Cara Turun Kelas BPJS Kesehatan Online [Plus Syaratnya]

Nomor Kartu BPJS sebagai bagian dari cara turun kelas BPJS

Mau tahu cara turun kelas BPJS Kesehatan? Ada baiknya cari tahu dalam ulasan lengkap berikut ini. 

Seperti yang kamu tahu, BPJS Kesehatan kini menjadi solusi untuk masyarakat terkait biaya pengobatan. Berita terakhir mengabarkan Pemerintah menyepakati kenaikan iuran BPJS Kesehatan per 1 Juli 2020. 

Keputusan ini berlaku setelah Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Perpres ini sekaligus menggugurkan Perpres sebelumnya pada 2019. 

Perpres tersebut menyebut kenaikan iuran berlaku bagi peserta mandiri, yaitu Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini mulai efektif per 1 Juli 2020.

Nah, terkait iuran yang telah dibayar peserta mandiri melebihi ketentuan di bulan Januari hingga Juni, BPJS Kesehatan akan memperhitungkan kelebihan dengan pembayaran bulan berikutnya.

Berikut rincian kenaikan iuran peserta mandiri kelas I, II, dan III.

  • Kelas I: iuran peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp 150.000 dari sebelumnya Rp 80.000.
  • Kelas II: iuran peserta mandiri kelas II naik menjadi Rp 100.000 dari sebelumnya Rp 51.000.
  • Kelas III : iuran peserta mandiri kelas III naik menjadi Rp 42.000 dari sebelumnya Rp 25.000. 

Lumayan banget kenaikan harganya ya, hampir mencapai 100 persen. Alhasil, banyak peserta mencari tahu cara turun kelas BPJS untuk menekan pengeluaran.

Cara turun kelas BPJS Kesehatan via aplikasi JKN

Berikut panduan turun kelas BPJS via aplikasi BPJS Kesehatan, yaitu Mobile JKN

  1. Unduh dan install aplikasi Mobile JKN di Playstore
  2. Buka aplikasi Mobile JKN
  3. Pilih menu “Pendaftaran Pengguna Mobile” untuk mengisi data diri sesuai identitas.
  4. Masukkan nomor kartu BPJS, KTP/NIK, tanggal lahir, nama ibu kandung, password, nomor handphone, dan email yang valid untuk verifikasi.
  5. Setelah itu, kode konfirmasi akan dikirim melalui email yang didaftarkan. Selanjutnya kamu bisa login di aplikasi Mobile JKN
  6. Login
  7. Masuk menu aplikasi Mobile JKN dan pilih “Perubahan Data Peserta”. Pada menu data peserta, jika ingin turun kelas, menunya terletak di paling bawah. Pilihlah kelas rawat sesuai keinginanmu.
  8. Nanti ada kode konfirmasi yang dikirim melalui email dan nomor telepon, setelah memasukan kode maka kamu telah berhasil melakukan turun kelas via Mobile JKN.

Syarat turun kelas BPJS Kesehatan

Meskipun uji materi kenaikan iuran BPJS Kesehatan belum pasti dilakukan dan belum pasti dikabulkan lagi oleh MA, peserta yang merasa terbebani bisa menurunkan kelas manfaatnya.

Hanya saja, buat kamu yang ingin mengetahui cara turun kelas BPJS, berikut syarat perubahan kelas rawat yang harus dipenuhi: 

  1. Perubahan kelas rawat dapat dilakukan setelah 1(satu) tahun dan harus diikuti perubahan kelas rawat seluruh anggota keluarga.
  2. Peserta yang melakukan perubahan kelas perawatan pada bulan berjalan, maka kelas perawatan barunya berlaku pada bulan selanjutnya.
  3. Persyaratan perubahan kelas rawat yaitu membawa Kartu Keluarga (KK) asli atau salinan KK.
  4. Bagi peserta yang belum melakukan autodebet rekening tabungan dilengkapi dengan fotokopi buku rekening tabungan BNI/BRI/Mandiri/BCA (dapat menggunakan rekening tabungan Kepala Keluarga/anggota keluarga dalam KK/penanggung) dan formulir autodebit pembayaran iuran BPJS Kesehatan bermaterai Rp6.000. 

Program Praktis, program yang diadakan BPJS Kesehatan (berakhir pada April 2020) untuk meringankan peserta mandiri agar proses turun kelas jadi lebih mudah rencananya akan dijalankan lagi.

Berikut prosedur untuk melakukan perubahan kelas pada Program Praktis ini.

  1. Berlaku bagi peserta yang telah terdaftar sebelum 1 Januari 2020
  2. Perawatan kelas perawatan dapat turun dua tingkat dari kelas perawatan sebelumnya. Misal dari kelas I turun ke kelas II
  3. Diberlakukan untuk satu keluarga yang sudah terdaftar
  4. Peserta yang menunggak iuran tetap dapat mengajukan turun kelas, namun status kepesertaan masih tidak aktif sampai tunggakan iuran dibayarkan.

Hanya berlaku untuk peserta yang sudah terdaftar sebelum tanggal 1 Januari 2020:

  1. Perawatan kelas perawatan bisa turun sebanyak dua tingkat dari sebelumnya. Misalnya dari kelas 1 ke kelas 3
  2. Perubahan atau turun kelas hanya berlaku sebanyak satu kali dalam periode 9 Desember 2019 hingga 30 April 2020.
  3. Berlaku juga untuk 1 keluarga yang memang sudah terdaftar sebagai peserta.
  4. Peserta BPJS Kesehatan yang memiliki tunggakan iuran tetap dapat mengajukan turun kelas, akan tetap status masih tidak aktif sampai tunggakan lunas.
  5. Turun kelas hanya dapat dilakukan oleh peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah. Sedangkan pekerja penerima upah, kelas akan disesuaikan pihak BPJS.

Dokumen yang perlu dipersiapkan untuk turun kelas

Untuk turun kelas, berikut dokumen yang harus kamu siapkan:

  • Kartu Keluarga atau salinan KK. 
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Kartu BPJS Kesehatan. 
  • Fotokopi buku rekening tabungan BNI/BRI/Mandiri/BCA. 
  • Formulir autodebet pembayaran iuran BPJS Kesehatan bermaterai Rp6.000. Formulir bisa didapat di kantor BPJS Kesehatan terdekat. 
  • Tidak menunggak iuran.
  • Form perubahan data yang telah diisi dan ditandatangani di atas meterai. Formulir dapat diperoleh di kantor BPJS terdekat.

Tempat layanan turun kelas

  • Mobile Customer Service (MCS)
  • BPJS Kesehatan Care Center di 1500400
  • Aplikasi Mobile JKN
  • Kantor Cabang/Kabupaten/Kota BPJS Kesehatan

Untung dan rugi turun kelas perawatan

Sebenarnya, tidak ada perbedaan yang signifikan jika kamu yang terbiasa menikmati fasilitas perawatan kelas I tiba-tiba pindah ke kelas II atau kelas III.

BPJS Kesehatan menjamin tidak ada perbedaan tindakan medis dan obat untuk tiap kelas.

Perbedaan antara kelas I, II, dan III hanya pada kelas ruang inap saja. Kelas I menawarkan ruang perawatan dengan kapasitas 2 – 4 pasien per ruangan, sedangkan kelas II memberikan fasilitas ruang perawatan berkapasitas 3-5 pasien per ruangan. Adapun fasilitas ruang rawat pada kelas III berkapasitas 4-6 orang per ruangan.

Nah, akhir-akhir ini ada wacana bahwa pemerintah berencana untuk menerapkan standar yang sama pada pelayanan dan fasilitas BPJS Kesehatan. Dengan kata lain, tidak ada lagi pembagian layanan kelas I, II, dan III seperti pada saat sekarang.

Penghapusan layanan berdasarkan pembagian kelas sekaligus penerapan standar yang sama ini akan dilakukan secara bertahap, yaitu mulai tahun ini dan paling lambat tahun 2022 sudah selesai diterapkan.

Alih jenis kepesertaan dari Mandiri ke PBI

Bagaimana jika setelah turun ke kelas III, peserta BPJS Kesehatan Mandiri atau PBPU/BK masih tidak mampu membayar iuran kepesertaan? Solusinya adalah dengan mengajukan pengalihan jenis kepesertaan dari PBPU/BK ke PBI.

Namun, ada syaratnya. Peserta harus melaporkan diri dan anggota keluarganya terlebih dahulu ke Dinas Sosial setempat dengan membawa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Selanjutnya, Dinas Sosial akan melakukan validasi dan verifikasi data untuk memastikan apakah peserta yang bersangkutan termasuk kriteria tidak mampu atau fakir miskin.

Jika peserta benar-benar termasuk golongan masyarakat tidak mampu, peserta akan didaftarkan Dinas Sosial ke data terpadu kesejahteraan sosial. Kemudian peserta akan ditetapkan sebagai peserta PBI oleh Menteri Sosial.

Bagaimana jika peserta tersebut masih memiliki tunggakan iuran? Jika memang terbukti tidak mampu, peserta tersebut akan dimasukkan ke PBI tanpa harus melunasi tunggakan iuran terlebih dulu.

Nah, itu dia cara turun kelas beserta dokumen persyaratan yang perlu kamu persiapkan. Bagaimana? Udah gak bingung lagi kalau ingin pindah kelas?

Iuran untuk BPJS Kesehatan termasuk sangat murah dan terjangkau. Namun, buat kamu yang mau melengkapi dengan asuransi, bisa memiliki asuransi kesehatan.