Pahami e-Billing untuk Bayar Pajak Online dan Keuntungannya

e billing

e-Billing adalah salah satu produk kemajuan teknologi yang berdampak pada kemudahan proses pembayaran pajak. 

Lewat laman resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP Online), pengertian e-Billing adalah metode pembayaran pajak secara elektronik menggunakan Kode Billing atau ID Billing yang menggantikan Surat Setoran Pajak (SSP).

Dalam operasionalnya terdapat Billing System, yaitu sistem yang menerbitkan Kode Billing untuk pembayaran atau penyetoran penerimaan negara secara elektronik. Lewat sistem ini, kita tidak perlu lagi membuat SSP dan surat lainnya secara manual.

e-Billing ini berbasis MPN-G2 yang membuat wajib pajak lebih mudah saat ingin membayar pajak online secara lebih mudah, lebih cepat, dan lebih akurat.

Agar semakin paham tentang fasilitas pembayaran dari DJP ini, mari kita simak yang berikut ini.

Cara Membayar Pajak dengan e-Billing

cara bayar pajak online

Terdapat dua tahapan yang harus dilakukan wajib pajak jika ingin membayar pajak menggunakan e-Billing. Pertama, kita diminta membuat Kode Billing atau ID Billing. Setelah itu, barulah kita bisa melakukan proses pembayaran pajak online.

Dalam tahap pertama, kita tidak harus masuk ke aplikasi resmi DJP khusus, yaitu Online Pajak. Ada berbagai pilihan dan cara untuk membuat kode tersebut seperti berikut ini.

1. Pembuatan Kode Billing atau ID Billing

Membuat kode billing tidak susah, kok! Ada panduannya juga, seperti halnya saat membuat akun surel saja. Kita hanya perlu memilih salah satu cara di bawah ini.

  • Masuk ke aplikasi resmi Online Pajak.
  • Bisa juga ke teller bank tertentu di BNI, Mandiri, BCA, dan Citibank. Bisa juga melalui Kantor Pos Indonesia.
  • Bagi pelanggan Telkomsel bisa melalui SMS ID Billing dengan menekan *141*500#.
  • Lewat layanan Billing di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang dapat dilakukan secara mandiri.
  • Melalui layanan Kring Pajak dengan menghubungi nomor 1500200 yang dikhususkan bagi wajib pajak perorangan pribadi.
  • Melalui layanan internet banking di bank-bank tertentu.

2. Pembayaran pajak online

Setelah membuat atau memiliki kode billing, kita bisa melanjutkan ke tahap pembayaran. Caranya juga banyak, lho! Ada berbagai pilihan untuk membayar pajak, yaitu:

  • Online Pajak dengan fitur bayar pajak online khusus nasabah CIMB Niaga dan BNI.
  • ATM.
  • Teller bank yang digandeng DJP dan kantor pos.
  • Mini ATM di seluruh KPP atau KP2KP.
  • Internet banking.
  • Branchless banking.

3. Tahapan membayar pajak online

Membayar pajak online merupakan metode baru dalam pembayaran pajak. Transaksi secara online ini membuat kita bisa membayar kapan saja, yaitu tujuh hari seminggu dan 24 jam sehari. Jadi semakin mudah, ‘kan? Berikut tahapan yang dilakukan setelah memiliki kode billing.

  • Masuk ke laman Online Pajak untuk melakukan registrasi.
  • Mengisi sejumlah informasi, seperti NPWP dan profil perusahaan untuk pajak perusahaan bukan pribadi.
  • Buat ID Billing yang hanya berlaku tujuh hari. Artinya, kalau dalam kurun tujuh hari belum bayar pajak, maka wajib pajak diwajibkan membuat kode baru.
  • Setelah semua selesai, wajib pajak hanya perlu memasukkan nomor ID billing.
  • Mendapatkan Nomor Tanda Penerimaan Negara (NPTN) setelah selesai membayar.
  • NPTN dimasukkan ke laporan SPT saat pelaporan membayar pajak lewat e-filling.

Keuntungan Membayar Pajak Online

keuntungan bayar pajak online

Salah satu keuntungan dari sistem ini adalah fleksibilitas waktu. Dalam hal ini, kita tidak harus ke kantor pajak untuk antre  pada hari dan jam kerja. Selain itu kita tidak membutuhkan banyak dokumen yang perlu dibawa-bawa dan pasti sangat merepotkan.

Bayar pajak online dengan sistem ini juga memiliki banyak keuntungan lain, seperti berikut.

  • Transaksi real time, yaitu setiap data transaksi langsung terekam DJP sehingga menghindari risiko data hilang akibat kelalaian dan lainnya.
  • Akurat karena sistem komputer meminimalkan kesalahan akibat pencatatan transaksi yang biasa dilakukan secara manual. Di dalamnya ada Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS).
  • Terintegrasi antara aplikasi pajak online dengan bank persepsi (yang telah ditunjuk DJP untuk menerima setoran), aplikasi hitung PPh, PPN, e-faktur, dan e-filing. Kita tidak perlu lagi memasukkan data perpajakan berulang kali untuk setiap jenis pajak yang ingin dibayar.
  • Memberikan akses kepada wajib pajak untuk mengetahui status setorannya.
  • Wajib Pajak lebih leluasa membuat draft setoran.

Dengan semua kemudahan yang diberikan DJP, kita pun menjadi lebih mudah saat membayar pajak online. Jangan sampai telat bayar pajak karena telat membayar pajak berarti denda, lho.

Yuk dicoba fitur e-Billing dari DJP!