Lockdown Hingga Bebas Pajak, Ini Kebijakan dan Anggaran Khusus Negara Dunia Hadapi Corona

Virus corona di dunia (Shutterstock).

Virus corona menjadi fenomena yang menghantui dunia dalam beberapa bulan belakangan ini. Bayangin aja dalam 3 bulan semenjak kemunculannya di Wuhan, China penyakit yang diberi nama Covid-19 ini udah menjangkit ratusan ribu warga di seluruh dunia dan diberi status Pandemi oleh organisasi World Health Organization (WHO).

“Menggambarkan situasi sebagai pandemi tidak mengubah penilaian WHO terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh virus corona ini. Itu tidak mengubah apa yang dilakukan WHO, dan itu tidak mengubah apa yang harus dilakukan oleh negara,” terang Tedros Adhanom Ghebreyesus yang menjabat sebagai Direktur Jenderal WHO di Genewa, Swiss pada tanggal 11 Maret 2020, mengutip dari CNN Indonesia.

Pandemi sendiri adalah situasi dimana sebuah penyakit menular dari manusia ke manusia dalam jumlah yang besar dan terjadi di berbagai negara di dunia. Sedangkan perbedaannya dengan endemi sendiri adalah endemi hanya terjadi di suatu wilayah tertentu aja.

Tentunya hal ini menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat mulai dari yang duduk di pemerintahan, pelaku bisnis hingga karyawan. Bahkan gak sedikit negara yang menggelontorkan uang beserta paket kebijakan khusus untuk melawan virus corona. Yuk langsung aja kita simak ulasan lengkap dari berbagai negara berikut ini:

1.  China

Penyebaran virus Corona di China (Shutterstock).
Penyebaran virus Corona di China (Shutterstock).

China sendiri dipercaya banyak pihak sebagai sumber awal virus corona menyebar pada akhir tahun 2019 yang lalu. Kebiasaan warga setempat yang gemar mengonsumsi hewan seperti kelelawar dipercayai banyak orang menjadi penyebab virus corona muncul pertama kali.

Menurut data dari World Meters, tercatat hingga tanggal 15 Maret 2020 jumlah kasus positif Covid-19 yang tercatat di China mencapai 88.849 orang, dimana 3.199 diantaranya meninggal dunia dan 66.928 jiwa berhasil sembuh.

Pemerintah China harus merogoh kocek hingga Rp 220 triliunan untuk menaggulangi wabah ini. Dana sebanyak itu dialokasikan dari berbagai departemen pemerintahan. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan, membiayai korban pengobatan yang terdampak hingga menstimulus perusahaan agar proses perekonomian tidak mati.

Beberapa kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintahan Presiden Xi Jinping adalah dengan melakukan lockdown secara menyeluruh di kota Wuhan. Lockdown sendiri memiliki makna menghentikan segala aktifitas kelompok masyarakat dalam jumlah besar. Contohnya seperti event musik, hiburan hingga aktivitas perkantoran. Tujuannya untuk menekan angka pasien yang positif terkena Covid-19.

2. Italia

Roma, Italia (Shutterstock).
Roma, Italia (Shutterstock).

Negara selanjutnya yang terdampak terbesar karena virus corona adalah Italia. Negeri Menara Pisa ini mengalami peningkatan yang signifikan sekitar 10 ribuan kasus positif Covid-19 dalam kurun 10 hari dari tanggal 1 Maret hingga 10 Maret 2020.

Sampai tanggal 15 Maret 2020 ini ada sekitar 21.157 kasus positif yang tercatat, dimana 1.441 orang meninggal dunia dan 1.966 berhasil sembuh.

Pemerintah Italia yang dipimpin oleh Giuseppe Conte telah menyiapkan dana sekitar US$ 28 miliar atau setara Rp 410 triliun untuk mengatasi pandemi ini. Dana itu digunakan untuk melakukan stimulus ekonomi, pariwisata hingga subsidi kepada perusahaan hingga rumah tangga.

Kebijakan yang paling ekstrim pun udah dilakukan oleh pemerintah dengan melakukan lockdown di seluruh wilayah Italia. Hal itu menyebabkan salah satu liga sepak bola terbesar di dunia yakni Serie A terpaksa dihentikan karena alasan kesehatan.

3. Iran

Penyebaran virus Corona di Iran (Shutterstock).
Penyebaran virus Corona di Iran (Shutterstock).

Kembali datang dari benua Asia, kini ada negara Iran yang terdampak paling besar ketiga akibat virus corona ini. Hampir mirip dengan Italia, jumlah pasien yang terkena Covid-19 di Iran melonjak sekitar 9 ribuan pada tanggal 2 Maret hingga 10 Maret 2020.

Sedangkan sampai tanggal 15 Maret 2020 terdapat 13.398 orang yang positif terkena, dimana 724 jiwa meninggal dunia dan 4.339 berhasil sembuh. Bahkan salah satu korbannya adalah Wakil Presiden Eshaq Jahangiri.

Pemerintah Iran yang dikomandoi oleh Presiden Hassan Rouhani menggelontorkan dana sekitar 16 Triliun Rial atau setara Rp 5,5 triliun untuk menangani kasus ini secara menyeluruh. Salah satu fokus utama yang dilakukan pemerintah adalah membangun pusat kesehatan di lingkungan masyarakat dan membatasi jumlah penerbangan  luar negeri yang datang ke negara tersebut.

4. Korea Selatan

Publik transportasi di Korea Selatan (Shutterstock).
Publik transportasi di Korea Selatan (Shutterstock).

Menyeberan sedikit dari China ada Korea Selatan yang juga terdampak parah akibat virus corona. Kondisi geografis yang dekat, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Korea Selatan terkena dampak terparah keempat.

Sampai tanggal 15 Maret 2020, terdapat 8.162 orang yang terpapar Covid-19, dimana 75 diantaranya meninggal dan 834 orang berhasil sembuh. Angka kematian yang rendah tersebut gak lepas dari antisipasi pemerintah yang cepat dan serius dalam menangani wabah ini.

Sedikitnya, uang sekitar 11,7 triliun Won atau setara Rp 141 triliunan udah disiapkan untuk mengatasi penyebaran penyakit tersebut. Pemerintah secara serius membuat fasilitas pendeteksian dini virus corona terhadap orang yang sakit maupun yang sehat. Sekitar 15 ribu orang per harinya mampu di cek oleh fasilitas kesehatan yang disiapkan pemerintahan Presiden Moon Jae-in.

5. Amerika Serikat

Penyebaran virus corona di AS (Shutterstock).
Penyebaran virus corona di AS (Shutterstock).

Selanjutnya datang dari Negeri Paman Sam yakni Amerika Serikat. Meskipun jumlah kasus yang di negara ini relatif lebih sedikit dari yang sebelumnya disebutkan, pemerintahan Presiden Trump terlihat sangat serius menanganinya.

Pada tanggal 15 Maret 2020, jumlah orang yang terpapar virus corona disana udah mencapai 3.045, dimana 60 diantaranya meninggal dunia dan 56 lainnya berhasil sembuh. Salah satu aktor papan atas Hollywood yakni Tom Hanks pun secara mengejutkan terpapar Covid-19 saat berada di Australia untuk syuting film terbarunya.

Pemerintah sedikitnya menyiapkan dana sekitar US$ 2,5 miliar atau setara Rp 36 triliunan untuk mengatasi Covid-19 di negaranya tersebut. Selain menambah stimulus di bidang ekonomi, pemerintah juga membuat kebijakan yang cukup kontroversial dengan menutup akses penerbangan dari hampir seluruh negara di kawasan Eropa.

6. Indonesia

Presiden Jokowi (Shutterstock).
Presiden Jokowi (Shutterstock).

Walaupun sempat terjadi anomali dimana negara lain di kawasan Asia Tenggara udah memiliki pasien yang positif terjangkit virus corona dan di Indonesia belum, pemerintah akhirnya mengumumkan kasus perdana pada tanggal 2 Maret 2020 lalu.

Sampai tanggal 15 Maret 2020, terdapat 117 orang yang positif terjangkit Covid-19 dimana 5 diantaranya meninggal dunia dan 8 orang berhasil sembuh. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi gak luput terpapar  wabah yang satu ini.

Pemerintah Jokowi telah menyiapkan dana sekitar Rp 1 triliun untuk menangani untuk sisi pencegahan kesehatan masyarakat dan Rp 4,7 triliun berupa insentif fiskal untuk sektor pariwisata. 

Kebijakan yang dilakukan beberapa pemerintah daerah sendiri adalah dengan menghentikan kegiatan ajar-mengajar di sekolah seperti yang dilakukan pemprov DKI Jakarta. Selain itu Presiden Jokowi juga mengajak masyarakat untuk belajar dan bekerja dari rumah guna menekan angka kasus virus corona. Dari sektor pajak, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga membebaskan PPh 21 hingga 25 selama 6 bulan terhitung bulan April 2020.

Beberapa waktu lalu BPJS kesehatan yang berperan sebagai asuransi kesehatan masyarakat juga sempat menjadi perbincangan apakah orang yang terpapar Covid-19 dibiayai oleh negara tau gak, untuknya masalah itu udah diatasi oleh pemerintah langsung.

Dampak yang diberikan oleh virus corona emang sangat masif kepada kehidupan masyarakat di dunia, tapi kamu gak perlu khawatir dan melakukan aksi panic buying belanja berlebihan di supermarket kok. Karena hal itu hanya akan merugikan isi dompet pribadi dan orang lain.

Paling penting adalah selalu menjaga kesehatan dengan mencuci tangan, menerapkan gaya hidup sehat dan menghindari pergi keluar rumah untuk beberapa waktu sampai ada himbauan dari pemerintah. (Editor: Winda Destiana Putri)