Berapa Biaya Imunisasi Anak Balita hingga Remaja di 2020?

biaya imunisasi

Biaya imunisasi, jadwal dan jenis vaksin yang diberikan menjadi hal yang diperhatikan orangtua saat hendak membawa buah hati mereka melakukan imunisasi.

Seperti diketahui, bayi yang baru lahir tentu harus melakukan imunisasi untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dan mencegah datangnya penyakit berbahaya. 

Karena banyaknya imunisasi yang harus dilakukan, sebagai orangtua kita pun akan memerhatikan biaya imunisasi untuk si kecil. 

Menurut WHO, imunisasi merupakan sebuah proses di mana seseorang menjadi kebal atau resisten terhadap penyakit menular. Imunisasi juga merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan tidak mudah terserang penyakit. 

Untuk itu, sangat wajib bagi orangtua memberikan imunisasi pada anak sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 tahun 2013.

Namun, sebelum membahas lebih detail soal biaya imunisasi, yuk simak dulu  jenis-jenis imunisasi dan jadwal pemberiannya.

Jenis imunisasi anak

Sejak anak lahir, setidaknya ada lebih dari lima jenis  imunisasi yang wajib diberikan pada anak. Ini dia jenis-jenis imunisasi yang harus didapat anak dari balita hingga remaja.

1. Imunisasi hepatitis B

Imunisasi hepatitis B bertujuan untuk mencegah penyakit hepatitis B yang menyerang hati dan dapat menimbulkan komplikasi berbahaya, contohnya sorosis dan kanker hati. Imunisasi hepatitis B diberikan sebanyak 4 kali, yakni pertama diberikan saat bayi baru saja lahir atau paling lambat 12 jam setelah bayi lahir. Lalu, imunisasi kembali diberikan secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

2. Imunisasi polio

Imunisasi polio penting dilakukan agar anak terhindar dari penyakit polio yang menyerang sistem saraf di otak dan saraf tulang belakang. Di Indonesia, jenis vaksin polio yang digunakan yakni vaksin polio tetes yang diberikan sebanyak 4 kali. Yang pertama diberikan saat bayi baru lahir atau paling lambat saat usianya 1 bulan. Imunisasi yang selanjutnya diberikan saat usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Vaksin polio dengan suntik biasanya diberikan pada usia 4 bulan.

3. Imunisasi BCG

Imunisasi BCG penting dilakukan untuk melindungi tubuh dari kuman penyebab penyakit tuberkulosis. Penyakit ini bisa menyerang saluran pernapasan, tulang, otot, kelenjar getah bening, kulit, otak, saluran cerna, hingga ginjal. Imunisasi BCG hanya dilakukan 1 kali yakni diberikan pada bayi usia 2 atau 3 bulan melalui suntikan.

4. Imunisasi campak

Imunisasi campak diberikan untuk mencegah penyakit campak yang bisa menyebabkan pneumonia, diare, dan radang otak (ensefalitis). Imunisasi campak diberikan sebanyak 3 kali, yakni saat usia 9 bulan, 18 bulan, dan 6 tahun. Namun, apabila anak sudah diberikan vaksin MR/MMR di usia 15 bulan, maka pemberian imunisasi campak di usia 18 bulan tidak perlu dilakukan. Vaksin MR/MMR tersebut sudah mengandung vaksin campak.

5. Imunisasi DPT-HB-HiB

Imunisasi DPT-HB-HiB ini bisa memberikan perlindungan dari 6 penyakit sekaligus, yakni difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis. Imunisasi DPT-HB-HiB wajib dilakukan sebanyak 4 kali yakni pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan.

Imunisasi tambahan

Selain imunisasi wajib yang harus dilakukan di atas, ada juga imunisasi tambahan untuk menjaga kekebalan tubuh anak hingga dewasa. 

  1. Vaksin MR/MMR untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella.
  2. Vaksin pneumokokus (PVC) untuk mencegah infeksi kuman pneumokokus yang bisa menyebabkan penyakit pneumonia, radang telinga, dan meningitis. 
  3. Vaksin rotavirus untuk melindungi anak dari gastroenteritis penyebab diare.
  4. Vaksin hepatitis A dan tifoid untuk mencegah penyakit hepatitis A dan demam tifoid pada anak.
  5. Vaksin varisela untuk mencegah infeksi virus varicella-zoster penyebab cacar air.
  6. Vaksin influenza untuk memberikan perlindungan pada ISPA akibat flu.
  7. Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks.
  8. Vaksin Japanese encephalitis untuk mencegah virus Japanese encephalitis yang menyebabkan penyakit radang otak. 

Sebaiknya, berikan imunisasi wajib tepat waktu sesuai usia anak, ya!

Mengapa wajib imunisasi anak?

Selain meningkatkan kekebalan tubuh, imunisasi juga penting dilakukan untuk membasmi penyakit menular sehingga bisa menyelamatkan jiwa manusia. 

Berikut ini alasan pentingnya melakukan imunisasi dan risikonya apabila tidak melakukan imunisasi. 

1. Melindungi anak dari penyakit berbahaya

Salah satu alasan pentingnya melakukan imunisasi pada anak yakni untuk mencegah penyakit-penyakit berbahaya. Apabila orangtua acuh dan abai dengan imunisasi,, anak bisa mengalami kecacatan hingga kematian. Tak perlu khawatir jika anak demam setelah imunisasi, sebab itu hanyalah reaksi tubuh.

2. Membantu sistem imun anak memproduksi antibodi

Vaksin mengandung kuman jinak atau nonaktif yang telah dilemahkan. Setelah masuk ke dalam tubuh, kuman jinak ini tidak akan menyerang namun membiarkan imun tubuh anak mengenali dan mengingatnya sebagai ancaman. Setelah itu, sistem imun anak akan membentuk antibodi yang bekerja melawan jenis kuman tersebut. Jadi, ketika kuman yang aktif masuk, antibodi siap melawan kuman tersebut.

Risiko jika tidak melakukan imunisasi

Ada beragam risiko jika kamu sebagai orangtua tidak membawa buah hati menjalani vaksin alias imunisasi. Apa saja? Yuk, ketahui di sini:

1. Mengalami komplikasi

Bayi dan anak-anak yang tidak melakukan imunisasi memiliki risiko lebih tinggi terkena komplikasi yang bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian pada bayi.

2. Membahayakan anak lain

Imunisasi juga bisa mencegah penularan penyakit pada orang lain. Anak-anak lain bisa tertular oleh anak yang tidak melakukan imunisasi. Apabila dibiarkan, hal ini bisa berubah menjadi wabah penyakit dan menyebar ke lingkungan yang lebih luas.

Biaya imunisasi 2020 

Sebagai gambaran, berikut ini biaya imunisasi 2020 yang bisa kamu jadikan referensi.

Jenis imunisasi Kisaran harga Usia imunisasi
Hepatitis B 90,000-120,000
  • Saat pertama  lahir
  • 2 bulan
  • 3 bulan
  • 4 bulan
Polio 85,000-300,000
  • Saat lahir
  • 2 bulan
  • 3 bulan
  • 4 bulan
BCG 250,000-375,000
  • 2 bulan
DTP (difteri, tetanus, pertussis 135,000-300,000
  • 2 bulan
  • 3 bulan
  • 4 bulan
  • 18 bulan
Hib  215,000-290,000
  • 2 bulan
  • 4 bulan
PCV (pneumonia) 400,000-800,000
  • 2-6 bulan
Rotavirus 280,00-400,000
  • 2-6 bulan
Influenza 165,000-290,000
  • 6 bulan-18 tahun
Campak 130,000-155,000
  • 9 bulan
MMR (gondong, campak, rubella) 165,000-475,000
  • 15 bulan
Tifoid 150,000-400,000
  • 2-18 tahun
Hepatitis A 350,000-550,000
  • 2-18 tahun
Varisela (cacar air) 450,000-630,000
  • 1-18 tahun

Data biaya imunisasi di atas merupakan biaya imunisasi khusus di Pulau Jawa saja yang didapat dari https://www.imaos.id/. Biaya imunisasi setiap daerah dan rumah sakit tentu saja berbeda-beda.

Manfaatkan BPJS

Untuk menghemat biaya imunisasi, kamu bisa memanfaatkan fasilitas BPJS dari pemerintah yang ada di setiap puskesmas. 

Jika tak memiliki BPJS, kamu bisa melakukan imunisasi dengan membayar sebesar Rp2.000 saja karena sudah mendapat subsidi dari pemerintah. 

Tak perlu khawatir dengan kualitas vaksin yang disediakan puskesmas. Pasalnya, vaksin yang digunakan diproduksi oleh PT Biofarma yang terpercaya.

Pentingnya memiliki asuransi

Setelah melihat biaya imunisasi di atas, sebagai orangtua tentu kita harus mempersiapkan dana dengan baik, agar kesehatan anak kita terjamin hingga dewasa. Untuk itu, kamu perlu dengan asuransi untuk mempersiapkan masa depan keluarga. 

Dalam perencanaan keuangan, asuransi memiliki peranan penting agar keuangan kita tertata. Salah satunya, asuransi kesehatan guna melindungi diri dan keluarga dari risiko keuangan karena biaya medis yang tinggi. 

Selain untuk menghindari pengeluaran dadakan, asuransi kesehatan juga penting untuk merawat dan melindungi diri dari penyakit berbahaya.

Adapun manfaat utama dari asuransi kesehatan yakni mencakup biaya rawat inap, rawat jalan, pembedahan, dan medical check-up. Ada juga manfaat tambahan seperti melahirkan, perawatan gigi, dan mata.

Ada ratusan pilihan polis asuransi kesehatan yang tersedia di Indonesia di tahun 2020. Sebelum kita melihat berbagai penawaran asuransi yang ada saat ini, sebaiknya ketahui dulu beberapa kriteria yang mesti kita perhatikan, di antaranya:

  • Jaringan rumah sakit yang luas. Bagi yang sering ke luar negeri, pastikan provider menjangkau rumah sakit di luar negeri.
  • Fasilitas cashless karena praktis apalagi di saat urgent. Sehingga kita cukup menggesekkan atau cukup menunjukkan kartu asuransi saja.
  • Limit pertanggungan dan premi sesuai. Tidak selalu asuransi kesehatan murah akan lebih baik, tetapi asuransi yang bagus juga tidak selalu mahal.

Cara memilih asuransi kesehatan sesuai kebutuhan 

Dengan ratusan pilihan polis dan brand, calon nasabah perlu lebih cermat memilih manfaat asuransi kesehatan yang dibeli. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli proteksi kesehatan: 

• Metode klaim cashless

Dengan sistem klaim cashless nasabah bisa datang ke rumah sakit bermodal kartu peserta asuransi kesehatan saja. Artinya, nasabah tidak perlu mengeluarkan anggaran yang besar untuk mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit rekanan. Namun, cashless tidak selalu menjadi terbaik. Ingat penjelasan sebelumnya, ya! 

Contohnya rekomendasi pilihan di atas yaitu Allianz, AXA Mandiri, Prudential, Manulife, BCA, BNI Life, dan Cigma semuanya memiliki manfaat asuransi cashless dan reimbursement

• Menanggung biaya rawat jalan

Biaya perawatan pra dan pascarawat inap tidaklah murah. Untuk itu, sebaiknya pilih yang menanggung biaya rawat jalan tersebut. 

Dari rekomendasi Lifepal, Asuransi kesehatan AXA Mandiri, Cigna, dan Manulife menanggung biaya rawat jalan sebagai manfaat dasar asuransi. Calon nasabah tinggal memilih premi dan plafon yang dapat melengkapi kebutuhan serta anggaran. 

• Manfaat pengembalian premi

Beberapa asuransi juga menawarkan pengembalian premi atau no claim bonus apabila tidak ada klaim hingga masa polis berakhir. Umumnya besaran pengembalian premi tiap polis perusahaan berbeda-beda ada yang 20 persen, 50 persen, bahkan hingga 100 persen dari total premi yang telah dibayarkan.

Beberapa pilihan rekomendasinya adalah asuransi kesehatan Cigna, Prudential, dan Allianz juga memberikan manfaat no claim bonus bahkan ada yang setiap setahun. 

• Limit/plafon sesuai premi

Plafon yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan memang sekilas terkesan besar. Misal uang pertanggungan Rp20 juta terkesan banyak saat ini. Namun, jika dibandingkan dengan biaya perawatan medis di Indonesia saat ini yang mana biaya operasi memakan biaya sekitar Rp7-Rp15 juta, tentu manfaat pertanggungan Rp20 juta sangatlah kecil

Jika memungkinkan, sebaiknya pilih yang menanggung biaya medis sesuai tagihan rumah sakit (as charged) seperti Manulife, Prudential, dan BNI Life. 

• Iuran premi tidak lebih 10 persen dari gaji

Meski proteksi kesehatan sangat penting, calon nasabah tetap harus memastikan keuangannya tetap terjaga. Salah satunya adalah dengan mengikuti metode finansial 50/30/20. Di mana 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk hiburan, 10 persen investasi, dan 10 persen asuransi. 

• Beli melalui broker asuransi

Broker yang telah terdaftar resmi dapat membantu nasabah mengajukan klaim. Ingat, ketika sedang mengalami risiko medis, pengajuan klaim akan sangat sulit dilakukan sendiri. 

Belum lagi jika pengajuan klaim nasabah ditolak karena alasan tertentu. Broker asuransi seperti Lifepal dapat sangat membantu dalam mengatasi masalah klaim tersebut.

Keuntungan beli asuransi kesehatan online 

Ada begitu banyak manfaat yang bisa didapat dengan beli asuransi kesehatan online. Salah satunya, kemudahan transaksi. Sebab, calon nasabah hanya perlu buka situs broker asuransi Lifepal.co.id untuk membandingkan ratusan produk asuransi kesehatan terbaik dan murah. Setelah itu, pilih plafon dan premi yang sesuai kebutuhan serta anggaran.

Selain itu, marketplace asuransi online juga biasanya menawarkan banyak diskon, sehingga premi yang didapat bisa lebih murah. Seperti Lifepal, yang saat ini menawarkan promo menarik untuk produk asuransi kesehatan. 

Itulah pembahasan tentang pentingnya imunisasi pada anak, daftar harga lengkapnya, dan pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Semoga informasi ini bermanfaat. (Editor: Chaerunnisa)