Saldo Prudential Bisa Diambil? Begini Simulasinya!

Kode bayar Prudential dan cara bayar asuransi Prudential

Apakah saldo Prudential bisa diambil? Pertanyaan ini sering dilontarkan calon nasabah saat ingin membeli produk asuransi unit link Prudential. Artinya, selain mendapat manfaat perlindungan jiwa atau kesehatan, nasabah juga menabung nilai tunai investasi. 

Nah, nilai tunai dari investasi inilah yang kemudian menjadi simpanan nasabah untuk kemudian hari bisa diambil kapan pun. Sayangnya, tidak banyak nasabah yang paham alokasi dana asuransi dari premi Prudential ini. 

Apa Itu Asuransi Unit Link Prudential?

Sebelumnya, perlu dipahami aturan main dari asuransi unit link ini. Cara kerjanya sederhana, di mana sebagian dana premi nasabah yang diinvestasikan ini disalurkan ke instrumen investasi seperti saham atau obligasi.

Nah, hasil investasi ini tergantung dari kinerja instrumen investasi tersebut. Jika kinerja baik, maka berimbas pada penambahan saldo nasabah. Begitu juga jika kinerja instrumen investasi buruk, yang pastinya berpengaruh juga pada nilai tunai. 

Hanya saja, masyarakat Indonesia menganggap membayar premi bulanan ‘dianggap seperti tabungan. Jadi, dengan membeli unit link anggapan sementara mayoritas orang merupakan produk tabungan dan investasi yang nantinya bakal mendapat untung besar dalam jangka waktu tertentu. 

Tapi, kenyataannya gak semudah itu. Sebab ada beberapa ketentuan yang mempengaruhi besar kecilnya saldo asuransi kamu. Jika melihat lebih dalam lagi, investasi unit link sebenarnya yang berfungsi seperti tabungan. Bukan asuransinya. Nilai tunai yang ada pada unit link bisa diambil, dengan syarat ada saldo minimal yang tersisa. 

Bagaimana Cara Mengambil Saldo Prudential?

Walau proses pengambilannya gampang, tapi perlu kamu tahu juga untuk pencairan dana Prudential ada beberapa cara. Di Prudential ada beberapa cara mengambil saldo antara lain : 

1. Pencairan melalui agen 

Cara mengambil saldo Prudential melalui agen asuransi ini adalah langkah yang paling efisien dan efektif. Kenapa? Karena agen Prudential pastinya sudah terlatih dan paham tahapan yang harus dilalui. 

Sebaiknya hubungi agen resmi Prudential mengenai maksud kamu untuk mencairkan dana. Tapi bagaimana jika agen Prudential kamu sudah tidak aktif? Nah, kalau kondisinya seperti ini kamu bisa menghubungi customer service untuk mencari tahu agen pengganti. 

2. Pencairan di kantor Prudential 

Kalau kamu butuh dana dalam waktu cepat dan tinggal di wilayah Jabodetabek, ya coba datang ke Kantor Pusat Prudential yang berlokasi di Prudential Tower, Jl. Jend. Sudirman kav. 79, Jakarta 12910. 

Kenapa lebih cepat mengurus pengambilan saldo di kantor pusat? Karena di sini adalah muaranya semua keperluan nasabah. Jadi dengan datang langsung proses yang dilalui pun lebih cepat dibanding cara pengambilan saldo Prudential lainnya. 

Perlu diingat, saat mengurus di kantor pusat pastikan kamu sudah membawa identitas diri dan dokumen lengkap syarat pengambilan saldo Prudential. 

Selain di kantor pusat, kamu juga bisa mencairkan nilai tunai di kantor cabang Prudential yang tersebar di enam kota besar di Indonesia, yaitu Medan, Batam, Semarang, Surabaya, Bandung dan Bali. Sebagai informasi, semua berkas yang kamu ajukan ke kantor cabang nantinya akan dikirim lagi ke kantor pusat Prudential di Jakarta. Bisa dibayangkan ya proses ini akan memakan waktu sedikit lama dibanding dua cara sebelumnya. 

3. Penarikan dana melalui Kantor Pos 

Cara pengambilan saldo Prudential lewat kantor pos bisa dilakukan jika kamu sudah tahu tahapannya. Sebaiknya sebelum itu kamu menghubungi customer service Prudential untuk memastikan dokumen apa saja yang harus dilengkapi. 

Tanyakan juga mengenai formulir pengajuan penarikan dana Prudential. Lengkapi dan jangan salah dalam mengisi data. Setelah itu kamu bisa langsung mengirim lewat kantor pos. 

Batas Saldo Minimal Produk Prudential

Di Prudential, kalau kamu ingin mengambil nilai tunai, ada ketentuan saldo yang harus tersisa. Berikut sisa saldo dibedakan sesuai jenis produknya : 

  1. Produk investasi Prudential (Syariah dan Konvensional) minimum penarikan Rp1 juta dan minimum sisa saldo Rp15 juta. 
  2. Sedangkan untuk produk asuransi Prudential (Konvensional) minimum penarikan Rp500 ribu dan minimum sisa saldo Rp1 juta. 
  3. Untuk Produk Asuransi Prudential (Syariah): Minimum penarikan Rp 1 Juta dan Minimum sisa saldo Rp 3 Juta. 

Pilihan Pengambilan Saldo di Prudential

Sebelum mengulas tata cara mengambil saldo Prudential, perlu diketahui kalau ada dua pilihan penarikan dana investasi di perusahaan asuransi ini. Dua opsi tersebut adalah : 

  1. Mengambil dana sebagian (withdraw) 
  2. Mengambil seluruh dana (surrender) 

Jika kamu hanya ingin menarik dana sebagian atau withdraw artinya polis kamu masih aktif dan manfaat perlindungan masih berjalan. 

Akan berbeda statusnya kalau kamu mengambil seluruh dana yang ada (surrender). Otomatis polis kamu tidak aktif lagi dan manfaat asuransi pun langsung berakhir. 

Nah, sebelum mengambil dana tersebut, sebaiknya kamu pikirkan dengan matang opsi mana yang akan kamu pilih. Sesuaikan dengan kebutuhan finansial kamu juga. 

Dan gak ada salahnya juga kamu diskusi dengan teman yang mengerti asuransi, atau bisa juga menghubungi agen asuransi agar gak salah pilih. 

Cara Alokasi Dana Premi Prudential 

Seperti dijelaskan sebelumnya pada produk unit link, dana premi dibagi untuk asuransi dan investasi. Tidak seperti produk tabungan di bank, yang seluruh dana untuk tabungan. Tapi di produk unit link, ada prosentase tertentu, sehingga jumlah premi yang dibayarkan gak sepenuhnya masuk ke investasi. Karena harus dibagi ke asuransi. 

Umumnya prosentase premi proteksi mencakup 70% dan sisanya untuk investasi sebesar 30%. Alokasi dana premi ini akan berubah tiap beberapa tahun sekali pada akhir periode. Berikut rincian periode tahunan dengan ilustrasi nasabah unit link Prudential setelah 10 tahun berjalan. 

  • Tahun 1 premi proteksi bernilai 0% dan biaya akuisisinya 100%.
  • Tahun 2 premi proteksi meningkat menjadi 40% dan biaya akuisisi turun menjadi 60%.
  • Tahun 3, 4 dan 5 premi proteksi menjadi 85% dan biaya akuisisinya turun menjadi 15%.
  • Tahun 6 premi proteksi menjadi 100%, tanpa biaya akuisisi, investasi menjadi 95% dipotong 5% untuk biaya administrasi

Biaya akuisisi adalah biaya mengelola polis asuransi nasabah, yang 70% diambil perusahaan dan 30% untuk agen. Jadi, jangan kaget kalau hitungan kasar kamu berbeda dengan saldo yang tertera di Prudential. Sebab melayani nasabah itu pun dikenai biaya. Sebagai tambahan, biaya akuisisi berbeda dengan biaya asuransi atau biaya proteksi polis. 

Dari rincian di atas, butuh waktu paling tidak lima tahun untuk saldo kamu bebas dari biaya akuisisi agar bisa balik modal. Bisa dilihat juga biaya akuisisi terus turun dan naiknya premi proteksi. 

Simulasi Perhitungan Saldo Prudential 

Misalnya nasabah pengguna asuransi Prudential dengan biaya premi Rp1 juta per bulannya. 

Tahun 1 Biaya Akuisisi : Rp. 700.000 x 100% x 12bln = Rp. 8.400.000

Premi Proteksi : Rp. 0

PruSaver : Rp. 300.000 x 12bln = Rp. 3.600.000

Total tabungan Rp. 3.600.000

Tahun 2 Biaya Akuisisi : Rp. 700.000 x 60% x 12bln = Rp. 5.040.000

Premi Proteksi : Rp. 700.000 x 40% x 12bln = Rp. 3.360.000

PruSaver : Rp. 300.000 x 12bln = Rp. 3.600.000

Total Tabungan : Rp. 3.360.000 + Rp. 3.600.000 = Rp. 6.960.000

Tahun 3 Biaya Akuisisi : Rp. 700.000 x 15% x 12bln = Rp. 1.260.000

Premi Proteksi : Rp. 700.000 x 85% x 12bln = Rp. 7.140.000

PruSaver : Rp. 300.000 x 12bln = Rp. 3.600.000

Total tabungan Rp. 7.140.000 + Rp. 3.600.000 = Rp. 10.740.000

Tahun 4 Biaya Akuisisi : Rp. 700.000 x 15% x 12bln = Rp. 1.260.000

Premi Proteksi : Rp. 700.000 x 85% x 12bln = Rp. 7.140.000

PruSaver : Rp. 300.000 x 12bln = Rp. 3.600.000

Total tabungan Rp. 7.140.000 + Rp. 3.600.000 = Rp. 10.740.000

Tahun 5 Biaya Akuisisi : Rp. 700.000 x 15% x 12bln = Rp. 1.260.000

Premi Proteksi : Rp. 700.000 x 85% x 12bln = Rp. 7.140.000

PruSaver : Rp. 300.000 x 12bln = Rp. 3.600.000

Total tabungan Rp. 7.140.000 + Rp. 3.600.000 = Rp. 10.740.000

Tahun 6 Biaya akuisisi : Rp. 0

Premi Proteksi : Rp. 700.000 x 12bln = Rp. 8.400.000

PruSaver : Rp. 300.000 x 12bln = Rp. 3.600.000

Total tabungan Rp. 8.400.000 + Rp. 3.600.000 = Rp. 12.000.000

Tahun 7 Biaya akuisisi : Rp. 0

Premi Proteksi : Rp. 700.000 x 12bln = Rp. 8.400.000

PruSaver : Rp. 300.000 x 12bln = Rp. 3.600.000

Total tabungan Rp. 8.400.000 + Rp. 3.600.000 = Rp. 12.000.000

Tahun 8 Biaya akuisisi : Rp. 0

Premi Proteksi : Rp. 700.000 x 12bln = Rp. 8.400.000

PruSaver : Rp. 300.000 x 12bln = Rp. 3.600.000

Total tabungan Rp. 8.400.000 + Rp. 3.600.000 = Rp. 12.000.000

Tahun 9 Biaya akuisisi : Rp. 0

Premi Proteksi : Rp. 700.000 x 12bln = Rp. 8.400.000

PruSaver : Rp. 300.000 x 12bln = Rp. 3.600.000

Total tabungan Rp. 8.400.000 + Rp. 3.600.000 = Rp. 12.000.000

Tahun 10 Biaya akuisisi : Rp. 0

Premi Proteksi : Rp. 700.000 x 12bln = Rp. 8.400.000

PruSaver : Rp. 300.000 x 12bln = Rp. 3.600.000

Total tabungan Rp. 8.400.000 + Rp. 3.600.000 = Rp. 12.000.000

Jika dicermati simulasi di atas, maka nilai tabungan baru terlihat mulai tahun keenam, dimana biaya akuisisi menjadi nol persen. Nah, untuk jelasnya mengenai saldo premi Prudential, bisa dilihat di bawah ini : 

Tahun 1 Rp. 3.600.000 (0% premi berkala+100%PruSaver)
Tahun 2 Rp. 6.960.000 (40% premi berkala+100% PruSaver)
Tahun 3 Rp. 10.740.000 (85% premi berkala+100% PruSaver)
Tahun 4 Rp. 10.740.000 (85% premi berkala+100% PruSaver)
Tahun 5 Rp. 10.740.000 (85% premi berkala+100% PruSaver)
Tahun 6 Rp. 12.000.000 (100% premi+PruSaver)
Tahun 7 Rp. 12.000.000 (100% premi+PruSaver)
Tahun 8 Rp. 12.000.000 (100% premi+PruSaver)
Tahun 9 Rp. 12.000.000 (100% premi+PruSaver)
Tahun 10 Rp. 12.000.000 (100% premi+PruSaver)
Saldo Total Rp. 102.780.000 selama 10 Tahun

Total saldo berdasarkan simulasi

Jadi, dari simulasi di atas bisa diambil kesimpulan dengan kamu menjadi nasabah asuransi Prudential, maka total saldo yang kamu dapat selama 10 tahun pembayaran premi sebesar Rp102.780.000. Angka ini berbeda jauh, jika kamu menghitung layaknya tabungan masa 10 tahun, maka total yang kamu dapat seharusnya Rp120 juta. 

Jika melihatnya dari kacamata bisnis, ya sudah pasti kamu rugi. Tapi perlu diingat, kalau saldo kamu ada peluang untuk naik jika nilai investasi naik. Selain itu, nilai plus lainnya adalah kamu mendapat perlindungan dari risiko kecelakaan bahkan kematian. Meski, nantinya nilai investasi juga ikut berkurang akibat risiko tersebut. 

Syarat Saldo Prudential Bisa Diambil

Umumnya investasi pada unit link berfungsi seperti tabungan di bank, yang bisa diambil namun harus menyisakan minimal saldo. Saldo Prudential bisa diambil dengan ketentuan minimal sebagai berikut : 

  1. Status Polis dalam keadaan aktif, gak sedang cuti premi
  2. Produk investasi Prudential (Syariah dan Konvensional) minimum penarikan Rp1 juta dan minimum sisa saldo Rp15 juta. 
  3. Sedangkan untuk produk asuransi Prudential (Konvensional) minimum penarikan Rp500 ribu dan minimum sisa saldo Rp1 juta. 
  4. Untuk Produk Asuransi Prudential (Syariah): Minimum penarikan Rp 1 Juta dan Minimum sisa saldo Rp 3 Juta. 
  5. Nama pemilik rekening harus sama dengan nama Pemegang Polis.
  6. Tanda tangan pada formulir penarikan dana harus sama dengan tanda tangan pada identitas pemegang polis.

  • Fotocopy identitas diri yang masih aktif (KTP/SIM/Passport)
  • Fotocopy buku rekening pemegang polis. Pastikan identitas di buku rekening sama dengan identitas diri.
  • Formulir penarikan saldo Prudential
  • Surat pernyataan tambahan withdrawal Prudential

Pertanyaan Seputar Saldo Prudential Bisa Diambil 

  • Cek saldo Prudential via ponsel di nomor *141*85#
  • Ketik *141*85# di handphone lalu akses layaknya menelepon.
  • Masukkan angka 2 buat Informasi Khusus Polis lalu kirim.
  • Masukkan angka 2 buat Saldo Unit lalu kirim.
  • Masukkan Nomor Polis lalu kirim.
  • Masukkan sandi TIN milikmu lalu kirim.
  • Muncul notifikasi berapa saldo dalam polis Prudential milikmu. Informasi saldo tersebut juga dikirim Prudential melalui SMS.

Sebagai produk asuransi plus investasi, kamu bisa mengambil dana Prudential setelah 10 tahun. Jika sebelum waktu itu, sebaiknya konsultasikan dengan agen Prudential kamu.

Tapi jika asuransi jiwa, maka uang pertanggungan bisa dicairkan oleh ahli waris apabila pemegang polis meninggal dunia akibat sakit atau kecelakaan.

  • Mengisi Formulir Penebusan Polis dan Surat Pernyataan Tambahan terlampir.
  • Mengembalikan buku Polis asli.
  • Melampirkan salinan KTP yang berlaku.
  • Pentransferan dana hanya dapat ditujukan ke rekening Pemegang Polis.

Nomor TIN merupakan akronim dari Telephone Identification Number, untuk memastikan bahwa pengguna telepon genggam adalah pemilik polis yang sah. Nomor TIN hanya bisa diaktifkan setelah kamu menelpon customer service Prudential

Semoga informasi mengenai saldo Prudential bisa diambil, simulasi dan alokasi dananya bisa membantu. Atau kamu ingin tahu mengenai asuransi lebih lengkap? Lifepal memberikan rekomendasi pilihan asuransi dan konsultasi juga. 

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →