Mengenal Produk Asuransi Jiwa dan Perbandingan Manfaatnya

produk asuransi jiwa

Apa sih yang membuat asuransi jiwa menjadi penting bagi keluarga? Alasannya asuransi jiwa memberikan perlindungan pada saat kepala keluarga meninggal dunia.

Saat tulang punggung keluarga masih ada, keuangan serta kebutuhan bulanan akan terpenuhi. Namun, ketika tiba-tiba dia meninggal dunia, tidak ada jaminan bagi keluarga yang ditinggalkan untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

Agar keluarga tetap mendapatkan standar hidup yang sama sembari mencari jalan keluarnya, asuransi jiwa hadir sebagai proteksi dalam jeda waktu tersebut.

Itulah sebabnya asuransi jiwa dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga. Sebab asuransi tersebut memberikan perlindungan finansial saat pencari nafkah mendapatkan musibah yang tidak diduga.

Asuransi jiwa memiliki beberapa manfaat yang berbeda. Berikut adalah perbedaan produk asuransi jiwa berdasarkan manfaat dan contohnya.

Kategori dan Contoh Asuransi Jiwa

Kategori Produk Asuransi Jiwa

1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Asuransi jenis ini adalah asuransi yang paling aman karena preminya sangat murah dengan nilai yang tetap atau flat sepanjang masa pembayaran premi.

Untuk Anda yang punya keluarga muda dengan penghasilan terbatas bisa memilih asuransi jiwa berjangka atau familier disebut dengan asuransi konvensional murni.

Alasan kenapa preminya lebih terjangkau karena polis asuransi hanya memberikan perlindungan dalam kurun waktu tertentu saja.

Anda bisa memilih masa perlindungan mulai dari 5, 10, 15, dan sampai dengan 20 tahun. Artinya, semakin pendek durasinya maka semakin murah premi yang harus dibayarkan. Begitu pula sebaliknya. Pilihan ini bisa digunakan untuk menyiasati premi yang dianggap mahal atau tidak terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah.

Meski demikian, premi yang mahal biasanya akan disesuaikan pula dengan manfaat yang diberikan. Begitu juga jika preminya murah.

Salah satu contoh asuransi jiwa yang terjangkau sebagai berikut:

Contohlah Anda berusia 35 tahun. Anda bisa membayar premi Rp 100 ribu per bulan selama 5 tahun, maka Anda akan mendapatkan uang pertanggungan sekitar Rp 40 juta dengan masa pertanggungan selama 20 tahun.

Keuntungannya jika tidak ada klaim selama masa pertanggungan maka premi yang sudah dibayarkan akan hangus. Terkecuali bila diperpanjang sehingga mendapatkan uang pertanggungan yang lebih besar lagi.

Oh ya, premi ini juga tidak ada investasi. Ini juga salah satu alasan mengapa premi asuransi jiwa berjangka lebih terjangkau untuk semua kalangan.

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Asuransi jenis ini cocok untuk kepala keluarga yang sudah memiliki penghasilan tetap.

Setidaknya mereka sudah bisa menyisihkan 10 persen hingga 20 persen dari total penghasilan per bulan hanya untuk alokasi asuransi.

Perbedaannya dengan asuransi jiwa berjangka adalah premi lebih mahal dengan durasi yang lebih lama pula. Namun, kelebihannya uang pertanggungannya lebih besar yaitu bisa mencapai Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar. Begitu juga dengan usia pertanggungan mencapai 100 tahun.

Sama halnya seperti asuransi berjangka, saat melewati masa pembayaran premi selesai, Anda tetap bisa terlindungi sesuai dengan masa perlindungan yang tertera dalam polis asuransi.

Hanya saja premi yang Anda bayarkan bisa naik. Alasan lain mengapa asuransi jiwa seumur hidup lebih mahal karena ada manfaat investasi yang didapatkan.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment Insurance)

Jika dilihat dari maknanya, kita sudah bisa mengartikan bahwa asuransi jenis ini mempunyai dua manfaat sekaligus dalam satu produk. Pertanyaannya, apa manfaat tambahan yang bisa didapatkan selain asuransi jiwa?

Nah, asuransi jiwa dwiguna ini adalah penggabungan antara asuransi jiwa berjangka dengan tabungan. Jadi, berbeda dengan dengan asuransi jiwa berjangka, pada saat masa perlindungan habis dan tidak ada klaim maka premi akan hangus.

Sementara dalam asuransi jiwa dwiguna, premi yang sudah dibayarkan akan dikembalikan dengan nilai yang lebih besar. Sebagai contoh ada produk asuransi dwiguna yang memberikan pengembalian premi sampai dengan 160 persen dari total premi yang sudah dibayarkan.

4. Asuransi Jiwa Unit Link

Ini dia produk asuransi yang cukup populer di Indonesia. Sayangnya,para pemula yang memiliki literasi yang rendah tentang asuransi justru kerap merasa terjebak dengan produk asuransi unit link.

Biasanya ada beberapa agen asuransi yang kurang transparan dan tidak menjelaskan perbedaan antara produk asuransi jiwa yang ada.

Asuransi jiwa unit link adalah asuransi jiwa yang menggabungkan manfaat asuransi dengan investasi.

Keuntungannya bisa lebih besar daripada asuransi jiwa dwiguna. Tetapi, konsekuensinya adalah premi jadi lebih mahal. Sebab, premi tersebut akan digunakan untuk memberikan manfaat asuransi sekaligus membayar unit investasi.

Bunga investasinya sendiri bisa mencapai antara 15 persen hingga 30 persen dari total premi yang sudah dibayarkan.

Dua produk di atas yaitu asuransi jiwa dwiguna dan unit-link memang tampak menarik. Akan tetapi, konsekuensinya adalah Anda tidak bisa memperoleh manfaat asuransi yang maksimal.

Uang pertanggungan yang Anda dapatkan juga akan jauh lebih rendah karena dibagi dengan investasi. Begitu juga dengan nilai investasi yang Anda keluarkan tidak akan berjalan dengan maksimal.

Perbandingan Produk Asuransi Jiwa

Jenis Produk Asuransi Jiwa Berjangka Asuransi Jiwa Seumur Hidup Asuransi Jiwa Dwiguna Asuransi Jiwa Unit Link
Premi Rendah Mahal Rendah Mahal
Uang Pertanggungan Menengah Tinggi Rendah Rendah
Usia Pertanggungan Pendek Panjang Pendek Panjang
Masa Perlindungan Pendek Panjang Pendek Panjang
Pengembalian Premi Tidak Ada Ada Tidak Ada Ada

Kesimpulannya bisa Anda tangkap dari tabel di atas. Masing-masing produk punya kelebihan dan kekurangan. Namun, tentu saja, Anda bisa memiliki pilihan terbaik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

Oleh karena itu, Anda dituntut untuk lebih bijaksana sebelum memutuskan memilih produk asuransi yang tepat untuk Anda.