Operasi Tiroid dan Biayanya di RS [Plus Metode Operasinya]

Biaya operasi tiroid

Biaya operasi tiroid di Indonesia tergolong cukup mahal. Di rumah sakit swasta, biaya operasi tiroid bisa mencapai puluhan juta. 

Namun, jika dibandingkan dengan obat-obatan yang harus pasien konsumsi seumur hidup dan perasaan tidak nyaman karena terjadi pembengkakan, operasi tiroid bisa jadi solusi praktis. Apalagi jika dibantu dengan BPJS Kesehatan ataupun asuransi swasta. 

Sebenarnya, berapa biaya operasi tiroid dan seperti apa sih prosedurnya? 

Apa itu penyakit tiroid?

Penyakit tiroid adalah masalah umum yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh. 

Masalah terjadi ketika kelenjar tiroid di leher tidak cukup memproduksi hormon atau menjadi kurang aktif (hipotiroid), terlalu banyak memproduksi hormon atau terlalu aktif (hipertiroid), membengkak atau gondok. 

Penyebab penyakit tiroid beragam, bisa karena penyakit autoimun, terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji, gaya hidup yang buruk, hingga pengaruh dari beberapa penyakit, seperti infeksi virus dan bakteri, kekurangan vitamin K dan C.

Penyakit tiroid dapat terjadi pada siapa saja, tetapi terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko menderita sakit tiroid, di antaranya:

  • Umumnya terjadi pada pasien berjenis kelamin wanita.
  • Berusia diatas 60 tahun.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit tiroid.
  • Memiliki riwayat menderita penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit autoimun.
  • Pernah menjalani pengobatan dengan iodium radioaktif.
  • Pernah menjalani operasi tiroid.
  • Pernah menjalani radioterapi pada dada.

Saat seseorang menderita penyakit tiroid, akan muncul perasaan tidak nyaman.

Kemudian ada beberapa gejala spesifik dari hipertiroid, di antaranya:

  • Gangguan pada sistem pencernaan, seperti mudah lapar dah haus, sulit menelan, hingga pembesaran limpa. 
  • Gangguan pada sistem reproduksi sehingga menyebabkan siklus haid terganggu, penurunan libido, hingga kemandulan. 
  • Keringat berlebihan, kulit basah, dan rambut rontok. 
  • Gangguan pada jantung seperti berdebar-debar, hipertensi, hingga gagal jantung. 
  • Mudah mengantuk dan cepat letih (letargi), mudah lupa, dan mudah merasa kedinginan. 

Indikasi yang memerlukan operasi tiroid

Beberapa penyakit tiroid memerlukan terapi kombinasi, operasi, atau penderitanya perlu menjalani pengobatan seumur hidup. 

Namun, sebagian besar kondisi akibat gangguan kelenjar tiroid ini dapat diatasi dengan baik jika didiagnosis dan dirawat dengan benar sehingga tidak membahayakan nyawa. 

Dokter akan menyarankan operasi tiroid jika pasien mengalami kondisi-kondisi berikut:

  • Benjolan tiroid yang memicu gejala.
  • Gondok yang telah menimbulkan gangguan saat menelan atau bernapas.
  • Penyakit Graves.
  • Mendeteksi kemungkinan kanker tiroid.
  • Ketika obat-obatan atau metode penanganan lain tidak berhasil.

Jenis-jenis operasi tiroid

Operasi tiroid yang dilakukan pada penyakit tiroid adalah tindakan operasi pengangkatan kelenjar tiroid atau tiroidektomi. 

Prosedur ini bisa dilakukan untuk mengangkat kelenjar tiroid yang membesar atau benjolan yang terdapat di dalam kelenjar.

Adapun operasi tiroid ini dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Lobektomi tiroid
  • Tiroidektomi total
  • Biopsi tiroid

1. Lobektomi tiroid

Lobektomi adalah pengangkatan salah satu lobus dari kelenjar tiroid. Selama prosedur tiroid lobektomi berlangsung, dokter akan mengangkat setengah dari tiroid. 

Prosedur ini mungkin disarankan bila kamu memiliki kelenjar tiroid yang bertumbuh dengan lambat di salah satu bagian tiroid dan tidak ada nodul yang mencurigakan di area tiroid lainya.

2. Tiroidektomi total

Jenis operasi tiroid ini dilakukan dengan mengangkat seluruh kelenjar tiroid.

Operasi ini mungkin melibatkan pengangkatan semua jaringan tiroid (tiroidektomi total) atau sebagian besar jaringan tiroid (tiroidektomi total dekat). 

3. Biopsi tiroid 

Biopsi tiroid adalah tindakan medis yang melibatkan pengambilan sampel jaringan kelenjar tiroid oleh dokter spesialis bedah. 

Sampel ini kemudian diperiksa lebih lanjut di bawah mikroskop. Tindakan ini dilakukan untuk memastikan apakah tumor tiroid bersifat jinak atau ganas.

Persiapan sebelum operasi tiroid

Sebelum melakukan operasi tiroid, dokter akan melakukan evaluasi berupa pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti tes darah, foto rontgen, dan EKG yang dilakukan beberapa hari sebelum operasi dilakukan.

Selain untuk memastikan kondisi pasien, hasil evaluasi praoperasi ini juga menentukan jenis anestesi (obat bius) yang akan digunakan dalam operasi serta bagian tiroid mana saja yang perlu diangkat.

Kemudian ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum operasi tiroid, di antaranya:

  • Menjalani pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, USG, CT scan, dan sebagainya. Langkah ini bertujuan mengetahui ada atau tidaknya kemungkinan kanker tiroid.
  • Mengonsumsi obat yang diresepkan dokter pada sehari sebelum operasi.
  • Jika memiliki riwayat alergi terhadap obat bius yang akan digunakan, pasien diharuskan memberi tahu dokter saat pemeriksaan praoperasi. Hal ini dikarenakan semua jenis operasi tiroid menggunakan anestesi. 
  • Pasien juga perlu memberi tahu dokter jika tengah menggunakan suplemen, produk herba, atau obat-obatan tertentu. Obat yang sedang digunakan dikhawatirkan dapat menimbulkan interaksi obat dengan obat anestesi dan menimbulkan efek samping berbahaya ketika operasi berlangsung atau setelahnya.
  • Menghindari rokok dan minuman beralkohol, setidaknya selama 2 minggu sebelum operasi berlangsung.
  • Dokter akan menentukan kapan pasien mulai berpuasa. Pasien biasanya diinstruksikan untuk berpuasa beberapa jam sebelum operasi, guna mengurangi risiko komplikasi akibat penggunaan anestesi.

Metode operasi tiroid

Operasi tiroid umumnya berlangsung sekitar 1-2 jam, tapi tidak menutup kemungkinan operasi berjalan lebih lama dari itu. 

Secara garis besar, operasi tiroid dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

  • Beberapa saat sebelum operasi dimulai, dokter akan memeriksa kembali kondisi pasien. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pasien untuk operasi.
  • Dokter anestesi akan memberikan pembiusan, baik melalui suntikan maupun masker pernapasan. Jenis bius yang digunakan biasanya adalah bius total. Kemudian kamu akan tertidur dan tidak sadar selama operasi berlangsung.
  • Saat pasien mulai terbius, dokter anestesi akan memberikan alat bantu napas melalui selang khusus (pipa endotrakeal) yang dipasang ke dalam tenggorokan, guna membantu pasien bernafas selama operasi.
  • Dokter bedah akan melakukan disinfeksi, yakni membersihkan area yang akan dibedah dengan mengoleskan cairan antiseptik.
  • Selama operasi, tanda-tanda vital pasien meliputi tekanan darah dan kadar oksigen dalam darah akan terus dievaluasi melalui monitor.
  • Dokter bedah kemudian membuat sayatan pada leher pasien, tempat kelenjar tiroid.
  • Dokter lalu mencari kelenjar tiroid dan mengeluarkannya.
  • Setelah itu, dokter menjahit sayatan. Besar sayatan tidak selalu sama pada tiap pasien, tergantung bagian kelenjar tiroid yang diangkat dan metode operasi tiroid yang digunakan.
  • Terakhir, sayatan akan dijahit kemudian ditutup dengan plester kedap air untuk melindungi bekas luka operasi ketika pasien mandi.

Adapun tiga metode operasi tiroid yang dapat digunakan untuk mengangkat kelenjar tiroid, yaitu:

1. Operasi konvensional

Prosedur operasi tiroid dengan metode konvensional membutuhkan sayatan sebesar kurang lebih 5-12 cm di tengah leher. 

Tujuannya agar dokter dapat mengakses langsung kelenjar tiroid yang bermasalah dan mengangkatnya.

2. Operasi endoskopi

Dokter akan menggunakan alat khusus yang disebut endoskop berupa selang dengan kamera kecil di ujungnya untuk mengangkat kelenjar tiroid. 

Keunggulan metode endoskopi pada operasi tiroid, yaitu sayatan yang dibutuhkan untuk operasi endoskopi jauh lebih kecil dibandingkan operasi konvensional, yakni sekitar 0,5 – 1 cm.

3. Operasi robotik

Terakhir proses operasi yang sepenuhnya dilakukan dengan bantuan robot.

Perbedaannya dengan operasi endoskopi dan konvensional, sayatan yang dibutuhkan operasi robotik hanya 8 mm.

Namun, teknik operasi ini masih belum banyak dilakukan di Indonesia.

Penyembuhan pascaoperasi tiroid

Usai menjalani operasi tiroid, kamu akan dipindahkan ke ruangan pemulihan pasca operasi untuk beristirahat dan dievaluasi setidaknya selama 4-6 jam. 

Kemudian biasanya pasien perlu menjalani rawat inap selama beberapa hari di rumah sakit. 

Pasien diperbolehkan pulang setelah kondisinya stabil dan nyeri pascaoperasi berkurang.

Namun, pasien harus menghindari aktivitas yang berat selama setidaknya 10-14 hari.

Secara umum, operasi tiroid sebenarnya termasuk tindakan medis yang aman untuk dijalani.

Namun, seperti operasi pada umumnya, operasi tiroid juga dapat menimbulkan efek samping hingga komplikasi, seperti:

  • Perdarahan pascaoperasi.
  • Cedera atau luka pada jaringan di sekitar tiroid, seperti saraf, kelenjar getah bening, atau kelenjar paratiroid. Cedera pada kelenjar paratiroid dapat menyebabkan hipoparatiroid.
  • Berkurangnya produksi hormon tiroid secara drastis (hipotiroid).
  • Infeksi, terutama di bekas sayatan operasi.
  • Rendahnya hormon paratiroid.  
  • Sumbatan jalan napas yang disebabkan perdarahan sehingga menjadi sesak napas.
  • Suara serak atau pelan. Kondisi ini umumnya bersifat sementara, tapi juga bisa menjadi permanen akibat kerusakan saraf.

Meskipun jarang terjadi, operasi tiroid juga dapat menimbulkan komplikasi berupa badai tiroid atau tirotoksikosis. 

Gejalanya berupa sering gelisah, gangguan pencernaan seperti nyeri perut dan diare, tubuh gemetaran (tremor), banyak berkeringat, jantung berdetak cepat, dan demam.

Estimasi biaya operasi tiroid 

Lalu berapa biaya operasi tiroid di Indonesia? Untuk diketahui, biaya operasi tiroid sebenarnya bervariasi tergantung rumah sakit tempat kamu melakukan operasi. 

Tetapi sebagai gambaran, berikut ini biaya operasi tiroid di beberapa rumah sakit:

Rumah Sakit Estimasi Biaya Operasi Tiroid
Rumah Sakit Balimed Negara, Bali Rp11 juta
RS Al Islam Bandung  Rp13 juta
Loh Guan Lye Hospital Penang, Malaysia Rp32 juta
Rumah Sakit Premier Surabaya Rp48 juta
MRCCC Siloam Hospital Semanggi Jakarta Rp70juta
RSU Bunda Jakarta Rp100 Juta

Bisakah operasi tiroid pakai BPJS?

BPJS Kesehatan ternyata menanggung biaya operasi tiroid secara penuh jika kamu rutin membayar iuran dan telah melalui rujukan berjenjang. 

Sebab pada prinsipnya, semua jenis operasi yang bersifat tindakan pengobatan, biayanya akan ditanggung BPJS Kesehatan. 

Hal ini diatur dalam pedoman pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yaitu Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 28 Tahun 2014.

Namun, operasi tiroid dengan BPJS tetap tergantung dari pertimbangan dokter bedah dan rumah sakit yang menangani, misalnya mempertimbangkan derajat keparahan, riwayat penyakit, hingga ketersediaan fasilitas. 

Selain itu, prosedur yang harus dijalani untuk mendapatkan nomor antrean layanan BPJS bisa dibilang sangat rumit. Kamu perlu rujukan dari faskes untuk mendapatkan operasi di rumah sakit. 

Atasi mahalnya biaya operasi tiroid dengan asuransi kesehatan

Biaya operasi tiroid di rumah sakit ternyata tidaklah murah. Bahkan, di RSU Bunda Jakarta, biaya operasi tiroid dipatok mulai dari Rp100 juta. 

Perlu diketahui, biaya operasi tiroid di atas hanya estimasi awal. Jadi, lebih baik siapkan lebih tinggi sekitar 30 persen untuk biaya konsultasi dan lain-lain.

Meski BPJS Kesehatan menanggung operasi tiroid, biasanya ada hal lain yang membuat pasien tetap harus membayar sejumlah uang.

Nah, jika kamu ingin ingin mendapatkan kepastian biaya operasi tiroid, tak ada salahnya mendaftar asuransi kesehatan tambahan dari perusahaan swasta, terutama bagi kamu yang enggan dihadapkan pada prosedur antrean layanan BPJS bisa dibilang sangat rumit.  

Saat ini ada banyak produk asuransi kesehatan yang bisa kamu pilih yang menawarkan premi terjangkau.

Mulai dari Rp150 ribu per bulan, kamu mendapat pertanggungan sesuai dengan isi polis yang disepakati.

Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang asuransi kesehatan? Lihat pertanyaan populer seputar asuransi di Tanya Lifepal.

Tanya jawab seputar operasi tiroid

Apa itu penyakit tiroid?

Penyakit tiroid adalah masalah umum yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh. 

Masalah terjadi ketika kelenjar tiroid di leher tidak cukup memproduksi hormon atau menjadi kurang aktif (hipotiroid), terlalu banyak memproduksi hormon atau terlalu aktif (hipertiroid), membengkak atau gondok.

Berapa biaya operasi tiroid di Indonesia?

Biaya operasi tiroid sebenarnya bervariasi tergantung rumah sakit tempat kamu melakukan operasi. Misalnya, di Rumah Sakit Premier Surabaya, biaya operasi tiroid dipatok mulai dari Rp48 juta. Namun, lebih baik siapkan lebih tinggi sekitar 30 persen untuk biaya konsultasi dan lain-lain.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →