Biaya Periksa Mata di Klinik dan Rumah Sakit [2021]

Biaya periksa mata

Biaya periksa mata minus dan konsultasi dokter spesialis mata biasanya dipatok mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan rupiah. 

Hal ini tergantung dari bentuk tes yang dilakukan, dokter spesialis mata yang memeriksa, dan tempat dilakukannya pemeriksaan.

Namun, biaya periksa mata di Puskesmas biasanya lebih terjangkau, bahkan bisa gratis jika kamu merupakan peserta BPJS Kesehatan. 

Kamu juga bisa mendapatkan fasilitas pemeriksaan mata minus gratis di optik. 

Tak perlu berlama-lama lagi, cek biaya periksa mata di Puskesmas, klinik, dan rumah sakit di Indonesia berikut ini. 

Estimasi biaya periksa mata  

Biaya periksa mata berbeda-beda tergantung tes yang dilakukan dan tempat melakukan pemeriksaan. 

Berikut ini estimasi periksa mata di rumah sakit, klinik mata, serta biaya periksa mata di Puskesmas. 

Nama Rumah sakit Biaya periksa mata
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Mulai dari Rp80.000
Siloam Hospitals Purwakarta Mulai dari Rp95.000
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Mulai dari Rp107.000 
RSU Bunda BMC Padang Mulai dari Rp150.000
RS Awal Bros Makassar Mulai dari Rp150.000
Mayapada Hospital Bogor BMC Mulai dari Rp195.000
Rumah Sakit Umum YARSI Jakarta Mulai dari Rp250.000
Omni Hospital Alam Sutera Tangerang Selatan Mulai dari Rp300.000
Mayapada Hospital Jakarta Selatan Mulai dari Rp300.000
Rumah Sakit Mata Bandung Eye Center Mulai dari Rp435.000
Nama Klinik Biaya periksa mata
Klinik TelkoMedika Group Mulai dar Rp66.000
Klinik Ratulangi Medical Center Makassar Mulai dari Rp200.000
Ciputra SMG Eye Clinic (CSEC) Setiabudi, Jakarta  Mulai dari Rp200.000
Klinik Spesialis Mata SMEC Depok Mulai dari Rp225.000
Klinik Spesialis Mata SMEC Bekasi Mulai dari Rp225.000
Klinik Mata Nusantara Mulai dari Rp240.000
Klinik Mata Netra Bandung 2  Mulai dari Rp265.000 
Matanya Eye Clinic Tebet, Jakarta Mulai dari Rp350.000
Klinik Utama Bandung Eye Center Mulai dari Rp435.000
Klinik Utama Mata @ JEC Cinere Depok Mulai dari Rp600.000
SILC Lasik Center Jakarta Pusat Mulai dari Rp600.000

Biaya periksa mata di puskesmas 

Untuk biaya periksa mata di puskesmas tergantung jenis pemeriksaan. Jika kamu peserta BPJS Kesehatan, biaya periksa mata di puskesmas bisa gratis. 

Meskipun bukan peserta BPJS, biaya periksa mata di puskesmas dipastikan sangat terjangkau. 

Pertama, kamu harus membayar biaya administrasi kisaran Rp10.000 – Rp20.000. Ini tergantung domisili kamu. 

Lalu, biaya periksa mata di Puskesmas tergantung jenis pemeriksaan. Berikut ini gambarannya.

  • Pemeriksaan visus mata: Rp13.000.
  • Ekstraksi corpal mata: Rp35.000.
  • Ekstraksi corpus alienum mata (per Mata): Rp22.200.
  • Irigasi mata, telinga: Rp45.000.

Tarif dokter spesialis mata di Indonesia

Untuk pemeriksaan mata, kamu juga bisa langsung mendatangi dokter spesialis mata.

Biaya untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis mata, bervariasi mulai dari Rp200.000-Rp600.000 per pertemuan.  

Berikut ini tarif dokter spesialis mata di Indonesia:

  • dr. Sujan Ali Fing, Sp.M (RS Khusus Mata Prima Vision Medan): Rp150.000
  • dr. Iwan Soebijantoro, Sp.M (K) (RS Mata JEC, Kedoya Jakarta): Rp600.000
  • dr. Artha Sandi, Sp.M (Klinik Spesialis Mata SMEC Depok): Rp225.000
  • dr. Puti Ayu Tiara, Sp.M (Klinik Mata Netra Tangerang): Rp300.000
  • dr. Ferdinand Fransiscus Tumewu, Sp.M (Rumah Sakit Umum Firdaus Jakarta): Rp180.000
  • dr. Junaedi Sirajuddin, Sp.M (K) (Klinik Mata Orbita Makassar): Rp200.000
  • dr. R. Danang Dwinaryono, Sp.M (Siloam Hospitals Semarang): Rp145.000
  • dr. Indrianingrum, Sp.M  (Mitra Keluarga Pratama Jatiasih Bekasi): Rp143.000

Biaya periksa mata ditanggung asuransi, ini pilihannya yang terbaik

Periksa mata sebaiknya rutin dilakukan minimal 1-2 kali per tahun karena kesehatan mata sangatlah penting untuk dijaga. 

Untuk itu, memiliki asuransi kesehatan menjadi hal yang harus dipertimbangkan untuk menjaga keuangan tetap sehat dalam jangka panjang.

Asuransi kesehatan adalah produk asuransi yang menanggung biaya medis saat kita harus ke dokter atau rumah sakit. 

Pertanggungannya bisa berupa penggantian biaya medis atau santunan tunai.

Nasabah cukup membayarkan premi ke pihak asuransi untuk mendapatkan manfaat tersebut.

Adapun manfaat utama mencakup biaya rawat inap, rawat jalan, pembedahan, dan medical check-up. Sementara manfaat tambahan (rider) meliputi melahirkan, perawatan gigi, dan mata. 

Berikut ini rekomendasi asuransi terbaik yang memberikan manfaat tambahan untuk periksa mata:  

Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang asuransi kesehatan? Lihat pertanyaan populer seputar asuransi di Tanya Lifepal.

Jenis-jenis pemeriksaan mata

Sebelum mengetahui berapa biaya periksa mata di Puskesmas, klinik mata, maupun rumah sakit, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis pemeriksaan mata. 

Dalam proses periksa mata ini akan tergantung dari indikasi penyakit mata yang dialami.

Sebelum melakukan pemeriksaan mata, dokter akan terlebih dahulu menanyakan apakah pasien memiliki keluhan pada mata atau penglihatan. 

Lantas, apa saja jenis-jenis tes yang umum dilakukan?

1. Pemeriksaan fisik mata

Salah satu tes umum yaitu pemeriksaan fisik mata. Pemeriksaan fisik mata dilakukan dokter mata menggunakan lampu khusus yang disebut slit-lamp

Melalui alat ini, dokter mata dapat menilai kondisi bagian dalam kelopak mata, kornea, sklera (bagian putih mata), lensa mata, pupil, iris, serta cairan di dalam bola mata.

Lalu, untuk memeriksa bagian mata yang lebih dalam, seperti pembuluh darah, saraf mata, dan retina, dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan alat yang disebut oftalmoskop.

2. Tes ketajaman penglihatan (uji refraksi)

Selanjutnya, tes ketajaman mata (eye acuity test) yang disebut juga sebagai tes mata minus atau mata silinder.

Saat hendak membeli kacamata di optik, biasanya kamu akan melakukan tes ini.

Tujuan pemeriksaan ini untuk menganalisis seberapa jelas penglihatan mata terhadap suatu objek.

Saat menjalani tes ini, dokter atau petugas optik (optisien) akan meminta kamu untuk melihat ke arah Snellen chart, yaitu papan atau kertas berisi deretan huruf dan angka dalam pelbagai ukuran yang ditempatkan agak berjarak dari posisi pasien.  

Setelah itu, pemeriksa akan meminta pasien untuk membaca huruf atau angka pada kartu Snellen yang diletakkan dengan jarak sekitar 6 meter di depan tempat duduk pasien.

Jika terdapat kelainan refraksi pada mata, pemeriksa kemudian akan menggunakan alat mirip kacamata yang disebut phoropter untuk menentukan ketebalan lensa kacamata yang cocok digunakan pasien.

Setelah penglihatan terkoreksi dengan alat tersebut, dokter akan meresepkan kacamata atau lensa kontak sesuai dengan ukuran lensa yang cocok bagi pasien.

3. Pemeriksaan gerakan otot mata (eye muscle test) 

Dalam pemeriksaan ini, dokter akan meminta pasien untuk menggerakkan matanya mengikuti suatu objek bergerak yang ditentukan dokter. 

Dengan cara ini, dokter dapat mengidentifikasi kekuatan otot mata dan kemampuan koordinasinya.

Tujuannya adalah untuk menganalisis kekuatan otot mata yang bertugas mengendalikan pergerakan mata.

4. Pemeriksaan lapang pandang

Pada pemeriksaan ini, pasien akan diminta untuk duduk dan menutup salah satu matanya menggunakan tangan lalu dokter akan mengarahkan pasien untuk memfokuskan pandangan pada satu titik di depan mata yang terbuka. 

Selanjutnya, kamu akan diminta untuk tidak menggerakkan mata atau kepala selama pemeriksaan berlangsung.

Setelah itu, dokter akan menggerakkan jarinya atau benda tertentu dari berbagai sisi dan pasien akan diminta untuk mengatakan “iya” ketika benda tersebut atau jari dokter mulai terlihat. Pemeriksaan ini kemudian akan dilakukan pada mata yang lain.

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai kemampuan mata pasien dalam melihat suatu benda di sekitar ketika mata terfokus pada satu titik.

5. Tes buta warna

Tes buta warna adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi seseorang yang mengalami buta warna atau kesulitan dalam mengidentifikasi warna tertentu. 

Buta warna adalah gangguan penglihatan mata yang gejala berupa sulitnya mata untuk mengidentifikasi warna-warna tertentu.

Ada beberapa metode untuk mendeteksi buta warna, tapi yang paling sering dilakukan adalah metode Ishihara. 

Pada metode pemeriksaan buta warna ini, pasien akan diminta untuk menyebutkan tampilan angka atau pola tertentu yang muncul di kartu berwarna khusus.

Apabila penglihatan pasien normal, ia dapat melihat angka yang tertera pada kartu tersebut.

Namun, jika pasien mengalami buta warna, angka tersebut akan tidak terbaca atau tampak seperti angka lainnya.

6. Tonometri

Tonometri yaitu pemeriksaan untuk mengidentifikasi tekanan cairan di dalam mata (intraocular pressure). 

Tujuannya adalah untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit glaukoma yang menyebabkan kerusakan saraf mata.

Metode pemeriksaan tonometri yang umum dilakukan ada dua, yaitu:

  • Tonometri aplanasi menggunakan obat tetes mata yang berisi anestesi lokal di kedua mata pasien dan pewarna khusus pada mata.
  • Tonometri nonkontak menggunakan udara yang ditiupkan ke mata. Pada pemeriksaan ini, tidak ada alat yang ditempelkan ke bola mata, jadi tidak terasa sakit.

Tenaga kesehatan yang berperan dalam pemeriksaan mata

Pemeriksaan mata berfungsi untuk memantau kondisi kesehatan mata agar penyakit mata dan gangguan fungsi penglihatan dapat dideteksi sedini mungkin. 

Dengan begitu, penanganannya harus dilakukan seseorang yang ahli di bidangnya. Tes mata dilakukan tiga tenaga spesialis mata, yaitu: 

  • Ophthalmologist adalah dokter spesialis mata yang bertanggung jawab terhadap pemeriksaan dan perawatan mata secara keseluruhan (termasuk tindakan operasi).
  • Optometrist adalah tenaga medis yang bertanggung jawab terhadap pemeriksaan mata, diagnosis penyakit mata, dan memberikan resep obat mata.
  • Ahli kacamata bertugas hanya untuk melakukan pemeriksaan mata dengan alat tes khusus, menentukan jenis lensa kacamata yang tepat, dan menjual produk kacamata atau alat bantu lainnya seperti lensa kontak.

Tips menjaga kesehatan mata

Tidak sedikit orang yang lupa dan tidak sadar bahwa menjaga kesehatan mata adalah hal yang penting.

Untuk menjaga kesehatan mata, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Biar indra penglihatan ini selalu sehat, cobalah untuk rutin mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C dan E, asam lemak omega-3, zinc, dan lutein dengan mengonsumsi makanan, seperti sayuran hijau, tuna, telur, kacang-kacangan, blueberry, blackberry, dan jeruk.
  • Berhenti merokok agar tidak meningkatkan risiko terjadinya katarak, degenerasi makula, dan kerusakan saraf optik yang bisa menyebabkan kebutaan serta merusak retina.
  • Gunakan kacamata, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau di depan komputer.  
  • Memakai alat pelindung mata saat melakukan pekerjaan tertentu.
  • Batasi penggunaan laptop dan gadget.
  • Jika harus bekerja di depan komputer, pastikan untuk selalu mengambil waktu istirahat, yaitu dengan mengalihkan pandangan setiap 20 menit. Cobalah untuk melihat objek yang jauh di depan. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketegangan pada mata.
  • Tidak mengabaikan berbagai masalah pada mata. 
  • Rutin melakukan pemeriksaan pada mata ke dokter spesialis mata sekurang-kurangnya 2 tahun sekali.

Tanya jawab seputar biaya periksa mata

Kapan sebaiknya periksa mata?

Periksa mata sebaiknya rutin dilakukan minimal 1-2 kali per tahun karena kesehatan mata sangatlah penting untuk dijaga.

Berapa biaya periksa mata di Puskesmas?

Biaya periksa mata di Puskesmas tergantung jenis pemeriksaan. Jika kamu peserta BPJS Kesehatan, biaya periksa mata di Puskesmas bisa gratis. Meskipun bukan peserta BPJS, biaya periksa mata di Puskesmas dipastikan sangat terjangkau.

Apakah periksa mata di optik gratis?

Periksa mata gratis atau berbayar tergantung optik yang dipilih. Misalnya, harga periksa mata di Optik Seis dan Optik Melawai tidak dikenakan biaya apa pun alias gratis.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →