Berapa Biaya Operasi Kanker Payudara di Indonesia?

biaya operasi kanker payudara

Biaya operasi kanker payudara di Indonesia tergolong mahal, yaitu berkisar antara Rp40 juta hingga Rp50 juta. Biaya tersebut tidak jauh berbeda dengan rumah sakit luar negeri, seperti Bumrungrad International Hospital di Bangkok yang mencapai Rp67 juta. Memiliki asuransi penyakit kritis adalah solusi untuk permasalahan ini.

Apa itu kanker payudara?

Kanker payudara adalah sejenis tumor ganas yang berkembang pada sel-sel di organ payudara. Ini terjadi ketika sel-sel pada payudara membelah diri lebih cepat dari sel normal, terakumulasi, dan membentuk benjolan. Bahkan pada stadium yang lebih parah, sel-sel abnormal ini bisa menyebar ke organ tubuh lainnya melalui kelenjar getah bening.

Kanker payudara lebih banyak menyerang perempuan dibandingkan laki-laki. Selain itu, obesitas dan bertambahnya umur (di atas 50 tahun) juga meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Jadi, ketika mendapati ada benjolan pada payudara, pembengkakan, atau perubahan yang sebelumnya tidak pernah ada, maka kamu harus segera ke dokter untuk memeriksakannya. Dokter akan mendiagnosis dan menyarankan pengobatan yang tepat untuk gejala tersebut.

Jika memang gejala yang kamu rasakan terdiagnosis kanker payudara, maka ada beberapa prosedur pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu kemoterapi, radioterapi, cryosurgery, dan operasi. 

Operasi biasanya dilakukan pada kanker payudara stadium lanjut, yaitu saat benjolan sudah terlalu besar dan harus segera diangkat. Pasalnya jika tidak diangkat, sel-sel kanker bisa menyebar ke organ tubuh lain dan membahayakan kesehatan.

Kenapa biaya operasi kanker payudara mahal?

Operasi kanker payudara terbagi menjadi dua jenis, yaitu untuk mengangkat jaringan kanker dan memeriksa penyebaran kanker ke kelenjar getah bening. Jika sudah menyebar hingga kelenjar getah bening, maka dokter juga akan mengangkatnya sesuai prosedur medis yang dibutuhkan.

Setelah sel kanker berhasil diangkat melalui operasi, bukan berarti penderita sembuh total. Masih ada prosedur pengobatan lain yang harus dijalankan, misalnya terapi radiasi lokal untuk menghancurkan sel-sel kanker mikroskopis pada payudara yang mungkin tersisa pascaoperasi.

Ada pula prosedur kemoterapi yang bertujuan mencegah sel-sel kanker menyebar setelah operasi. Semuanya harus dilakukan berulang kali hingga pasien benar-benar sembuh. Padahal untuk radiasi saja, kamu harus membayar sekitar Rp30 juta hingga Rp50 juta untuk satu kali tindakan.

Sehingga biaya operasi kanker payudara yang mencapai puluhan juta bukanlah jumlah final. Masih ada berbagai prosedur pengobatan lain yang harus dijalankan setelah operasi yang biayanya juga tidak kalah mahal. Semua jenis pengobatan itu harus dijalankan jika kamu benar-benar ingin sembuh total dari penyakit kanker payudara.

Solusi atas permasalahan biaya yang mahal ini bisa kamu dapatkan dengan memiliki asuransi penyakit kritis. Dengan membayar premi asuransi kritis, kamu akan mendapatkan proteksi finansial untuk menjalani pengobatan kanker payudara.

Asuransi penyakit kritis untuk solusi biaya operasi kanker payudara

Kanker payudara termasuk dalam kategori penyakit yang ditanggung oleh asuransi penyakit kritis. Jangan salah ya, asuransi penyakit kritis berbeda dengan asuransi kesehatan. 

Asuransi penyakit kritis akan memberikan memberikan pertanggungan berupa santunan tunai jika pemegang polis mengalami penyakit kritis. Sedangkan pada asuransi kesehatan, pertanggungan diberikan dalam bentuk penggantian biaya perawatan medis, bukan santunan tunai.

Dengan membayar premi yang sudah ditentukan, kamu akan mendapatkan beberapa manfaat pertanggungan, di antaranya berupa santunan tunai meninggal dunia akibat penyakit kritis, santunan pertanggungan pembedahan akibat penyakit kritis, dan manfaat pengembalian premi.

Untuk mendapatkan manfaat pertanggungan, kamu tidak harus dirawat di rumah sakit terlebih dahulu. Jika memang sudah terdiagnosis mengidap kanker payudara, kamu berhak mendapatkan santunan sesuai perjanjian dalam polis asuransi.

Dengan manfaat tersebut, tidak mengherankan jika premi asuransi penyakit kritis lebih mahal dari asuransi kesehatan. Namun kamu juga perlu ingat, biaya perawatan penyakit kritis seperti kanker payudara memang mahal, bahkan mencapai ratusan juta rupiah. Jadi premi yang kamu bayarkan akan terasa sebanding dengan proteksi finansial yang akan didapatkan.

Tips mendapatkan premi asuransi kritis yang terjangkau

Penghitungan premi asuransi penyakit kritis tidak jauh berbeda dengan asuransi jiwa. Ada beberapa faktor yang memengaruhi besar kecilnya premi.

  • Usia tertanggung. Premi asuransi penyakit kritis bagi tertanggung usia 20-an akan lebih rendah dibandingkan jika sudah berusia 30 tahun.
  • Merokok. Premi juga akan lebih tinggi jika tertanggung memiliki kebiasaan merokok yang meningkatkan risiko terkena penyakit kritis.
  • Nilai santunan. Semakin besar nilai santunan yang diberikan kritis, maka semakin tinggi juga besaran premi asuransi. Oleh sebab itu, pilihlah nilai santunan yang kamu pilih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sehingga premi yang harus dibayarkan lebih terjangkau.
  • Cakupan manfaat pertanggungan. Ada baiknya memilih asuransi penyakit kritis yang memberi manfaat pertanggungan sesuai dengan risiko yang mungkin akan terjadi. Misalnya pilihlah produk asuransi penyakit kritis yang menanggung risiko beberapa penyakit tertentu termasuk kanker payudara. Tidak perlu memilih asuransi penyakit kritis yang menanggung semua jenis penyakit kritis tanpa terkecuali karena bisa dipastikan preminya lebih mahal.

Jika beberapa faktor di atas sudah dipertimbangkan, kamu tinggal mencari produk asuransi penyakit kritis yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu biaya operasi kanker payudara yang mahal bukan lagi jadi penghalang untuk mendapatkan kesembuhan total. 

Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang manfaat asuransi dan produk-produk asuransi terbaik di Indonesia, jangan ragu untuk mengunjungi Lifepal.