Penyakit Asam Lambung: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dll 

Penyakit asam lambung

Penyakit asam lambung adalah gangguan kesehatan yang terjadi karena asam lambung naik ke kerongkongan. Penyakit ini juga dikenal dengan nama GERD atau gastroesophageal reflux disease. Orang yang menderita GERD mayoritas merupakan penderita penyakit maag. Meski demikian GERD dan maag merupakan dua penyakit yang berbeda. 

 Apa itu penyakit asam lambung?

Penyakit asam lambung atau GERD merupakan penyakit yang menyerang saluran pencernaan. Hal ini terjadi karena adanya iritasi di saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dengan lambung. Iritasi tersebut menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan atau esophagus.

Penyakit ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga bisa dialami oleh anak-anak. GERD juga sering salah dikira sebagai serangan jantung karena gejalanya memang mirip, yaitu menyebabkan sakit di dada.

Gejala penyakit asam lambung

Apa gejala penyakit asam lambung dan perbedaannya dengan serangan jantung? Ini dia penjelasan lengkapnya.

Gejala utama GERD adalah nyeri dada, mirip dengan serangan jantung. Hanya saja, nyeri dada akibat penyakit GERD biasanya disertai dengan rasa terbakar atau dikenal sebagai heartburn.

Sedangkan nyeri dada pada serangan jantung biasanya terasa seperti diremas, dicubit, atau ditekan dengan tekanan yang kuat pada bagian dada. Selain itu, gejala keduanya juga bisa dibedakan dari gejala lain yang mengikuti.

Gejala GERD biasanya akan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti berikut:

  • Menjadi sering bersendawa
  • Mengalami batuk dan cegukan yang datang dan pergi
  • Suara menjadi serak atau parau
  • Napas menjadi bau tidak sedap
  • Mual dan muntah
  • Kesulitan menelan makanan
  • Mulut terasa asam dan penuh dengan air ludah

Kapan harus ke dokter?

Sakit GERD bisa jadi disebabkan karena maag yang terus menerus dibiarkan. Oleh sebab itu, jika merasakan salah satu gejala maag atau GERD seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Namun ada beberapa gejala dan kondisi khusus yang harus diwaspadai dan harus segera mendapat pertolongan dari petugas medis profesional. Beberapa di antaranya adalah:

  • Gejala yang terus berulang pada penderita GERD berusia lebih dari 55 tahun
  • Berat badan turun tiba-tiba, tanpa ada penyebab yang jelas
  • Mengalami kesulitan untuk menelan makanan
  • Mengalami muntah yang berulang
  • Gejala yang disertai dengan anemia defisiensi besi
  • Terdapat benjolan di area perut
  • Mengalami muntah atau BAB darah

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, jangan tunda untuk datang ke dokter, ya!

Penyebab penyakit asam lambung

Penyebab penyakit asam lambung berhubungan dengan sistem pencernaan yang bermasalah. Berikut ilustrasinya. Ketika kita menelan makanan, otot melingkar di bagian bawah kerongkongan (otot LES atau sfingter esofagus) akan melemah dan rileks sehingga makanan bisa mengalir masuk hingga ke perut.

Setelah selesai menelan, otot tersebut akan berkontraksi dan menutup kembali saluran kerongkongan. Namun ketika otot LES lemah dan mengendur, kerongkongan yang seharusnya tertutup kembali malah menjadi terbuka. Hal ini membuat asam lambung naik ke arah kerongkongan sehingga menyebabkan radang dan iritasi.

Pada umumnya, gangguan ini terjadi sebagai efek dari hernia hiatus. Penyakit ini membuat perut bagian atas dan sfingter esophagus bergerak di atas otot yang memisahkan bagian perut dengan dada (diafragma). Padahal diafragma ini berfungsi untuk menjaga asam tetap berada dalam perut. 

Faktor risiko penyakit asam lambung

Penyakit asam lambung dapat menyerang semua usia. Biasanya gangguan kesehatan ini terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat pada orang dewasa. Sedangkan pada bayi, hal ini bisa disebabkan oleh otot LES yang belum berkembang dengan sempurna.

Gejalanya biasanya berupa sendawa atau gumoh setelah menyusu atau makan. Meski tersebut adalah hal yang biasa, gumoh dan sendawa yang terus berlangsung hingga anak berusia satu tahun perlu diwaspadai oleh orang tua.

Ada beberapa faktor resiko yang mengarah pada gangguan kesehatan ini, di antaranya:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Perempuan hamil
  • Perokok
  • Orang berusia lanjut (lansia)
  • Sering berbaring atau langsung tidur setelah makan
  • Gastroparesis, yaitu otot dinding lambung melemah dan menyebabkan pengosongan lambung lambat
  • Scleroderma, yakni penyakit yang memengaruhi jaringan ikat.

Komplikasi penyakit asam lambung

Jika gejala GERD terus dibiarkan tanpa penanganan yang tepat maka bisa menyebabkan penyakit asam lambung parah dan komplikasi.
Pasalnya jika terpapar asam lambung terus menerus, esophagus bisa radang dan mengakibatkan munculnya jaringan parut di kerongkongan sehingga penderita penyakit asam lambung akan kesulitan menelan.

Selain itu, ada beberapa komplikasi lain yang harus kamu waspadai, yaitu:

  • Esophagitis, yaitu kerusakan pada saluran yang menghubungkan tenggorokan ke lambung akibat peradangan. Akibatnya penderita akan merasakan nyeri dada saat makan dan kesulitan menelan.
  • Esophagus barrett adalah kerusakan sel dan jaringan pelapis esophagus yang terjadi karena terpapar asam lambung secara terus-menerus. Ini biasanya terjadi pada penderita GERD jangka panjang dan bisa mengakibatkan kanker esophagus.
  • Striktur, yaitu luka pada saluran kerongkongan yang disebabkan peradangan dari naiknya asam lambung. Penderita striktur akan sulit menelan karena makanan bisa saja tersangkut saat melewati kerongkongan.

Pengobatan penyakit asam lambung

Ada beberapa cara untuk mengobati asam lambung, mulai dari menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi obat-obatan tertentu, hingga operasi.

Jika penyakit asam lambung yang kamu derita belum parah, biasanya dokter akan berpesan untuk menurunkan atau menjaga berat badan, makan sering dalam porsi kecil, tidur menggunakan bantal yang tinggi, dan menghindari langsung berbaring atau tidur setelah makan.

Jika sudah lebih parah, dokter akan meresepkan obat untuk diminum. Misalnya obat untuk mengurangi produksi asam di dalam tubuh yang juga dikenal sebagai obat penghambat reseptor H-2. Obat ini mampu menurunkan produksi asam dalam lambung selama 12 jam.

Obat lainnya adalah penghambat produksi asam, obat ini lebih kuat dibandingkan obat sebelumnya. Obat ini berfungsi untuk menghalangi produksi asam dalam tubuh sehingga jaringan esophagus atau kerongkongan yang rusak dapat sembuh.

Selain itu, ada beberapa pantangan penyakit asam lambung yang harus dihindari. Di antaranya merokok, menghindari makan yang asam, cokelat, serta makanan yang pedas dan berlemak.

Kamu juga disarankan untuk meminum penghilang mual seperti jahe. Secara turun-temurun, jahe telah digunakan untuk mengurangi mual karena asam lambung.

Pencegahan penyakit asam lambung 

Penyakit asam lambung bisa dicegah dengan makan makanan yang sehat dan menghindari makanan ataupun minuman yang bisa memicu gejalanya.

Selain itu, ada beberapa cara lain yang bisa kamu lakukan, yaitu:

  • Makan dengan porsi lebih sedikit dan usahakan makan 2-3 jam sebelum tidur
  • Coba untuk tidur di kursi saat harus tidur siang
  • Tidur menggunakan bantal yang lebih tinggi dari badan
  • Hindari minuman bersoda
  • Hindari makan coklat, makanan pedas, berlemak, dan asam
  • Berhenti merokok
  • Jika mengalami obesitas, rutin olahraga dan atur pola makan untuk mengurangi berat badan 

Perbedaan penyakit asam lambung kronis dan akut

Penyakit asam lambung kronis berbeda dengan penyakit asam lambung akut. Keduanya bisa dibedakan dari gejala, durasi, dan penyebabnya.

Gejala maag akut terasa lebih parah, yaitu nyeri dada yang membuat tidak nyaman tetapi hanya berlangsung dalam waktu yang cukup singkat. Sedangkan gejala maag kronis tidak terlalu intens tetapi bertahan lebih lama dibandingkan maag akut. 

Penyakit asam lambung akut biasanya terjadi secara tiba-tiba dengan durasi kurang dari enam bulan. Sedangkan jika sudah lebih dari enam bulan, kamu bisa saja telah mengalami penyakit asam lambung kronis dan harus segera mendapatkan penanganan dokter.

Penyebab kedua penyakit asam lambung ini juga berbeda. Maag akut biasanya disebabkan oleh konsumsi obat antiinflamasi non-steroid dan obat kortikosteroid. Sedangkan maag kronis pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Tips dari Lifepal! GERD adalah salah satu pencernaan yang umum. Pada dasarnya pemicu penyakit ini kebanyakan terkait dengan pola makan dan gaya hidup lainnya.

Maka dari itu, sebaiknya kamu menghindari hal-hal yang bisa memicu penyakit ini ya. Mulailah makan teratur, olahraga rutin, minum air putih yang cukup setiap hari, dan hindari asap rokok.

Lindungi diri dengan asuransi kesehatan

Selain itu, penting juga nih untuk kamu menjaga kondisi finansial dengan memiliki asuransi kesehatan. Seperti yang kita tahu, biaya perawatan kesehatan itu tidak murah, termasuk juga biaya untuk penyakit asam lambung.

Asuransi kesehatan akan menanggung perawatan berbagai penyakit, baik untuk rawat inap maupun rawat jalan. Kamu pun jadi tidak perlu takut akan keluar biaya besar tak terduga ketika sakit.

Selain memiliki asuransi kesehatan, hal lain yang tidak kalah penting adalah memiliki dana darurat. Berapa sih dana darurat yang harus dimiliki? Coba hitung pakai kalkulator berikut ini yuk!

Pertanyaan seputar penyakit asam lambung

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena asam lambung, di antaranya:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Perempuan hamil
  • Perokok
  • Orang berusia lanjut (lansia)
  • Sering berbaring atau langsung tidur setelah makan
  • Gastroparesis, yaitu otot dinding lambung melemah dan menyebabkan pengosongan lambung lambat
  • Scleroderma, yakni penyakit yang memengaruhi jaringan ikat.
Asuransi kesehatan akan menanggung biaya perawatan berbagai penyakit, baik itu rawat jalan maupun rawat inap. Ada juga asuransi Covid-19, melahirkan, hingga penyakit kritis. Keberadaan asuransi dapat mencegah kamu dalam mengeluarkan biaya tak terduga dalam jumlah besar yang bisa menguras tabunganmu. Yuk cari tahu asuransi yang kamu butuhkan di Lifepal!
Dapatkan Promo