Klaim Asuransi Mobil karena Kesalahan Sendiri Apakah Bisa?

klaim asuransi mobil karena kesalahan sendiri

Apakah bisa klaim asuransi mobil karena kesalahan sendiri? Pertanyaan itu mungkin yang terbesit di kepala kamu saat memiliki manfaat pertanggungan dari asuransi mobil. Jawaban singkatnya, bisa! 

Namun, klaim asuransi mobil yang terjadi akibat kesalahan sendiri hanya bisa dilakukan pada kondisi tertentu saja. Sebagai pemilik kendaraan, informasi seperti ini sangat penting kamu ketahui agar bisa mengambil langkah yang tepat jika hal itu terjadi. 

Bisakah Mengajukan Klaim Asuransi karena Kesalahan Sendiri?

Biasanya perusahaan asuransi tidak akan menanggung klaim atas kesalahan yang kamu buat sendiri, apalagi dilakukan dengan sengaja. Dengan kata lain, klaim asuransi mobil akan ditolak jika terbukti terdapat kerugian akibat kesengajaan. 

Hal tersebut sudah diatur sesuai ketentuan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor (PSAKB) yang disahkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Jika kamu sengaja memasuki atau melintasi jalan tertutup, terlarang, tidak diperuntukkan bagi Kendaraan Bermotor, atau melanggar rambu-rambu lalu lintas, maka dipastikan klaim asuransi akan ditolak.

Sebagai contoh lain, ketika di wilayahmu mengalami banjir, kemudian kamu nekat menerobos banjir dan membuat mobil jadi rusak, maka otomatis pengajuan klaimmu akan ditolak. Hal ini karena kamu memaksakan diri yang mengakibatkan mobil jadi rusak.

Tapi, mengutip dari laman Simas Insurtech, ada beberapa kondisi di mana klaim asuransi mobil akibat kesalahan sendiri bisa diterima. Contohnya, saat kamu sedang melakukan parkir atau akan berbelok, namun tanpa sengaja kamu menabrak benda karena tidak terlihat di kaca spion. Dengan alasan ini, mungkin kamu akan tetap bisa mengajukan klaim asuransi mobil.

Klaim Asuransi Mobil yang Diterima 

Pada prinsipnya, asuransi mobil berfungsi untuk melindungi kendaraan dari risiko finansial akibat kejadian yang tidak terduga dan tidak disengaja. Beberapa risiko yang ditanggung oleh asuransi mobil antara lain: 

  • Kehilangan mobil akibat tindak pencurian 
  • Kerusakan yang disebabkan karena kecelakaan dengan pengendara lain
  • Kerugian akibat menabrak kendaraan lain secara tidak sengaja 
  • Kerugian akibat bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan gempa bumi
  • Kerugian akibat menjadi korban huru-hara 
  • Syarat Klaim Asuransi Mobil Secara Umum

    Sebenarnya klaim asuransi untuk kendaraan mudah untuk diajukan asalkan dilakukan sesuai prosedur dan mengisi dokumen yang diamanatkan.  Sebelumnya,  kamu perlu tahu dulu bahwa ada dua jenis pertanggungan dalam asuransi mobil, yaitu:

  • Asuransi All Risk: pertanggungan menyeluruh yang bisa menanggung kerusakan terkecil seperti lecet hingga kerusakan parah.
  • Asuransi Total Loss Only (TLO): hanya menanggung kerusakan parah (di atas 75 persen) saja.
  • Prosedur pengajuan klaim asuransi atas dua produk di atas tentu berbeda. Namun, umumnya kamu harus menyiapkan beberapa persyaratan yang sama, di antaranya:

  • Polis asuransi dalam bentuk asli dan fotokopi.
  • Fotokopi SIM dan STNK.
  • Bukti laporan kepolisian jika mobil mengalami kerusakan berat karena kecelakaan ataupun kehilangan.
  • Formulir klaim yang sudah diisi dengan lengkap dan ditandatangani.
  • Kronologi kejadian secara tertulis.
  • Foto-foto kerusakan seperti, lecet, penyok dan lain-lain.
  • Sementara jika kejadian melibatkan pihak ketiga, perlu ada tambahan dokumen syarat klaim asuransi mobil seperti:

  • Fotokopi KTP, SIM, STNK dari pihak ketiga.
  • Surat keterangan dari kepolisian.
  • Surat pernyataan atas tuntutan ganti rugi dari pihak ketiga yang dibubuhkan meterai.
  • Surat pernyataan dari pihak ketiga, di mana tertulis bahwa yang bersangkutan tidak memiliki layanan asuransi.
  • Cara Klaim Asuransi Mobil 

    Kamu tetap bisa kok mengajukan klaim asuransi mobil, asalkan sesuai dengan isi polis yang sudah disepakati. Berikut ini beberapa tipsnya untuk kamu.

    1. Pengajuan klaim asuransi mobil karena kecelakaan

    Jika kendaraan rusak akibat kecelakaan, cara klaim asuransi mobil sebagai berikut.

  • Segera buat kronologi tertulis agar kamu tidak lupa dengan detail kejadian.
  • Dokumentasikan kondisi mobil saat terjadi kecelakaan. Foto bagian mobil yang mengalami kerusakan, baik ringan hingga rusak parah, agar menjadi bukti atas apa yang menjadi objek asuransi.
  • Siapkan dokumen asuransi, seperti fotokopi polis asuransi, fotokopi SIM dan STNK, dan Surat Keterangan Kepolisian (jika kendaraan rusak berat dalam kecelakaan parah).
  • Datang ke bengkel rekanan asuransi untuk mendapatkan perawatan gratis. Asuransi hanya dapat cair bila melakukan perbaikan di bengkel rekanan.
  • Isi formulir asuransi. Setelah sampai di bengkel rekanan, pihak bengkel akan memberikan dokumen berupa formulir asuransi yang harus dilengkapi. Isilah dengan benar dan sesuai dengan data yang ada di dokumen pelengkap.
  • Kendaraan kamu akan diperbaiki oleh pihak bengkel paling lambat 2—3 hari. Bila kerusakannya parah bisa memakan waktu yang cukup lama.
  • 3. Pengajuan klaim asuransi mobil karena kehilangan akibat pencurian

    Cara klaim asuransi mobil hilang akibat pencurian beda lagi. Setidaknya ada beberapa langkah yang harus kamu tempuh, yaitu:

  • Setelah terjadi kehilangan, segera laporkan kasus tersebut ke kepolisian untuk membuat kronologi tertulis mengenai kasus kehilangan kendaraan. Waktu pelaporan maksimal maksimal biasanya hanya 72 jam.
  • Jika mobil  masih dalam masa kredit, kamu juga dapat menghubungi pihak leasing.
  • Buat laporan hilang di kepolisian. Di sana kamu juga akan diminta untuk membuat berita acara yang berisi data pribadi serta kronologis kejadian hilangnya mobil. Waktu pembuatan berita acara maksimal adalah 24 jam.
  • Buat surat pemblokiran surat-surat mobil yang hilang agar tidak disalahgunakan untuk melakukan tindak pidana lain. Surat pemblokiran ini juga berguna untuk proses klaim asuransi.
  • Mengisi formulir surat permohonan klaim asuransi mobil dengan nama sesuai dengan yang tertera di polis asuransi dengan menyertakan dokumen seperti KTP, BPKB, faktur pembeliaan kendaraan bermotor, hingga foto Tempat Kejadian Perkara.
  • Apabila semua langkah mengurus asuransi mobil yang hilang telah dilakukan, kamu bisa mengajukan surat permohonan klaim ke pihak asuransi mobil. Pengajuan surat permohonan ini penting untuk dilakukan agar klaim asuransi mobil tidak ditolak.

    Untuk melengkapi surat permohonan klaim asuransi mobil, kamu harus menyertakan beberapa poin ini.

  • Fotokopi polis asuransi kendaraan.
  • Fotokopi SIM (Surat Izin Mengemudi) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).
  • Surat kehilangan asli dari kepolisian.
  • Surat BAP (Berita Acara Pemeriksaan) (jika diperlukan).
  • BPKB asli, faktur pembelian kendaraan asli, dan STNK asli.
  • Kuitansi yang telah dilengkapi dengan materai sebanyak 3 lembar.
  • Kunci kontak kendaraan bermotor sebanyak 2 buah.
  • Surat Keterangan Ketua Direktorat yang diberikan oleh Serse Polda.
  • Surat tanda pemblokiran STNK dari Polda.
  • Apabila klaim diterima, tunggu pihak asuransi menghubungi kamu. Pihak asuransi pun akan diberikan waktu oleh pihak kepolisian selama 30 hari untuk membayar ganti rugi.

    Penyebab Klaim Asuransi Mobil Ditolak

    Ada beberapa alasan utama pengajuan klaim asuransi mobil ditolak. Beberapa poin berikut ini bisa menjadi penyebabnya.

    1. Polis lapse

    Kondisi polis yang tidak aktif atau polis lapse bisa membuat klaim ditolak. Kondisi ini bisa terjadi apabila premi belum dibayar melebihi batas waktu maksimum sehingga perusahaan asuransi tidak bisa membayar klaim kamu.

    2. Kerusakan terjadi sebelumnya

    Apabila kamu mengajukan kerusakan yang sudah ada sebelum mendaftar asuransi, otomatis sudah tidak bisa lagi untuk mengajukan klaim.

    3. Melanggar aturan

    Jika pengemudi mobil yang diasuransikan melanggar aturan lalu lintas, maka klaim juga akan ditolak. Beberapa contoh pelanggaran umum yang sering terjadi adalah tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) atau mengemudi selagi mabuk alkohol. Selain itu, juga tidak menaati rambu lalu lintas sehingga terjadi kecelakaan.

    Perhatikan juga lokasi terjadinya kecelakaan, apabila mobil mengalami lecet saat berada di wilayah tertentu yang tidak termasuk ke dalam kontrak kesepakatan yang terjadi pada polis, maka bisa jadi klaim akan ditolak.

    4. Polis tidak dalam masa tunggu

    Masa tunggu merupakan periode satu bulan setelah polis terbit di mana nasabah belum bisa mengajukan klaim. Jika terjadi risiko pada masa waktu tersebut, bisa jadi klaim akan ditolak.

    5. Kerusakan yang disengaja

    Kamu tidak bisa mengajukan klaim jika kerusakan mobil terjadi atas kesengajaan, misalnya sengaja menabrakkan mobil ke mobil lainnya atau memukul kendaraan hingga rusak.

    Selain itu, klaim akibat banjir dan mesin kemasukan air juga tidak bisa diterima. Oleh sebab itu, penting menghindari berkendara saat banjir.

    Jika suatu saat kamu terjebak banjir, segera menghubungi perusahaan asuransi dan jangan memaksakan untuk berkendara.

    Mobil yang lecet karena disengaja, seperti menabrakkan mobil ke mobil lain atau memukul kendaraannya agar ringsek atau rusak, tidak bisa mendapatkan klaim.

    Klaim asuransi mobil juga akan ditolak jika terbukti saat terjadi banjir, kamu malah sengaja menerjang banjir sehingga menyebabkan mesin kemasukan air.

    6. Ada aksesori tambahan yang tidak dilaporkan

    Penting untuk melaporkan aksesori tambahan yang dipasang pada mobil ke perusahaan asuransi supaya nilai pertanggungan bisa dihitung secara tepat. Pasalnya, jika kamu lupa mengajukan laporan ini, bisa-bisa klaim ditolak.

    Cari Tahu Asuransi Mobil yang Cocok Untukmu

    Asuransi mobil memiliki manfaat yang sangat penting untuk melindungi pemilik kendaraan dari kerugian akibat kerusakan yang menimpa kendaraan. Dengan memiliki asuransi mobil, kamu bisa berkendara dengan lebih tenang dan nyaman karena segala resikonya sudah ditanggung oleh perusahaan asuransi. 

    Namun, tentunya kamu harus cermat dalam memilih asuransi mobil. Pertimbangkan beberapa faktor seperti jenis asuransi mobil, harga premi, manfaat pertanggungan sampai reputasi dari perusahaan asuransi yang bersangkutan. 

    Tidak perlu khawatir, kamu bisa konsultasi dengan agen terbaik dari Lifepal untuk mencari asuransi mobil terbaik untuk kamu. Yuk, isi formulirnya sekarang!

    FAQ Seputar Klaim Asuransi Mobil karena Kesalahan Sendiri

    Akan ada sanksi bagi pembuat klaim kehilangan palsu dan pihak asuransi yang tidak membayar ganti rugi. Seluruh ketentuan ini telah diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 1992 Pasal 23 dan dalam keputusan Menteri Keuangan Nomor 225 Tahun 1993. Kamu juga bisa dijerat Pasal 266 ayat (1) subs Pasal 242 ayat (1) KUHPidana tentang memberikan keterangan palsu dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.