15 Penyebab Dada Tengah Terasa Berat dan Solusi Mengatasinya 

dada tengah terasa berat

Saat dada tengah terasa berat, seringkali orang mengasosiasikannya dengan gejala penyakit jantung. Padahal nggak selamanya dada yang berat mengindikasikan sakit jantung. 

Ada banyak kondisi yang menyebabkan dada terasa berat. Karena itu, kamu harus pahami perbedaan antara kondisi dada yang nggak nyaman dengan jantung terasa berat. 

Kondisi dada yang nggak nyaman bisa mengindikasikan banyak penyebab. Karena itu paling nggak, kamu bisa membedakan rasa nggak nyaman yang dirasa dengan sakit pada jantung. 

Nggak hanya jantung, dada tengah terasa berat bisa juga gejala dari beberapa kondisi kesehatan. 

Mari simak informasi lengkap mengenai dada tengah terasa berat

Penyebab dada tengah terasa berat 

Nggak sedikit yang menduga mengidap jantung saat dada terasa berat. Padahal nyeri di dada banyak penyebabnya, nggak hanya jantung saja. 

Sebagai gambaran, berikut penyebab dada tengah terasa berat. 

1. Dada terasa berat karena gangguan kecemasan

Bukan karena mengidap suatu penyakit, namun dada yang terasa berat bisa jadi karena kamu mengalami gangguan kecemasan. Kondisi ini biasanya terjadi saat kamu berada dalam situasi tertentu. Nggak cuma mempengaruhi kondisi psikologis, anxiety bisa berpengaruh juga pada kondisi fisik. 

Selain nyeri atau rasa nggak nyaman pada dada, gejala lain yang bakal terlihat antara lain napas cepat, pusing, berkeringat, badan gemetar, gugup, ketegangan otot hingga jantung berdebar. 

Bila kamu tengah mengalami kecemasan dan merasa dada tengah terasa berat, biasanya kondisi ini berlangsung selama 10-20 menit. 

2. Dada terasa berat karena depresi

Penyebab lain dari dada tengah terasa berat adalah mengalami depresi. Kondisi ini biasanya disebabkan faktor genetik, hormon, dan zat kimia di otak atau bisa juga karena mengalami peristiwa traumatis dan beberapa pemicu lainnya. 

Ada beberapa ciri fisik lain saat seseorang tengah depresi, antara lain mudah lelah dan tak bertenaga, pusing dan nyeri tanpa sebab, juga selera makan yang turun. 

3. Dada terasa berat karena asam lambung 

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau lebih dikenal dengan penyakit asam lambung juga bisa jadi pemicu dada terasa nggak nyaman. Kondisi fisik ini terjadi akibat melemahnya katup yang berada di kerongkongan bagian bawah. 

Saat mengalami GERD, isi lambung akan naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan bagian dada terasa berat atau nggak nyaman. 

Gejala lain yang umumnya dirasakan saat GERD menyerang adalah dada terasa berat karena asam lambung sulit menelan, merasakan benjolan di bagian tenggorokan dan sensasi terbakar di dada. 

4. Ketegangan otot

Dada tengah terasa berat juga bisa disebabkan oleh ketegangan pada otot-otot interkostal. Ini terjadi saat kamu meregangkan dan menarik otot tersebut sehingga menekan tulang rusuk. Adanya tekanan tersebut menyebabkan dada jadi terasa berat. 

Aktivitas berat biasanya menjadi pemicu ketegangan otot hingga berimbas pada dada yang berat. Ada beberapa gejala fisik lain yang dirasakan saat otot tegang, selain sesak, yaitu nyeri dan pembengkakan. 

5. Dada kiri terasa berat karena angina

Kondisi ini terjadi saat otot jantung tidak mendapat cukup darah, sehingga menyebabkan dada kiri jadi terasa berat atau tertekan. Angina merupakan gejala arteri koroner

Saat mengalami angina, seseorang juga akan merasakan nyeri pada bahu, rahang, punggung, dan lengan. 

6. Dada terasa berat karena paru-paru kolaps

Paru-paru kolaps atau pneumotoraks juga bisa jadi pemicu nyeri dan rasa nggak nyaman pada dada. Kondisi ini terjadi saat udara bocor ke ruang paru-paru dan dinding dada akibat salah satu paru-paru kolaps. 

Selain nyeri, kamu juga akan mengalami sesak napas. Penyebab paru-paru umumnya karena cedera dada traumatis. Meski nggak menutup kemungkinan adanya kerusakan akibat penyakit tertentu. 

7. Dada terasa berat karena emboli paru

Emboli paru merupakan kondisi saat pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju paru-paru, atau disebut Arteri pulmonalis, tersumbat. Sumbatan biasanya disebabkan gumpalan darah dari kaki atau bagian tubuh lainnya. Ukuran dari gumpalan tersebut termasuk kecil sehingga tidak sampai membahayakan jiwa. 

Meski begitu, kondisi tersebut jelas bisa merusak paru-paru. Karena itu, untuk menekan risiko kerusakan paru-paru yang bisa berakibat fatal, penderita emboli paru biasanya membutuhkan perawatan segera. 

8. Dada terasa berat karena pneumonia

Kondisi pneumonia juga jadi salah satu pemicu dada tengah terasa berat. Pneumonia disebabkan oleh peradangan pada paru-paru karena infeksi. Orang mengenal istilah ini dengan paru-paru basah. Sebab, saat mengidap pneumonia, kantong udara kecil yang ada di ujung saluran pernapasan dipenuhi dengan air atau cairan lendir. 

Penyebab dari infeksi paru dikarenakan oleh bakteri, virus, dan jamur dengan gejala umum yang dialami pengidap antara lain demam, kedinginan, batuk parah hingga batuk bernanah. 

9. Dada terasa berat dan sesak karena serangan jantung 

Penyebab lain yang harus diwaspadai saat dada terasa berat adalah serangan jantung. Sebab, salah satu gejala yang dialami saat serangan jantung adalah rasa tidak nyaman di bagian dada. 

Gejala lain atau yang dirasakan selain rasa berat adalah seperti ditekan, diperas, sesak atau penuh. Seseorang juga akan merasakan nyeri bagian leher, rahang, lengan, punggu, atau perut. 

Kondisi lain yang juga bisa dirasakan adalah sesak napas, keringat dingin juga pusing dan mual. 

10. Dada terasa berat karena perikarditis

Perikarditis adalah peradangan dan iritasi pada lapisan yang melapisi jantung atau disebut juga perikardium. Infeksi ini disebabkan oleh jamur, bakteri atau infeksi lainnya. 

Ketika terjadi peradangan, perikardium bisa bergesekan jantung yang kemudian mengakibatkan rasa nyeri atau berat pada dada. Saat mengalami ini, untuk mengurangi rasa sakit adalah dengan duduk tegak. 

11. Dada terasa berat karena diseksi aorta 

Dada tengah terasa berat juga bisa disebabkan oleh diseksi aorta atau robeknya lapisan dalam pembuluh darah aorta. Kondisi ini menyebabkan darah mengalir ke dalam robekan dan membentuk bendungan darah sehingga memisahkan lapisan dalam dan lapisan tengah dinding aorta. 

Waspadai saat kamu mengalami kondisi ini, biasanya terjadi pada lansia  penderita hipertensi. Bila tidak ditangani segera maka bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya. 

12. Dada terasa berat karena batu empedu 

Penyakit ini disebabkan mengerasnya cairan dalam kantung empedu yang kemudian berubah menjadi batu. Saat batu empedu tersebut menyumbat saluran empedu, kondisi ini menyebabkan rasa nyeri pada bagian dada. 

Sakit yang dirasakan penderita biasanya seperti kram, berat dan tumpul atau bisa juga sakit yang tajam. 

13. Dada terasa berat karena kostokondritis 

Peradangan di tulang rawan yang menghubungkan tulang dada atau tulang atau disebut juga kostokondritis, bisa jadi penyebab dada terasa berat. 

Sakit atau nyeri yang dirasakan saat mengalami kostokondritis bisa terasa ringan atau berat. Di beberapa kasus bahkan bisa menyebabkan nyeri dada seperti serangan jantung. 

14. Dada sebelah kiri terasa berat kardiomiopati 

Kondisi ini terjadi saat otot jantung melemah, meregang sehingga jantung tidak dapat memompa darah atau berfungsi dengan baik. 

Gejala yang paling dirasakan adalah nyeri di bagian dada dan disertai sesak napas. Selain itu penderita juga akan mengalami tanda-tanda lain seperti pembengkakan di pergelangan kaki, telapak kaki, kaki, perut dan urat pada leher. 

15. Dada kiri terasa berat karena miokarditis 

Jika kamu mengalami ini bisa jadi tanda otot jantung meradang yang disebabkan oleh virus. Gejala selain nyeri dada antara lain sesak napas, irama jantung tidak normal atau aritmia, juga mudah lelah. 

Kondisi miokarditis bisa melemahkan jantung atau bisa menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung. Saat kondisi seperti ini, otot jantung tidak berkontraksi dengan normal untuk memompa jantung ke bagian tubuh. Hingga bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Solusi dada terasa berat dan nyeri

Rasa nyeri dan nggak nyaman pada dada pasti membuat siapa saja yang mengalami jadi takut, panik, dan waswas. Meski begitu, usahakan untuk tetap tenang saat berada dalam posisi tersebut. 

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya, antara lain: 

  • Saat kamu merasa kan dada terasa berat dan sakit yang tak tertahan, sebaiknya segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Ketika dada sebelah kiri terasa berat, coba berbaring di tempat tidur dan ambil napas pendek-pendek. Untuk membuat kamu lebih tenang dan rileks, minum segelas air.
  • Ubah gaya hidup dengan melakukan diet sehat, stop minum alkohol dan olahraga secara rutin. 
  • Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah berhenti merokok dan stop obat-obatan terlarang 
  • Kelola stres dengan teknik relaksasi jadi cara lain untuk mencegah dada sakit dan berat. 
  • Agar nggak gampang stres, seringlah bertemu atau bersosialisasi dengan orang lain. Kamu juga bisa melakukan hobi agar terhindar dari stres karena pekerjaan. 
  • Saat dada sebelah kiri terasa berat, segera duduk tegak untuk mengatasi masalah tersebut 
  • Hindari aktivitas fisik berat 
  • Untuk menghindari masalah dada terasa berat dan sakit, hindari makan menjelang waktu tidur. Kemudian makanlah dalam porsi kecil namun sering. 
  • Hindari berbaring setelah makan dan perbanyak minum dan istirahat yang cukup.
  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi juga hindari makanan berlemak tinggi 
  • Untuk sakit di dada karena ketegangan otot, kamu bisa mengatasinya dengan mengompres bagian tersebut. 
  • Sedangkan bila dada terasa berat karena stres, bisa diatasi dengan olahraga rutin, yoga, meditasi dan asupan makan sehat dan seimbang. 
  • Nyeri dada dikarenakan peradangan atau perikarditis, untuk menguranginya adalah dengan mengkonsumsi obat resep dokter. 
  • Bila disebabkan karena angina, pengobatan dan mengubah gaya hidup bisa jadi salah satu cara mengurangi gejala. Tapi operasi juga bisa dilakukan atas saran dokter. 
  • Untuk paru-paru yang kolaps, penderita bisa mendapat perawatan yang terfokus pada pelepasan udara yang terperangkap
  • Sedangkan untuk dada berat karena emboli paru, dokter biasanya akan menyarankan untuk obat pengencer darah, oksigen, dan pereda nyeri. 
  • Pentingnya asuransi untuk yang punya riwayat sakit dada

    Tips dari Lifepal! Ada banyak penyebab dada tengah terasa berat, mulai dari kondisi ringan sampai gejala yang parah seperti penyakit jantung. 

    Namun, bila gejala yang dirasakan semakin parah atau sakitnya tak tertahan segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Di saat ini pun kamu juga harus siap dengan berbagai kemungkinan tindakan medis yang akan dilakukan. 

    Bila memang harus ada tindakan medis, paling tidak kamu sudah mempersiapkan biaya yang akan dikeluarkan. Sebab, untuk penanganan, misalnya terdiagnosa jantung, membutuhkan biaya yang nggak sedikit. Karena itu pentingnya ada anggaran darurat atau persiapan proteksi seperti asuransi kesehatan

    Apalagi dada tengah terasa berat berpotensi risiko lain yang mengarah pada penyakit kritis. Untuk itu, berikan perlindungan tambahan dari asuransi penyakit kritis yang meng-cover biaya pengobatan untuk menangani penyakit kritis. Mulai dari kanker, stroke, jantung, dan gagal ginjal. 

    Jangan lupa juga untuk memiliki dana darurat, ya! Coba hitung menggunakan kalkulator dari Lifepal berikut ini.

    Memiliki asuransi membantu kamu yang masih memakai gaji bulanan untuk hal-hal yang konsumtif saja agar lebih bijak lagi mengatur keuangan. 

    Membayar premi setiap bulan secara disiplin membantu kamu memprioritaskan pengeluaran yang lebih penting. 

    Itulah informasi seputar dada tengah terasa berat. Semoga sehat selalu!

    Pertanyaan seputar dada tengah terasa berat

    Penyebab nyeri di dada banyak penyebabnya, bisa karena kecemasan, depresi, asam lambung, dan gangguan lainnya. 

    Selengkapnya bisa kamu baca di artikel Lifepal ini.

    Asuransi kesehatan menawarkan penggantian biaya pengobatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya sehingga penggunanya tidak perlu mengeluarkan uang untuk berobat. Kalau beli produknya di Lifepal, harga premi lebih murah, lho!