Ria Irawan Meninggal, Segini Rincian Biaya Pengobatan Kanker Rahim Tanpa BPJS!

Kanker-rahim-blog

Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air, artis senior Ria Irawan diketahui meninggal dunia karena penyakit kanker rahim, Senin, 6 Januari 2020.

Pemilik nama lengkap Chandra Ariati Dewi Irawan itu menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo usai menjalani perawatan intensif kanker rahim sejak Maret 2019 lalu.

Sebelum mengidap kanker rahim, almarhumah diketahui mengidap kanker kelenjar getah bening di tulang panggul kanan stadium 3C. Namun, Ria dinyatakan terbebas dari penyakit ganas tersebut di tahun 2014 setelah melalui serangkaian pengobatan.

Sayangnya, di Maret 2019 sel kanker kembali muncul, dan membuat bintang film “Wedding Agreement” tersebut harus terbaring di rumah sakit.

Tapi, kali ini yang dideritanya adalah kanker endometrium atau kanker rahim yang sudah menyebar ke otak dan paru-paru. Kondisi tersebut membuat Ria mengalami kesulitan bicara, dan kehilangan keseimbangan.

Selama proses pengobatan, Ria diketahui memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan. Pasalnya, dia sebelumnya sempat mengeluarkan biaya hingga Rp 1 miliar dengan melakukan pengobatan di luar negeri.

Seperti yang diketahui, kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang pengobatannya bisa menguras habis kekayaanmu.

Tak hanya harga obat-obatannya yang menjulang tinggi, berbagai biaya perawatan kanker yang dijalani pun sangat mahal. Bahkan, bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Berikut ini empat metode penanganan kanker rahim serta rincian biayanya, yaitu:

1. Operasi histerektomi

Kanker rahim
Operasi histerektomi

Histerektomi merupakan metode pengobatan kanker rahim yang paling sering dilakukan. Operasi tersebut bertujuan untuk mengangkat rahim, indung telur, dan saluran indung telur.

Namun, pasien yang menjalani operasi tersebut berisiko tidak bisa memiliki keturunan. Selain itu, untuk biaya tindakan histerektomi, kamu bisa merogoh kocek mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 25 juta.

2. Radioterapi

Kanker rahim
Radioterapi

Pengobatan penyakit kanker juga bisa dilakukan lewat metode radioterapi, yaitu terapi radiasi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker.

Radioterapi itu dilakukan dengan cara menembakkan sinar khusus ke area kanker di rahim atau dengan memasukkan alat pengantar radiasi ke dalam rahim.

Terapi radioterapi kerap dilakukan pada pasien yang memang kondisinya tidak memungkinkan menjalani operasi. Tak hanya itu, radioterapi juga dapat mengurangi risiko sel kanker tumbuh kembali usai menjalani operasi pengangkatan rahim.

Bujet yang harus kamu gelontorkan untuk menjalani terapi tersebut terbilang sangat besar, yaitu berkisar antara Rp 16 juta hingga Rp 70 juta.

3. Kemoterapi

Kanker rahim
Kemoterapi

Kemoterapi bisa dibilang menjadi salah satu jenis pengobatan kanker yang paling populer dan banyak dilakukan penderita kanker, termasuk Ria Irawan. Istri Mayky Wongkar itu sebelumnya sempat terbebas dari kanker getah bening lewat kemoterapi.

Kemoterapi merupakan pemberian beberapa jenis obat khusus yang bertujuan membunuh sel-sel kanker. 

Sayangnya, pasien yang menjalani kemoterapi umumnya akan mengalami perubahan pada tubuhnya, seperti rambut rontok, sariawan hingga rasa sakit di badan.

Pasalnya, kemoterapi juga membunuh sel-sel tubuh yang sehat. Jadi, bisa dibilang kemoterapi gak pilih-pilih dalam membunuh sel-sel dalam tubuh.

Untuk biaya kemoterapi cukup menguras kantong, yaitu mulai dari Rp 550 ribu hingga Rp 6,5 juta untuk sekali menjalani terapi.

4. Terapi hormon

Kanker rahim
Terapi hormon

Para pasien penderita kanker rahim juga menjalani pengobatan terapi hormon untuk membunuh sel kanker yang telah menyebar ke luar rahim.

Terapi hormon merupakan pemberian obat untuk menurunkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Tujuannya, untuk membunuh sel kanker yang pertumbuhannya dipengaruhi hormon estrogen.

Bicara soal biaya, terapi satu ini terbilang sangat mahal, yaitu mulai dari Rp 30 juta hingga Rp 70 juta.

Itulah beberapa biaya yang harus kamu keluarkan untuk melakukan pengobatan kanker rahim yang memang bisa membuat uangmu ludes seketika jika tidak memakai BPJS Kesehatan maupun asuransi kesehatan swasta lainnya. Lebih baik rutin bayar iuran BPJS Kesehatan untuk bisa menikmati fasilitas berobat gratis daripada merogoh kocek ratusan juta setiap berobat. Setuju? 

Selain BPJS Kesehatan, kamu juga bisa lengkapi dengan asuransi penyakit kritis. Biar gak salah pilih, yuk tanyakan tips memilih asuransi penyakit kritis pada para ahli asuransi melalui Tanya Lifepal.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →