarta Biaya cuci darah 
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi  Rp 1.498.000
Rumah Sakit Tebet  Rp 1.020.000
Siloam Hospitals Kebon Jeruk  Rp 1.200.000
Rumah Sakit Premier Jatinegara Rp 2.000.000
Mayapada Hospital Jakarta Selatan  Rp 1.300.000
St. Carolus Salemba  Rp 1.078.000
Siloam Hospitals TB. Simatupang Rp 950.000
RS Evasari Awal Bros Cempaka Putih Rp 1.438.000
Ciputra Hospital Citra Garden City  Rp 1.200.000
RS Menteng Mitra Afia  Rp 950.000
Mitra Keluarga Bekasi  Rp 1.450.000
RS Awal Bros Bekasi Rp 1.438.000
Siloam Hospitals Bogor Rp 1.200.000
RS Medika Dramaga Bogor Rp 900.000
RS Permata Depok Rp 1.020.000
RS Citra Medika Depok Rp 2.080.000
Rumah Sakit Mulya Tangerang  Rp 825.000
RS Dinda Tangerang Rp 900.000
RS Medika BSD Tangerang Selatan Rp 800.000 

 

Biaya tersebut mungkin terbilang mahal bagi penderita yang berasal dari keluarga pas-pasan. Tapi untungnya di Indonesia, masyarakat bisa membayar biaya cuci darah dengan BPJS. Syaratnya adalah telah terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan. 

Sayangnya, ada beberapa rumah sakit yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Jadi cuci darah gratis hanya bisa dilakukan di rumah sakit mitra BPJS. 

Kapan harus stop cuci darah?

Biaya cuci darah
Peralatan cuci darah (Shutterstock).

Cuci darah sejatinya bisa dihentikan, namun itu semua tergantung dari kondisi pasiennya. Bagi penderita gagal ginjal sementara atau masalah ginjal biasa, cuci darah bisa dihentikan selama ginjalnya sudah bisa berfungsi kembali. 

Namun, bagi para penderita gagal ginjal kronis, tindakan medis cuci darah harus dilakukan seumur hidup, atau sampai mendapatkan donor ginjal. 

Itulah beberapa hal tentang cuci darah. Setelah mengetahui betapa mahalnya ongkos untuk cuci darah, kamu harus melakukan pencegahan penyakit ginjal sedini mungkin. 

Beberapa cara sederhana bisa dilakukan untuk menghindarimu dari penyakit berbahaya ini, diantaranya adalah rutin berolahraga 20 menit sehari, minum obat hanya yang diresepkan dokter, makan-makanan sehat, menghindari penyakit seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, dan yang terpenting adalah menerapkan gaya hidup sehat. 

Dengan cara tersebut, mudah-mudahan saja kamu bukan salah satu orang yang harus mengeluarkan uang banyak untuk biaya cuci darah. Apapun penyakitnya, kesehatan itu mahal harganya! (Editor: Winda Destiana Putri).