Pemeriksaan EEG Rekam Otak, Segini Biaya yang Harus Disiapkan

biaya eeg rekam otak

Gangguan epilepsi bisa terjadi karena adanya masalah pada impuls listrik di permukaan otak. Untuk mengetahui hal ini, kamu tentu perlu melakukan pemeriksaan EEG Rekam Otak. Lalu, berapa biaya rekam EEG Rekam Otak?

Sebelum membahas biaya eeg rekam otak, kamu perlu mengetahui kegunaan tes ini untuk kesehatanmu. Pemeriksaan EEG (Electroencephalography) sendiri adalah tes yang dilakukan untuk mendeteksi aktivitas listrik di otak dengan menggunakan cakram logam kecil yang diletakan pada kulit kepala.

Pemeriksaan ini dilakukan bagi pasien yang menderita epilepsi. Selain epilepsi, tes EEG ini juga bisa mendiagnosis gangguan pada otak lainnya.

Salah satu manfaat melakukan tes EEG yakni untuk mendiagnosis serta mengobati kanker otak, mengetahui cedera kepala karena kecelakaan hingga gangguan tidur. 

Biaya pemeriksaan ini cukup bervariasi. Dilansir dari Alodokter, biaya EEG Rekam Otak di Jakarta berkisar antara Rp400 ribu – Rp1 juta.

Untuk mengetahui lebih detail soal prosedur hingga biayanya, simak ulasan lengkap di bawah ini. 

Bagaimana melakukan pemeriksaan EEG Rekam Otak?

Pemeriksaan EEG dilakukan untuk melihat perubahan aktivitas otak yang sangat berguna untuk mengetahui gangguan otak. Beberapa gangguan otak yang bisa dideteksi dengan melakukan EEG Rekam Otak, yaitu:

  • Disfungsi otak (ensefalopati)
  • Peradangan otak (ensefalitis)
  • Tumor otak
  • Gangguan tidur
  • Trauma pada kepala
  • Kerusakan otak karena cedera

Selain gangguan otak di atas, pemeriksaan EEG juga bisa dilakukan untuk mengkonfirmasi kematian otak seseorang. EEG juga bisa digunakan untuk menemukan tingkat anestesi yang tepat untuk seseorang yang koma. 

Berikut prosedur yang dilakukan untuk melakukan pemeriksaan EEG rekam otak:

1. Sebelum tes

Pemeriksaan EEG Rekam Otak biasanya berlangsung selama 45-60 menit. Sebelum melakukan pemeriksaan, kamu wajib memberi tahu dokter obat, resep, atau suplemen apa saja yang pernah kamu konsumsi. 

Satu hari sebelum pemeriksaan, biasanya dokter akan menyarankan mencuci rambut, tapi sebaiknya gak menggunakan produk kondisioner atau produk vitamin rambut lainnya. Pasalnya, produk rambut selain shampo, bisa membuat proses penempelan elektroda di kulit kepala jadi sulit.

Sebaiknya, kamu juga menghindari makanan atau minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, soda, dan cokelat. Asupan kafein bisa memengaruhi hasil EEG yang dilakukan.

Sebelum tes, dokter juga akan mengukur kepala pasien untuk menentukan lokasi penempatan elektrode EEG. 

2. Selama tes

Selama pemeriksaan berlangsung, prosedur yang akan kamu jalani seperti:

  • Berbaring di meja atau tempat tidur, kemudian perawat akan menempatkan 20 sensor kecil di kulit kepala. Sensor ini disebut elektroda yang berfungsi mengambil aktivitas otak dari sel-sel neuron dan mengirimkannya ke mesin. Nanti akan muncul aktivitas otakmu berupa serangkaian garis dalam layar komputer.
  • Selanjutnya kamu akan diminta untuk tetap rileks dengan mata terbuka, kemudian tertutup. 
  • Kamu juga akan diminta untuk bernapas dalam dan cepat, serta menatap cahaya yang berkedip-kedip karena hal ini dapat mengubah pola gelombang otak.

3. Setelah tes

Setelah pemeriksaan selesai, perawat akan melepas elektroda dan membersihkan lem yang digunakan untuk menempel di kulit kepala. Jika masih ada sisa lengket, kamu bisa menggunakan penghapus cat kuku.

Apabila tidak ada masalah, seperti kejang, dokter biasanya langsung mengizinkan untuk pulang.

Kapan seseorang harus melakukan EEG Rekam Otak?

Pemeriksaan EEG rekam otak wajib kamu lakukan ketika dokter mencurigai adanya gangguan otak. Gak hanya itu, ketika kamu merasa mengalami gejala penyakit yang berhubungan dengan otak, kamu juga wajib menjalani tes ini. 

Beberapa gangguan otak yang bisa dideteksi dengan melakukan EEG rekam otak, yaitu:

  • Disfungsi otak (ensefalopati)
  • Peradangan otak (ensefalitis)
  • Tumor otak
  • Gangguan tidur
  • Trauma pada kepala
  • Kerusakan otak karena cedera
  • Demensia.

Tak hanya dilakukan untuk mendeteksi penyakit, pemeriksaan EEG juga dilakukan untuk melacak perubahan fungsi otak karena obat-obatan, dan menilai kesehatan otak secara keseluruhan. 

Di mana melakukan prosedur EEG rekam otak?

Untuk melakukan EEG rekam otak, kamu bisa mengunjungi rumah sakit atau laboratorium yang memang menyediakan alat memadai untuk melakukan EEG rekam otak. 

Kamu juga bisa memeriksakan EEG sesuai dengan rumah sakit atau laboratorium yang mendapat rekomendasi dari dokter. 

Estimasi biaya EEG rekam otak 2020

Untuk biaya EEG rekam otak beberapa rumah sakit umumnya bervariasi. Biaya EEG rekam otak di rumah sakit swasta di Jakarta mulai dari Rp392 ribu. 

Berdasarkan laman Alodokter, kamu bisa melakukan EEG Rekam Otak di RSU Pekerja Cilincing Jakarta untuk mendapatkan harga Rp392 ribu. 

Jika Cilincing terlalu jauh, kamu bisa mengunjungi Primaya Evasari Hospital dengan biaya EEG rekam otak sebesar Rp448 ribu. Primaya Evasari Hospital memiliki 3 dokter spesialis saraf yang bisa kamu pilih untuk berkonsultasi. 

RS Atma Jaya di Penjaringan Jakarta juga memberikan biaya EEG rekam otak yang cukup terjangkau, yakni Rp500 ribu. 

Untuk Siloam Group, kamu bisa mengunjungi Siloam Hospitals TB Simatupang dan MRCC Siloam Hospitals Semanggi dengan biaya sebesar Rp621 ribu. 

Rumah Sakit Mayapada memberikan biaya EEG rekam otak sebesar Rp1,06 juta. Di rumah Sakit Mayapada terdapat 4 dokter spesialis saraf yang bisa kamu pilih untuk berkonsultasi. 

Apakah biaya EEG rekam otak di-cover BPJS?

Kamu wajib bersyukur, sebab biaya EEG rekam otak ditanggung sepenuhnya oleh BPJS. Penyakit berbahaya seperti epilepsi dan tumor otak yang membutuhkan pemeriksaan EEG rekam otak ditanggung oleh BPJS karena termasuk dalam kategori penyakit kronis. 

Agar di-cover BPJS, tentunya pemeriksaan EEG rekam otak ini harus mengikuti prosedur dan ketentuan BPJS, yakni dilakukan atas indikasi medis yang jelas serta mendapat rujukan dari dokter spesialis yang menerangkan bahwa pemeriksaan dilakukan atas dasar penyakit, bukan atas dasar keinginan pasien. 

Pentingnya memiliki asuransi kesehatan

Selain BPJS Kesehatan, kamu juga membutuhkan asuransi lain yang bisa menanggung biaya medis. Meskipun BPJS Kesehatan menanggung biaya EEG rekam otak sepenuhnya, gak ada salahnya membuat asuransi kesehatan untuk berjaga-jaga. 

Adapun manfaat utama yang bisa kamu dapatkan apabila memiliki asuransi kesehatan mencakup biaya rawat inap, rawat jalan, pembedahan, hingga medical check up. Ada juga manfaat tambahan (rider) seperti melahirkan, perawatan gigi, dan mata. Tertarik?

Jika khawatir premi asuransi kesehatan mahal, kamu bisa memilih ribuan brand asuransi yang menawarkan premi murah. 

Salah satu hal penting kamu harus memiliki asuransi kesehatan yakni adanya inflasi biaya rumah sakit yang terus naik setiap tahunnya. Sebagai contoh di tahun 2018, inflasi biaya rumah sakit mencapai 11 persen. 

Agar tabunganmu tetap aman dan stabil, salah satu cara yang bisa dilakukan yakni mengambil keputusan untuk membuat asuransi kesehatan. Lifepal akan membantu kamu menemukan keputusan yang tepat terkait asuransi.

Untuk mengetahui manfaat lebih soal asuransi kesehatan, berikut ini jenis-jenis asuransi kesehatan berdasarkan tanggungan biaya:

  • Tanggungan total: perusahaan asuransi menanggung sepenuhnya seluruh pengeluaran biaya kesehatan
  • Tanggungan tinggi: perusahaan asuransi hanya menanggung biaya paling tinggi dari keseluruhan biaya kesehatan.

Dari penjabaran tersebut, banyak manfaat yang akan kamu terima jika memiliki asuransi kesehatan, salah satunya tabungan dan penghasilanmu tidak akan terganggu biaya medis. 

Cara memilih asuransi kesehatan terbaik?

Banyaknya asuransi kesehatan yang ada di Indonesia tentu akan membuat kamu bingung. Asuransi mana yang sebenarnya bagus dan cocok untuk kebutuhan?

Sebelum kita melihat berbagai penawaran asuransi yang ada saat ini, sebaiknya ketahui dulu beberapa kriteria yang mesti kita perhatikan, di antaranya:

  • Jaringan rumah sakit yang luas. Bagi yang sering ke luar negeri, pastikan provider menjangkau rumah sakit di luar negeri.
  • Fasilitas cashless karena praktis apalagi di saat urgent. Sehingga kita cukup menggesekkan atau cukup menunjukkan kartu asuransi saja.
  • Limit pertanggungan dan premi sesuai. Tidak selalu asuransi kesehatan murah akan lebih baik, tetapi asuransi yang bagus juga tidak selalu mahal.

Dengan ratusan pilihan polis dan brand, kamu harus lebih cermat memilih asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhanmu.  

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli proteksi kesehatan: 

Bisa klaim cashless

Cobalah mencari asuransi kesehatan yang bisa menggunakan sistem klaim cashless bermodal kartu asuransi. Contohnya, rekomendasi pilihan di atas yaitu Allianz, AXA Mandiri, Prudential, Manulife, BCA, BNI Life, dan Cigma semuanya memiliki manfaat asuransi cashless dan reimbursement

Menanggung biaya rawat jalan

Hal penting yang harus diperhatikan adalah, pastikan bahwa asuransi kesehatanmu sudah menanggung biaya rawat inap. 

Dari rekomendasi Lifepal, asuransi kesehatan AXA Mandiri, Cigna, dan Manulife menanggung biaya rawat jalan sebagai manfaat dasar asuransi. Kamu hanya tinggal memilih preminya saja.

Manfaat pengembalian premi

Beberapa asuransi juga menawarkan pengembalian premi atau no claim bonus apabila tidak ada klaim hingga masa polis berakhir. 

Umumnya besaran pengembalian premi tiap polis perusahaan berbeda-beda ada yang 20 persen, 50 persen, bahkan hingga 100 persen dari total premi yang telah dibayarkan.

Beberapa pilihan rekomendasinya adalah asuransi kesehatan Cigna, Prudential, dan Allianz juga memberikan manfaat no claim bonus bahkan ada yang setiap setahun. 

Limit/plafon sesuai premi

Plafon yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan memang sekilas terkesan besar. Misal uang pertanggungan Rp20 juta terkesan banyak saat ini.

Namun, jika dibandingkan dengan biaya perawatan medis di Indonesia saat ini yang mana biaya operasi memakan biaya sekitar Rp7-Rp15 juta, tentu manfaat pertanggungan Rp20 juta sangatlah kecil

Jika memungkinkan, sebaiknya pilih yang menanggung biaya medis sesuai tagihan rumah sakit (as charged), seperti Manulife, Prudential, dan BNI Life. 

Iuran premi tidak lebih 10 persen dari gaji

Agar tidak menjadi beban, sebaiknya pilih asuransi kesehatan yang biaya preminya tidak lebih dari 10 persen gaji kamu, ya. Kamu harus mengikuti metode 50:30:20. Di mana 50 persen gaji digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk hiburan, 10 persen untuk investasi, dan 10 persen untuk asuransi. 

Beli melalui broker asuransi

Broker yang telah terdaftar resmi dapat membantu nasabah mengajukan klaim. Ingat, ketika sedang mengalami risiko medis, pengajuan klaim akan sangat sulit dilakukan sendiri. 

Belum lagi jika pengajuan klaim nasabah ditolak karena alasan tertentu. Broker asuransi Lifepal dapat sangat membantu dalam mengatasi masalah klaim tersebut. (Editor: Chaerunnisa)