Memahami Ragam Bunga Bank dan Fungsinya

Uang Simpanan Bisa Menguntungkan

Jika Anda menyimpan uang di bank, maka akan mendapatkan imbalan jasa yang disebut dengan bunga bank. Bunga bank bisa dibedakan ke dalam dua macam, yaitu bunga simpanan dan bunga pinjaman. 

Bunga Bank

Bunga simpanan adalah balas jasa dari bank kepada nasabah atas jasa nasabah menyimpan uangnya di bank. Contohnya seperti bunga tabungan, bunga giro, dan bunga deposito. Besarannya pun berbeda-beda di antara ketiganya.

Sedangkan bunga pinjaman adalah balas jasa yang ditetapkan bank kepada peminjam atas pinjaman yang didapatkannya. Pinjaman tersebut dapat dikembalikan secara langsung ataupun bertahap dalam kurun periode waktu tertentu. 

Semakin lama pengembaliannya, maka imbal jasanya pun semakin tinggi. Begitulah prinsip dan cara kerja bunga bank secara sederhana. 

Kenapa Bunga Pinjaman Lebih Besar daripada Bunga Simpanan?

Kenapa Bunga Pinjaman Lebih Besar daripada Bunga Simpanan?

Bunga pinjaman umumnya lebih besar dibandingkan dengan bunga simpanan karena bunga simpan merupakan keuntungan yang harus diberikan bank kepada nasabahnya. Sedangkan bunga pinjaman adalah keuntungan yang diperoleh bank dari para debiturnya.

Besaran bunga pinjaman juga bertujuan agar bank mendapatkan selisih untuk membayarkan bunga simpanan termasuk membayarkan biaya operasional dan memperhitungkan keuntungan bisnis yang dijalankan.

Maka, bank terus melakukan promosi agar masyarakat lebih banyak menabung dengan imbal jasa berupa bunga. Kemudian bank dapat menggunakan simpanan tersebut menjadi modal pinjaman untuk diputarkan kembali.

Bunga pinjaman bank lebih besar daripada simpanan pun punya alasan lain, yaitu untuk menanggung risiko kredit macet atau risiko jika debitur tidak bisa mengembalikan uang pinjamannya.

Alasan itulah yang membuat proses dan mekanisme pengajuan pinjaman di bank tidak mudah meskipun bunganya lebih rendah dibandingkan harus meminjam ke rentenir atau fintech yang menawarkan pinjaman online

Simulasi Perhitungan Bunga Simpanan

Simulasi Perhitungan Bunga Simpanan

Seorang nasabah menyimpan uangnya di bank sebesar Rp50 juta dalam bentuk simpanan atau deposito dengan bunga 6% per tahun dan pajak bunga 20% per tahun.

Jumlah Bunga = (1 bulan/12 bulan) Rp50.000.000 x 6%

Jumlah Bunga = Rp250.000

Pajak Atas Bunga = 20% x Rp250.000 = Rp50.000

Artinya jumlah bunga yang diterima setelah dipotong pajak adalah Rp200.000. Inilah contoh penghitungan keuntungan bunga simpanan di bank dalam kurun waktu 12 bulan atau 1 tahun.

Simulasi Penghitungan Bunga Pinjaman 

Cara Lain Melakukan Transfer Uang 

Seorang nasabah meminjam uang dari bank sebesar Rp50 juta yang akan dikembalikan dalam kurun waktu 12 bulan dengan suku bunga tetap (flat) sebesar 1% per bulan.

Jumlah Bunga = Rp50.000.000 x 1%

Jumlah Bunga = Rp500.000/bulan

Pokok Pinjaman = Rp50.000.000/12

Pokok Angsuran Bulanan = Rp4.166.667

Angsuran Bulanan Disertai Bunga (Rp500 ribu/bulan) = Rp4.666.667

Artinya setiap bulan, debitur harus membayar angsuran bulanan sebesar Rp4.666.667 berupa angsuran pokok pinjaman ditambah dengan bunga bulanan selama pembayaran 12 kali selama setahun. 

Jenis-Jenis Bunga Bank

Jenis-Jenis Bunga Bank

Terdapat lima jenis bunga bank, yaitu:

  • Suku bunga tetap (fixed).
  • Suku bunga mengambang (floating).
  • Suku bunga flat.
  • Suku bunga efektif.
  • Suku bunga anuitas.

1. Suku bunga tetap (fixed)

Suku bunga tetap atau fixed adalah suku bunga yang bersifat tetap dan tidak berubah sampai jangka waktu atau sampai dengan tanggal jatuh tempo. Contohnya, bunga KPR Rumah Murah atau Rumah Bersubsidi yang menerapkan suku bunga tetap. Selain itu digunakan dalam kredit kendaraan bermotor juga. 

2. Suku bunga mengambang (floating)

Suku bunga mengambang adalah suku bunga yang selalu berubah mengikuti suku bunga di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik, maka suku bunganya juga ikut naik, begitupun sebaliknya.

Contohnya, suku bunga KPR untuk periode tertentu. Misalnya untuk dua tahun pertama diberlakukan suku bunga tetap, namun periode selanjutnya menggunakan suku bunga mengambang. 

3. Suku bunga flat

Suku bunga flat adalah suku bunga yang perhitungannya dihitung dari jumlah pokok pinjaman di awal untuk setiap periode cicilan. Perhitungannya sangat sederhana dibandingkan dengan suku bunga lainnya.

Contohnya, suku bunga flat digunakan dalam pemberian kredit tanpa agunan. Dengan suku bunga flat, Anda sudah mengetahui berapa nominal yang harus dibayarkan setiap bulan dalam kurun periode tertentu.  

4. Suku bunga efektif

Suku bunga efektif adalah suku bunga yang diperhitungkan dari sisa jumlah pokok pinjaman setiap bulan seiring dengan menyusutnya utang yang sudah dibayarkan. Artinya semakin sedikit pokok pinjaman, semakin sedikit juga suku bunga yang harus dibayarkan.

Suku bunga efektif dianggap lebih adil bagi nasabah dibandingkan dengan menggunakan suku bunga flat. Pasalnya suku bunga flat hanya berdasarkan jumlah awal pokok pinjaman saja.  

Contoh, suku bunga efektif digunakan dalam kredit rumah, kredit investasi, dan kredit dengan jaminan atau agunan.  

5. Suku bunga anuitas

Suku bunga anuitas adalah suku bunga efektif yang disesuaikan agar jumlah cicilan yang dibayarkan tiap bulan tetap atau tidak berubah. Fungsinya agar nasabah tidak kebingungan dengan jumlah angsuran meskipun semakin menyusut setiap bulannya.

Contoh, suku bunga anuitas diterapkan juga dalam kredit rumah, kredit investasi, dan kredit dengan jaminan atau agunan. 

Faktor yang Memengaruhi Tingkat Suku Bunga

6 Cara Menentukan Uang Saku Ideal Untuk Anak

Ada beberapa faktor yang menyebabkan suku bunga bank naik turun, di antaranya:

  1. Bank membutuhkan dana lebih banyak.
  2. Bank menargetkan keuntungan lebih tinggi.
  3. Kebijaksanaan pemerintah dalam menentukan tingkat suku bunga.
  4. Kualitas agunan yang dijaminkan. Semakin mudah dicairkan semakin rendah suku bunganya. 
  5. Periode simpanan atau pinjaman. Semakin lama, semakin tinggi juga bunga yang diberikan.
  6. Jenis produk yang dipilih oleh nasabah, misalnya kredit rumah atau kredit kendaraan. Keduanya punya bunga yang berbeda. 
  7. Reputasi nasabah yang baik memungkinkan bank memberikan suku bunga rendah untuk pinjaman ataupun sebaliknya.

Itulah beberapa ringkasan singkat tentang pengertian, cara kerja, dan beberapa jenis bunga bank yang perlu diketahui sebagaimana fungsional pengenaan bunga ini erat kaitannya dengan kondisi finansial kita sehari-hari baik untuk kebutuhan simpanan, investasi, apalagi pengajuan kredit.