Apa Itu Deposito, Jenis-jenis, serta Keuntungannya

Fitur Menarik Deposito Bank BRI

Apa itu deposito? Deposito adalah simpanan yang mana dananya hanya bisa ditarik pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara nasabah dengan bank. 

Pengertian deposito tersebut bahkan diatur dalam undang-undang, yaitu UU Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perubahan UU Nomor 7 Tahun 1992 mengenai Perbankan.

Apabila nasabah menarik dana sebelum jatuh tempo, maka akan dikenakan penalti. Biasanya, jangka waktu penyimpanan dapat dipilih mulai dari satu, dua, tiga, enam, dan 12 bulan. Ada sebagian bank yang memberikan pilihan 24 bulan dan 36 bulan. Setelah jatuh tempo, deposito dapat tetap diperpanjang secara otomatis dengan sistem ARO (Automatic Roll Over).

Perlu diperhatikan, pengembalian dana deposito dikenakan pajak yang persentasenya mencapai 20 persen dari keuntungan bunga. Kemudian, uang yang disetorkan biasanya minimal Rp8 juta dengan persentase keuntungan bunga mulai dari 3 persen hingga 6 persenan.

Cara Kerja dan Perhitungan Bunga Deposito

Apa Itu Deposito dan Cara Kerjanya

Berbeda dengan tabungan yang mana bunga dihitung setiap akhir bulan, bunga deposito ditentukan oleh jangka waktu yang dipilih. Berikut contoh, suku bunga deposito salah satu bank di Indonesia.

Tenor (Jangka Waktu) Suku Bunga per Tahun
1 Bulan 4,80%
3 Bulan 6,00%
6 Bulan 6,30%
12 Bulan 6,60%

Sebagai contoh, Anda membuka rekening deposito enam bulan dengan dana disetorkan Rp100 juta. Dengan catatan, suku bunga adalah 6,30 persen dan pajak 20 persen.

Berikut cara perhitungan bunga deposito dan keuntungan yang Anda peroleh.

Keuntungan bunga deposito = (Saldo x Suku bunga x Tenor) / 365

Pajak deposito = Tarif pajak x bunga deposito

Pendapatan bersih = Saldo + (Keuntungan bunga deposito – Pajak deposito)

Keuntungan bunga deposito: (Rp100.000.000 x 6,30% x 180 hari) / 365 = Rp3.106.849

Pajak deposito: 20% x Rp3.106.849 = Rp621.370

Pendapatan bersih :Rp100.000.000 + (Rp3.106.849 – Rp621.370)

=Rp100.000.000 + Rp2.485.479

=Rp102.485.479

Dari contoh di atas, keuntungan bunga deposito bersih yang bisa Anda peroleh adalah Rp2.485.479 saat jatuh tempo enam bulan. Dengan demikian, dana bersih yang akan dikembalikan pada Anda menjadi Rp102.485.479 dari yang awalnya Rp100 juta.

Jenis-Jenis Deposito

jenis-jenis deposit

Secara umum, deposito tersedia dalam mata uang rupiah dan beberapa mata uang asing, seperti dolar Amerika Serikat, Poundsterling, Euro, dan Yen.

1. Deposito berjangka

Produk perbankan yang ini adalah jenis yang paling umum dikenal masyarakat. Penarikan dana hanya dapat dilakukan pada saat jatuh tempo yang mana nanti akan dikenakan pajak 20 persen. Untuk pembukaan rekening dapat dilakukan atas nama perorangan atau badan usaha.

Adapun deposito berjangka terbagi menjadi dua pilihan, yaitu:

  • Deposito ARO (Automatic Roll Over), yaitu terdapat sistem perpanjangan otomatis saat jatuh tempo, namun deposito tidak ditarik oleh nasabah. Apabila dana tidak ditarik saat jatuh tempo, bunga deposito akan mengikuti bunga terkini.
  • Deposito Non-ARO, yaitu tidak terdapat sistem perpanjangan otomatis. Dengan demikian, apabila nasabah tidak menarik dana saat jatuh tempo maka nilai deposito akan tetap dan tidak akan mendapatkan bunga.

2. Sertifikat deposito

Hampir sama dengan deposito berjangka, jenis deposito yang ini disertai sertifikat. Sertifikat itu sendiri tidak mencantumkan nama atau lembaga tertentu sehingga dapat diperjualbelikan atau dijaminkan.

3. Deposito on call

Jenis deposito ini khususnya ditujukan bagi penyimpanan dana yang sangat besar, yaitu di atas Rp500 juta. Jangka waktunya juga cukup singkat, yaitu hanya 7-30 hari saja. Sementara itu, bunga deposito on call biasanya merupakan hasil kesepakatan antara pihak bank dan deposan (nasabah deposito).

Keuntungan dan Kekurangan dari Deposito

Keuntungan dan Kekurangan dari Deposito

Menelaah penjelasan di atas, bisa dilihat bahwa bunga deposito memang tidak sebesar investasi pada umumnya. Yang mana, investasi biasanya memiliki bunga per tahun mulai dari delapan hingga belasan persen.

Meski begitu, bunga deposito masih berada di atas bunga tabungan reguler. Oleh karena itu, deposito masih layak dipertimbangkan sebagai sarana penyimpanan dana.

Untuk dijadikan pertimbangan Anda, berikut poin-poin keuntungan dan kekurangan deposito.

1. Kekurangan deposito

  • Suku bunga cukup kecil karena hanya berkisar mulai dari 3-6 persenan saja per tahun. Sehingga lemah terhadap potensi inflasi, yaitu sekitar 3-6 persen. Hal ini berakibat pada dana pengembalian menjadi cukup kecil pula.
  • Dikenakan pajak bunga deposito yang cukup besar, yaitu sampai dengan 20 persen. Jika dana yang Anda setorkan cukup kecil maka bisa saja Anda tidak mendapatkan keuntungan.
  • Kurang fleksibel karena hanya akan dapat ditarik pada saat jatuh tempo. Apabila Anda melakukan penarikan dana sebelum jatuh tempo maka akan dikenakan biaya penalti sekitar 1-3 persen. Malah jadi buntung, deh!

2. Keuntungan deposito

  • Lebih stabil daripada investasi. Meski suku bunganya masih berada di bawah persentase keuntungan investasi, namun deposito terbilang jauh lebih stabil. Pasalnya, saldo pokok yang Anda setorkan sudah pasti tidak akan berkurang. Sementara pada investasi obligasi atau saham, saldo pokok yang Anda setorkan bersifat fluktuatif.
  • Seperti tabungan pada umumnya, deposito dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Dengan begitu, dana Anda akan tetap aman. Dengan catatan, dana deposito kurang dari Rp2 miliar dengan bunga tidak lebih atau sama dengan 6,25 persen per tahun.
  • Dapat dijaminkan untuk referensi pinjaman. Sebab, deposito dikategorikan sebagai aset oleh pihak bank, meski tidak semua bank menerima jaminan dalam bentuk deposito.
  • Tidak ada biaya administrasi bulanan seperti tabungan reguler.
  • Proses pembukaan rekening deposito sangat mudah. Anda hanya perlu melampirkan dokumen identitas diri, NPWP, dan jumlah uang yang didepositokan.

Nah, dari penjelasan di atas mengenai apa itu deposito, kini mudah-mudahan Anda sudah dapat terbantu dalam pertimbangan membuka rekening deposito. Namun jangan lupa, dana yang Anda depositokan akan mengendap selama beberapa bulan. Persiapkan kondisi ini juga, ya.