Biaya Cuci Darah di Indonesia, Apakah Ditanggung BPJS?

Biaya cuci darah

Buat penderita gagal ginjal, mereka harus rela mengeluarkan biaya cuci darah setiap minggunya. Prosedur cuci darah ini wajib mereka lakukan, demi menggantikan fungsi ginjal yang terganggu. 

Intensitas cuci darah sih tergantung dari kondisi pasiennya, ada yang seminggu dua kali, seminggu sekali, atau dua minggu sekali. Kalau sudah cuci darah, badan akan terasa lebih segar lagi. 

Tapi gak cuma para penderita gagal ginjal aja yang diharuskan cuci darah. Mereka yang memiliki masalah ginjal juga perlu cuci darah, sampai fungsi ginjalnya kembali normal. 

Bagi sebagian orang, biaya yang harus dikeluarkan untuk cuci darah sangatlah mahal, sekali cuci darah bisa sampai Rp 1,5 jutaan. Memangnya berapa sih biaya cuci darah di rumah sakit sekitaran Jabodetabek? 

Biaya cuci darah 2019

Cuci darah bisa dilakukan di beberapa rumah sakit besar pada umumnya. Besaran biayanya berkisar dari Rp 850 ribu sampai Rp 1,5 juta sekali cuci darah.

Biaya yang terbilang mahal itu mau gak mau harus dijalani oleh para penderita gagal ginjal. 

Berikut ini beberapa biaya cuci darah di rumah sakit Jakarta dan sekitarnya dikutip dari Alodokter.

  • MRCCC Siloam Hospitals Semanggi:  Rp 1.498.000
  • Rumah Sakit Tebet: Rp 1.020.000
  • Siloam Hospitals Kebon Jeruk: Rp 1.200.000
  • Rumah Sakit Premier Jatinegara: Rp 2.000.000
  • Mayapada Hospital Jakarta Selatan: Rp 1.300.000
  • St. Carolus Salemba: Rp 1.078.000
  • Siloam Hospitals TB. Simatupang: Rp 950.000
  • RS Evasari Awal Bros Cempaka Putih: Rp 1.438.000
  • Ciputra Hospital Citra Garden City: Rp 1.200.000
  • RS Menteng Mitra Afia: Rp 950.000
  • Mitra Keluarga Bekasi: Rp 1.450.000
  • RS Awal Bros Bekasi: Rp 1.438.000
  • Siloam Hospitals Bogor: Rp 1.200.000
  • RS Medika Dramaga Bogor: Rp 900.000
  • RS Permata Depok: Rp 1.020.000
  • RS Citra Medika Depok: Rp 2.080.000
  • Rumah Sakit Mulya Tangerang: Rp 825.000
  • RS Dinda Tangerang: Rp 900.000
  • RS Medika BSD Tangerang Selatan: Rp 800.000

BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Cuci Darah, Segini Besarannya

Cuci darah ditanggung BPJS Kesehatan. Namun, biayanya pun bervariasi, tergantung di rumah sakit mana dilakukan dan membran dialisis apa yang digunakan.

Kisaran biayanya mulai dari Rp 800.000 – Rp 1.500.000 untuk satu kali tindakan cuci darah. Biaya ini pun belum termasuk dengan pemeriksaan dan pemasangan akses cuci darah dan juga biaya tambahan yang diperkirakan bias mencapai 20-30 persen dari biaya perkiraan prosedur cuci darah tersebut. 

Layanan finger print bagi Pasien BPJS yang Mau Cuci Darah 

Pasien yang memerlukan cuci darah mendapat keringanan dengan biaya yang dapat ditanggung BPJS. Selain itu, BPJS semakin mempermudahnya dengan menyederhanakan prosedur layanan kesehatan.

Pasien tidak perlu lagi membuat maupun memperpanjang surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, entah di puskesmas maupun di klinik setiap tiga bulan sekali. 

Penyederhanaan prosedur layanan kesehatan ini pun digantikan dengan penggunaan sidik jari (finger print) di rumah sakit sehingga jika sidik jari pasien telah terekam dan terdaftar, ia bisa melakukan prosedur cuci darah secara langsung.

Namun, jika belum terdaftar, maka ia harus mendaftarkan diri terlebih dahulu dengan menggunakan e-KTP yang kemudian diverifikasi melalui finger print

Apa itu cuci darah?

Bagi penderita gagal ginjal, tentu tidak bisa merasakan fungsi ginjal yang mencuci darah dari kotoran. Oleh sebabnya, darah yang beredar di dalam tubuh bakalan dipenuhi kotoran dan racun. 

Apabila hal tersebut didiamkan saja, sangat berdampak tidak sehat untuk tubuh, karena darah bakal diedarkan ke seluruh bagian tubuh, termasuk jantung. 

Agar tetap bersih, maka darah di dalam tubuh harus dicuci dengan bantuan mesin dialisis. Mesin tersebut seperti ginjal buatan yang didalamnya terdapat saringan khusus atau yang disebut dialyzer. 

Dokter nantinya akan membuatkan akses untuk menghubungkan selang mesin dialisis ke dalam pembuluh darah pasien. Biasanya pembukaan aliran darah itu dibuat di tangan atau di dada. 

Mesin dialisis ini mampu menyaring kotoran, racun, kelebihan cairan, sampai kandungan garam dalam darah. Durasi sekali cuci darah, berkisar antara tiga sampai lima jam. Intensitasnya bisa satu kali satu minggu atau satu kali dua minggu, tergantung dari kondisi si pasien. 

Karena proses yang rumit dan vital ini, maka gak heran kalau biaya cuci darah sangatlah mahal. 

Penyebab gagal ginjal 

Ginjal merupakan organ dalam yang terdapat di tubuh manusia. Setiap manusia memiliki dua ginjal, di kanan dan kiri, dengan ukuran sekitar kepalan tangan.

Memiliki peran yang sangat vital untuk tubuh, diantaranya membuang racun-racun yang ada di dalam tubuh melalui urine. 

Kemudian, ginjal juga memiliki fungsi untuk menyaring kotoran yang ada di darah sebelum darah mengalir ke jantung. Bayangkan kalau ginjal rusak, berarti kotoran yang ada di darah bakal tidak tersaring dengan baik. 

Selain dua itu, ada banyak fungsi lainnya, seperti mengontrol cairan yang ada di dalam tubuh agar seimbang, mengatur mineral dalam darah, menyaring racun dari makanan, obat-obatan, dan zat lainnya, membantu menghasilkan sel darah merah, dan mengatur tekanan darah. 

Nah ketika ginjal gak berfungsi secara maksimal untuk menyaring kotoran di darah, itulah yang disebut sebagai gagal ginjal. 

Penyebabnya beragam, diantaranya, paparan zat kimia dari obat-obatan tertentu, penyakit kronis, jarang minum air putih hingga keseringan dehidrasi akut, dan trauma ginjal. 

Manfaat cuci darah 

Meski biaya cuci darah terbilang mahal, namun bagi penderitanya sangat memberikan manfaat. Apa saja manfaat cuci darah atau dialisis ini? 

  1. Menggantikan fungsi ginjal yang tidak berfungsi dengan baik
  2. Memulihkan kondisi ginjal bagi mereka yang mengalami gangguan ginjal sementara
  3. Meningkatkan tingkat keberlangsungan hidup bagi penderita gagal ginjal kronis
  4. Membuat para penderita gagal ginjal hidup normal seperti biasa
  5. Membersihkan darah yang mengalir ke seluruh organ 
  6. Mencegah kerusakan organ tubuh lainnya

Bagaimana cuci darah bekerja?

Saat cuci darah berlangsung, darah akan dialirkan ke dalam tubuh dengan menggunakan mesin dialisis. Darah mengalir melalui saluran steril yang melewati membran dialisis khusus yang mana sisa metabolisme dibawa melalui membran tersebut. Kemudian akan dibuang dan ditampung di dalam cairan khusus. 

Bilamana seseorang perlu cuci darah?

Seseorang perlu melakukan cuci darah apabila ia telah mengalami gagal ginjal, entah gagal ginjal akut maupun gagal ginjal kronis. Ada pun gejala gagal ginjal, antara lain: 

  1. Mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan sebagai gejala uremia.
  2. Mengalami asidosis atau tingginya kadar asam dalam darah
  3. Beberapa bagian tubuh mengalami pembengkakan karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan pada tubuh
  4. Mengalami hiperkalemia atau tingginya kadar kalium dalam darah.

Prosedur-prosedur dalam cuci darah

Sebelum cuci darah dilakukan untuk pertama kalinya, pasien perlu melakukan persiapan untuk membuat akses pembuluh darah terlebih dahulu.

Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan darah untuk keluar dan masuk tubuh. Akses pembuluh darah tersebut dibuat oleh dokter bedah.

Ada tiga jenis akses pembuluh darah yang dibuat pada tubuh, yaitu cimino, cangkok arteri-vena, dan kateter hemodialisis (double lumen atau tunelling). 

Selain mempersiapkan akses pembuluh darah, pasien pun perlu diperiksa kesehatannya, apakah memiliki penyakit yang dapat menular melalui darah seperti hepatitis B, hepatitis C dan HIV. 

Efek cuci darah pada penderita ginjal 

Setiap tindakan medis tentu memiliki efek samping, sama halnya seperti para pasien yang menjalani terapi cuci darah. Berikut ini efek-efek yang biasanya dirasakan oleh tubuh pasien. 

  • Kelelahan
  • Menderita tekanan darah rendah
  • Keram otot
  • Kulit gatal-gatal

1. Kelelahan 

Bagi pasien yang menjalani cuci darah untuk waktu yang cukup lama, bakal lebih mudah kelelahan. Hal ini bisa disebabkan karena fungsi ginjal yang terganggu, diet yang diperintahkan oleh dokter selama proses cuci darah, dan juga stres. 

Kelelahan bisa diatasi dengan olahraga ringan yang aman untuk penderita gagal ginjal, misal bersepeda, atau berjalan santai. Dengan kebiasaan berolahraga itu, stamina bisa pulih kembali. 

2. Menderita tekanan darah rendah 

Efek yang paling wajar dialami adalah tekanan darah rendah. Karena dalam proses cuci darah, cairan di dalam tubuh bakal keluar dan kadarnya akan menurun. Akibatnya, rasa mual dan pusing akan dirasakan pasien. 

3. Keram otot 

Selama cuci darah, otot-otot bakal kehilangan cairan. Karena hal itulah otot bakal bereaksi seperti keram. Biasanya rasa keram ini terjadi di bagian kaki. 

4. Kulit gatal-gatal 

Beberapa pasien mengeluhkan gatal-gatal pada kulit setelah menjalani proses cuci darah. Penyebabnya karena terjadi penumpukan mineral di dalam darah. 

Selain empat efek itu, beberapa efek samping lainnya yang biasa dirasakan adalah, mengalami kesulitan tidur, nyeri pada tulang dan sendi, mulut kering, dan perasaan gelisah. 

Kapan harus stop cuci darah?

Cuci darah sejatinya bisa dihentikan, namun itu semua tergantung dari kondisi pasiennya. Bagi penderita gagal ginjal sementara atau masalah ginjal biasa, cuci darah bisa dihentikan selama ginjalnya sudah bisa berfungsi kembali. 

Namun, bagi para penderita gagal ginjal kronis, tindakan medis cuci darah harus dilakukan seumur hidup, atau sampai mendapatkan donor ginjal. 

Itulah beberapa hal tentang cuci darah. Setelah mengetahui betapa mahalnya ongkos untuk cuci darah, kamu harus melakukan pencegahan penyakit ginjal sedini mungkin. 

Beberapa cara sederhana bisa dilakukan untuk menghindarimu dari penyakit berbahaya ini, diantaranya adalah rutin berolahraga 20 menit sehari, minum obat hanya yang diresepkan dokter, makan-makanan sehat, menghindari penyakit seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, dan yang terpenting adalah menerapkan gaya hidup sehat. 

Dengan cara tersebut, mudah-mudahan saja kamu bukan salah satu orang yang harus mengeluarkan uang banyak untuk biaya cuci darah. Apapun penyakitnya, kesehatan itu mahal harganya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →