Segini Kira-Kira Rincian Biaya Perbaikan Mobil yang Terendam Banjir

Perbaikan mobil yang terendam banjir gak murah lho! (Shutterstock).

Berapa ya perkiraan biaya perbaikan mobil yang terendam banjir? Jawabannya tentu saja, “gak menentu,” karena hal itu akan dihitung berdasarkan kerusakan yang muncul.

Di awal tahun 2020, Jabodetabek dilanda banjir yang cukup mengerikan. Muncul pula video amatir rekaman ponsel yang memperlihatkan bagaimana sebuah mobil bisa terseret air yang deras.

Kerugian-kerugian finansial yang diderita pemilik mobil, mungkin hanya bisa dipulihkan jika mereka memiliki asuransi kendaraan bermotor.

Lantas apa kabar jika mereka gak punya? Tentu saja, beban finansial itu harus ditanggung sendiri.

Pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas lebih dalam mengenai potensi-potensi kerusakan yang dialami sebuah mobil yang terendam banjir. Gak cuma itu, kita akan memaparkan rincian estimasi biaya perbaikan mobil tersebut. 

1. Interior

perbaikan mobil
Bagian dalam mobil (Shutterstock).

Ketika sebuah mobil terendam banjir, maka air atau lumpur pun bakal masuk dan mengotori bagian interior. Bukan hanya itu, kerusakan komponen bisa juga terjadi.

Selain harus membersihkan kabin, karpet-karpet dan pelapis jok pun harus diganti. 

Asal kamu tahu, biaya mengganti pelapis jok dengan bahan kulit sintetis saja sudah Rp 2,5 juta untuk dua baris. Sedangkan untuk mobil seven seater (tiga baris tempat duduk), harganya bisa mencapai Rp 3,5 juta. 

Ternyata, biaya perbaikan mobil terendam banjir ini gak main-main ya. Vermak interiornya saja sudah segitu, apa kabar mesinnya?

2. Mesin

perbaikan mobil
Mesin kendaraan (Pixabay).

Bila mobilmu terendam hingga ke kap depan, maka besar kemungkinan air masuk ke bagian mesin. Komponen mesin harus diperhatikan dengan seksama.

Electronic Control Unit alias ECU yang bermasalah tentu harus diganti. Karena ketika komponen ini terendam air, maka gak akan lagi bisa bekerja dengan maksimal.

Harga ECU itu sendiri berbeda-beda, tergantung mobilnya. ECU mobil Jepang tentu lebih murah ketimbang Eropa.

Sebut saja, untuk ECU baru Toyota Avanza, Rp 2 jutaan sementara itu Camry Rp 7 jutaan. Jika terlalu mahal, opsi selanjutnya adalah membeli ECU bekas. 

Selain ECU, kadang sensor-sensor di mesin juga berpotensi rusak lho. Sebut saja seperti sensor oli VVT-i pada mesin Toyota, sensor posisi throttle, dan relay-relay lainnya. 

Harga sensor-sensor itu umumnya ratusan ribu Rupiah, yang terakhir adalah, kamu harus ganti oli. Wajib lho ya.

3. Eksterior

perbaikan mobil
Kendaraan wajib diperbaiki ketika terendam banjir (Pixabay).

Eksterior juga berpotensi rusak akibat terjangan banjir. Coba perhatikan, video di mana mobil terseret genangan air yang terlihat seperti ombak laut.

Mobil itu menghantam motor yang ada di belakangnya, dan benda-benda keras lainnya. Penyok atau lecet, sangat berpotensi dialami mobil tersebut.

Biaya perbaikan mobil penyok per panel umumnya dimulai dari Rp 250 ribuan. Semakin luas kerusakannya, semakin mahal pula biayanya. 

Belum lagi, cat juga berpotensi rusak lho. Bakal timbul karat dan jamur akibat lumpur. 

Jangan lupa juga, cek wiper hingga karet-karet seal yang juga berpotensi rusak. Kalau komponen itu harus diganti, biayanya juga mencapai ratusan ribu Rupiah. 

4. Kaki-kaki 

perbaikan mobil
Mengecek bagian kaki-kaki pada mobil (Pixabay).

Kenapa kaki-kaki harus dicek? 

Karat pada shockbreaker bisa mudah terjadi karena rendaman air dan lumpur. Sementara itu kotoran-kotoran juga bisa masuk ke bagian bearing hingga rem. 

Belum lagi, di bagian kaki-kaki juga terdapat sensor ABS lho. Bisa sensor itu rusak, maka fitur pengereman bakal terganggu, dan biayanya gantinya juga bervariasi tergantung tipe mobil. Untuk Vios atau Yaris, harganya bisa sampai Rp 350 ribuan, Jazz Rp 700 ribuan, sedangkan Innova bisa Rp 1,2 juta.

Seperti itulah rincian biaya perbaikan mobil yang terendam banjir. Itu baru perkiraan lho ya, belum realisasinya. Namun jangan khawatir, gak sedikit juga bengkel yang mematok biaya servis mobil pascabanjir dengan menggunakan paket-paket. Ada paket light, medium, hingga hard (yang paling parah). Kalau dihitung-hitung memang lebih hemat ketimbang harus memperbaikinya setiap bagian. Meski demikian, alangkah lebih baiknya jika kamu sudah mengasuransikan mobil kamu dengan fitur perlindungan yang cukup luas. Termasuk perlindungan karena bencana banjir. Karena satu-satunya perlindungan mobil yang efektif ya cuma asuransi. (Editor: Winda Destiana Putri)