Pilihan Lengkap Motor Listrik di Indonesia, Termurah Rp13 Juta

motor listrik

Motor listrik hadir di Indonesia sebagai wujud perkembangan teknologi terutama pada segmen kendaraan bermotor roda dua. Pergeseran ini hadir untuk menjawab persoalan global, yakni perubahan iklim dan polusi udara akibat kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak.

Produk kendaraan ini dinilai ramah lingkungan karena menggunakan energi listrik sebagai pengganti bahan bakar minyak. Tidak hanya ditujukan untuk mengurangi polusi udara, kehadirannya turut mengantisipasi semakin menipisnya cadangan bahan bakar minyak global yang kemudian hari bisa mengalami kelangkaan.

Pilihan motor listrik di Indonesia

Khusus di Indonesia sendiri, motor listrik yang sudah dirilis dan diperkenalkan kepada publik adalah Gesits, Viar, BF Goodrich, hingga Selis.

Bertumbuhnya produsen motor listrik di Indonesia memperlihatkan bahwa motor listrik akan semakin berkembang dan juga diminati oleh masyarakat Indonesia. Selain ramah lingkungan, motor listrik juga termasuk kendaraan yang minim biaya perawatan, tidak seperti motor konvensional yang berbahan bakar minyak.

Berikut ini adalah daftar sepeda motor listrik di Indonesia yang sudah diperkenalkan di Indonesia.

1. Gesits

motor listrik gesits

Merek sepeda motor listrik yang satu ini mulai santer terdengar oleh publik sejak beberapa tahun belakangan. Nyatanya, motor listrik Gesits ini merupakan motor listrik pertama buatan Indonesia. 

Menilik sejarahnya, Gesits dikembangkan oleh banyak pihak, mulai dari akademisi, kemudian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diwakili oleh PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, PT Pindad, PT Len Industri, PT Pertamina, dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Untuk pihak swasta diwakili oleh PT Gesits Technologies Indo (GTI).

Proyek kerja sama ini terus berlanjut hingga kepada pengembangan yang lebih ke arah komersialisasi, yakni melalui kerja sama PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi dengan PT Gesits Technologies Indo (GTI) yang mendirikan pabrik baru untuk memproduksi motor listrik Gesits. Pabrik ini dikelola oleh PT Wijaya Manufakturing (WIMA) yang berada di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Dikembangkan sejak tahun 2015 silam, Gesits akhirnya diperkenalkan kepada publik pada tahun 2019 lalu dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jakarta.

Dari dapur pacu, Gesits dibekali baterai lithium ion yang mampu membuat motor dapat menempuh jarak hingga 80-100 km untuk sekali pengisian baterai penuh dengan waktu pengecasan 1,5 hingga 3 jam. Kecepatannya setara dengan kendaraan roda dua berkapasitas 125 cc yang bisa melaju sampai 70 kilometer per jam.

Meski terbilang baru di Indonesia, secara legalitas hukum, Gesits sudah memiliki surat lolos uji tipe dari Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (Balai PLJSKB) Kementerian Perhubungan. Surat ini menjadi salah satu acuan penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK).

Jadi bagi yang berminat tidak usah khawatir ya soal kelengkapan surat-surat dari motor listrik ini. Motor listrik ini bisa digunakan di jalan raya dan mengikuti aturan lalu lintas sebagaimana kendaraan bermotor pada umumnya karena sudah dilengkapi dengan STNK.

Kemudian, dari sisi harga motor listrik besutan anak bangsa ini dibanderol dengan harga Rp24,95 juta.

2. Viar

motor listrik viar

Gak cuma kalangan akademisi dan BUMN aja yang tertarik mengembangkan motor listrik di Indonesia, para produsen otomotif juga mulai berlomba-lomba memperkenalkan motor listrik besutannya. Salah satunya adalah PT Triangel Motorindo (TM) Viar Indonesia juga telah memperkenalkan motor listrik buatannya.

Dengan mengusung nama Viar New Q1, motor listrik ini resmi diluncurkan di Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 lalu. Motor listrik Viar New Q1 ini merupakan hasil kerja sama antara Viar dengan Bosch, merek otomotif asal Jerman.

Dari sisi spesifikasi, motor listrik ini memiliki dua baterai Lithium Ion dengan kapasitas masing-masing sebesar 60 Volt 23Ah. Dua baterai tersebut diklaim mampu bertahan hingga jarak tempuh 120 kilometer dengan kecepatan maksimal 60 kilometer per jam.

Akan tetapi meski memiliki dua buah slot baterai, saat pembelian unit Viar New Q1 hanya mendapatkan satu buah baterai karena baterai kedua dijual terpisah. Banderol baterai lithium-ion dijual terpisah dengan harga Rp6,5 juta dengan charging cycle sampai 1.000 kali.

Namun, patut untuk diketahui, ukuran atau dimensi motor listrik ini terbilang imut alias bisa dibilang sebagai motor listrik mini sebab ukurannya hanya 1.680 mm x 690 mm x 1.220 mm (PxLxT), jadi mungkin tidak cocok bagi pengendara yang memiliki tinggi badan 170 centimeter.

Dari sisi harga On The Road (OTR) Jakarta dijual dengan harga Rp18,95 juta, motor ini sudah legal untuk digunakan di jalan raya karena dilengkapi dengan surat-surat kendaraan legal.

3. BF Goodrich

Ada juga motor listrik besutan Semarang, Jawa Tengah, dengan mengusung nama Goodrich yang telah berdiri sejak tahun 2018 silam. Goodrich menawarkan dua jenis motor listrik bergaya skuter bernama BF Bee dan BF Q7. Keduanya dibanderol off the road Rp13,2 juta. 

Model lainnya bergaya klasik cafe racer bernama BF CG dengan harga off the road Rp19,8 juta. Model ini terbilang unik sebagai motor listrik namun bergaya nuansa klasik racer retro. Motor ini ditenagai baterai SLA (Sealed Lead Acid) 72 volt 20 Ah dari Chilwee. Kemudian lama pengisian daya sekitar 6 jam dengan listrik 220 Volt.

Pihak produsen mengklaim BF CG dapat menempuh jarak hingga 50 kilometer, dengan kondisi jalan mendatar dan kecepatan puncak sampai 58 kilometer per jam.

Motor ini sendiri memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 55-60 persen. Hanya dinamo, baterai, dan controller saja yang masih berasal dari luar negeri.

4. Selis

motor listrik selis

Mendengar nama Selis, yang terlintas dalam benak pikiran adalah sepeda listrik yang kerap digunakan oleh Ibu rumah tangga untuk berbelanja ke pasar atau swalayan. Tak mau ketinggalan momentum, produsen sepeda listrik ini juga memproduksi motor bertenaga listrik dengan nama Selis E-max.

Motor listrik Selis E-Max sendiri mampu melaju sampai 40 kilometer dengan daya baterai terisi penuh. Selis E-Max dibekali baterai dengan spesifikasi 60 volt 20 ampere. Pengisian daya baterai butuh waktu 4-6 jam dan dengan daya baterai tersebut Selis E-max mampu melaju hingga 50 kilometer per jam.

Selis E-Max ini dibanderol dengan harga Rp16,99 juta dan bisa digunakan pada jalan raya karena memiliki legalitas kendaraan seperti STNK dan BPKB.

Isi ulang baterai dari kosong bisa lima jam, solusinya?

Sejauh ini yang masih menjadi kendala bagi pemilik motor listrik adalah penyediaan fasilitas pengisian baterai yang praktis. Selain itu, waktu yang dibutuhkan pun bisa sangat lama. 

Sebagai contoh, motor listrik Viar yang memiliki jarak tempuh 60 kilometer akan membutuhkan waktu lima jam untuk mengisi ulang baterainya dari kosong sampai penuh. 

Solusi yang paling tepat saat ini adalah dengan memanfaatkan swapping station atau lebih dikenal dengan penukaran baterai (battery swap). Melalui fasilitas ini, pemilik motor listrik hanya perlu menukar baterai kosong dengan baterai yang sudah terisi penuh sehingga pemilik bisa langsung berangkat.

Pada penerapannya, pemilik motor listrik hanya perlu membayar satu kali untuk berlangganan di swapping station tertentu selama setahun. Selama berlangganan, pemilik bisa melakukan penukaran baterai sesuai kebutuhan.

Nah, semoga dengan informasi ini sudah terpikirkan ya mau pilih motor listrik yang mana dan pastinya yang sesuai kebutuhan, maupun fasilitas untuk keperluan isi ulang daya baterai motor listrik.

Mengenai urusan perlindungan untuk motor listrik pilihan, coba manfaatkan asuransi motor saja. Dengan menjadi nasabah asuransi motor, kerusakan yang menimpa motor atau bahkan andai tertimpa musibah kecurian, maka asuransi motor akan memberikan ganti rugi sepenuhnya.

Yuk cari tahu informasi selengkapnya tentang asuransi motor, kunjungi Lifepal.