Berapa Kisaran Biaya Transplantasi Ginjal?

biaya transplantasi ginjal2

Seseorang harus menjalani transplantasi atau pencangkokan ginjal, yaitu prosedur bedah untuk mengganti organ ginjal yang mengalami kerusakan akibat gagal ginjal kronis stadium akhir. Namun, berapa ya kisaran biaya transplantasi ginjal? 

Sebelum mengetahui biaya transplantasi ginjal, ada baiknya kita ketahui dulu ginjal itu apa dan seseorang dengan kondisi ginjal seperti apa yang harus menjalani prosedur tersebut.

Salah satu organ tubuh yang harus kita jaga fungsi dan kesehatannya adalah ginjal. Ginjal merupakan organ vital dalam tubuh kita yang berfungsi dalam proses pembuangan atau urinaria. 

Organ ini bertugas menyaring kotoran, terutama urea, dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urine.

Pada kondisi tertentu, ginjal manusia mengalami kegagalan dalam menyaring cairan dan elektrolit serta limbah lain yang disaring dari aliran darah. Kondisi ini perlu ditangani dengan prosedur medis berupa terapi pengganti ginjal, salah satunya dengan cuci darah. 

Cuci darah ini bukan satu-satunya solusi yang bisa dilakukan oleh pasien gagal ginjal untuk menjalankan terapi pengganti ginjal. Pada kondisi yang lebih parah, bisa jadi pasien mau tak mau harus melakukan transplantasi ginjal atau cangkok ginjal.

Ginjal pasien yang mengalami perburukan dan tak bakal bisa membaik akan digantikan fungsinya oleh ginjal donor yang fungsinya masih baik. Tentu, prosedur ini dilakukan setelah proses pemeriksaan medis yang cukup panjang. 

Transplantasi ginjal

biaya transplantasi ginjal
biaya transplantasi ginjal

Transplantasi ginjal yang harus dijalani para pasien penderita gagal ginjal terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Transplantasi yang dilakukan dari donor ginjal yang masih hidup. Pendonor akan memberikan satu ginjal, daru dua ginjal yang terdapat dalam tubuh, untuk ‘dipasangkan’ dengan ginjal si pasien.
  2. Transplantasi yang dilakukan dari pendonor yang sudah meninggal dunia. Pada proses ini, ginjal akan diambil dari tubuh seseorang yang sudah meninggal dunia. Tentu setelah mendapat izin dari pihak keluarga si pendonor. Bila dari sisi medis dilihat ada kecocokan, maka proses transplantasi bisa dilakukan. Kapan transplantasi ginjal perlu dilakukan?

Cangkok ginjal dilakukan saat kondisi gagal ginjal sudah masuk tahap akhir atau sudah parah sekali. Pada tahapan ini, fungsi ginjal benar-benar sudah menurun dan justru terjadi penumpukan racun dalam tubuh. 

Seperti diketahui, fungsi ginjal sebagai penyaring darah yang kemudian diekskresikan menjadi urin. Dengan fungsi yang tak berjalan, maka ginjal tak bisa menyaring darah tersebut dan justru terjadi penumpukan racun. 

Gejala berikut ini perlu diwaspadai sebagai tahapan gagal ginjal tahap akhir:

  • Terjadi retensi atau penumpukan cairan pada tubuh. Biasanya terjadi di lengan, tungkai, dan paru-paru. Dikutip dari alodokter, kondisi ini akan menyebabkan penderita gagal ginjal mengalami pembengkakan tubuh, sesak napas, dan produksi urin yang terus menurun. Mual dan muntah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Gatal-gatal.
  • Linglung hingga penurunan kesadaran.
  • Pucat.
  • Mudah merasa lelah.
  • Nyeri otot, sendi atau tulang.

Gagal ginjal biasanya disebabkan oleh penyakit awalan lain. Munculnya penyakit tersebut akan memberat kerja ginjal dan akhirnya membuat kegagalan dalam fungsi ginjal. 

Penyakit yang menyebabkan gagal ginjal antara lain diabetes, darah tinggi, asam urat, kanker, HIV, batu saluran kemih, lupus, rheumatoid arthritis, dan beberapa penyakit lain. 

Apakah gagal ginjal kronis tidak bisa sembuh?

Pada prinsipnya, penanganan gagal ginjal kronis bertujuan untuk meredakan gejala dan efek yang muncul pada tubuh akibat limbah yang menumpuk dan tidak bisa diekskresikan keluar. Secara umum, tahapan pengobatan gagal ginjal meliputi:

  1. Pemberian obat
  2. Cuci darah rutin
  3. Transplantasi ginjal.

Pada tahap awal deteksi gagal ginjal, pemberian obat membantu proses penyembuhan. Namun, pada kondisi di mana fungsi ginjal benar-benar jauh menurun, maka cuci darah perlu dilakukan sebagai wujud terapi pengganti ginjal. 

Proses cuci darah secara sederhana dianggap sebagai penggantian fungsi ginjal dalam menyaring darah dalam tubuh. 

Pada tahap akhir, saat fungsi ginjal jauh menurun maka perlu dilakukan transplantasi. Hal itu juga dilakukan berlatar kondisi bahwa biaya cuci darah tidak murah. 

Untuk mencegah penyakit ini, jalani pola hidup sehat dengan menghindari kondisi yang dapat memicu gagal ginjal kronis.

Kondisi apa yang perlu diperhatikan sebelum transplantasi ginjal?

Perlu proses yang cukup panjang sebelum seorang pasien gagal ginjal menjalani cangkok. Intinya adalah memastikan bahwa si pendonor siap dan memiliki kesehatan prima, dan hal yang sama juga dipastikan terhadap resipien atau penerima donor. 

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan bagi pasien sebelum menjalani transplantasi ginjal:

1. Pengecekan riwayat penyakit

Dokter akan memeriksa riwayat penyakit yang diderita pasien. Proses cangkok ginjal ini memiliki implikasi yang cukup kompleks terhadap kondisi fisik pasien sehingga perlu analisis yang dalam. 

Misalnya, pasien yang juga mengidap HIV akan diminta mempertimbangkan proses cangkok ginjal. 

Pasalnya, usai operasi dilakukan seorang penerima donor ginjal harus mengonsumsi obat-obatan penurun daya tahan tubuh (imunosupresan). Hal ini tentu bertolak belakang terhadap kebutuhan seorang pengidap HIV untuk meningkatkan sistem imunnya. 

Dokter juga akan memeriksa riwayat alergi terhadap obat bius dan obat-obatan lain yang akan diberikan setelah transplantasi dilakukan. 

Pasien juga akan diminta melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap, meliputi pemeriksaan fisik, tes darah, pencitraan tubuh, hingga pemeriksaan psikologi untuk memastikan kondisi pasien siap menjalani seluruh prosesi cangkok ginjal. 

2. Proses pencocokan antara donor dan resipien ginjal

Setelah ditemukan adanya pihak yang berpotensi bertindak sebagai donor ginjal, maka dokter akan melakukan serangkaian evaluasi dan kajian untuk memastikan ginjal dari donor cocok untuk dicangkokkan ke dalam tubuh pasien. 

Rangkaian pencocokan ini mencakup pemeriksaan golongan darah donor dan resipien. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penolakan dari tubuh pasien. 

Kemudian dilakukan cek jaringan. Apabila golongan darah sudah cocok, maka perlu dipastikan juga jaringan donor cocok dengan jaringan yang dimiliki pasien. 

Dokter juga akan menjalankan pemeriksaan human leukocyte antigen (HLA), yaitu dengan membandingkan gen pendonor dengan resipien. Jika cocok, maka potensi penolakan terhadap organ donor akan menurun.

Bagaimana proses transplantasi ginjal dilakukan?

Transplantasi ginjal merupakan medis yang sudah cukup umum dilakukan di dunia kedokteran. Setelah dokter memastikan kecocokan antara organ donor dan resipien ginjal, maka dilakukan operasi untuk memindahkan satu unit ginjal (dari pendonor hidup) ke dalam tubuh pasien penerima donor. 

Pada proses ini, pasien diminta berbaring di atas tempat tidur operasi dan diberikan obat bius atau anestesi. Kemudian, tindakan operasi dilakukan oleh dokter spesialias urologi dengan membuat sayatan di bagian bawah perut. 

Proses operasi ini dilakukan bersamaan antara pendonor dengan penerima. Setelah ginjal dari pendonor berhasil diambil, maka organ ini akan dicangkokkan kepada pasien tanpa mengangkat ginjal lama, kecuali terdapat penyakit seperti infeksi, batu ginjal, kanker, sindrom nefrotik, kista ginjal, atau hipertensi yang dapat memicu terjadinya komplikasi. 

Dikutip dari Alodokter, setelah ginjal yang baru sudah terpasang, dokter akan menyambung pembuluh darah baru (biasanya dari daerah tungkai) ke pembuluh darah di perut, agar ginjal baru mendapatkan pasokan darah dan berfungsi secara normal.

Pada tahap akhir, dokter akan menyambungkan saluran kemih (ureter) dari ginjal baru ke kandung kemih. Pemasangan stent di ureter baru dapat dilakukan untuk membantu melancarkan aliran urine selama 6-12 minggu pascatindakan.

Saat organ ginjal sudah terpasang dengan sempurna, sayatan akan ditutup dengan jahitan. Secara keseluruhan, tindakan operasi ini akan memakan waktu 3 jam. Selama operasi, tekanan darah, denyut jantung, dan kadar oksigen dalam darah akan terus dimonitor.

Berapa biaya transplantasi ginjal?

Bagi pasien yang menderita gagal ginjal atau pihak keluarganya, pertanyaan ini tentu menjadi yang pertama muncul di kepala. Sama halnya dengan tindakan medis lain berupa operasi, prosesi transplantasi ginjal tentu tidaklah murah. 

Beruntung apabila pasien memiliki asuransi kesehatan yang bisa menutup seluruh biaya tindakan medis. Misalnya, saja BPJS Kesehatan yang juga menanggung biaya transplantasi ginjal. 

Mengacu pada data pada 2019, BPJS menangggung biaya cangkok ginjal untuk peserta:

  • Kelas A tipe 1 sebesar Rp390 juta per orang 
  • Kelas 2 sekitar Rp340 juta 
  • Kelas 3 sekitar Rp283 juta.

Syaratnya, kedua pihak yang pasien dan pendonor harus berstatus peserta BPJS Kesehatan. Angka tersebut bisa menjadi patokan bagi kita untuk mendapat gambaran berapa biaya transplantasi ginjal. Intinya, ratusan juta rupiah. 

Itulah biaya transplantasi ginjal yang bervariasi antar rumah sakit. Tentu, bergantung pada fasilitas yang didapat dan juga bergantung pada kondisi kesehatan si pasien. 

Beberapa rumah sakit swasta mematok tarif transplantasi ginjal yang lebih mahal dari biaya yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan di atas. 

Misalnya:

  1. Rumah Sakit Siloam Hospitals Asri Mampang di Jakarta Selatan mematok biaya transplantasi ginjal mulai dari Rp750 juta. 
  2. RSAL Dr Ramelan Surabaya mematok harga Rp140,4 juta.

Itu tadi sebagai estimasi biaya transplantasi ginjal di beberapa rumah sakit di Indonesia. Lebih aman, apabila keluarga pasien menyiapkan dana 20 persen atau 30 persen lebih tinggi dari tarif yang dipatok rumah sakit. Biaya cadangan ini disiapkan untuk mengantisipasi adanya pembengkakan biaya karena ada tambahan tindakan medis.

Selain BPJS, sebaiknya lengkapi diri dengan asuransi kesehatan dari pihak swasta untuk menanggung seluruh biaya pengobatan. Memiliki asuransi kesehatan berarti menanggung biaya medis saat kita harus ke dokter atau rumah sakit, termasuk salah satunya untuk meng-cover biaya transplantasi ginjal. 

Adapun manfaat utamanya mencakup biaya rawat inap, rawat jalan, pembedahan, dan medical check-up. Sementara manfaat tambahan (rider) meliputi melahirkan, perawatan gigi, dan mata.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, nasabah perlu membayarkan premi yang besarannya variatif. Premi asuransi kesehatan murah atau mahal, tergantung pada usia, pekerjaan, dan limit pertanggungan. Berbeda dengan BPJS Kesehatan, kita bisa lebih fleksibel memilih premi yang diinginkan, pertanggungan, dan rumah sakit.

Bila bingung menentukan asuransi kesehatan terbaik, Lifepal dapat membantumu memilihkannya! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →