Cetak Pendapatan hingga Rp 300 Triliun, Ini 4 Fakta Pabrikan Mobil Listrik Tesla

Fakta Perusahaan Otomotif Tesla yang Produksi Mobil Listrik (Shutterstock).

Perusahaan otomotif Tesla dikenal sebagai pelopor mobil listrik di dunia. Kepopuleran mobil listrik perusahaan otomotif ini gak cuma santer di negara asalnya, tapi juga jadi pembicaraan di Indonesia.

Daya tarik mobil listrik pabrikan perusahaan otomotif Tesla bikin Sandiaga Uno sampai pengin menabung buat membelinya. Keinginan Sandi membeli mobil listrik ini terekam dalam video yang ditayangkan channel YouTube Sandiuno TV.

Pada video yang di-upload pada Senin (28/10) tersebut, Sandi diajak keliling-keliling menaiki mobil listrik milik selebriti Deddy Corbuzier. Pesulap yang kini aktif sebagai YouTuber ini diketahui memiliki mobil Tesla Model 3 yang kisaran harganya di atas Rp 1 miliar.

Deddy Corbuzier pun menunjukkan kecanggihan-kecanggihan yang dimiliki Tesla Model 3 ini. Salah satu kecanggihan yang paling memukau dari mobil listrik ini adalah mode autopilot yang bikin mobil bisa berkendara sendiri tanpa perlu mengontrol setirnya.

Di Indonesia mobil listrik Tesla telah resmi dijual sejak September 2019 yang lalu. Mobil listrik ini dipasarkan melalui Prestige Image Motorcars milik Rudy Salim. Showroom mobil mewah ini menawarkan Tesla Model 3 sebagai mobil listrik termurah.

Menarik buat diulas, ada sejumlah fakta menarik nih mengenai perusahaan otomotif Tesla. Seperti apa fakta-faktanya? Berikut ini ulasannya.

1. Didirikan pada 2003, perusahaan otomotif Tesla, Inc. dapat suntikan US$ 30 juta dari Elon Musk

Perusahaan otomotif
Elon Musk (Shutterstock)

Sosok Elon Musk begitu populer sejak aktif memperkenalkan mobil listrik Tesla dan rencananya pergi ke Mars dengan roket SpaceX buatannya. Gara-gara mempromosikan mobil listrik Tesla tersebut, banyak orang mengira Elon Musk adalah pendiri mula perusahaan otomotif asal Amerika Serikat tersebut.

Usut punya usut, rupanya Tesla, Inc. pertama kali didirikan pengusaha asal Amerika Serikat Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Penyematan nama Tesla sendiri terinspirasi nama ilmuwan Serbia-Amerika, yaitu Nikola Tesla.

Tesla yang didirikan dengan tujuan memproduksi mobil listrik kemudian mendapat suntikan dana dari Elon Musk yang saat itu dikenal sebagai co founder PayPal. Elon Musk menggelontorkan dana US$ 30 juta dan membuat dirinya menjadi chairman di Tesla, Inc. pada 2004.

2. Perusahaan otomotif Tesla, Inc. telah mengeluarkan empat model mobil listrik

Perusahaan otomotif
Mobil Listrik (Shutterstock).

Ada empat varian mobil listrik yang telah diluncurkan Tesla, Inc. sejauh ini, yaitu Tesla Model S, Tesla Model 3, Tesla Model X, Tesla Model Y, hingga Tesla Roadster. Keempat model tersebut berbeda dari segi akselerasi dan harga.

Tesla Model S memiliki akselerasi 2,4 detik (0-97 km/jam). Sementara Tesla Model 3 punya akselerasi 3,2 detik (0-97 km/jam) dan Tesla Model X punya akselerasi 6 detik (0-97 km/jam). Kalau akselerasi Tesla Model Y, angkanya mencapai 3,5 detik (0-97 km/jam) dan akselerasi 1,9 detik (0-97 km/jam).

Tesla Model S dijual dengan harga US$ 99.990 atau sekitar Rp 1,4 miliar. Tesla Model 3 dihargai US$ 39.490 atau sekitar Rp 554 jutaan. Tesla Model X dihargai US$ 84.990 dan Tesla Model Y dihargai US$ 39.000 atau sekitar Rp 547 jutaan. Sementara Tesla Roadster dijual dengan harga US$ 200.000 atau sekitar Rp 2,81 miliar.

3. Tesla, Inc. cetak pendapatan hingga US$ 21,5 miliar pada 2018

Perusahaan otomotif
Tesla Inc (Shutterstock).

Mobil listrik Tesla dijual ke banyak negara, mulai dari wilayah Amerika, Eropa, hingga Asia. Pada kuartal 3 2019, jumlah mobil listrik yang diproduksi perusahaan otomotif ini telah mencapai 96.155 unit yang datanya dirilis Statista.

Dari banyaknya mobil listrik yang terjual pada 2018, Tesla telah membukukan pendapatan sebesar US$ 21,46 miliar atau sekitar Rp 301 triliun. Sementara pada 2017, jumlah pendapatan yang diraih Tesla, Inc. mencapai US$ 11,76 miliar atau sekitar Rp 165 triliun.

4. Walaupun pendapatannya terus naik, Tesla, Inc. ternyata masih merugi

Perusahaan otomotif
Tesla (Shutterstock).

Tesla, Inc. boleh aja memperoleh pendapatan besar dan terus naik dari tahun ke tahun. Namun, faktanya perusahaan otomotif asal Amerika Serikat ini masih merugi.

Pada 2018, Tesla mencatat kerugian sebesar US$ 976,09 juta atau sekitar Rp 13,71 triliun. Sementara pada 2017, kerugian yang tercatat mencapai US$ 1,96 miliar atau sekitar Rp 27,52 triliun.

Nah, itu tadi beberapa fakta mengenai perusahaan otomotif Tesla, Inc. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →