Segini Biaya KB Spiral Tahun 2020 [Ditanggung BPJS]

biaya kb spiral

Ada banyak pilihan alat kontrasepsi, salah satunya KB Spiral. Untuk itu, penting bagi kita mengetahui manfaat, risiko, hingga biaya KB spiral pada umumnya di pasaran.

Alat kontrasepsi KB spiral ini sering juga disebut sebagai intrauterine device (IUD) dengan bahan dasar plastik berbentuk seperti huruf T yang dimasukkan ke dalam rahim. 

Seperti fungsi alat kontrasepsi lainnya, KB spiral juga berfungsi untuk mencegah sperma membuahi sel telur sehingga kehamilan tidak akan pernah terjadi. 

Namun, sebelum memutuskan menggunakan KB spiral, kamu juga perlu tahu manfaat serta risiko alat kontrasepsi satu ini. Dan, yang paling penting adalah mengetahui biayanya di penjelasan berikut ini.

Estimasi biaya KB spiral 2020

Sekarang, hampir semua rumah sakit menyediakan layanan untuk pemasangan KB spiral. Untuk biaya alat kontrasepsi ini bervariasi tergantung klinik atau rumah sakit yang kamu datangi.

Dilansir dari Alodokter, untuk rumah sakit di Jakarta, biaya KB spiral mulai dari harga Rp140 ribu sampai Rp850 ribu. Berikut list biaya KB spiral di rumah sakit di Jakarta dari yang termurah hingga termahal.

Rumah sakit

Harga
Rumah Sakit Husada

Rp140.000

Rumah Sakit Yadika Kebayoran Lama

Rp145.500
Klinik Angsamerah Menteng

Rp180.000

Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk

Rp214.000
Rumah Sakit Tebet

Rp235.000

Rumah Sakit Patria IKKT

Rp240.000
Rumah Sakit Petukangan

Rp250.000

Rumah Sakit Siloam Simatupang

Rp289.000
RS Anggrek Mas

Rp415.000

BIC Clinic Pacific Place

Rp450.000
RS Abdul Radjak Salemba

Rp470.000

Rumah Sakit Evasari Awal Bros

Rp480.000
Mrccc Siloam Hospital Semanggi

Rp750.000

RSIA Bunda Jakarta

Rp850.000

Sumber: https://www.alodokter.com/

Jika ingin mendapatkan harga yang lebih murah, kamu bisa pergi ke Puskesmas dan membayar dengan kisaran harga Rp50 ribu saja. 

Kalau kamu punya pertanyaan terkait pengelolaan dana simpanan untuk menjamin keuangan di masa depan, konsultasikan saja kepada pakarnya di Tanya Lifepal.

Jenis KB spiral

Secara umum, KB spiral terbagi ke dalam dua jenis, yakni hormonal dan non-hormonal. Dari dua pilihan jenis KB spiral, kamu bisa memilih sesuai dengan kondisi tubuhmu. Berikut perbedaannya.

1. KB spiral hormonal

KB spiral hormonal ini dilengkapi dengan hormon progestin. Hormon ini seperti hormon progesteron yang diproduksi secara alami oleh tubuh untuk mencegah kehamilan. Jenis KB ini akan bekerja dengan dua cara.

  • Hormon progestrin akan membuat cairan di leher rahim mengental yang membuat sperma terperangkap dalam cairan tersebut. Hal ini membuat sperma tidak bisa membuahi sel telur.
  • Hormon progestin mencegah terjadinya ovulasi, sehingga tidak ada telur yang bisa dibuahi oleh sperma.

2. KB spiral non hormonal

KB spiral ini dilengkapi dengan lapisan tembaga yang berfungsi mencegah kehamilan. Cara kerjanya yakni, lapisan tembaga akan melepaskan ion-ion tembaga yang memiliki efek melemahkan bagi sperma. 

Tembaga ini juga menyebabkan rahim mengeluarkan sel-sel darah putuh yang membuat sperma tidak bisa bergerak.

KB spiral jenis ini dianggap efektif untuk mencegah kehamilan dalam jangka waktu 120 hari setelah melakukan hubungan suami istri. Keberhasilan mencegah kehamilan mencapai 99 persen.

Persiapan sebelum prosedur dilakukan

Ada banyak hal yang harus kamu persiapkan sebelum memutuskan memasang KB spiral sebagai pilihan alat kontrasepsimu. Berikut beberapa prosedur yang wajib kamu ketahui sebelum memasang KB spiral.

1. Persiapan

Kamu tak perlu takut, sebab, sebelum dimasukan KB ke dalam rahim, dokter akan memberikanmu obat pereda nyeri, seperti ibuprofen beberapa jam sebelum tindakan pemasangan. 

Dengan obat ini, akan mengurangi rasa nyeri atau rasa tak nyaman saat pemasangan KB spiral. Proses pemasangan KB spiral ini sekitar 15-20 menit. Kamu juga bisa membawa pembalut sendiri dari rumah untuk mengantisipasi pendarahan saat pemasangan KB spiral. 

Dokter juga akan memastikan beberapa hal berikut ini sebelum memasang kb spiral. Apa saja?

  • Dokter melakukan tes kehamilan

Dokter tentu saja akan melakukan tes kehamilan untuk memastikan bahwa kamu sedang tidak hamil. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan bimanual dengan memasukkan dua jari ke dalam miss v dan menempatkan satu tangan di atas perut untuk mengetahui posisi, ukuran, dan pergerakan rahim.

  • Menstabilkan dan mengukur saluran rahim

Langkah selanjutnya, dokter akan membuka lebar miss v dengan alat yang disebut spekulum. Sebelum memasang KB spiral, miss v akan dibersihkan dengan larutan antiseptik untuk mencegah infeksi. Proses selanjutnya yakni menyuntikkan anestesi lokal di leher rahim agar rasa nyeri berkurang. 

Setelah itu, akan dimasukkan alat steril uterine sound yang dimasukan untuk mengukur kedalaman leher rahim.  Apabila leher rahim panjangnya  kurang dari 6 cm, maka pemasangan KB spiral tidak bisa dilakukan. 

2. Pemasangan KB spiral

Jika kedalaman rahim sudah pas, yakni antara 6-9 cm, maka dokter akan menyiapkan KB spiral yang dibengkokan di bagian lehernya. KB spiral akan dimasukkan pada inserter khusus berupa tabung yang dimasukan lewat miss v. 

Pemasangan KB spiral biasanya cepat dan tidak menyakitkan, namun, biasanya kamu juga akan merasakan beberapa efeknya, seperti muntah hingga pingsan. 

Biasanya, perempuan yang merasakan efek ini karena belum pernah hamil, atau pernah hamil sekali, atau karena jarak kehamilan dengan pemasangan KB spiral cukup lama.

3. Pemasangan KB spiral berhasil

Setelah pemasangan berhasil, tabung, tenaculum, hingga spekulum harus dikeluarkan dari miss v.

KB spiral tetap ada di dalam rahim yang sudah dilengkapi benang tipis dan dibiarkan bergelantung dari leher rahim hingga miss v. Pastikan kamu tahu merek KB spiral yang kamu gunakan, ya. 

Saat pemasangan, sebaiknya minta suami atau keluarga untuk mendampingi.

Sebab, tidak semua perempuan nyaman setelah memasang KB spiral. Kamu juga gak perlu khawatir jika mengalami rasa sakit atau gak nyaman, karena biasanya rasa sakit ini bersifat sementara. 

Namun, jika rasa sakitnya terus menerus terjadi, sebaiknya kamu kembali ke dokter untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. 

Sisi positif dan negatif KB spiral

Meski diklaim bisa mencegah kehamilan hingga 99 persen, KB spiral tetap memiliki sisi positif dan sisi negatif. Berikut sisi positif dan negatif yang wajib kamu ketahui.

Sisi positif KB spiral

1. Kb spiral berlapis tembaga

  • Bisa dipakai sebagai alat kontrasepsi darurat jika dipasang dalam waktu lima hari setelah hubungan seks tanpa alat pengaman. 
  • Bisa dilepas kapan saja kamu mau.
  • Waktu subur bisa kembali dengan cepat setelah KB spiral dilepas.
  • KB spiral dengan lapis tembaga tidak menyebabkan efek samping.

2. KB spiral berlapis hormon

  • Mengurangi nyeri haid karena endometriosis.
  • Mengurangi risiko terkena kanker endometrium dan kanker serviks. 
  • Bisa dilepas kapan saja.
  • Setelah dilepas, kesuburan bisa kembali dengan cepat.
  • Pendarahan menstruasi bisa berkurang.
  • Tidak menyebabkan kelebihan berat badan. 

Sisi negatif KB spiral

  1. Mahalnya biaya pemasangan KB spiral.
  2. Untuk melepasnya harus pergi ke dokter, tidak bisa melepas sendiri.
  3. KB spiral tidak dilengkapi dengan alat pelindung yang bisa mencegah dari penyakit menular seksual.
  4. Ada kemungkinan terkena kista ovarium jika menggunakan KB spiral hormon.
  5. Salah satu efek samping menggunakan KB spiral hormon yakni menimbulkan jerawat, sakit kepala, perubahaan mood, dan nyeri payudara.

Kelemahan lain jika menggunakan alat kontrasepsi ini, tidak semua perempuan bisa memakainya. Sebab, KB spiral tembaga tidak bisa dipakai oleh seseorang dengan kondisi berikut.

  • Penyakit radang panggul
  • Kanker serviks
  • Kanker payudara
  • Kelainan pada rahim
  • Pendarahan miss v tanpa sebab yang jelas
  • Pernah memiliki masalah saat menggunakan KB spiral.

Risiko pemasangan

Gak selalu aman, ada juga efek samping atau risiko pemakaian alat kontrasepsi ini di setiap tubuh perempuan. Berikut efek samping yang mungkin timbul setelah memasangnya.

1. Rasa nyeri

Beberapa perempuan akan mengalami nyeri punggung dan kram seperti saat sedang haid beberapa jam setelah pemasangan KB spiral.

Dalam kurun waktu 3-6 bulan pascapemasangan KB spiral, biasanya menstruasi akan menjadi lebih nyeri dibanding biasanya.

2. Gangguan menstruasi

KB spiral dengan lapisan tembaga bisa meningkatkan pendarahan menstruasi atau nyeri haid.

Menstruasi juga mungkin akan lebih banyak dibanding biasanya atau bisa saja terjadi pemanjangan atau pemendekan siklus menstruasi.

3. Rahim berlubang

Efek samping ini hanya terjadi pada 1 dari 1.000 perempuan. KB spiral terjebak di dalam dan menusuk rahim sehingga terjadi kebocoran pada rahim. 

4. Spiral lepas

Efek samping lain yakni lepasnya spiral dari rahim. Hal ini biasanya terjadi dalam beberapa bulan penggunaan KB Spiral. KB spiral bisa lepas karena melahirkan atau sedang menstruasi.

5. Radang panggul

Efek samping berat yang bisa terjadi yakni terkena radang panggul. Hal ini bisa terjadi jika pemasangan KB spiral kurang memperhatikan kebersihan alat dan terjadi pada wanita yang bergonta-ganti pasangan. 

6. Kista

KB spiral juga bisa menyebabkan kista ovarium, namun biasanya kista ini bisa hilang sendiri.

Pemasangan KB Spiral ditanggung BPJS

Kabar baiknya, kamu juga bisa memasang KB spiral secara gratis dengan menggunakan BPJS Kesehatan, lho! Sebab, BPJS Kesehatan sudah menambahkan pemasangan KB ke dalam layanannya. 

Peraturan presiden No. 19 Tahun 2016 yang sudah dilaksanakan sejak 1 April 2016 menyatakan bahwa pelayanan KB atau pemasangan kontrasepsi KB untuk peserta BPJS kini gratis dan peserta tidak perlu lagi membayar perlengkapan alat kontrasepsi.

Beberapa jenis layanan KB yang ditanggung BPJS, yakni:

  • Tubektomi dan vasektomi. Tindakan tubektomi yakni melakukan pemotongan pada saluran indung telur, sehingga telur tidak bisa sampai ke rahim. Sedangkan vasektomi yakni pemotongan saluran sperma pada pria.
  • Pemasangan alat kontrasepsi dan konsultasi. Alat KB yang ditanggung BPJS yakni pemasangan KB Spiral Nova T atau coper T.
  • Pemasangan dan pelepasan KB spiral.
  • Suntik KB. Untuk suntik KB yang ditanggung BPJS yakni suntik 3 bulan sekali, sedangkan untuk jangka waktu satu bulan menggunakan biaya sendiri. 

Pentingnya punya asuransi kesehatan

Meski kini biaya KB spiral sudah ditanggung BPJS Kesehatan, namun gak ada salahnya kamu juga memiliki asuransi kesehatan swasta. Sebab, masih ada beberapa layanan yang masih belum bisa ditanggung BPJS. 

Dengan adanya manfaat asuransi kesehatan, kamu gak perlu khawatir memikirkan biaya pengobatan saat ada anggota keluargamu yang sakit.

Pasalnya, beberapa manfaat asuransi kesehatan meliputi biaya rawat inap, rawat jalan, pembedahan, dan medical check-up. Manfaat tambahannya, kamu bisa menggunakannya untuk melahirkan, perawatan gigi, dan mata. 

Salah satu hal yang membuat asuransi kesehatan penting yakni adanya dampak inflasi biaya rumah sakit. Hal ini menandakan bahwa biaya rawat inap juga akan terus naik seiring naiknya inflasi tersebut.

Memiliki asuransi kesehatan juga bisa membantu perputaran uang kamu tetap stabil, sebab dana tabungan, investasi, dan aset lainnya tidak akan terganggu apabila kita sakit. 

Cara memilih asuransi kesehatan sesuai kebutuhan 

Banyaknya asuransi kesehatan yang ada di Indonesia tentu akan membuat kita bingung. Asuransi mana yang sebenarnya bagus dan cocok untuk kebutuhan?

Sebelum kita melihat berbagai penawaran asuransi yang ada saat ini, sebaiknya ketahui dulu beberapa kriteria yang mesti kita perhatikan, di antaranya:

  • Jaringan rumah sakit yang luas. Bagi yang sering ke luar negeri, pastikan provider menjangkau rumah sakit di luar negeri.
  • Fasilitas cashless karena praktis apalagi di saat urgent. Sehingga kita cukup menggesekkan atau cukup menunjukkan kartu asuransi saja.
  • Limit pertanggungan dan premi sesuai. Tidak selalu asuransi kesehatan murah akan lebih baik, tetapi asuransi yang bagus juga tidak selalu mahal.

Dengan ratusan pilihan polis dan brand, kanu harus lebih cermat memilih asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhanmu. 

Perhatikan hal ini sebelum menentukan asuransi kesehatanmu

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli proteksi kesehatan.

Metode klaim cashless

Cobalah mencari perusahaan asuransi kesehatan yang bisa menggunakan sistem klaim cashless bermodal kartu asuransi, seperti:

Menanggung biaya rawat jalan

Hal penting yang harus diperhatikan adalah, pastikan bahwa asuransi kesehatanmu sudah menanggung biaya rawat inap.

Dari rekomendasi Lifepal, asuransi kesehatan AXA Mandiri, Cigna, dan Manulife menanggung biaya rawat jalan sebagai manfaat dasar asuransi. Kamu hanya tinggal memilih preminya saja.

Manfaat pengembalian premi

Beberapa asuransi juga menawarkan pengembalian premi atau no claim bonus apabila tidak ada klaim hingga masa polis berakhir.

Umumnya besaran pengembalian premi tiap polis perusahaan berbeda-beda ada yang 20 persen, 50 persen, bahkan hingga 100 persen dari total premi yang telah dibayarkan.

Beberapa pilihan rekomendasinya adalah asuransi kesehatan Cigna, Prudential, dan Allianz juga memberikan manfaat no claim bonus bahkan ada yang setiap setahun. 

Limit/plafon sesuai premi

Plafon yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan memang sekilas terkesan besar. Misal uang pertanggungan Rp20 juta terkesan banyak saat ini.

Namun, jika dibandingkan dengan biaya perawatan medis di Indonesia saat ini yang mana biaya operasi memakan biaya sekitar Rp7-Rp15 juta, tentu manfaat pertanggungan Rp20 juta sangatlah kecil

Jika memungkinkan, sebaiknya pilih yang menanggung biaya medis sesuai tagihan rumah sakit (as charged), seperti Manulife, Prudential, dan BNI Life. 

Iuran premi tidak lebih 10 persen dari gaji

Agar tidak menjadi beban, sebaiknya pilih asuransi kesehatan yang biaya preminya tidak lebih dari 10 persen gaji kamu, ya.

Kamu harus mengikuti metode 50:30:20. Di mana 50 persen gaji digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk hiburan, 10 persen untuk investasi, dan 10 persen untuk asuransi. 

Beli melalui broker asuransi

Broker yang telah terdaftar resmi dapat membantu nasabah mengajukan klaim. Ingat, ketika sedang mengalami risiko medis, pengajuan klaim akan sangat sulit dilakukan sendiri. 

Belum lagi jika pengajuan klaim nasabah ditolak karena alasan tertentu.

Jangan lupa untuk menyiapkan dana darurat juga

Dana darurat adalah uang yang sengaja dipersiapkan untuk mengantisipasi pengeluaran dadakan yang sifatnya darurat, seperti biaya perbaikan kendaraan, renovasi rumah, dan termasuk uang untuk biaya pengobatan di rumah sakit.

Berapa dana darurat yang sebaiknya disiapkan dari sekarang?

Temukan berbagai rekomendasi perusahaan asuransi kesehatan Indonesia hanya di Lifepal.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →