Temukan produk terbaik dengan premi termurah

Gender

+62

Google Review

4.8/5.0

37+ Partner Asuransi

Mempercayai Lifepal

16.000+ Orang

Terlindungi oleh Lifepal

Teman Andalanmu untuk Asuransi

Telah Diliput Oleh

  • antara-news
  • berita-satu
  • jpnn
  • inilah
  • kontan
  • marketing
  • medcom
  • nova
  • republika
  • bisniscom
  • tribunnews
  • viva
  • warta-ekonomi
  • dealstreet

Asuransi Sesuai Kebutuhan & Anggaranmu

Dapatkan Penawaran

Pahami Asuransi

Memahami asuransi dapat Anda lakukan dengan cara mengetahui pengertian asuransi, fungsi dan manfaat, serta jenis-jenis asuransi. Sila pahami asuransi melalui penjabaran lengkap mengenai asuransi berikut ini.

Baca Selengkapnya

Pengertian Asuransi

Asuransi adalah pertanggungan dengan perjanjian antara dua belah pihak. Yang pertama adalah penanggung dan yang kedua adalah pihak tertanggung. Pihak tertanggung mendapatkan jaminan perlindungan atau proteksi dari pihak penanggung. Dengan catatan, pihak pertanggung akan membayarkan kontribusi atau premi kepada pihak penanggung.

Pertanggungan asuransi terdiri atas proteksi perawatan kesehatan, uang pertanggungan untuk asuransi jiwa,dan proteksi untuk harta-benda.

Bentuk pertanggungan yang diberikan oleh asuransi tergantung pada jenis asuransi yang dipilih. Asuransi kesehatan tentu memberikan jaminan perawatan kesehatan, asuransi jiwa biasanya akan memberikanuang pertanggungan atau warisan, dan asuransi harta-benda menitikberatkan pertanggungan pada perbaikan dan penggantian harta-benda.

Fungsi dan Manfaat Asuransi

Agar lebih jelas mengenai fungsi dan manfaat asuransi, berikut paparan lengkap mengenai fungsi asuransi dan manfaatnya bagi diri sendiri, masyarakat, dan bahkan negara.

Fungsi Asuransi

Adapun fungsi asuransi terbagi menjadi dua kategori, yaitu fungsi primer dan fungsi sekunder. Berikut penjelasannya secara lengkap.

1. Fungsi primer asuransi

  • Pengalihan risiko, yaitu mengalihkan risiko kerugian dari pihak tertanggung ke pihak penanggung.
  • Penghimpun dana, yaitu penanggung harus menghimpun dana dari tertanggung agar bisa mengalihkan risiko kerugian yang dialami oleh pihak tertanggung.
  • Premi seimbang, fungsi ini bertujuan agar premi yang disetorkan seimbang dengan risiko yang terjadi. Oleh karena itu, pihak penanggung harus menghitung keseimbangan antara dan premi.

2. Fungsi sekunder asuransi

  • Ekspor secara tidak langsung, asuransi dapat memasarkan produk atau komoditas tidak nyata yaitu berbentuk asuransi hingga ke luar negeri. Jadi, secara tidak langsung, fungsi asuransi adalah ekspor secara tidak langsung dan menaikkan pendapatan negara pula.
  • Merangsang pertumbuhan ekonomi, asuransi juga berfungsi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Karena terdapat transaksi jual-beli di dalamnya sehingga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi negara.

Manfaat Asuransi

Tidak hanya fungsi asuransi secara garis besar, asuransi juga sangat bermanfaat bagi diri sendiri. Berikut manfaat asuransi yang akan langsung Anda rasakan apabila menjadi peserta asuransi salah satu produk asuransi.

  • Memberi rasa tenang dan aman: peserta asuransi bisa merasa lebih tenang dan aman apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sebab, dia sudah memiliki semacam pegangan, yaitu asuransi.
  • Mengalihkan risiko finansial yang mungkin terjadi: Dengan adanya asuransi, peserta asuransi tidak perlu menanggung risiko finansial yang terjadi atas penyebab tertentu. Karena, pihak perusahaan asuransi yang akan menanggungnya.
  • Membantu mengelola keuangan: Dengan memiliki asuransi, Anda pun dilatih untuk mengelola keuangan dengan baik. Anda harus menyisihkan sebagian penghasilan untuk membayar premi sehingga di masa mendatang bisa mendapatkan proteksi tertentu sesuai dengan produk asuransi yang diambil.
  • Bisa menjadi “tabungan” atau “investasi”: Jenis atau produk asuransi tertentu juga bisa menjadi “tabungan” atau “investasi”. Beberapa di antaranya adalah asuransi berbalut investasi ataupun asuransi dwiguna yang menggunakan sistem tabungan. Produk asuransi ini akan memberikan nilai tunai, yaitu Anda akan mendapatkan pengembalian premi ataupun hasil keuntungan.
  • Menjadi jaminan pinjaman ke bank: Beberapa produk asuransi juga dapat dijaminkan ke pihak bank untuk mendapatkan pinjaman, lho!

Jenis-jenis Asuransi

Dalam dunia asuransi, terdapat jenis-jenis asuransi yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Akan tetapi, secara ideal, berbagai jenis asuransi ini sebenarnya saling melengkapi satu sama lain. Sehingga, sebaiknya Anda memiliki setidaknya satu produk asuransi dari tiap jenis asuransi berikut.

Berdasarkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan asosiasi asuransi, jenis asuransi terbagi menjadi dua kategori. Pertama, adalah asuransi jiwa dan yang kedua adalah asuransi umum.

1. Asuransi jiwa

Asuransi jiwa adalah asuransi yang memberikan pertanggungan terhadap risiko yang dialami oleh seseorang. Yaitu apabila seseorang tersebut atau tertanggung mengalami cacat tetap total atau kematian yang menyebabkan tidak bisa bekerja.

Adapun, jenis asuransi jiwa terbagi lagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  • Asuransi jiwa seumur hidup (whole life), yaitu asuransi jiwa yang memberikan perlindungan seumur hidup selama polis masih aktif.
  • Asuransi jiwa berjangka (term life), yaitu asuransi jiwa yang memberikan perlindungan jiwa dalam rentang waktu tertentu. Misal, 5 tahun, 10 tahun, atau 20 tahun, dan seterusnya.
  • Asuransi jiwa unit link, yaitu asuransi jiwa berbalut investasi.

2. Asuransi umum

Asuransi umum di Indonesia terbagi menjadi beberapa kategori, di antaranya:

  • Asuransi kesehatan, yaitu asuransi yang memberikan pertanggungan berupa penggantian biaya perawatan kesehatan terhadap tertanggung.
  • Asuransi kerugian, yaitu asuransi yang memberikan pertanggungan berupa penggantian biaya perawatan atau penggantian terhadap harta-benda tertentu. Misal, asuransi kendaraan bermotor, asuransi properti, asuransi kecelakaan diri, asuransi uang dan harta benda, dan asuransi kredit.

Apa Saja Asuransi di Indonesia?

Di Indonesia, jenis-jenis asuransi terbilang cukup beragam. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, asuransi di Indonesia terbagi menjadi asuransi jiwa dan asuransi umum. Hal tersebut berdasarkan pada pembagian lembaga yang menaungi tiap jenis asuransi tersebut.

Asuransi jiwa di Indonesia berada di bawah naungan lembaga bernama Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Sementara itu, asuransi umum berada di bawah naungan lembaga Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Selain itu, terdapat pula asuransi syariah yang harus diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Apa Saja Asuransi Milik Pemerintah?

Di antara jenis asuransi yang telah disinggung tadi, terdapat pembagian lain lagi. Yaitu asuransi swasta dan asuransi milik pemerintah. Apa saja asuransi milik pemerintah? Secara singkat, asuransi dari pemerintah Indonesia juga memberikan pertanggungan berupa proteksi kesehatan dan jiwa.

Kedua produk asuransi milik pemerintah tersebut berada di bawah naungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

1. BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan adalah badan hukum publik milik pemerintah yang bertugas menyediakan pelayanan jaminan kesehatan bagi penduduk di Indonesia. Secara singkat, badan hukum ini bertugas sebagai penyedia asuransi kesehatan, seperti layaknya asuransi swasta.

2. BPJS Ketenagakerjaan

Jika BPJS Kesehatan berpusat pada penyediaan layanan jaminan kesehatan maka BPJS Ketenagakerjaan berbanding terbalik. Badan hukum milik pemerintah ini bertugas untuk memberikan jaminan “asuransi jiwa” khususnya bagi para pekerja di Indonesia. Baik pekerja di perusahaan maupun pekerja mandiri.

Prinsip Dasar Asuransi

Dalam di dunia asuransi, terdapat prinsip yang menjadi dasar berbagai aturan dan hukum dalam berasuransi. Prinsip-prinsip ini mengatur cara menggunakan asuransi, hukum apa saja yang perlu dipatuhi, dan termasuk prosedur berasuransi.

Yuk, simak prinsip asuransi serta contoh penerapannya saat berasuransi.

1. Insurable interest

Prinsip asuransi memberikan kesempatan bagi peserta asuransi untuk mengasuransikan apa yang dia lakukan agar tidak berdampak pada kepentingan atau hubungan si peserta asuransi. Biasanya, prinsip insurable interest diterapkan pada asuransi kredit.

Yang mana si tertanggung tidak akan membebani keluarga atau orang terdekat apabila terjadi hal yang tidak diinginkan saat proses pinjaman masih berjalan.

2. Utmost good faith

Prinsip asuransi ini sering disebut sebagai itikad baik. Yaitu, calon peserta asuransi harus menyampaikan hal jujur mengenai kondisi dirinya dan tertanggung lain secara akurat dan jujur. Dengan begitu, pihak perusahaan asuransi akan bisa menyesuaikan premi asuransi dan perjanjian lain dalam polis.

3. Proximate cause

Prinsip ini merupakan prinsip yang mencari tahu penyebab utama dan paling awal. Dari prinsip ini, pihak perusahaan asuransi dapat mengukur dan memberikan penggantian sesuai dengan penyebab sebenarnya.

4. Indemnity

Indemnity sering disebut sebagai prinsip ganti-rugi. Prinsip ini membantu perusahaan untuk menentukan ganti-rugi yang tepat sesuai dengan premi dan kesepakatan polis. Contoh ganti-rugi tersebut, antara lain: tunai; repair atau perbaikan; reinstatement atau mengganti barang yang sudah rusak dengan yang baru; replacement atau penempatan kembali terhadap kerugian yang terjadi.

5. Subrogation

Prinsip ini merupakan pengalihan hak dan tanggung jawab dari pihak peserta asuransi kepada perusahaan asuransi setelah pembayaran klaim. Contoh, saat peserta asuransi mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh pihak ketiga. Maka perusahaan asuransi memiliki hak subrogasi untuk menuntut pihak ketiga melalui asuransi yang dia miliki.

6. Contribution

Contribution sering disebut sebagai double claim. Namun, istilah tersebut sebenarnya termasuk istilah awam. Dalam dunia asuransi,double claim dikenal dengan istilah Coordination of Benefit atau CoB yang merupakan bagian dari prinsip Contribution.

Prinsip ini menjadi “pagar” bagi perusahaan asuransi dalam membayarkan klaim. Jadi, tidak ada istilah peserta asuransi akan mendapatkan kelebihan dana dari total biaya perawatan kesehatan yang akan dibayarkan oleh pihak perusahaan asuransi. Terlebih saat si peserta asuransi memiliki dua produk asuransi yang sama.

Pertanggungan Asuransi

Pertanggungan yang diberikan oleh perusahaan asuransi ditentukan oleh kategori asuransi yang digunakan. Supaya lebih mudah pertanggungan apa saja yang akan diberikan oleh perusahaan asuransi maka mari perhatikan pembagian berikut. Sebab, berbeda jenis asuransi maka berbeda pula pertanggungan yang diberikan.

1. Asuransi jiwa

Asuransi jiwa memberikan pertanggungan berupa uang pertanggungan atau UP serta terkadang nilai tunai (biasanya untuk asuransi jiwa berbasis unit link). Pertanggungan tersebut akan diberikan apabila tertanggung mengalami cacat tetap total atau meninggal dunia sehingga tidak bisa bekerja dan menghasilkan uang.

2. Asuransi umum

Karena asuransi umum memiliki berbagai kategori asuransi maka berikut daftar asuransi umum beserta penjelasan pertanggungannya.

  • Asuransi kesehatan, yaitu asuransi yang memberikan pertanggungan berupa penggantian biaya layanan kesehatan. Bisa berbentuk cashless atau reimbursement. Yaitu, tertanggung cukup menggunakan kartu atau bisa klaim ke pihak ke rumah sakit.
  • Asuransi kerugian, yaitu asuransi yang memberikan penggantian terhadap kerusakan atau kehilangan harta-benda tertentu. Penggantian bisa berupa reimbursement uang tunai, repair atau perbaikan; reinstatement atau mengganti barang yang sudah rusak dengan yang baru; replacement atau penempatan kembali terhadap kerugian yang terjadi.

Perhitungan Premi Asuransi

Perhitungan premi asuransi juga didasarkan pada jenis produk asuransi yang Anda ambil. Premi asuransi kesehatan tentu berbeda dengan premi asuransi jiwa. Tidak hanya itu saja, premi asuransi kesehatan yang satu dengan lainnya juga bisa saja berbeda. Bergantung pada manfaat atau fasilitas yang akan Anda terima.

1. Asuransi jiwa

Perhitungan premi asuransi jiwa biasanya didasarkan pada tiga metode berikut:

  • Human life value, yaitu metode perhitungan premi yang menjumlahkan pengeluaran tahunan dengan kebutuhan dana pada masa pensiun.
  • Income based value, yaitu metode perhitungan premi yang membandingkan antara penghasilan dan inflasi per tahun.
  • Financial based value, yaitu metode perhitungan premi yang didasarkan pada kebutuhan di masa depan, mulai dari pendidikan anak hingga biaya kesehatan.

2. Asuransi kesehatan

Sementara itu, perhitungan premi asuransi kesehatan dilakukan oleh perusahaan asuransi dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  • Usia, semakin muda usia tertanggung maka biasanya premi akan lebih terjangkau.
  • Pekerjaan, perhitungan premi asuransi kesehatan juga akan mempertimbangkan jenis pekerjaan calon tertanggung. Sebab, semakin berisiko pekerjaan calon tertanggung maka premi asuransi pun semakin besar.
  • Riwayat kesehatan, menjadi salah satu faktor penting dalam perhitungan premi asuransi kesehatan. Bahkan, ada pula perusahaan asuransi kesehatan yang tidak menerima calon tertanggung dengan riwayat penyakit kritis tertentu.

3. Asuransi kerugian

Asuransi kerugian biasanya memberikan proteksi terhadap layanan atas kerusakan atau kehilangan harta-benda. Perhitungan premi untuk beberapa produk asuransi kerugian biasanya ada yang sudah diatur oleh pemerintah dan ada pula yang didasarkan pada lokasi, riwayat, dan risiko yang bisa terjadi pada harta-benda Anda.

Pembayaran Asuransi

Pembayaran asuransi tergantung pada jenis dan produk asuransi yang Anda ambil. Secara umum di berbagai jenis dan produk asuransi yang ada, terdapat empat cara pembayaran premi asuransi, yaitu:

  • Pembayaran per bulan, yaitu peserta asuransi dapat membayarkan premi dengan frekuensi tiap bulan. Baik transfer manual ataupun autodebet. Biasanya, asuransi yang menggunakan metode pembayaran per bulan, antara lain: Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi kendaraan bermotor (asuransi mobil dan asuransi motor).
  • Pembayaran per tahun, yaitu peserta asuransi akan ditagih untuk membayar premi dengan frekuensi tiap tahun. Ada yang “beli putus” alias Anda harus melakukan perpanjangan manual setiap tahun. Namun, ada pula pembayaran per tahun secara otomatis selama masa asuransi yang sudah disepakati. Biasanya asuransi yang menggunakan metode pembayaran ini, antara lain: Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi kendaraan bermotor (asuransi mobil dan asuransi motor), atau asuransi kerugian lain.
  • Pembayaran sekali, yaitu peserta asuransi cukup membayarkan premi sekali saja untuk masa pertanggungan yang sudah disepakati. Misal, peserta asuransi perlu menyetorkan premi sekali saja untuk pertanggungan selama 10 tahun. Asuransi yang menggunakan metode pembayaran seperti ini, antara lain: Asuransi jiwa dan asuransi perjalanan.
  • Top-up berkala biasanya jenis pembayaran untuk asuransi jiwa (khususnya asuransi jiwa unit link). Yaitu, peserta asuransi dapat menambahkan dana meskipun sudah memenuhi kewajiban pembayaran premi minimal yang disepakati.

Metode Penggantian Biaya Asuransi

Metode penggantian biaya asuransi adalah tanggung jawab pihak perusahaan asuransi atau penanggung terhadap tertanggung. Setelah Anda membayarkan premi dan di kemudian hari mengalami kerugian maka pihak perusahaan asuransi akan memberikan penggantian.

Nah, metode penggantian yang diberikan oleh perusahaan asuransi terdiri dari tiga cara berikut.

1. Cashless

Metode penggantian dengan cara cashless adalah metode penggantian dengan memberikan kartu asuransi kepada peserta asuransi. Nantinya, peserta asuransi hanya perlu menggesekkan kartu asuransi tersebut untuk mendapatkan pelayanan tertentu. Biasanya metode penggantian asuransi cashless digunakan pada produk asuransi kesehatan.

2. Reimbursement

Metode penggantian secara reimbursement adalah metode penggantian dana setelah proses klaim dari peserta asuransi. Jadi, peserta asuransi perlu mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan maupun perbaikan tertentu. Metode penggantian secara reimbursement biasanya digunakan pada produk asuransi kesehatan dan asuransi kendaraan, baik asuransi motor atau mobil.

3. Metode santunan tunai

Metode penggantian santunan tunai merupakan metode penggantian asuransi dengan cara memberikan uang tunai. Baik secara sekaligus (lump sum), berkala, atau gabungan keduanya. Biasanya metode penggantian dengan uang pertanggungan seperti ini berlaku pada jenis asuransi jiwa, asuransi kerugian, dan asuransi kecelakaan diri.

Cara Klaim Asuransi

Cara klaim asuransi tergantung pada jenis asuransi yang Anda gunakan. Akan tetapi, cara klaim asuransi secara umum terbagi menjadi dua cara, yaitu:

1. Cashless

Peserta asuransi membawa kartu saat di rumah sakit/klinik → Gesek kartu → Rumah sakit mengkonfirmasi ke pihak perusahaan asuransi → Peserta asuransi mendapatkan pelayanan medis.

2. Reimbursement

Peserta mengirimkan dokumen klaim → Datang langsung ke kantor perusahaan asuransi/Kurir/Lifepal → Perusahaan asuransi mengecek dokumen dan analisis → Pembayaran klaim → Selesai.

Khusus untuk prosedur klaim reimbursement, beberapa dokumen yang perlu Anda siapkan, antara lain:

  • Polis asli
  • Mengunduh dan mengisi formulir klaim
  • Bukti general check-up
  • Surat keterangan dokter
  • Hasil laboratorium dan/atau radiologi
  • Kuitansi rumah sakit asli
  • Surat keterangan polisi apabila dirawat karena kecelakaan
  • Khusus untuk asuransi kendaraan seperti asuransi mobil atau motor, tertanggung harus mengirimkan bukti pembayaran dari bengkel.

Hukum untuk Asuransi

Dasar hukum asuransi mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. Selain itu, perusahaan asuransi diawasi oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap perusahaan asuransi harus mendapatkan izin usaha dari ketiga institusi tersebut.

Apa Asuransi Termasuk Riba?

Terdapat perbedaan pendapat mengenai hukum asuransi dalam Islam. Ada ulama yang menyatakan bahwa asuransi termasuk riba dan haram. Dengan alasan asuransi memperjualbelikan barang yang tidak jelas atau tidak terlihat wujudnya.

Akan tetapi, fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah menyatakan bahwa asuransi adalah upaya saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang dalam bentuk aset bersama dengan tujuan memberikan pengembalian kepada salah satu anggota yang mengalami risiko tertentu yang dijalankan sesuai akad dan prinsip syariat.

Kesimpulannya, asuransi yang dijalankan dengan prinsip syariah dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) adalah halal sebagaimana difatwakan oleh para ulama MUI. Kemudian, pastikan pula, produk asuransi syariah tertentu telah mendapatkan izin usaha unit syariah.

Membeli Asuransi Secara Online

Membeli asuransi secara online kini sangat mudah untuk Anda lakukan. Anda dapat membeli asuransi secara online dari mana saja dan kapan saja. Anda pun dapat lebih leluasa untuk membandingkan produk asuransi yang dibutuhkan dalam satu waktu.

Pembelian asuransi dapat Anda lakukan secara online. Kemudian, lakukan transfer atau autodebet menggunakan kartu kredit untuk pembayaran premi.

Lifepal adalah salah satu marketplace asuransi terbaik yang khusus menyediakan produk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Selain itu, kini Lifepal berekspansi dengan cara menyediakan asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi perjalanan, serta asuransi mikro.

Lifepal sebagai teman andalan Anda berupaya memberikan layanan 24 jam untuk pembelian asuransi dan membantu proses klaim asuransi. Termasuk pula memberikan promo asuransi gratis dari berbagai produk asuransi terbaik yang ada di Indonesia.

Salah satu rahasia mengapa asuransi online bisa menjadi lebih untung bagi Anda adalah karena preminya bisa lebih murah 40 persen daripada membeli secara offline maupun agen.

Agen dan Broker Asuransi

Terdapat perbedaan antara agen asuransi dan broker asuransi. Agen asuransi adalah orang pribadi yang bekerja sendiri pada perusahaan asuransi tertentu. Semenntara itu, broker asuransi adalah perusahaan yang menjadi perantara antara perusahaan asuransi dengan calon peserta asuransi.

Melalui broker asuransi, Anda dapat membandingkan berbagai jenis asuransi maupun produknya. Sebab, broker asuransi tidak memposisikan sebagai perwakilan perusahaan asuransi, melainkan mewakili pihak calon peserta asuransi. Selain itu, broker asuransi juga senantiasa membantu peserta asuransi saat melakukan klaim kepada pihak perusahaan asuransi.

Lifepal merupakan broker asuransi terbaik di Indonesia. Anda dapat membandingkan produk asuransi dari berbagai perusahaan asuransi terbaik dan murah di Indonesia melalui situs Lifepal.co.id. Lifepal bekerja sama dengan PT Mitra Ibisnis Terapan adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-18/NB.1/2016 dan anggota APPARINDO 230-2016.

Istilah-istilah dalam Asuransi

Dasar hukum asuransi mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. Selain itu, perusahaan asuransi diawasi oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap perusahaan asuransi harus mendapatkan izin usaha dari ketiga institusi tersebut.

Berikut istilah-istilah asuransi yang sering muncul dalam polis ataupun saat Anda berbicara dengan agen maupun broker asuransi:

  • Agen: Mitra perusahaan asuransi yang bertugas untuk memasarkan produk asuransi atau melayani calon peserta asuransi. Mulai dari menyampaikan ketentuan polis sampai dengan isi perjanjian polis setelah menjadi peserta asuransi.
  • Aktuaria: Profesi dalam asuransi yang menerapkan ilmu matematika, keuangan, dan statistik untuk memperhitungkan risiko dan premi.
  • Ajudikasi: Tahapan penyelesaian sengketa untuk memutuskan apakah klaim yang disampaikan oleh tertanggung dapat diterima atau ditolak oleh perusahaan asuransi (penanggung).
  • Anuitas: Pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan asuransi secara berkala selama waktu tertentu.
  • Assignment: Istilah untuk menyebutkan pengalihan dalam asuransi.
  • Assignor: Pihak yang bertugas melakukan assignment hak dan manfaat asuransi dari peserta asuransi (tertanggung) kepada orang lain.
  • Automatic Premium Loan (APL): Ketentuan pengambilan nilai tunai secara otomatis dari polis apabila peserta asuransi tidak membayar premi sampai masa tenggang berakhir.
  • Bancassurance: Produk asuransi yang dipasarkan dan dijual oleh pihak bank.
  • Excess (batas potong): Biaya yang harus dikeluarkan peserta asuransi untuk menutupi kekurangan biaya yang dibayarkan perusahaan asuransi kepada pihak rumah sakit.
  • Biaya Akuisisi: Biaya yang dikeluarkan saat akan dilakukan penerbitan polis.
  • Biaya Top-up: Biaya yang dikeluarkan saat peserta asuransi membayar premi berkala dan premi tunggal.
  • Nilai tunai: Total uang yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada peserta asuransi di rentang waktu tertentu maupun di akhir masa polis.
  • Contestable Period: Waktu yang diberikan kepada peserta asuransi untuk membatalkan polis.
  • Cuti Premi: Fitur dalam asuransi yang membolehkan peserta asuransi untuk berhenti membayar premi selama sementara waktu.
  • Dana Investasi: Besarnya dana yang diperoleh dari hasil pembayaran premi dalam jangka waktu tertentu yang sudah dikurangi biaya akuisisi dan beberapa biaya lain.
  • Endowment Plan: Program asuransi dengan dua manfaat/benefit: proteksi dan tabungan.
  • Explanation Of Benefits (EOB): Surat dari pihak perusahaan asuransi sebagai tanda penerimaan klaim yang nantinya akan diberikan kepada peserta asuransi.
  • Field Underwriting: Seleksi awal calon peserta asuransi yang dilakukan perusahaan asuransi.
  • Flat Rate: Biaya premi yang ditentukan perusahaan asuransi yang nominalnya sama untuk setiap periode pembayaran selama masa polis.
  • Free-Look Period: Calon peserta asuransi mendapatkan wkatu 14 hari untuk memutuskan bekerja sama/membatalkan polis karena tidak setuju dengan syarat-syarat dan ketentuan yang ada dalam polis.
  • Grace Period: Masa tenggang yang diberikan kepada peserta asuransi selama 30 hari sejak jatuh tempo tanggal pembayaran.
  • Harga Unit: Hasil yang didapatkan dari portofolio investasi yang diperoleh dari hasil nilai aset ditambah keuntungan dari hasil investasi.
  • Ilustrasi Polis: Proyeksi manfaat asuransi yang akan diterima peserta asuransi.
  • Investment-linked Plan: Sering pula disebut sebagai asuransi unit link yang menawarkan dua manfaat: proteksi dan investasi.
  • Jaminan Perlindungan: Jaminan yang diberikan oleh perusahaan asuransi sehingga peserta asuransi bisa membeli produk asuransi tambahan dengan tanpa perlu proses seleksi.
  • Jaminan/Pernyataan Jaminan: Pernyataan yang dikeluarkan calon peserta asuransi mengenai kondisi dari orang atau benda yang diasuransikan.
  • Joint life annuity: Pembayaran premi akan berhenti apabila pihak tertanggung meninggal dunia.
  • Key Employee (Key Person): Tenaga ahli dari pihak perusahaan asuransi dengan segala kemampuan yang menunjang keberhasilan perusahaan asuransi.
  • Klaim: Pengajuan penggantian yang diberikan pihak peserta asuransi asuransi kepada perusahaan asuransi. Dengan demikian, peserta asuransi mendapatkan hak dengan semestinya agar pihak asuransi membayarkan kondisi sesuai prosedur yang ada.
  • Klaim Akhir Kontrak: Tuntutan hak peserta asuransi karena kontrak sudah berakhir dengan perusahaan asuransi.
  • Klaim Tertunda: Klaim yang dilakukan peserta asuransi dan belum bisa dibayarkan perusahaan asuransi karena sebab tertentu.
  • Klausul: Pasal-pasal yang terdapat dalam perjanjian polis yang harus dipatuhi peserta asuransi dan perusahaan asuransi.
  • Lapse: Rentang waktu premi yang tidak dibayarkan hingga menyebabkan polis batal (masa efektif polis berhenti).
  • Life Insurance Company: Perusahaan asuransi dengan produk asuransi untuk menerima pelimpahan risiko menyangkut kehidupan (nilai ekonomi dan tertanggung).
  • Loan of Policy: Apabila pihak peserta asuransi meminta pinjaman kepada perusahaan asuransi dalam jumlah tertentu dan disetujui dengan jaminan nilai tunai polis.
  • Late Remittance Offe: Penawaran akhir dari perusahaan asuransi yang digunakan untuk memulihkan polis peserta asuransi yang batal.
  • Law of Large Numbers: Perhitungan dengan konsep hukum bilangan besar berdasarkan data statistik untuk dapat memberikan gambaran persentase segala kemungkinan terjadi pada peserta asuransi.
  • Main Reserve: Cadangan premi yang dimiliki peserta asuransi akan dihitung pada pertengahan tahun.
  • Mail Kit: Brosur penjualan yang digunakan untuk mengirimkan berbagai informasi terkait program asuransi yang dikirim melalui pos kepada calon peserta asuransi agar memudahkan dalam mengambil keputusan untuk ikut program asuransi.
  • Masa Tenggang: Batas akhir yang diberikan perusahaan asuransi kepada pihak peserta asuransi untuk membayar premi yang sudah disepakati.
  • Masa Tunggu: Periode atau masa tertentu yang harus dilewati hingga manfaat atau klaim dapat dicairkan kembali.
  • Minor: Peserta asuransi yang masih berusia di bawah 21 tahun.
  • Mortalitas: Waktu perkiraan kematian yang tidak pasti atau juga bisa digunakan untuk menyebut frekuensi kematian.
  • Nilai Aktiva Bersih (NAB): Nilai dasar investasi pada polis asuransi unit link.
  • Nilai Investasi: Nilai total unit link yang terbentuk dalam suatu periode.
  • Occupational Risk/Hazard: Risiko dari pekerjaan peserta asuransi.
  • Payor: Istilah yang digunakan untuk peserta asuransi sebagai pihak yang membayar premi.
  • Pemegang Polis: Orang yang terikat dengan perjanjian yang dibuat dengan perusahaan asuransi dan bertanggung jawab atas segala kewajibannya terhadap perusahaan asuransi.
  • Penanggung: Pihak yang memberikan pertanggungan asuransi, dalam hal ini perusahaan asuransi.
  • Polis: Perjanjian yang dilakukan pihak peserta asuransi dengan perusahaan asuransi.
  • Premi: Nominal pembayaran yang disetujui oleh peserta asuransi dan perusahaan asuransi. Pembayaran premi dapat dilakukan sesuai dengan perjanjian, bulanan, tahunan, atau sesuai kesepakatan.
  • Quarterly Premium: Pembayaran premi setiap tiga bulan sekali.
  • Reasuransi: Usaha yang dilakukan perusahaan asuransi untuk memproteksi dirinya dengan melimpahkan risiko asuransi ke perusahaan asuransi lain.
  • Rider: Manfaat lain yang didapatkan di luar dari manfaat pokok.
  • Risiko: Berbagai kemungkinan buruk yang dapat menimpa seseorang.
  • Tertanggung: Pihak yang mendapatkan manfaat asuransi, dalam hal ini bisa pemegang polis atau orang lain yang tertera sebagai pihak tertanggung.
  • Uang Pertanggungan: Jumlah uang yang harus dibayarkan perusahaan asuransi kalau terjadi klaim dari peserta asuransi atas risiko yang dijamin dalam program asuransi.
  • Underwriter: Seseorang yang memiliki keahlian dalam menilai atau meninjau berbagai resiko peserta asuransi sehingga menentukan calon peserta asuransi berhak menerima asuransi atau tidak.

Memilih dan Membeli Asuransi

Agar tak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih dan membeli asuransi bagi diri sendiri, keluarga, perusahaan, maupun harta-benda Anda.

Baca Selengkapnya

Cara Memilih Asuransi Terbaik

Asuransi terbaik adalah asuransi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda. Jadi, saat memilih asuransi terbaik, Anda perlu mempertimbangkan proteksi yang sebenarnya Anda butuhkan dan kemampuan finansial. Berikut beberapa panduan dan cara memilih asuransi terbaik.

1. Sesuaikan dengan kebutuhan proteksi

Anda perlu menyesuaikan jenis asuransi yang akan dibeli dengan kebutuhan. Tidak semua orang memerlukan asuransi kesehatan, asuransi jiwa, atau asuransi harta-beda. Sebab, masing-masing orang memiliki kebutuhan proteksi masing-masing.

Sebagai contoh, Anda yang tidak memiliki kendaraan bermotor tentu tidak perlu membeli asuransi kendaraan. Atau, Anda yang masih berusia muda dan tidak memiliki penyakit kritis serta sudah dibekali oleh BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan kantor mungkin tidak butuh beli asuransi kesehatan lain. Namun, Anda bisa berfokus pada asuransi jiwa.

2. Bandingkan produk asuransi terbaik

Agar mendapatkan asuransi terbaik maka sediakan waktu untuk membandingkan produk asuransi yang ada di pasaran. Anda dapat membandingkan produk asuransi antara satu perusahaan dengan lainnya atau malah produk-produk asuransi yang tersedia di satu perusahaan. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan asuransi terbaik dengan harga terbaik pula.

3. Premi asuransi sesuai dengan benefit/manfaat

Dengan membandingkan produk asuransi yang tersedia di pasaran maka Anda pun bisa membandingkan keseimbangan antara premi dan benefit. Sebisa mungkin pilihlah asuransi dengan premi yang masuk akal dengan benefit atau manfaat yang sebanding. Sayang, kan, kalau ternyata premi yang Anda bayarkan terlalu mahal tetapi manfaatnya tidak seberapa.

4. Pilih produk asuransi dari perusahaan asuransi kredibel

Asuransi terbaik adalah produk asuransi yang berasal dari perusahaan asuransi kredibel. Perusahaan asuransi tersebut harus memiliki track record yang bagus. Hal tersebut bisa Anda lihat dari berbagai ulasan peserta asuransi perusahaan tersebut, baik secara offline maupun online.

5. Pilih yang sudah berlisensi OJK dan terdaftar di AAJI atau AAUI

Yang pasti, pilih perusahaan asuransi yang sudah mendapatkan izin usaha dari OJK. Anda bisa mengecek izin usaha perusahaan asuransi tersebut di situs resmi OJK atau melalui situs Lifepal. Kemudian, pastikan pula perusahaan tersebut sudah terdaftar di AAJI atau AAUI.

Asuransi Bagus

Lalu, bagaimana menentukan asuransi bagus atau tidak? Perhatikan, beberapa poin berikut sebagai pertimbangan sebelum membeli asuransi tertentu.

1. Pilih asuransi dari perusahaan asuransi berlisensi OJK

Pilih produk asuransi dari perusahaan asuransi yang sudah berlisensi OJK. Sebab, Anda sebagai peserta asuransi akan mendapatkan perlindungan tertentu dari OJK. Selain itu, OJK juga pasti akan memberikan sejumlah batasan tertentu pada perusahaan asuransi yang pastinya menjaga keamanan data maupun hak dan kewajiban Anda.

2. Pilih asuransi dari perusahaan dengan likuiditas bagus

Perusahaan asuransi yang bagus juga dapat Anda lihat dari rasio likuiditas. Rasio likuiditas adalah kemampuan perusahaan membayarkan klaim dari dana yang dimiliki. Pemerintah Indonesia menetapkan rasio likuiditas minimal 120 persen bagi setiap perusahaan asuransi di Indonesia. Semakin tinggi persentase likuiditas perusahaan asuransi maka semakin terjamin klaim Anda akan dibayarkan.

3. Proses klaim mudah

Pilih pula asuransi yang memberikan proses klaim yang mudah dan tidak ribet. Di antaranya, peserta asuransi diberikan pilihan yang beragam untuk melakukan klaim. Bisa berupa cashless atau reimbursement. Apalagi jika terdapat teknologi yang mendukung proses klaim tersebut, segera pilih produk asuransi tersebut.

4. Tidak terdapat terlalu banyak pengecualian

Asuransi yang bagus juga adalah produk asuransi yang tidak mencantumkan terlalu banyak pengecualian. Apabila Anda membeli asuransi dengan premi murah namun ternyata terlalu banyak pengecualian, sama saja! Jadi, pastikan baca polis secara saksama sebelum menyetujuinya agar tidak menyesal di belakang hari.

Asuransi Murah

Asuransi terbaik dan bagus tidak selalu mahal. Asalkan Anda mau menyisihkan waktu mencari asuransi murah. Berikut cara mendapatkan asuransi murah.

1. Pilih premi berbanding lurus dengan benefit/manfaat

Manfaat atau benefit yang Anda pilih akan menentukan besaran premi yang diberlakukan oleh pihak perusahaan asuransi. Jadi, pastikan benefit yang Anda pilih memang sesuai kebutuhan. Contoh, bila Anda belum menikah atau belum berencana punya anak maka membeli asuransi kesehatan tanpa manfaat maternity tentu akan mengurangi premi. Jadi, premi asuransi pun menjadi lebih terjangkau.

2. Premi rider terjangkau

Begitu juga dengan rider atau manfaat tambahan selain manfaat utama dari produk asuransi. Pilihlah, rider yang memang Anda butuhkan. Selain itu, pilih juga produk asuransi dengan rider yang dibanderol dengan premi yang lebih terjangkau.

3. Bandingkan dan beli dari broker asuransi

Untuk mendapatkan asuransi termurah, tak ada salahnya untuk membandingkan dan beli dari broker asuransi. Karena, Anda akan disajikan berbagai polis dari berbagai perusahaan asuransi. Dengan demikian, Anda bisa membandingkan berbagai produk asuransi dalam satu waktu. Tentu saja, pastikan broker asuransi yang Anda pilih sudah terdaftar OJK atau telah mendapatkan izin usaha.

Hindari Penipuan Asuransi

Hindari penipuan mengatasnamakan perusahaan maupun broker asuransi. Caranya, pastikan perusahaan asuransi maupun broker sudah terdaftar di OJK dan asosiasi asuransi resmi yang terkait.

Berikut cara menghindari penipuan terhadap penawaran asuransi:

  • Hal pertama yang harus dilakukan adalah memperhitungkan manfaat atau benefit yang dibutuhkan. Semakin besar tentu akan semakin baik karena akan ada banyak yang bisa dilindungi atau dibiayai. Namun, tentu hal ini juga harus disesuaikan dengan kemampuan finansial karena semakin besar manfaat atau benefit pertanggungan maka semakin besar pula premi yang harus dibayarkan.
  • Ada beberapa jenis asuransi yang ditawarkan seperti asuransi murni dan asuransi unit link (berbalut investasi). Bijak dalam memilih karena masing-masing memiliki tujuan yang berbeda-beda. Sesuaikan jenis dengan tujuan Anda sendiri.
  • Bandingkan beberapa produk asuransi sebelum membelinya. Solusi sederhana, Anda bisa mengunjungi situs Lifepal yang memberikan perbandingan asuransi dan memberikan pilihan produk terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Pilihlah produk asuransi dari perusahaan asuransi terbaik. Jangan hanya berfokus pada premi rendah saja, tetapi reputasi perusahaan juga harus dipertimbangkan. Jangan sampai memilih perusahaan asuransi yang belum jelas reputasinya apalagi belum terdaftar di OJK.
  • Jika masih bingung dalam memilih asuransi yang cocok, konsultasikan kepada tim Lifepal. Lifepal adalah marketplace asuransi tepercaya yang akan memberikan produk asuransi terbaik untuk kebutuhan Anda. Lifepal adalah pialang asuransi yang berada di pihak peserta asuransi (tertanggung) sehingga akan mewakili semua kepentingan calon tertanggung termasuk membantu saat proses klaim. Lifepal akan menjadi teman andalan Anda dalam memilih produk asuransi terbaik sehingga Anda terhindar dari segala bentuk penipuan asuransi jiwa.
  • Ada cukup banyak pialang atau broker asuransi. Penting untuk memilih pialang atau broker asuransi yang tepercaya. Lifepal termasuk pialang atau broker asuransi online yang bekerja sama dengan pialang lain yang sudah terdaftar di OJK.
  • Mintalah dummy polis asuransi untuk mempelajari manfaat yang diberikan dari perusahaan sebelum memutuskan membeli polis asuransi yang dibutuhkan.
  • Jangan menitipkan pembayaran premi asuransi kepada agen secara tunai. Bayarkan premi asuransi Anda melalui metode yang dipercaya seperti bank transfer langsung kepada perusahaan asuransi, broker tepercaya, atau dengan berbagai metode aman lain yang disediakan seperti kartu kredit atau dompet digital seperti yang disediakan oleh Lifepal. Pembayaran premi melalui Lifepal terjamin aman dan mudah dilakukan.
  • Selalu minta bukti pembayaran dan menyimpannya dengan baik agar bisa dijadikan bukti jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti human error atau kesalahan sistem.
  • Selalu diskusikan dengan Lifepal jika ada agen asuransi yang meminta biaya tambahan atau premi tambahan terhadap produk asuransi jiwa yang dibeli. Lifepal akan senantiasa membantu Anda menyelesaikan berbagai persoalan dan menjawab berbagai pertanyaan seputar asuransi secara komprehensif.