Mau Baru atau Bekas, Penting Adanya Surat Perjanjian Jual Beli Mobil

Surat perjanjian jual beli mobil

Mau beli atau jual mobil? Ada satu hal yang tidak boleh ketinggalan kalau kamu melakukan transaksi ini, yaitu surat perjanjian jual beli mobil. Gak hanya membeli mobil baru di dealer, surat ini juga harus ada saat kamu menjual atau membeli mobil bekas langsung dari pemiliknya.

Memiliki mobil di garasi sepertinya sudah menjadi kebutuhan banyak orang. Ya meskipun saat ini Jakarta sudah memiliki transportasi umum yang sangat menunjang, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan. Setiap bulannya mobil model baru pun dirilis oleh perusahaan otomotif.

Tak hanya yang teranyar, mobil bekas pun saat ini masih tetap menjadi pilihan lho bagi banyak orang. Harganya yang miring lalu kondisi mesih prima, menjadi buruan banyak masyarakat, kamu salah satunya?

Nah sebelum memutuskan untuk menjual atau membeli mobil dari showroom maupun pemilik lamanya, kamu perlu ketahui terlebih dahulu apa itu surat perjanjian mobil. 

Apa itu surat perjanjian jual beli mobil? 

Surat perjanjian jual beli mobil adalah kontrak perjanjian yang mengikat antara penjual dan pembeli mobil. Di dalamnya berisi pasal-pasal yang terkait dengan hak dan kewajiban yang harus dipatuhi keduanya. Kalau melanggar tentu kamu bakal dapat sanksi sesuai hukum yang berlaku. 

Pasalnya surat ini mengikat secara hukum lho. Karena ada tanda tangan sah penjual dan pembeli, serta saksi masing-masing. Ada materainya juga. Jadi jangan sampai melanggar pasal-pasal di dalamnya, ya! 

Manfaat surat perjanjian jual beli mobil

Kenapa sih surat ini penting? Jawabannya untuk menghindari kesalahpahaman yang bisa saja terjadi antara penjual dan pembeli. Kamu tidak mau pastinya apabila transaksi sudah selesai tapi masih ada masalah yang muncul di kemudian hari. 

Apalagi sesuai hukum yang ada di negara kita, surat jual beli mobil juga bisa jadi kwitansi tanda bukti pengesahan kalau pihak pertama sudah memberikan mobil tersebut kepada pihak kedua selaku pembeli. Biar semakin mengerti apa manfaat surat ini, simak yuk penjelasannya!

Surat ini tidak hanya berguna bagi penjual aja atau pembeli aja, dua-duanya bakal dapat manfaat kok. Jadi, kalau kamu jadi penjual ataupun pembeli, jangan sampai lupa surat ini ya.

Bagi penjual

  • Saat menjual mobil, tentu kamu harus menjelaskan dengan detil kondisi mobil, termasuk kekurangannya. Nah, kalau itu sudah kamu lakukan dan pembeli udah sepakat, surat perjanjian jual beli mobil ini bisa menjadi pegangan kalau setelah dibeli, ada komplain atau gugatan dari pembeli di luar kesepakatan awal.
  • Setelah dibayar lunas, mobilmu tentu sudah jadi hak milik pembeli. Itu tertera dalam surat jual beli. Jadi, kalau misalnya ada kecelakaan, kamu gak bakalan ikut bertanggung jawab karena bukan lagi pemilik mobil.
  • Jual beli tentu dilandasi rasa kepercayaan. Dalam surat ini tercantum metode pembayaran yang dilakukan pembeli sesuai dengan kesepakatan untuk menghindari penipuan.

Bagi pembeli

  • Kamu bisa tenang karena surat ini bisa jadi pegangan untuk memastikan tidak ada penipuan jual beli.
  • Surat ini juga jadi jaminan kalau mobil yang kamu beli sesuai kondisi yang sudah dijelaskan. Nah, kalau ada yang gak sesuai kamu berhak protes.
  • Dengan surat ini kamu juga akan yakin kalau mobil yang dijual adalah mobil milik penjual, bukan mobil curian. Amit-amit deh! 

Cara membuat surat perjanjian jual beli mobil

Gimana sih cara bikin surat perjanjian jual beli mobil? Formatnya bisa bermacam-macam tapi beberapa hal ini wajib ada ya. Yuk simak penjelasan di bawah ini!

Waktu dan tanggal transaksi kendaraan berlangsung.

Yang satu ini harus ada ya dalam surat perjanjian saat kamu membeli dan menjual mobil. Adanya waktu dan tanggal transaksi memang sangat penting banget lho bagi kedua belah pihak, pembeli dan penjual. 

“Pada tanggal 1 September di Sleman Yogyakarta telah dibuat perjanjian jual – beli mobil dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua,”

Adanya identitas lengkap kedua belah pihak

Identitas penjual dan pembeli serta melampirkan data identitas seperti nomor KTP atau SIM, lampirkan juga fotokopi identitas yang valid. Adanya identitas kedua belah pihak, tentunya akan menopang nih sahnya jual beli mobil yang diinginkan. 

Kami yang bertanda tangan dibawah ini.

Nama: Arana Mawa Purnama

Alamat: Jalan Kaliurang KM 7,5, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta

Nomor KTP/SIM : 01489xxxxxx

Telepon : 081384xxxxx

Dalam hal ini bertindak selaku penjual mobil atau disebut juga sebagai Pihak Pertama.

Nama: Zainal Abidin

Alamat: Jl Aster, Perumahan Kembang Asri, Pogung Lor, Depok, Sleman, Yogyakarta

Nomor KTP/SIM: 01578xxxxxxx

Telepon: 081756xxxxx

Dalam hal ini bertindak selaku pembeli mobil atau disebut juga sebagai Pihak Kedua.

Menjelaskan jenis dan tipe kendaraan

Mencantumkan jenis dan tipe kendaraan apa yang diperjualbelikan, juga harga yang disepakati sangat diperlukan lho bagi kamu pembeli atau penjual.

“Dengan surat ini kedua belah pihak menerangkan bahwa Pihak Pertama telah menjual sebuah mobil kepada pihak kedua dengan merek Toyota Agya dengan harga sebesar Rp 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah). Dengan spesifikasi sebagai berikut:

Tahun Produksi: 2015

No. Rangka: 393582BC59567

Warna: Putih

Bahan Bakar: Bensin

 No. Polisi : AB 360 BU

  1. Cantumkan pula pasal kesepakatan antara penjual dan pembeli. Bagian ini bisa bervariasi, sesuai kesepakatan bersama. Misalnya soal cara pembayaran, misalnya DP sebesar 40% dan sisanya harus dilunasi saat serah terima mobil.
  2. Ingat ya, harus ada tanda tangan penjual dan pembeli di atas materai serta saksi dari masing-masing piha agar surat ini punya kekuatan hukum,”

Contoh surat perjanjian jual beli mobil

Daripada bingung, ini contoh surat yang bisa jadi referensi buat kamu untuk membuat surat jual beli mobil. Yuk kita simak cara membuatnya seperti apa.

Pada tanggal 1 September 2020 telah diadakan perjanjian jual dan beli mobil dari PIHAK PERTAMA sebagai penjual kepada PIHAK KEDUA sebagai pembeli. Kedua belah pihak telah bersepakat untuk terikat dalam perjanjian yang dibuktikan melalui surat dengan keterangan masing-masing pihak di bawah ini:

Nama: Intan Pratiwi

Pekerjaan: PNS

Alamat: Jalan Padega Marta Nomor 45, Depok, Sleman, Yogyakarta

Nomor KTP: 176253947978657654

HP/Telepon: 0852376544

Pihak di atas bertindak sebagai penjual mobil untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

 

Nama: Ihsan Maulana

Pekerjaan: Mahasiswa

Alamat: Jalan Plemburan Nomor 54 Pogung Lor, Depok, Sleman, Yogyakarta

Nomor KTP: 1872515000967

HP/Telepon: 08568943221

Pihak di atas bertindak sebagai pembeli mobil untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Melalui surat ini kedua belah pihak telah sepakat untuk terikat dalam transaksi jual beli mobil antara PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Mobil yang dijual berupa 1 (satu) unit mobil dengan merek Toyota Agya dengan ketentuan dan syarat lebih lanjut tertulis dalam 9 (sembilan) pasal yang dijelaskan melalui pasal di bawah ini:

PASAL 1

PIHAK PERTAMA menjual 1 (satu) unit mobil merk Toyota Agya kepada PIHAK KEDUA dengan harga sebesar Rp 85.000.000 (delapan puluh lima juta rupiah) yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Mobil Toyota Agya yang dijual memiliki spesifikasi sebagai berikut:

Atas Nama: Intan Pratiwi

Merk Mobil: Toyota Agya

Warna: Merah

Tahun Pembuatan: 2017

Nomor BPKB: 112972765009

Nomor Polisi: AB 8876 HI

Nomor Mesin: 7969698750092

Nomor Rangka: 6012877544270890

Bahan Bakar: Bensin

Kondisi Barang :Baik (dengan sedikit goresan di bagian pintu kanan mobil)

PASAL 2

Pemindahan kepemilikan barang berupa satu unit mobil merk Toyota Agya beserta surat-surat berupa BPKB akan diserahkan oleh PIHAK PERTAMA apabila mobil telah dibayar lunas oleh PIHAK KEDUA. Segala tanggung jawab berupa kerugian, risiko, dan keuntungan atas kepemilikan mobil tersebut akan menjadi tanggung jawab sepenuhnya PIHAK KEDUA mulai perjanjian ini dibuat.

PASAL 3

Cara pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA mengikuti syarat dan ketentuan yang telah disepakati bersama oleh PIHAK PERTAMA.

Ayat 1

PIHAK KEDUA membayar uang tunai sejumlah Rp 85.000.000 (delapan puluh lima juta rupiah) kepada PIHAK PERTAMA setelah surat perjanjian jual beli mobil ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Ayat 2

Pembayaran sebesar Rp 85.000.000 (delapan puluh lima juta rupiah) menggunakan bilyet giro Bank Mandiri dengan nomor: 0956-28928-221, jatuh tempo tanggal 15 bulan September tahun 2020.

PASAL 4

Selama dalam masa pembayaran, penjagaan dan juga pemakaian unit mobil merk Toyota Agya menjadi tanggung jawab penuh PIHAK KEDUA. Ongkos biaya perbaikan apabila terjadi kerusakan sewaktu-waktu yang terjadi akibat pemakaian kendaraan oleh PIHAK KEDUA menjadi tanggung jawab penuh PIHAK KEDUA. 

Terjadinya kehilangan atas kendaraan berupa unit mobil merk Toyota Agya menjadi tanggung jawab penuh PIHAK KEDUA dan tetap berkewajiban untuk membayar seluruh kekurangan pembayaran kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 5

Apabila ditemukan bahwa bilyet giro pembayaran yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tidak dapat diuangkan berdasarkan tanggal yang tertera, maka PIHAK KEDUA akan dianggap melakukan keterlambatan pembayaran.

Untuk itu sanksi berupa denda keterlambatan pembayaran akan berlaku atas jual beli sebesar 10% total harga dari unit mobil merk Toyota Agya yang telah disepakati. Pembayaran dari PIHAK KEDUA harus dilakukan selambat-lambatnya dua minggu setelah masa tenggang pencairan.

PASAL 6

Seluruh biaya yang timbul akibat transaksi jual beli mobil seperti biaya balik nama kepemilikan mobil hingga pajak akan menjadi tanggungan PIHAK KEDUA. Termasuk biaya pembuatan perjanjian jual beli mobil menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA yang wajib dibayarkan.

PASAL 7

Berkaitan dengan hal-hal lainnya yang belum termaktub di dalam surat perjanjian jual beli mobil akan diselesaikan antara kedua belah pihak secara musyawarah dan kekeluargaan untuk mencapai kata mufakat antara kedua belah pihak yang terlibat perjanjian jual beli mobil.

PASAL 8

Apabila dalam kondisi tertentu terjadi perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan, maka baik PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersepakat untuk menempuh jalur hukum.

Kedua belah pihak juga setuju untuk tetap memilih tempat tinggal yang bersifat umum serta tetap menempuh jalur hukum di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Tinggi Negeri.

PASAL 9

Surat perjanjian jual beli ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap dengan diberikan materai secukupnya yang memiliki kekuatan di hadapan hukum dengan kedua salinan dipegang oleh masing-masing pihak yang terlibat dalam perjanjian jual beli mobil. Isi perjanjian dinyatakan mulai berlaku sejak telah ditandatanganinya surat ini oleh kedua belah pihak.

 

Yogyakarta, 1 September 2020  

 

Pihak Pertama

(Intan Pratiwi)

 

Saksi Saksi Pihak Pertama

(Alatas Hamid)

 

Pihak Kedua

(Ihsan Maulana)

 

Saksi Pihak Kedua

(Ali Sadikin Mahfud)

 

Nah, sudah cukup jelas kan segala hal tentang surat perjanjian jual beli mobil ini? jangan sampai terlewat ya saat kamu membeli atau menjual mobil. Oh iya misalkan berencana membeli kendaraan pribadi baik itu baru maupun bekas, jangan lupa asuransikan mobil kamu. 

Penting lho saat ini memiliki asuransi mobil demi menghindarkan biaya-biaya lainnya bila mana terjadi hal tidak mengenakkan. 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →