7 Langkah Mudah Menyusun Laporan Keuangan untuk Bisnis Kita

Dalam menjalankan bisnis, tentu kita sudah akrab dengan laporan keuangan yang harus disusun secara berkala. Lupa menyusun laporan tiap akhir periode akuntansi bisa menjadikan periode berikutnya tidak optimal.

Pasalnya sebagai catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi, laporan keuangan dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan. Informasi di dalamnya merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data keuangan. 

Proses penyusunannya menggunakan berbagai sumber data. Mulai dari faktur, bon, nota kredit, laporan, bank, dan lain sebagainya. Semua data tersebut digunakan untuk mengisi buku laporan dan menjadi bukti keabsahan transaksi.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan sebenarnya menjadi bagian dari proses pelaporan keuangan. Ibaratnya seperti potongan puzzle yang harus disusun agar lengkap. Nah, laporan keuangan yang lengkap biasanya terdiri atas empat jenis, yakni:

1. Laporan laba rugi (profit and lost statement)

Laporan yang menjelaskan tentang kinerja keuangan suatu entitas bisnis dalam satu periode akuntansi. Di dalam laporan ini terdapat informasi mengenai unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga diketahui laba atau rugi bersih.

2. Laporan perubahan modal (capital statement)

Laporan berisi informasi tentang perubahan modal atau ekuitas perusahaan pada periode tertentu. Laporan ini dapat memberikan informasi seberapa besar terjadi perubahan modal dan apa saja yang menyebabkan terjadinya perubahan tersebut.

3. Laporan neraca (balance sheet)

Laporan berisi informasi kondisi keuangan suatu entitas bisnis pada tanggal tertentu. Dari laporan ini kita dapat mengetahui berapa jumlah aktiva (harta dan aset), kewajiban (utang), dan ekuitas perusahaan.

4. Laporan arus kas (cash flows)

Laporan yang dipakai untuk menunjukkan aliran masuk dan keluar kas perusahaan pada suatu periode akuntansi. Laporan arus kas ini juga menjadi alat pertanggungjawaban cash flows selama periode pelaporan.

Apa Saja Manfaat Menyusun Laporan Keuangan?

apa saja

Pada dasarnya, laporan keuangan berfungsi sebagai alat untuk membantu perusahaan dalam menilai kondisi keuangan perusahaan secara umum. Setiap perkembangan perusahaan tercatat di dalamnya. Dengan begitu bisa digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menyusun strategi perusahaan pada periode selanjutnya.

Tidak hanya itu saja, masih ada beberapa fungsi yang tidak kalah penting, yakni:

1. Membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan

Laporan keuangan dapat memberikan data atau informasi yang komprehensif tentang posisi keuangan perusahaan. Sebuah ulasan mengenai kondisi perusahaan secara menyeluruh, khususnya kondisi keuangan. Baik data aset, utang, biaya operasional, dan lain-lain.

Informasi mengenai kondisi keuangan ini bisa dijadikan bahan evaluasi dan pertimbangan dalam mengambil keputusan penting bagi perusahaan.

2. Membantu perusahaan menilai, memprediksi pertumbuhan, dan menyusun strategi baru 

Dengan adanya informasi keuangan, kita dapat menilai bagaimana kondisi perusahaan di masa sekarang dan meramalkan kondisi perusahaan di masa mendatang. Bahkan kita bisa memakainya untuk menyusun strategi baru dalam upaya meningkatkan performa bisnis. Sebab, di dalamnya terdapat pola pertumbuhan keuangan perusahaan yang dapat kita analisis dan prediksi.

3. Menilai aktivitas pendanaan dan operasi perusahaan

Informasi mengenai kondisi keuangan juga dapat membantu kita dalam menilai aktivitas investasi dan kemampuan operasional perusahaan pada satu periode tertentu.

4. Meningkatkan kredibilitas perusahaan

Dengan menyusun laporan, artinya kita telah menerapkan suatu sistem rekap data yang terpercaya, akurat, dan tidak sembarangan dalam mengambil keputusan. Para pemegang saham tentu lebih percaya menginvestasikan uang mereka kepada perusahaan yang dipercaya dan memiliki kredibilitas yang baik.

7 Langkah Mudah Menyusun Laporan Keuangan

7 langkah mudah

Jika kita telah terbiasa menyusun laporan tiap akhir periode, tentu hal itu tidak lagi jadi momok. Tetapi bagi kita yang belum terbiasa, tujuh langkah mudah ini bisa jadi panduan.

Langkah 1: Membuat neraca saldo

Yang harus kita lakukan adalah menyusun daftar rekening-rekening buku besar dengan saldo debit dan kredit. Neraca saldo ini disusun bila semua jurnal sudah dibukukan ke masing-masing rekeningnya.Penyusunan ini dilakukan sebelum membuat jurnal penyesuaian sehingga disebut juga neraca saldo yang belum disesuaikan.

Ini adalah langkah pertama untuk membuat jurnal penyesuaian dan Neraca Lajur. Neraca saldo juga digunakan untuk memeriksa keseimbangan debit dan kredit dari seluruh rekening buku besar.

Langkah 2: Mengumpulkan data untuk membuat jurnal penyesuaian

Sering kali saat menyusun laporan kita menemukan ketidaksesuaian keadaan pada akhir periode akuntansi dengan transaksi yang tercatat. Maka kita perlu mengumpulkan data tertentu yang nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk membuat jurnal penyesuaian

Langkah 3: Membuat neraca lajur (daftar kerja)

Neraca lajur (daftar kerja) adalah suatu langkah untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan. Penyusunan neraca lajur dimulai dari neraca saldo dan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari data yang telah kita kumpulkan sebelumnya. 

Saldo yang sudah disesuaikan akan nampak dalam kolom neraca saldo disesuaikan dan merupakan saldo-saldo yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan laba rugi.

Langkah 4: Membuat laporan keuangan laba rugi dan neraca

Setelah membuat neraca lajur, selanjutnya kita menyusun laporan keuangan yang berisi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal (Laporan Perubahan Ekuitas ), dan laporan arus kas. Laporan dapat disusun langsung dari Neraca Lajur sebab di dalamnya sudah dipisahkan jumlah-jumlah yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan laba rugi.

Kolom neraca dan laba rugi dalam neraca lajur (daftar kerja) diubah bentuknya sehingga laporan akan mudah dibaca dan dianalisis.

Langkah 5: Menyesuaikan dan menutup rekening-rekening

Data yang kita peroleh saat mengumpulkan data digunakan sebagai dasar untuk membuat jurnal penyesuaian yang perlu dan kemudian dibukukan ke rekening-rekening dalam buku besar. Setelah rekening-rekening disesuaikan, langkah selanjutnya adalah membuat jurnal penutupan buku.

Jurnal penutupan adalah jurnal untuk menutup semua rekening nominal ke rekening rekening laba rugi dan memindahkan saldo rekening laba rugi ke rekening laba tidak dibagi.

Langkah 6: Membuat neraca saldo setelah penutupan

Jurnal penyesuaian dan penutupan telah kita bukukan ke masing-masing rekeningnya. Maka untuk memeriksa keseimbangan debit dan kredit rekening-rekening yang masih terbuka, kita perlu membuat neraca saldo sesudah penutupan.

Langkah 7: Menyesuaikan kembali rekening-rekening

Langkah terakhir adalah membuat jurnal penyesuaian kembali yakni jurnal untuk menghapus rekening-rekening antisipasi (accrued) dan transitoris (prepaid) yang timbul dari jurnal penyesuaian akhir periode dan mengembalikannya ke rekening nominal.

Jurnal penyesuaian kembali dibuat pada hari pertama periode berikutnya untuk memudahkan pembuatan jurnal periode berikutnya. Yang harus kita ingat, jurnal ini hanya untuk memudahkan pembuatan jurnal periode berikutnya. 

Dengan mengikuti tujuh langkah di atas, menyusun laporan keuangan tidak akan membuat kening kita berkerut, kok. Cukup simpel dan mudah, bukan?

Jangan pernah menganggap remeh aktivitas ini di akhir periode agar kelemahan dan kekuatan bisnis kita dapat dianalisis melalui laporan keuangan dan ditingkatkan pada periode selanjutnya. Semoga sukses!

Jika ingin informasi yang lebih lengkap mengenai manajemen perusahaan dan kepegawaian, kita bisa coba mengunjungi Lifepal Bisnis. Keuntungannya, kita juga bisa mendapatkan informasi tentang produk asuransi karyawan dan HR Management. Yuk, kunjungi Lifepal Bisnis sekarang!