Biaya Operasi Varikokel di Indonesia dan Prosedurnya

biaya operasi varikokel di Indonesia

Biaya operasi varikokel di Indonesia saat ini berbeda-beda tergantung dari rumah sakit yang dipilih. Namun, lantaran diperlukan upaya pembedahan, maka operasi varikokel membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 

Selain pilih rumah sakit, jenis operasi yang dipilih pun nantinya akan menentukan tarif operasi varikokel.

Nah, untuk lebih jelasnya mengenai biaya operasi varikokel di Indonesia, yuk simak ulasannya di sini.

Apa itu operasi varikokel?

Operasi varikokel adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengangkat varikokel. Operasi yang juga dikenal nama varicocelectomy ini diperlukan untuk mengembalikan aliran darah ke organ reproduksi agar normal.

Selain itu, cara mengatasi varikokel dengan penanganan medis juga dibutuhkan apabila menyebabkan masalah infertilitas atau masalah kesuburan bagi pria.

Nantinya, dokter akan menyarankan pembedahan atau operasi untuk mengatasi varises pada penis.  Pembedahan dilakukan dengan cara mengangkat pembuluh darah, lalu dijepit ke aliran darah lewat jalur lain.

Setelah operasi jarang ada yang kambuh lagi. Bila kambuh, dokter biasanya akan menganjurkan operasi kembali.

Estimasi biaya operasi varikokel di Indonesia

Umumnya operasi varikokel di rumah sakit di Indonesia dan dilakukan secara mandiri bisa mencapai angka Rp10 juta – Rp15 juta. Biaya tersebut belum termasuk dengan biaya perawatan dan juga obatnya, jadi bisa dikatakan lebih dari itu.

Namun sebagai gambaran berikut ini harga operasi varikokel di beberapa rumah sakit di Indonesia berdasarkan riset dari Alodokter.

Rumah Sakit Estimasi Biaya
RSKIA Sadewa, Yogyakarta Rp4 juta
Rumah Sakit Immanuel Bandung Rp5,5 juta
Rumah Sakit Premier Bintaro Rp10 juta
Siloam Hospitals Asri Rp25 Juta
Rumah Sakit Premier Surabaya Rp34 juta

Perlu diketahui, harga di atas hanya estimasi awal. Jadi, lebih baik siapkan lebih tinggi sekitar 30 persen untuk biaya konsultasi dan lain-lain, ya!

Ketahui gejala harus melakukan operasi varikokel

Tidak semua penyakit varikokel membutuhkan operasi. Sebab, tidak semua varikokel mengganggu dan memiliki gejala yang parah.

Gejala varikokel bisa bervariasi dari tidak menimbulkan gejala sama sekali sampai menyebabkan rasa tidak nyaman pada testis, penyusutan testis, hingga infertilitas.

Tidak semua pria akan mengalami hal ini, namun ada beberapa orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya. Varikokel juga bisa terjadi pada pria yang berusia di atas 40 tahun. 

Namun, kamu harus melakukan operasi apabila mengalami beberapa kondisi di bawah ini:

  • Ukuran testis menjadi lebih kecil.
  • Rasa nyeri pada testis hingga menimbulkan perasaan tidak nyaman.
  • Kadar sperma menurun.
  • Salah satu ukuran testis berbeda ukuran.
  • Gangguan pertumbuhan testis pada penderita anak-anak atau remaja.
  • Kesulitan untuk memiliki keturunan atau mengalami infertilitas.
  • Penurunan gairah seksual.
  • Kenaikan berat badan yang berlebih.
  • Merasa terganggu dengan tampilan testis atau skrotum.

Jika kamu mengalami hal-hal tersebut, maka sebaiknya segera melakukan konsultasi pada dokter untuk segera melakukan prosedur operasi varikokel.

Penting, perhatikan hal ini sebelum melakukan operasi varikokel

Saat dokter menyarankan melakukan untuk operasi pembedahan varikokel, kamu harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Berikut ini beberapa persiapan yang dimaksud.

1. Pemeriksaan medis

Kamu akan menjalani sejumlah tes sebelum atau beberapa hari sebelum hari operasi.  Dokter urologi dapat menyarankan serangkaian pemeriksaan penunjang, antara lain:

  • USG skrotum yang bertujuan melihat ukuran pembuluh darah dan aliran darah secara detail.
  • Pengukuran volume testis dengan alat untuk mengukur volume testis bernama orchidometer.
  • Pemeriksaan sperma untuk melihat kesuburan.

Pada tahapan pemeriksaan ini, kamu juga perlu memberitahukan pada dokter jika  menggunakan obat-obatan atau suplemen tertentu.  Nantinya, dokter akan menyarankan menghentikan penggunaan obat-obatan pengencer darah, seperti warfarin dan aspirin. Dengan ini, risiko perdarahan selama operasi bisa dikurangi.

2. Kamu akan disarankan untuk berpuasa

Sebelum operasi dimulai, kamu biasanya akan diminta untuk melakukan puasa selama 8-12 jam sebelum operasi. 

Pada saat ini, kamu juga disarankan untuk mengajukan cuti kerja di hari operasi karena istirahat diperlukan setelah operasi.

3. Lebih baik mengenakan pakaian yang nyaman

Saat operasi dimulai, kamu dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar pada hari operasi. Setelah menilai siap, dokter akan melaksanakan operasi varikokel sesuai jadwal.

Prosedur operasi varikokel

Prosedur operasi varikokel berbeda tergantung dari jenis pembedahan yang kamu pilih. Untuk penanganan operasi varikokel, ada beberapa jenis operasi yang bisa kamu tempuh, yaitu:

  • Embolisasi.
  • Bedah/operasi terbuka.
  • Bedah laparoskopik.
  • Microscopic varicocelectomy.

Embolisasi

Prosedur embolisasi meliputi pemasukan tabung ke dalam pembuluh darah melalui alat kelamin atau leher. Tabung tersebut digunakan untuk memantau pembuluh darah yang membesar melalui monitor. Embolisasi perkutan jarang dilakukan dan membutuhkan waktu 45 menit sampai satu jam. 

Sementara prosedurnya yaitu:

  • Memasukkan selang mikro dengan bantuan perangkat x-ray ke pembuluh vena.
  • Cairan atau alat khusus akan dimasukkan ke vena yang mengalami gangguan untuk mengalihkan darah agar tidak masuk vena tersebut dan dialirkan ke vena yang sehat. 

Operasi terbuka 

Operasi terbuka diperlukan untuk memperbaiki atau mengangkat pembuluh darah vena yang rusak dengan pembedahan pada bagian bawah selangkangan atau perut.

Bedah dilakukan untuk menyegel pembuluh darah yang mengalami varikokel dan mengubah arah aliran darah ke pembuluh darah normal lainnya. 

Saat menjalani bedah terbuka, kamu akan diberikan obat bius secara umum atau lokal. Setelahnya, ahli bedah akan memulai bedah dengan membuat sayatan di alat kelamin, perut atau di bawah alat kelamin.

Ahli bedah dapat menggunakan mikroskop bedah untuk melihat daerah yang mengalami varikokel saat operasi atau memakai USG Doppler untuk memandu ahli bedah sementara operasi.

Bedah laparoskopik

Operasi varikokel dengan teknik laparoskopi merupakan prosedur yang paling umum dilakukan. Operasi ini menggunakan alat bernama laparoskop yang memiliki kamera dan lampu kecil di ujungnya.

Prosedur laparoskopi hanya membuat sayatan kecil pada bagian perut dan memasukkan alat kecil yang digunakan untuk melihat dan memperbaiki varikokel. Selama bedah berlangsung, kamu akan diberikan anestesi umum.

Microscopic varicocelectomy

Bedah dengan metode ini membutuhkan waktu dua sampai tiga jam. Ahli bedah akan membuat sayatan selebar satu sentimeter di atas skrotum dan menutup semua pembuluh darah kecil di testis.

Efek samping dan risiko varikokel

Usai operasi dilakukan, kamu dapat bekerja seperti biasa lima sampai tujuh hari setelah bedah berlangsung. Nyeri akibat bedah biasanya ringan, tetapi dapat berlangsung beberapa hari hingga berminggu-minggu.

Dokter bisa memberikan obat berupa obat anti nyeri untuk mengatasi rasa sakit tersebut. Kemudian, selama masa penyembuhan, dokter akan menyarankan beberapa hal sebagai berikut. 

  • Tidak berolahraga atau melakukan aktivitas yang berat dalam jangka waktu dua hari sampai dua minggu. 
  • Tidak melakukan hubungan intim selama beberapa bulan.
  • Menempelkan kompres dingin ke area skrotum selama 10 menit. Lakukan langkah ini sekali per hari dan selama beberapa hari.
  • Jika menjalani embolisasi perkutan, kamu dapat bekerja seperti biasa dalam kurun waktu satu atau dua hari setelah prosedur dijalankan dan bisa berolahraga setelah tujuh sampai 10 hari seusai embolisasi perkutan dilakukan.

Sementara bicara mengenai risiko setelah operasi, ada beberapa yang mungkin saja akan kamu alami, seperti:

  • Infeksi.
  • Penumpukan cairan di sekitar testis atau hidrokel.
  • Munculnya varikokel kembali.
  • Kerusakan pada pembuluh darah arteri.
  • Demam tinggi
  • Kemerahan, radang, atau keluar cairan dari luka operasi.
  • Kondisi trombosis vena pada ginjal, atrofi testis, serta pembengkakan pembuluh darah yang baru di sekitar testis.

Jika menjalani embolisasi perkutan, akan berpotensi menyebabkan infeksi saat tabung dipasang, kumparan berganti posisi dari yang seharusnya, dan kemunculan varikokel atau varikokel tidak sembuh total.  

Pengobatan varikokel

Meski varikokel merupakan kondisi yang dapat disembuhkan. Sayangnya, penanganan varikokel tidak melibatkan obat-obatan tertentu. Kamu hanya dapat menghilangkan  varikokel dengan prosedur atau bedah.

Adapun obat varikokel biasanya hanya berupa obat anti nyeri untuk menanggulangi rasa sakit akibat gangguan tersebut seperti Acetaminophen dan ibuprofen.

Kemudian penyembuhan lain selain obat-obatan, pengidap penyakit ini tetap disarankan untuk berolahraga karena hal itu sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Meski begitu, orang yang mengidap atau memiliki risiko mengalami penyakit ini dianjurkan untuk tidak melakukan olahraga yang terlalu berat. Sebaiknya, memilih berenang menjadi sebagai olahraga rutin yang dilakukan. 

Berenang disebut dapat membantu mendinginkan suhu pada testis yang berubah panas akibat varikokel.  

Apakah BPJS Kesehatan menanggung biaya operasi varikokel?

Biaya operasi varikokel ternyata bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Tetapi asuransi BPJS menanggung penanganan untuk varikokel tergantung dari pertimbangan dokter bedah dan rumah sakit yang menangani, misalnya mempertimbangkan derajat keparahan varikokel, riwayat penyakit, hingga ketersediaan fasilitas. 

Selain itu perlu didiskusikan dengan dokter mengenai biaya, apakah dapat ditanggung seluruhnya atau tidak dan mengenai jenis operasi yang ditanggung.

Untuk bisa operasi varikokel dengan BPJS juga harus memerlukan sebuah prosedur dan persyaratan yang menjadi ketentuannya. Biasanya penyakit atau operasi di mana pembiayaannya dilakukan dengan BPJS, maka BPJS yang akan digunakan dalam kondisi aktif.

Selain itu, rujukan atau tindak lanjutan sudah diberikan izin oleh faskes sebelumnya yaitu faskes 1. Jika sudah semua, maka hanya perlu datang ke rumah sakit dan berlanjut dengan tindakan atau pelaksanaan operasi.

Agar proses administrasi BPJS lancar, pastikan untuk mengikuti alur pemeriksaan sesuai standar dan kelengkapan surat-surat dan pembiayaan terpenuhi. 

Manfaatkan asuransi kesehatan untuk kepastian biaya operasi varikokel

Meski saat ini berbagai penyakit bisa tercover oleh BPJS, termasuk biaya operasi varikokel, tetapi memiliki asuransi tambahan sangat penting untuk membantu biaya pengobatan.

Apalagi prosedur yang harus dijalani untuk mendapatkan nomor antrean layanan BPJS bisa dibilang sangat rumit. Kamu perlu rujukan dari faskes untuk mendapatkan operasi di rumah sakit. 

Namun kalau pakai asuransi kesehatan swasta, kamu bisa langsung menunjukkan kartu peserta asuransi di rumah sakit rekanan dan bisa mendapatkan pelayanan langsung.

Asuransi kesehatan akan membantu kamu mendapatkan proteksi keuangan untuk masalah kesehatan lainnya yang bisa saja terjadi. Dengan asuransi kesehatan, kamu tidak perlu khawatir lagi harus menguras tabungan untuk membiayai pengobatan.

Selain BPJS Kesehatan, ada banyak produk asuransi di luar sana. Dari yang menawarkan premi murah sampai daftar layanan yang dicover oleh pihak asuransi. 

Terkadang, memilih asuransi menjadi hal yang membingungkan.  Namun, kamu tak perlu khawatir. Jika masih bingung memilih asuransi yang tepat untuk perlindungan kamu maupun keluarga, kamu bisa memanfaatkan layanan konsultasi gratis dari Lifepal!

FAQ seputar biaya operasi varikokel

Sebagaimana operasi bedah lainnya, operasi varikokel tidak begitu berbahaya, Tetapi operasi yang dilakukan untuk mengobati varikokel dapat memberikan efek samping seperti:

  • Infeksi.
  • Penumpukan cairan di sekitar testis atau hidrokel.
  • Munculnya varikokel kembali.
  • Kerusakan pada pembuluh darah arteri.
  • Demam tinggi
  • Kemerahan, radang, atau keluar cairan dari luka operasi.
  • Kondisi thrombosis vena pada ginjal, atrofi testis, serta pembengkakan pembuluh darah yang baru di sekitar testis.
Varikokel terkadang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seorang pria menjadi tidak subur. Namun, bukan berarti pria dengan varikokel selalu memiliki masalah infertilitas. 

Meski telah menjalani operasi, tetap sangat penting bagi pasien untuk melakukan berbagai tes, termasuk tes jumlah dan kualitas sperma yang ideal.

Usai operasi dilakukan, kamu dapat bekerja seperti biasa lima sampai tujuh hari setelah bedah berlangsung. Nyeri akibat bedah biasanya ringan, tetapi dapat berlangsung beberapa hari hingga berminggu-minggu. Dokter bisa memberikan obat berupa obat anti nyeri untuk mengatasi rasa sakit tersebut.
Biasanya sehabis operasi, akan membuat bagian kelamin pria jadi memar dan tidak nyaman karena nyeri. Meski demikian, sekitar 15% pasien varikokel yang menjalani operasi biasanya jarang ada yang kambuh lagi.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →